NovelToon NovelToon
Mengasuh Bos Gila!

Mengasuh Bos Gila!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.

Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.

Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.

Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.

Rayan - si culun yang pemalu.

Bram - Ketua Geng motor rahasia.

Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Hanya tak sengaja, bukan menguntit.

Zayn berjalan menuruni tangga sudah dengan pakaian rapi, “hp Kakak mati bukan karena sengaja di matiin Aruna. Kakak lupa mengisi baterainya,” jelasnya di telpon, sudah dapat dipastikan siapa yang menghubunginya pagi-pagi begini.

Bertepatan dengan itu Riana pun keluar dari kamarnya, tatapan mereka tak sengaja bertemu, namun Zayn lekas memutusnya.

“Kakak gak bohong kan, awas aja kalau Kakak bohong!” balas Aruna dari sebrang telpon.

“Kamu gak percaya sama Kakak?” Lelah Zayn menjelaskan, sejak telponnya di aktifkan Aruna terus bicara di telpon dan memberondongnya dengan puluhan pertanyaan.

“Bukannya aku gak percaya sama Kakak, tapi wanita itu selalu bersama Kakak tiap waktu, aku gak percaya sama dia Kak. Jangan-jangan dia punya perasaan sama Kakak.”

Zayn melirik kearah Riana yang tengah menyuapkan sereal ke mulutnya sambil menatap layar handphone, “kamu jangan mikir sembarangan Aruna, lebih baik kamu fokus sama pendidikan kamu. Oh ya, kalau kamu sudah menemukan konsep yang cocok untuk pesta pertunangan kita tolong segera kamu kirim ke Kakak, biar bisa segera Kakak urus,” pungkasnya tak ingin membahas masalah yang membebani kepalanya.

Aruna berdecak pelan, “Aruna, Kakak harus segera pergi ke kantor, nanti kita sambung lagi telponnya.” Tut. Zayn memutus sambungan teleponnya sepihak tanpa memberi lawan bicaranya kesempatan untuk bicara ataupun menolak.

Dia membalik ponselnya menjadi tengkurap, kemudian memakan makanannya sendiri, pagi-pagi dia sudah disibukkan oleh sikap cemburunya Aruna yang terkesan berlebihan dan sasaran kecemburuannya adalah Riana. Wanita yang nampak acuh tak acuh dan menganggap Zayn hanya sebatas atasan saja.

‘Aku bisa benar-benar jadi gila lama-lama.’

***

Hari berlalu, ternyata Ibunya benar-benar menunda kepulangannya ke LA hanya untuk bertemu dirinya dan kali ini Riana tak bisa menghindar lagi.

“Pak, saya ijin mau pergi ke luar malam ini.”

Zayn yang sibuk membaca dokumen pun mendongak, “kemana?” tanyanya.

“Ada acara keluarga. Orang tua saya tiba-tiba datang ke sini,” Jelas Riana.

“Oh, oke,” Zayn mengangguk setuju.

“Bapak gak papa saya tinggal sendirian?” tanya Riana setengah berbisik takut ada yang mendengar, padahal di ruangan itu hanya ada mereka berdua.

“Gak papa, saya akan berusaha menjaga diri sendiri, kamu pergilah dan temui keluargamu.”

“Makasih kalau gitu Pak.”

Riana pun berlalu.

Malam harinya Zayn memutuskan untuk makan diluar terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah, malas juga makan sendirian di rumah, kini dia mulai terbiasa dengan kehadiran Riana, membuat suasananya terasa kosong bila dia tak ada.

Zayn membolak-balik buku menu untuk melihat makanan apa yang kira-kira enak di tempat ini.

“Max, kamu disini?”

Suara itu, telinga Zayn langsung mengenalinya. Itu suara Riana.

“Hay,” sapa Pria yang di panggil Max itu, tempat duduk mereka ternyata tidak terlalu jauh membuat Zayn bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka.

Mereka tampak mengobrol dengan akrab, sementara Zayn menghalangi wajahnya dengan buku menu, dia tak menyangka Riana akan bertemu keluarganya di tempat ini juga.

“Mamah sama Papah ko belum dateng?” tanya Riana sambil melihat buku menu.

“Mereka masih ada acara, kemungkinan datangnya agak telat, jadi aku duluan yang kesini,” sahutnya, suaranya terdengar agak cadel, namun dia fasih berbahasa Indonesia.

Pria bule? Keluarga Riana dari luar negeri? Zayn sedikit mengintip dari pinggir buku menu.

“Ini pesanan anda Pak, silahkan di nikmati,” ucap pelayan restoran yang datang mengantarkan makanan pesanan Zayn.

“Iya, terimakasih,” sahut Zayn dengan suara lemah setengah berbisik, karena takut terdengar oleh Riana.

Restoran ini cukup sepi pengunjung, karena itulah Zayn memilih tempat ini, dia tidak menyangka ternyata keluarga Riana juga memilih tempat ini, jadi sebisa mungkin dia tidak boleh terlihat oleh Riana nanti dikira dia nguntit lagi.

Bukannya makan, Zayn justru kembali mengintip Riana, sepatu hak tinggi, gaun selutut berwarna krem, rambut di gerai lurus, anting panjang berwarna putih dan dia tersenyum, ‘kenapa dia tersenyum seperti itu pada keluarganya? Tunggu, apa dia berbohong padaku? Apa maksud kata keluarga itu adalah calon suaminya?’ Zayn merasakan sesuatu yang tak nyaman di dadanya, rasa panas seperti terbakar.

‘Bisa-bisanya dia nipu aku kaya gitu,’ geramnya, dia meremas lembaran tisu hingga menjadi bulatan-bulatan kecil di atas meja.

Kini Riana tampak asik makan, dengan anggun dan rapi, ‘cih, dia makan gak serapi itu depan aku, aku lebih mengenal Riana dari pada laki-laki itu.’

“Gimana rasanya?”

“Hem, enak,” sahut Riana.

“Nanti kalau kamu datang ke LA, aku akan ajak kamu keliling banyak tempat makan yang enak-enak disana,” ujarnya.

“Wah, aku mau banget. Tapi sayang duit aku masih belum cukup, Max,” kekeh Riana.

“Tenang aja, aku yang traktir. Untuk gadis secantik kamu, uang bukanlah apa-apa,” goda Maxim.

Riana tampak tersipu, ‘Cih, so kayak,’ Zayn mendengus kasar dan lumayan keras, hingga Riana dan Max menoleh kearahnya.

Zayn langsung menyembunyikan wajahnya kembali di balik buku menu, kemudian pura-pura makan.

1
Susi Akbarini
gak aneh..
riana kan pawang zayn..

🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
Susi Akbarini
lanjutttt...
❤❤❤😍😍😍
Susi Akbarini
waaahhh..
itu bukan ketergantungan..
tapi ..

cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
Susi Akbarini
lanjuttttttt..

😍😍❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
cie3..
zayn cemburuuuu..

😄😄😍❤💪💪
Susi Akbarini
waduhhh..
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..

😍😍❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
cie2..
jadi senyum2 bacanya..

😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
waaahhhh..
zayn mulai ada rasa..

mereka berdua deh..

😄😄😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
lanjutttt..

😍😍❤💪💪
Susi Akbarini
waahhhh..
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
Susi Akbarini
Apakah zayn takut melepas gelar anak org kaya nya...
klai gk takut..
minggat aj azayn..

😄😄❤❤💪💪
Susi Akbarini
swtelah sekian laa rayyan baru muncul ..
❤😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
lanjuttttt...
❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh..

spesies baru lagi ini..

😄😄😄😄❤❤😍💪1
Susi Akbarini
lanjuttttt...

❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
akankah rara membocorkan rahasia riana dan zayn..

🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
Susi Akbarini
kasihan zayn...
❤❤😍😍💪
Susi Akbarini
tak kirimi kopi biar gk ngantuk...

🤣🤣😄❤❤😍💪
Whidie Arista 🦋: maacih, author emang lagi ngantuk, auto seger langsung ✌️🤣
total 1 replies
Susi Akbarini
kok aurin..

bukan aruna ya kak..

😄❤😍💪
Whidie Arista 🦋: typo kayanya kak, wkwk 🙏 otw benerin makasih dah kasih tahu😆
total 1 replies
Susi Akbarini
mingkin gk suka ama aruna...

😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!