NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: JEJAK HITAM DI HUTAN TERLARANG

Debu dari ledakan Kristal Pengukur Jiwa masih menggantung di udara alun-alun, namun keheningan yang menyusul jauh lebih menyesakkan. Ratusan pasang mata menatap Han Jian dengan campuran rasa takut dan tidak percaya. Di panggung utama, wajah Tetua Agung berubah dari terkejut menjadi kecurigaan yang mendalam.

"Sihir hitam!" teriak Han Lei sambil memegangi lengannya yang terkulai layu. Wajahnya merah padam karena menahan sakit dan malu. "Dia menggunakan teknik terlarang untuk memalsukan kekuatannya! Tetua, dia harus dihukum mati!"

Tetua Agung berdiri, aura tingkat Pusaran Bumi memancar dari tubuhnya, menekan semua murid di alun-alun hingga mereka sulit bernapas. "Han Jian! Jelaskan dari mana kekuatan itu berasal? Tidak ada catatan dalam sejarah klan kita tentang energi hitam yang bisa menghancurkan Kristal Pengukur."

Han Jian menatap sang Tetua tanpa gentar. Tekanan gravitasi dari aura tersebut mencoba menekannya, tetapi tulang-tulangnya yang kini teraliri Seni Transmutasi Tulang Purba justru menjadi semakin padat di bawah tekanan. Ia berdiri tegak, seolah tekanan itu hanyalah angin sepoi-sepoi.

"Kekuatan ini berasal dari tekadku, Tetua," jawab Han Jian dingin. "Saat klan ini membuangku karena Dantian-ku yang hancur, aku menemukan jalanku sendiri. Bukankah klan selalu memuja yang kuat? Sekarang aku kuat, mengapa kalian justru menuduhku?"

"Lancang!" Tetua Kedua, yang merupakan ayah Han Lei, melompat turun dari panggung. "Kau telah melukai putraku dan menghancurkan aset klan. Serahkan teknik sesatmu atau kau tidak akan keluar dari alun-alun ini hidup-hidup!"

Han Jian menyadari situasinya. Klan Han tidak menginginkan seorang jenius baru jika jenius itu tidak bisa mereka kendalikan. Mereka menginginkan tekniknya, bukan dirinya.

‘Aku harus pergi,’ batin Han Jian.

Ia menghentakkan kakinya ke lantai batu. BOOM! Lantai itu retak dan meledak, menciptakan awan debu tebal sebagai pengalih perhatian. Dengan satu lompatan yang didorong oleh kekuatan murni otot dan tulangnya, Han Jian melesat seperti anak panah menuju tembok luar klan.

"Tangkap dia! Jangan biarkan pengkhianat itu lolos!" seru Tetua Agung.

Han Jian berlari menuju Hutan Kabut Abadi, sebuah tempat terlarang di belakang wilayah klan yang dihuni oleh binatang buas tingkat tinggi. Para pengejar klan berhenti di pinggiran hutan, ragu untuk melangkah lebih jauh.

"Dia masuk ke Hutan Kabut? Dia pasti mati di sana," gumam salah satu penjaga.

Di dalam hutan, Han Jian tidak berhenti. Ia terus berlari hingga paru-parunya terasa terbakar. Akhirnya, ia sampai di sebuah gua tersembunyi di bawah air terjun yang menghitam—tempat yang sama di mana fragmen tulang hitam itu ditemukan.

Ia terduduk lemas, menyeka darah di sudut bibirnya. Tubuhnya gemetar hebat. Penggunaan energi sumsum tulang secara besar-besaran tadi telah menguras staminanya. Namun, fragmen tulang hitam di dalam sakunya mulai berdenyut lagi, memberikan rasa hangat yang menenangkan ke seluruh kerangkanya.

Tiba-tiba, suara berat yang sama kembali bergema di kepalanya.

"Kekuatan fisikmu hanyalah permulaan. Untuk menjadi 'Penyegel Langit', kau membutuhkan jantung dari dunia ini. Carilah 'Inti Bumi yang Membara' di dasar jurang ini. Hanya dengan itu, tulangmu akan berevolusi menjadi Tulang Abadi."

Han Jian menatap ke arah kegelapan gua yang lebih dalam. Di belakangnya, klan yang mengkhianatinya; di depannya, bahaya yang bisa merenggut nyawanya. Ia tersenyum tipis, sebuah senyum yang penuh dengan kegilaan seorang kultivator sejati.

"Dunia ini tidak butuh Dantian untuk dikuasai," bisiknya. "Aku akan membuktikannya."

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!