NovelToon NovelToon
ISTRIKU MENDIAMIKU

ISTRIKU MENDIAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah Andra menikah lagi, Armila berubah. Ia menjadikan suaminya ini ada, tapi tiada. Sapaan, rayuan dan keberadaanku serupa angin lalu.
Diamnya armila membuat Andra stres.
Pernikahannya dengan resti pun menjadi tidak harmonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DAFTAR

ARMILA

Aku sudah membulatkan tekad berpisah dengan mas Andra. Tak ada alasan logis untuk mempertahankan hubungan toxic ini. Justru sangat riskan bagi kesehatan lahir dan batinku ke depan.

Fitnah Resti kali ini sangat kejam. Ia bahkan rela menggugurkan kandungan demi tercapainya tujuan.

Entah terbuat dari apa hatinya?

Tak ada jaminan ke depan aku akan aman. Justru bayangannya sangat mengerikan. Resti bisa saja melakukan hal lebih parah dari semua ini.

Sebenarnya malu kami bertengkar hingga ke halaman. Apalagi ketika sadar mobil kak Reiga terparkir di depan rumahnya. Kemungkinan besar pria itu melihat adegan ini. Apa juga penilaiannya nanti.

Mas Andra masih memiliki rasa cinta padaku. Namun, pengaruh Resti telah membuatnya tak bisa meletakkan mana benar dan salah. Kalau terus begini, bisa-bisa perasaan itu hilang sama sekali. Hasilnya aku dibuang.

Sebelum dibuang, lebih baik pergi dari sekarang. Aku takkan goyah lagi oleh rayuannya. Setelah cerai, aku akan pergi dari rumah ini ke tempat yang tak terjangkau Resti..

Aku harus menyelamatkan diri dari kejahatan orang itu. Untuk balas dendam tak terpikirkan sama sekali. Biar kuserahkan pada Allah saja untuk balasan perbuatannya.

Resti bukan lawan sepadan saat ini. Dia takkan pernah puas sebelum aku hilang dari muka bumi. Selamanya akan menganggapku sebagai lawan.

Dan akan terus mengobarkan api peperangan.

Bukan hanya keselamatanku yang jadi taruhan, tapi Affan pun terancam. Orang jahat seperti Resty takkan pandang bulu jika sudah kumat jiwa kriminalitasnya.

*

Hari ini aku mendaftarkan gugatan cerai pada pengadilan agama. Kegiatan ini bersifat rahasia. Bahkan mang Dadang dan bi Cicah pun tak tahu.

Ini harus bersifat rahasia untuk menjaga keamanan. Kalau bocor khawatir nanti Andra melakukan hal-hal untuk menghalaurnya. Mang Dadang sering bolak-balik pergi ke rumah Resti, bisa saja keceplosan. Maklumlah pembantu Resti pun sama jahat dengan dirinya.

Sewaktu Resti menggelinding, pembantunya langsung melemparkan fitnah bahwa aku yang mendorong. Dari situ saja aku tahu bahwa wanita itu sama saja dengan majikannya.

Untuk kedua orang tua pun aku tidak akan bicara sampai keputusan terjadi.

Aku khawatir baik mama ataupun nama mertua akan menjadi penghalang rencana perceraian jika tahu duluan. Cemas juga, aku akan goyah ketika mereka berusaha untuk menghalaunya.

Apalagi mama mertua memiliki penyakit jantung. Jika dijadikan senjata untuk mengubah keputusan, urusannya akan jadi menyulitkan.

Kalau ada apa-apa aku bisa jadi tertuduh atas kumatnya penyakit itu.

Mamaku sendiri juga sama. Beliau pasti tak mau perceraian ini terjadi.

Untuk mengklarifikasi pada mereka aku belum mau. Nanti saja kalau palu hakim sudah diketukkan.

Di sini aku sempat berbincang dengan perempuan yang juga sedang mengajukan gugatan cerai. Ia mengatakan sudah tak tahan dengan suami kasar. Tiap hari dipukul sampai pernah pingsan. Hobinya main wanita, judi dan mabuk.

Mendengar pengakuannya, aku setuju dia mengakhiri hubungan menyengsarakan. Lelaki kasar dan banyak berbuat maksiat tidak pantas dijadikan imam dalam rumah tangga. Yang ada sengsara kalau terus berada di bawah kepemimpinan orang model begitu. Bukan cuman dicelakai bahkan dibunuh pun bisa saja dilakukan. Pada kasus seperti ini Islam pun membolehkan hal itu terjadi.

Begitulah kalau suami tidak paham dan tidak menerapkan aturan agama dalam hidup. Dia tidak tahu kalau Islam melarang suami berbuat kasar pada istrinya. Tugas suami bukan hanya memberi nafkah tetapi juga wajib bergaul dengan baik pada istrinya. Jangankan memukul, berkata kasar saja dilarang.

Mas Andra memang tidak kasar baik secara verbal maupun tangan. Lelaki

itu lembut dan bertanggung jawab. Tak pernah berhitung dalam nafkah.

Bahkan selalu berusaha memberi lebih.

Tapi, kejahatan istri keduanya mengancam nyawaku. Ditambah mas Andra lemah dan mudah terhasut Resti. Jika tetap bertahan di sisinya, aku dan Affan bahkan bisa mati. Jadi, menurutku, gugatan cerai ini tak salah.

Satu wanita lain juga curhat kalau dia mendapati suaminya selingkuh. Ketika diminta baik-baik untuk mengakhiri perselingkuhan, tak mau. Malah sekarang menikah dan pergi dengan selingkuhannya. Sudah hampir setahun tahun tak pulang, tak memberi nafkah lahir apalagi batin.

"Saya sudah sabar selama setahun. Berharap dia punya itikad baik untuk datang dan kembali seperti dulu. Nyatanya, malah makin menjauh. Daripada nasib saya tak jelas lebih baik pisah saja. Saya sudah lama menderita, sekarang ingin bahagia."

Kadang miris pada laki-laki yang begitu mudah berpaling ke lain hati.

Bahkan rela menelantarkan anak dan istri demi kesenangan barunya. Seolah, pengorbanan wanita tak berharga sama sekali.

Bebasnya pergaulan wanita dan pria saat ini memang jadi pemicu perselingkuhan. Interaksi terlalu dekat dan berulang-ulang sering memicu munculnya perasaan lain di antara mereka. Hati siapa yang tak terusik jika sering bercanda, jålan berdua, makan bersama lebih dari itu. Seiring waktu, pertemanan itu berubahlah jadi selingkuhan.

Harusnya teman wanita adalah wanita, pria dengan pria. Pertemanan lelaki dan perempuan beresiko besar mengarah pada hubungan lebih dari itu. Banyaklah cerota, diawali curhat jadi nyaman, lalu naik ke level perselingkuhan.

Sepulang dari pengadilan agama, aku menyempatkan diri untuk belanja ke salah satu supermarket. Ada beberapa produk yang harus dibeli.

Sebenarnya bisa saja meminta bi Cicah untuk membelinya, tapi kali ini ingin melakukan sendiri. Sesekali bepergian mungkin bisa menjadi hiburan hati. Menikmati udara luar rumah diharapkan dapat memberi kekuatan baru bagi perasaanku yang tengah rapuh.

1
Titien Prawiro
Untuk apa punya istri lagi klo sdh punya anak. lelaki serakah, baru baca saja sdh benci banget.
Agus Tina
Lanjut thor, bila perlu vuat Resti susah ounya anak kareba sudah membunuh darah dagingnya sendiri. Dan buat Armila pergi jauh buat Andra tersiksa kerinduan pada anak yg sudah ia sakiti scr tidak langsung karena sudah menyakiti ibunya ...
Gusti Hamdiah
andranya goblok dong
Saskiah Khairani
mohon dukungannya teman² 🙏
Ma Em
Biar saja Armila dgn Reiga daripada sama Andra suami yg tdk punya pendirian plin plan biar Andra dgn Resti biar dia menyesal setelah berpisah dgn Armila .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!