NovelToon NovelToon
Tertawan Pesona Ibu Susu Bayaran

Tertawan Pesona Ibu Susu Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Dalam satu waktu, Giana kehilangan dua hal paling berharga dalam hidupnya. Bayi yang ia nantikan sejak lama, dan suami yang memilih pergi saat ia sangat rapuh. Di tengah duka yang belum sembuh, satu-satunya penghiburnya hanyalah suara tangis bayi yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan Cameron Rutherford, presdir kaya dan dingin yang tengah mencari ibu susu untuk keponakannya yang baru lahir. Sebuah kontrak pun disepakati. Giana mendadak jadi Ibu susu bagi keponakan sang presdir.

Awalnya, semua berjalan seperti biasa. Giana melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi kemudian, semuanya berubah saat Cameron merasa terpesona oleh ibu susu keponakannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

“Pembohong! Aku tahu benar akal busuk pelayan sepertimu. Kau hanya berpura-pura lalu pelan-pelan akan mengambil keuntungan dalam setiap kesempatan!” tuduh Regina lagi tanpa ampun.

Tangan Regina terangkat ke atas, lalu tanpa aba-aba, menampar pipi Giana hingga perempuan itu tertoleh ke samping.

“Apa lagi yang kau tunggu? Cepat pergi sekarang juga!” desaknya, kali ini dengan menarik lengan Giana kuat. 

Giana meminta dilepaskan, ia takut Cayden jatuh. Namun Regina yang sudah terbakar amarah itu sama sekali tidak mendengarnya. Suara memohon Giana terdengar bersamaan dengan tangis Cayden.

“Ck! Kenapa kau keras kepala sekali? Jika kubilang pergi, maka pergilah!” sentaknya lalu mendorong Giana keluar dari kamarnya.

Giana jatuh terduduk di lantai, namun beruntung ia berhasil melindungi Cayden. Lututnya terasa nyeri, namun yang ia pentingkan justru bayi yang berada dalam gendongannya. 

Regina menatapnya sinis, lalu menoleh ke belakang, ke arah Sofia yang tadi diminta untuk mengemasi barang-barang Giana dan juga Cayden. Ia mengambil tas milik Giana lalu melemparkannya kasar ke hadapan perempuan itu.

Giana mengusap air matanya lalu berdiri menatap Regina. “Kau tidak boleh melakukan hal ini, Nona. Aku tinggal di sini atas keputusan Tuan Cameron. Hanya beliau yang berhak mengusirku pergi, dan bukan kau,” kata Giana dengan berani.

Regina melotot, tangannya terangkat ke atas lagi, hendak menampar Giana sekali lagi. Namun, tangannya tertahan di udara.

“Regina!”

Suara teriakan yang khas itu sontak membuatnya dan Regina menoleh bersamaan. Keduanya melihat Cameron yang berjalan ke arah mereka.

“Ca-Cameo? Kau sudah pulang, Sayang? Kenapa kau tidak mengabariku lebih dulu?” tanya Regina, mendekati Cameron dan bergelayut manja.

Alih-alih menjawab pertanyaan itu, Cameron justru melepaskan tangannya dan mendorong Regina menjauh. “Berani sekali kau mengusir orangku, Regina? Siapa yang memberimu hak untuk mengusirnya pergi dari rumah ini?” 

Regina menatapnya tak percaya, terlebih lagi mendengar suara Cameron yang meninggi padanya. “Cameo … kenapa kau begitu membela pelayan ini? A-apa istimewanya dia? Dan kenapa kau meninggikan suaramu padaku?” tanyanya dengan sendu, bersikap seperti perempuan yang tersakiti.

Cameron menghela napas panjang, memilih mengabaikan Regina dan semua drama perempuan itu. Ia justru mendekati Giana yang masih memeluk Cayden erat. 

“Kau baik-baik saja? Bagaimana dengan Cayden? Apa dia terluka?” tanyanya perhatian. 

“Cameo!” Regina menarik lengan Cameron kasar. “Kau ini kenapa? Kau lebih mementingkan pelayan itu dibandingkan calon istrimu sendiri?!”

Cameron menatapnya dingin. “Regina, kumohon. Jangan bertindak kekanak-kanakan seperti ini,” katanya datar.

“Apa? Aku? Kekanak-kanakan? Kaulah yang kekanakan, Cameo! Dia ini hanyalah pelayan rendahan, kenapa kau begitu mementingkannya?” cecar Regina tak terima jika Cameron lebih perhatian pada Giana serta bayinya.

Cameron memijat pelipisnya lalu menarik napas panjang. “Regina, pulanglah dulu. Kita akan bicara nanti,” katanya dengan lebih lembut. 

“Tidak! Aku tidak mau pulang sebelum pelayan ini pergi dari rumahmu sekarang juga!” serunya, keras kepala. 

Cameron tak menggubrisnya, ia memilih mengajak Giana kembali ke kamarnya bersama dengan Cayden. 

Sementara Regina menatap pemandangan itu dengan kesal dan cemburu. “Tega sekali kau padaku, Cameo! Aku akan mengadukan semuanya pada Ibu!” ancamnya berharap Cameron akan luluh lalu membujuknya.

Namun, Cameron justru berkata. “Lakukan saja apa yang kau inginkan, asal jangan mengusik siapapun di rumah ini. Kau belum menjadi istriku, dan kau tidak memiliki hak untuk mengusir orang-orang ku pergi,” katanya dengan tegas.

“Kau sangat menyebalkan, Cameo! Aku membencimu!” teriaknya lalu berlari pergi dari sana dengan kesal. 

Sofia yang sedari tadi hanya berdiri diam di sana pun hendak melangkah pergi, namun langkahnya terhenti saat Cameron menyebut namanya.

“I-iya, Tuan. Saya di sini.” Sofia berdiri di depan kamar Giana dengan kepala tertunduk dalam.

Cameron lebih dulu memastikan Giana baik-baik saja dan Cayden berhenti menangis lalu menghadapi salah seorang pelayannya itu.

“Siapa yang memperkerjakanmu di sini?” tanyanya dingin.

“Anda, Tuan.”

“Benar. Lalu, kenapa kau menuruti perintah Regina?” 

Sofia terdiam, tangannya bergerak gelisah memainkan ujung seragam kerjanya. Ia bahkan tak berani mengangkat wajah meski hanya untuk menunjukkan muka.

“Jawab!” sentak Cameron. 

Sofia langsung jatuh berlutut. “Ma-maafkan saya, Tuan Saya tahu sudah salah. Mohon maafkan saya,” katanya dengans suara yang bergetar takut.

Cameron berdiri menjulang di hadapannya. Menatap Sofia dengan tajam lalu mengibaskan tangannya, “Pergilah. Jangan pernah muncul di hadapanku.” 

Sofia pergi dari sana dengan kepala menunduk namun tetap saja tak bisa menghilangkan rasa bencinya terhadap Giana.d

“Kau baik-baik saja?” tanyanya. Cameron melihat pipi Giana yang kemerahan. “Bagaimana kondisi Cayden? Apakah dia sudah membaik? Haruskah kita membawanya ke rumah sakit?” 

Giana menggeleng pelan. “Tidak, ternyata semalam Cayden hanya mengalami kembung saja. Sekarang dia sudah baik-baik saja, hanya saja, sepertinya dia terkejut mendengar suara teriakan Nona Regina.”

Cameron menghela napas panjang, merasa lega sekaligus 

merasa bersalah karena meninggalkan Cayden dan membuat masalah bagi Giana hingga perempuan itu harus menerima tamparan dari Regina.

“Pipimu memerah, apakah sakit?” tanyanya. “Aku akan meminta obat, kau harus—”

“Tidak perlu, Tuan. Nanti juga akan membaik dengan sendirinya. Tolong jaga Cayden sebentar, aku harus ke kamar mandi,” katanya lalu berlalu begitu saja ke kamar mandi.

Di kamar mandi, Giana terduduk di lantainya yang dingin, memeluk dirinya sendiri. Meski lisannya berkata bahwa dirinya baik-baik saja, nyatanya hatinya tetap merasa sakit mengingat tuduhan Regina padanya. 

Ia mulai menangis, air matanya tak bisa ia tahan sekalipun ia ingin. Giana sudah banyak menerima hinaan, dari orang-orang sekitarnya, ibu mertuanya, suaminya, iparnya dan sekarang Regina. Apakah ia tidak seberuntung itu hingga harus menerima hinaan demi hinaan? 

“Tidak, Giana. Kau tidak boleh menangis, kau harus tetap kuat. Kau tidak boleh lemah,” monolog Giana seraya menyeka pipinya yang basah. 

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Cameron mencari kalian sampai sakit 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
untunglah kalian selamat 😣
awesome moment
thx, kak. sdh mengembalikan giana dan cay ke panti. buat agak lamaan di panti jg g p2. biar regina dan bianca tau smuanya dlu. biar cameron terbuka dlu. biar bianca nyesel dlu..biar...cay gemoy dlu😄😄😄
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Cerita yg sangat seru 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Harusnya kamu berterima kasih pada Giana 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu yg harusnya di usir Regina 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
rasain luuhh.. bela aja teruus calon mantu manjamu ituu
E Putra
bagus ceritanya
mawar hitam
tanda kutipnya ketinggalan nih
mawar hitam
gugup
mawar hitam
gumamnya
mawar hitam
km salah paham ih 🤣
mawar hitam
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mawar hitam
Make-up artist
mawar hitam
???
mawar hitam
bener2 deh si Rengginang ini 😶
mawar hitam
terpisah kalimatnya 😐
mawar hitam
kurang titik nih
mawar hitam
cakeeep, gini dong ah, tegasss
mawar hitam
dih lebay bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!