Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.
Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.
Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.
Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.
Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32.
Jack menarik tangan Esther, begitu jarak Esther dekat dengannya.
Tubuh Esther dengan cepat melayang naik keatas pangkuan Jack, dan Jack memeluk Esther ke dalam dekapannya.
Jack sangat yakin, aroma tubuh Esther dapat membuat indra penciumannya kembali normal.
Ia memeluk tubuh Esther dengan erat, dan membenamkan wajahnya ke leher Esther, untuk menghirup lebih dalam aroma tubuh Esther.
Aroma yang begitu menyenangkan dihirup indra penciuman Jack.
Dadanya yang tadi terasa menyempit, perlahan kembali mengembang, dan rongga hidungnya yang tadi begitu sakit, perlahan tidak terasa sakit lagi.
Jack pun merasa lega, akhirnya dapat kembali merasakan hidup lagi, berkat aroma tubuh Esther yang begitu disukai indra penciumannya.
Sementara Esther, yang begitu shock melihat keadaan Jack, perlahan melingkarkan tangannya membalas dekapan Jack.
Tangannya mengelus punggung Jack, lalu menepuk-nepuknya dengan lembut, untuk membuat Jack merasa tenang.
Ia masih merasa bingung dengan apa yang tadi dikatakan Butler padanya, kalau penyakit Jack sedang kambuh.
Dekapan tangan Esther, membuat tubuh Jack perlahan menjadi lebih nyaman.
Masa kritisnya pun terlewat, berkat aroma tubuh Esther yang sangat disukai indra penciumannya.
Rongga hidungnya yang telah kembali dapat bernafas dengan normal, kini tubuhnya masih merasakan efek obat, yang membuat tubuhnya panas.
Melihat Jack kembali terlihat tenang dalam dekapan Esther, Adriana merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Bagaimana mungkin? kenapa kak Jack memeluk perempuan itu? dan menjadi tenang seperti itu? bisik hati Adriana tidak percaya.
Charlotte dan Ethan merasa tenang melihat Jack, yang telah kembali normal seperti biasanya.
"Kamu! lebih baik pergi sekarang juga! jangan pernah datang ke kediaman Sebastian lagi! dan jangan mengganggu Jack lagi!!" Charlotte mengacungkan jari telunjuknya kepada Adriana.
Adriana seketika tidak terima mendengar nada peringatan Charlotte, "Tidak, Bibi! kami saling mencintai! aku tidak bisa melepaskan kak Jack! kalau bukan karena sekolah ke luar negeri, aku dan kak Jack sekarang sudah menikah!!"
"Jangan asal bicara kamu! usir dia pergi!!" terdengar suara berat Jack yang telah kembali, setelah rongga dadanya semakin terasa longgar.
"Butler!!" panggil Charlotte.
Butler bergegas menghalau Adriana, untuk segera keluar dari dalam kamar.
Gumaman tamu Charlotte terdengar membicarakan, sikap tidak tahu malu Adriana mendorong Jack masuk ke dalam kamar tamu.
"Bukankah dia putri keluarga Grayson? tidak disangka mereka memiliki seorang putri, yang tidak punya rasa malu menggoda lelaki yang sudah berkeluarga!"
"Aku bukan penggoda! dia yang sudah mengambil kak Jack dariku! dia menjebak kak Jack! makanya Jack dengan terpaksa menikahi perempuan desa itu!!!" jerit Adriana, tidak terima sebagai penggoda suami orang.
"Apa?! ternyata menantu Nyonya, gadis dari desa?" tamu Charlotte bertanya kepada Charlotte.
"Butler, tarik dia! dia terlalu banyak bicara!!" Charlotte semakin tidak sabar melihat Adriana masih belum pergi.
"Tidak! kak Jack, katakan sesuatu! jangan bohongi dirimu! kamu sebenarnya masih mencintaiku, kan? kamu terpaksa menikah dengan perempuan itu, hanya karena ingin bertanggung jawab saja!!!"
Adriana tidak menyerah untuk mendapatkan Jack kembali, dan menjalin kembali hubungan yang dulu terjalin diantara mereka.
Mendengar apa yang dikatakan Adriana, diam-diam Esther menyimaknya dalam hati, dan akan mempertimbangkan keputusannya sebelumnya, untuk melanjutkan hubungannya dengan Jack.
Melihat Jack sudah merasa baikan, Esther turun dari atas pangkuan Jack.
"Kamu mau kemana?" tanya Jack memegang tangan Esther.
"Sebaiknya masalah kalian diselesaikan lebih dulu, jangan ada kesalah pahaman diantara kalian berdua!" jawab Esther menunjuk Adriana, yang tidak ingin pergi.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan antara mereka berdua, karena Jack tidak pernah memiliki hubungan dengannya!!" jawab Charlotte, "Cepat tarik dia pergi!!"
Butler dengan paksa menarik Adriana keluar dari dalam kamar tamu tersebut.
"Tidak mau! kak Jack! aku tunggu kamu meminta maaf padaku! aku tahu, kamu selalu mengunjungi tempat favorit kita, untuk mengenang kebersamaan dulu!!!" jerit Adriana saat di tarik paksa Butler.
"Jangan dengarkan apa yang dikatakan perempuan itu!" Charlotte mendekati Esther, menepuk bahu Esther dengan lembut.
"Bantu suamimu naik beristirahat ke kamar, tubuhnya masih lemah, sebentar lagi Dokter datang untuk memeriksa keadaannya!"
Jack perlahan bangkit dari duduknya, "Nick! kamu periksa cctv!" perintah Jack sebelum ia menaiki anak tangga bersama dengan Esther.
"Baik, Tuan!"
Pesta yang seharusnya berlangsung lebih lama, akhirnya selesai begitu saja karena masalah yang diperbuat Adriana.
"Aku akan mengisi air dingin dalam bathtub!" Esther melepaskan tangan Jack dari memegang tangannya.
"Esther!" Jack menahan tangannya memegang tangan Esther.
Esther sedari tadi diam saja melihat apa yang terjadi padanya, dan tidak bertanya kenapa ia bisa berada bersama Adriana di dalam kamar tamu.
"Tuan, sebaiknya berendam air dingin! kalau tidak tubuh Tuan akan bermasalah!" Esther menyingkirkan tangan Jack.
"A.. apa? kenapa cara memanggilmu padaku berubah? bukankah kamu.. !"
"Aku akan isi air dingin! sebelum Dokter datang, untuk meredakan obat dalam tubuh Tuan!"
Esther bergegas masuk ke dalam kamar mandi, mengisi bak mandi dengan air dingin sampai batas tubuh Jack, dapat merendam seluruh tubuhnya.
Jack tidak menyangka, Esther dapat merasakan apa yang terjadi padanya, setelah ia tidak kesulitan bernafas lagi.
Jack memandang Esther yang mematikan kran air, yang terlihat tidak memperlihatkan sikap marah sama sekali dengannya.
Tapi sikap tenang Esther membuat ia sangat tidak nyaman, ia ingin Esther bertanya padanya untuk meminta penjelasan padanya.
"Sudah, berendamlah!" sahut Esther menoleh ke arah Jack.
"Aku tidak ingin berendam, aku ingin kamu yang menjadi pereda obat ini!" Jack mendekati Esther.
Esther menghindari tangan Jack, "Tadi kita sudah melakukannya, tubuhku masih terasa tidak nyaman!" jawab Esther.
"Baiklah!" nada lesu Jack terdengar tidak bersemangat.
Jack tidak mengatakan apa pun lagi, dan tidak menahan Esther untuk tinggal di dalam kamar mandi menemaninya.
Setelah berendam beberapa menit, Dokter datang untuk memeriksa keadaan Jack.
Dan setelah Jack dinyatakan baik-baik saja, Dokter meninggalkan kediaman Sebastian.
"Tuan, aku sudah memeriksa rekaman cctv!" Nick memberitahu Jack.
Jack masuk ke ruang baca untuk memeriksa rekaman cctv, dan ia pun melihat siapa yang memasukkan obat afrodisiak dalam minumannya.
Ternyata kedatangan Adriana dan Melda malam ini, telah mereka rencanakan untuk menjebaknya, agar semua tamu malam ini melihatnya tertangkap basah berselingkuh.
"Dan, baru saja media internet menyebarkan, kalau anda melecehkan putri Grayson! dengan judul topik, Tuan muda Sebastian tidak rela melepaskan cinta pertamanya!"
Jack mendengus dingin melihat berita, yang baru saja diposting tersebut.
"Segera tutup beritanya, dan ganti dengan putri Grayson pelakor tidak bermoral!"
"Baik, Tuan!"
Sementara itu di dalam kamar si kembar, Esther memandang layar ponselnya tidak berkedip.
Postingan yang baru saja muncul di salah satu media sosialnya, membuat matanya tidak berkedip.
Bersambung.........
cari penyakit aja kamu.....😡
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭