Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bulan Madu Bertiga
Dokter Riana sudah di ijinkan pulang oleh dokter kandungan di rumah sakit dia bekerja. Dan permohonan ijinnya seminggu sudah di dapat dari direktur rumah sakit. Sesuai janji Davin dia akan membawa istrinya istirahat lima hari di pulau Bali.
Davin meminta Rian untuk mengantar mereka. Dia tidak mau merepotkan kakaknya. Karena dia tahu, Stella kakaknya masih marah. Yang di otak Davin adalah bagaimana membuat istrinya bisa beristirahat, ditengah masalah yang dia hadapi akibat ulahnya.
Penerbangan satu jam lewat empat puluh lima menit, mereka tiba di pulau dewata Bali. Travel yang di pesan langsung membawanya bersama istri tercinta ke villa kecil yang disewa lima hari. Pemandangannya pantai dibelakang. Ada kolam renang kecil. Perut Riana sudah kelihatan. Usia kandungannya sudah mau jalan enam bulan.
Daerah pantai sanur menjadi destinasi Riana dan Davin berlibur. Sore hari Riana sudah berenang air laut dengan baju renangnya. Jelas bisa memperlihatkan perut yang mulai membuncit. Davin menemani. Davin bahagia melihat Ria begitu menikmati keindahan pantai ini.
Malam harinya setelah habis mandi, Davin sudah menyiapkan makan malam buat mereka berdua. Suara deru ombak menjadi hiburan mereka di malam hari ini.
"Sayang aru happy??"
"Ya suamiku. Terima kasih. Kamu dewasa melebihi usiamu mas."
"Aku yang memilih seperti ini. Karena cintaku padamu."
"Kamu anak kecil yang berani."
"Bukan anak kecil yang berani, tetapi anak kecil yang bisa menghamili kakak kelasnya."
"Vin... Kamu itu sadar ngak sih??"
"Sayang, stop ya. Aku ini suamimu. Papi buat anak kita."
Ria tertawa, dia sadar bahwa memang dia merasa bahagia bersama dengan laki - laki berani ini.
"Tetapi aku sangat bahagia bersama kamu mas."
"Aku bisa di andalkan sayang."
"Aku percaya padamu."
Malam ini, Ria tidur sangat nyenyak dalam pelukan suaminya. Davin sangat memanjakan istrinya. Wanita yang akan menemani dia sampai hari tuanya membesarkan anak - anak mereka. Itulah tekad dari seorang Davin Andreas dosen teknik universitas negeri di kota Jakarta dengan gelar doktor pada usia yang masih muda.
Pagi hari kembali Riana menggunakan baju olah raga yang bisa digunakan untuk joging dan bisa juga untuk berenang. Tentu dia sangat cantik dengan bentuk tubuh yang sudah memperlihatkan hasil karya suaminya.
Matahari mulai memancarkan sinarnya hangat namun terasa sejuk karena angin dari laut. Riana tidak bisa berenang karena air lautnya lagi bergelombang. Dia hanya joging ringan di temani suaminya.
"Sayang, aku kecolongan, aku kira pagi - pagi ini tidak ada orang. Ternyata banyak orang, dan semua mata melihat ke arah kamu."
"Mana ada mas, mereka ngak doyan perempuan hamil."
Namun ketika mereka mencari sarapan pagi, mereka bertemu dua orang laki - laki, orang bule yang bertanya tentang keberadaan Riana istrinya.
"Are you wife, sori sir??"
"Yes, she is my wife."
" She is so beautiful, pregnant??"
"Six months."
"your wife like a european girl."
Davin dan Riana hanya tersenyum. Dalam hatinya Davin dia cemburu karena dua bule itu senang melihat istrinya. Namun dari semua pembicaraan mereka, Davin sangat senang waktu mereka mengatakan bahwa dia dan istrinya mukanya berjodoh.
"Sayang kamu itu masih cantik."
"Mas mau aku terlihat tua seperti umurku?? Jahat amat."
"Ngak lah, aku senang. Aku ngak mau mereka memuji kamu."
"Mas kamu egois."
"Aku mau kecantikan kamu hanya buatku. Besok pagi tidak ada joging lagi."
Riana tertawa melihat dan mendengar suaminya mengeluh. Sampai di Villa, Davin langsung menyiapkan buah untuk di makan istrinya dan segelas susu ibu hamil. Sebelum dia berenang. Karena tadi tidak bisa berenang di laut, terpaksa berenang di kolam yang ada di villa yang mereka sewa.
Riana tidak mau dibawa ke tempat - tempat wisata lain. Dia hanya istirahat di villa olahraga l, makan dan nonton. Kalau keluar, mereka hanya ke swalayan yang dekat dengan villa mereka dan nongkrong di cafe yang dekat villa juga.
Riana tidak tahu situasi di Jakarta tentang keluarganya. Dia tidak tahu bahwa Rian adiknya sudah memilih tinggal di apartemen sendiri dari pada bergabung dengan orangtuanya. Mamanya masih tetap pada pendiriannya. Belum bisa menerima kenyataan, bahwa anaknya Riana sudah menikah dengan pilihannya.
"Kamu terlalu keras kepala ma, terlalu keras hati akibatnya dirumah ini hanya kita berdua."
"Kenapa papa juga mau ikut anak - anak papa??"
"Kalau saya ikut mereka, kamu sama siapa??"
Air matanya mama Riana dan Rian mengalir, namun dia tahan.
"Kenapa kita berdua bisa tahan di jodohkan??"
"Jaman kita berdua dan anak - anak berbeda ma."
"Itu hanya alasan."
"Dulu, kalau ada pilihan perempuan lain, mungkin aku memilih juga."
"Maksud papa apa?? Kamu menyesal di jodohkan dengan saya??"
"Bagaimana mau menyesal kalau dari rahim kamu lahir dua anak hebat saya Riana Timothy dan Rian Timothy. Satu dokter spesialis bedah jantung dan pembulu yang satu lagi diplomat bekerja di kementrian luar negeri. "
Mamanya terdiam, dia sudah tidak mau berdebat dengan suaminya dia memilih masuk ke kamar tidur meninggalkan suaminya dengan barang - barang kotor selesai makan. Terpaksa laki - laki tua pensiunan BUMN dengan jabatan terakhir adalah dirut ini, membersihkan semua barang kotor tersebut.
Istrinya adalah perempuan sederhana yang kebetulan dipercayakan Tuhan dengan talentanya merancang dan menjahit baju, diberi berkat bisa punya butik yang terkenal. Namun karena pelangannya adalah orang - orang kelas atas. Mamanya Riana dan Rian ini berubah jadi perempuan egois.
"Sayang, aku ingin telepon Rian deh??"
"Kenapa???"
"Perasaan ku tidak enak."
Davin langsung menghubungi Rian adik istrinya, sahabatnya juga. Mereka berbicara dua menit lamanya. Sampai Ria menanyakan keadaan papa dan mama, Rian pun berterus terang bahwa dia sudah tinggal di apartemennya.
"Kenapa dek??? Baru papa dan mama bagaimana??"
" Aku sudah beritahu papa kalau terjadi sesuatu hubungi dia."
"Adek......."
"Mohon maaf kaka."
Ria asik berbicara dengan adiknya. Davin suaminya asik mencari artikel yang berhubungan dengan ibu hamil. Karena dia lagi ingin sekali meyentuh istrinya. Dan hampir semua artikel menggatakan bisa melakukan dengan posisi- posisi yang aman buat ibu hamil.
"Sayang mas mau???"
"Mas mau apa???
"Mau menjenguk baby boy?"
"Emang bisa??"
"Mas mu sudah baca artikel dan semua bisa dengan melakukan posisi tertentu dalam berhubungan."
Riana tersenyum. Dia tidak bisa mengelak atau menolak. Karena hanya dengan bengini dia menjaga suami brondongnya.
"Adek papi jenguk ya??"
Ria sangat kaget karena di respon oleh anaknya dengan ditendang perut mamainya. Davin tersenyum jail kepada istrinya.
"See honey, dia mengijinkan."
Dokter Riana Timothy yang sering di panggil Ria ini, pasrah dalam pelukan suaminya. Davin melancarkan aksinya. penyatuan dari belakang pun terjadi. Semua berakhir ketika Davin dan Ria mencapai puncak tertinggi dari hubungan ini, yaitu kenikmatan bersama.