Harap bijak dalam membaca.
IG. Ar_Inthan99
FB. Fia than.
Pernikahan yang dilakukan atas perjodohan kedua orang tua mereka.
Membuat persahabatan yang sudah lama mereka lalui berubah seketika menjadi hancur..
Arka yang dulu baik,ramah perhatian saat masih menjadi sahabat Afifah.
kini berumah menjadi arogan,egois dan dingin ketika mereka sudah menikah.
Dan Arka menggagap Afifah hanya sebagai "Istri Diatas Kertas"nya
Bagaimana kah Nasib pernikahan mereka . .
apakah Afifah akan bertahan dengan perlakuan Arka yang terus menyakitinya dengan sikapnya terhadap Afifah..?
atau Afifah akan meninggalkan Arka?
Akan kah takdir mengubah mereka..?
Ikuti Kelanjutannya.
Jangan lupa dukung karyaku.
Like,comen dan Vote.
Terimakasih.
By.Naffia Inthan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
"Terimakasih untuk makan siangnya.." Ucap Afifah.Lalu Afifah dan dini turun dari mobil Indra.
Indra mengangukan kepalanya sambil menatap Afifah yang masuk kedalam butiknya.
Kemudian Indra melajukan mobilnya kembali menuju kantornya.
" Hanya lelaki bodoh yang menyia-nyiakan wanita sebaik Afifah .." Ucap Indra .Terlihat garis kemarahan di wajah lelaki tersebut.
Ya Indra sudah mengetahui tentang semua masalah pernikahan Afifah dan kehidupannya. Indra sengaja mencari tahu tentang Afifah dengan menyuruh orang kepercayaannya untuk diam-diam memata-mata Afifah. Dan begitu terkejutnya Indra saat mengetahui kebenarannya bahwa Afifah tidak diperlakukan dengan baik oleh suaminya dan yang membuatnya lebih terkejut adalah prihal Afifah yang dimadu.
Dan Indra yang semula memilih mundur untuk meraih cintanya terhadap Afifah karna dia tau Afifah sudah menikah, setelah mengetahui kebenarannya Indra bertekat untuk memperjuangkan cintanya kembali.
" Aku akan memperjuangkan mu dan merebutmu dari lelaki bajingan itu.." Ucap Indra dengan geram.
*******
Afifah yang sedang duduk di kursi kerjanya terlihat merenung.
" Apa maksud perkataan Indra tadi..? mengapa dia menanyakan hal seperti itu...?" Lirih Afifah dalam hatinya .
Tak terasa air mata Afifah menetes, Iya teringat kembali akan masalah pernikahannya .
" Ya Robb , maafkan aku bila aku mengeluh padamu,tapi mengapa rasanya cobaan ini begitu berat."
*******
"Jadi dia bermain dengan pria lain dibelakangku.." Ucapnya .Terlihat garis kemarahan dari wajahnya.
''Hah sudah ku duga dia memang tak sepolos yang aku kira,wanita munafik ." Ucap nya lagi ,dengan senyum sinis memandangi Poto dilayar ponselnya.
" Tok..tok.." Suara seseorang mengetuk pintu.
" Masuk..." Ucap Arka.
" Hay sayang..." Ucap Vina, dengan suara manjanya menghampiri Arka lalu duduk di pangkuannya.
Arka hanya tersenyum sekilas ,dengan wajah yang masih terlihat kesal.
" Sayang, kamu kenapa..? gak suka ya aku datang kekantor kamu?. " Ucap Vina memanyunkan bibirnya sambil mengelus lembut wajah Arka.
Arka tidak menjawab pertanyaan Vina, didalam benaknya masih terngiang-ngiang dengan Poto yang baru saja dia lihat di ponselnya. Poto Afifah bersama seorang laki-laki, didalam Poto tersebut terlihat Afifah dan laki-laki itu sangat mesra,Laki-laki tersebut memegang bahu Afifah.
Hati Arka begitu panas rasanya, Iya meremas ponsel yang ada ditangannya.
"Yasudah kalau kamu gak suka aku ada disini aku pulang aja.." Ucap Vina dengan wajah kesal dia turun dari pangkuan Arka.
Arka pun tersadar dari lamunannya.
"Hay baby...I am sorry. Aku senang kamu kesini sayang.." Ucap Arka menarik tangan Vina ,lalu memeluknya dari belakang.
Vina tersenyum. Lalu membalikan badannya mengalungkan tangannya dileher Arka.
" Are you oke...? apa ada masalah cerita sama aku.."Ucap Vina dengan lembut.
" I am fine baby..Hanya ada sedikit masalah pekerjaan." Ucap Arka berbohong.lalu memeluk Vina kembali.
Vina pun membalas pelukan Arka .
" Heemm,aku tau Arka kamu pasti sedang kesal kepada Afifah, lihat saja Afifah aku akan membuat Arka semakin membencimu dan aku akan membuatmu bercerai dengan Arka. Dan aku akan menjadi satu-satunya istri Arka." Ucap Vina didalam hatinya .Lalu tersenyum sinis.
Arka melepaskan pelukannya dengan lembut.
"Kamu sudah makan sayang.." Ucap Arka sambil mengelus-elus rambut Vina.
"Udah tadi dirumah. Sayang jalan yuk, aku bete nih.." Ucap Vina dengan suara manjanya.
" Yaudah ,kebetulan kerjaan aku juga udah beres.." Ucap Arka.
Arka dan Vina pun meninggalkan kantor Arka lalu mereka pergi ke salah satu mall terbesar di kota tersebut.
Vina terlihat sangat bahagia sekali. Dia belanja dibeberapa butik ternama di kota tersebut. Dan membeli beberapa Tas dan sepatu berended. Dengan setia Arka menemani istri mudanya tersebut berbelanja.Sudah banyak barang yang mereka beli,hingga tangan Arka sudah penuh dengan peperbag belanjaan istrinya tersebut.Arka terlihat sangat kesulitan membawa belanjaan tersebut.
" Sayang kurasa ini sudah cukup,tanganku sudah penuh dengan belanjaanmu.." Ucap Arka.
Vina yang masih memilih-milih baju disebuah butik pun melihat kearah belanjaan yang ada ditangan suaminya tersebut.
" Emm..Baiklah,tapi sebelum pulang kita makan dulu ya .Aku udah laper..!" Ucap Vina.Lalu diberjalan menuju sebuah resto terlebih dahulu tanpa menghiraukan Arka
yang kesulitan membawa belanjaannya tersebut.
Arka hanya menggelengkan kepalanya ,lalu menyusul sang istri mudanya menuju resto tersebut.
" Kamu lelet banget sih sayang..aku udah laper banget ini.." Ucap Vina dengan nada kesal,karna menunggu Arka sampai diresto tersebut.
" Apa kamu tidak lihat,aku kesulit membawa semua belanjaanmu." Ucap Arka yang baru saja sampai diresto tersebut. Lalu meletakan semua belanjaan Vina dikursi kosong,lalu Arka duduk disebelah Vina.
" Ya udah cepet pesan makanannya.." Ucap Vina dengan nada ketus..
Arka hanya menggelengkan kepalanya,lalu memanggil pelayan dan memesan makanannya. Tak lama pesanan mereka pun datang. Vina yang sudah lapar begitu menikmati makanannya dengan lahap,tanpa menghiraukan orang yang ada disampingnya.
Vina menghabiskan makannya duluan.
" Ah akhirnya habis juga.." Ucap Vina sambil meneguk jus jeruknya.
" Ayo kita pulang sayang.." Ucap Vina sambil berdiri bersiap-siap untuk pulang.
Arka masih menikmati makanannya.
" Tunggu sebentar lagi aku belum selasai makan sayang ." Ucap Arka dengan lembut.
" Nanti lanjutkan saja dirumah,aku sudah sangat lelah sayang.." Ucap Vina ,lalu menarik tangan Arka secara paksa.
Arka hanya menghelai napas panjang.Mau tidak mau akhirnya Arka pun menuruti kemauan Vina untuk segara pulang.
"Oh iya jangan sampai lupa belanjaannya jangan sampai ada yang tertinggal ok.." Ucap Vina .lalu dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan suaminya yang kesulitan membawa belanjaannya.
"Wanita memang selalu merepotkan.."gerutu Arka dalam hati. Sambil membawa belanjaan Vina yang penuh ditangannya.
Arka dan Vina pun pulang meninggalkan mall tersebut. Kurang lebih 40 menit mereka pun sampai dirumahnya.
Vina langsung masuk kedalam rumah menuju kamarnya.
Arka memanggil Bi Sanah untuk membantu membawakan belanjaan Vina kekamar mereka.
"Terimakasih ya Bi.." Ucap Arka.
Bi sanah tersenyum. " Iya den, tumben Aden belanja sampe banyak begini..." Ucap Bi sanah terheran,karna memang setau Bu Sanah Arka tidak pernah berbelanja sampai sebanyak itu.
" Ini belanjaan Vina bi..Wanita memang ribet ya bi belanjaannya banyak begini.." Ucap Arka.
" Tergantung orangnya kali den,gak semua wanita ribet kaya istri muda Aden ini.." Gerutu Bi Sanah dalam hatinya.Ingin sekali bi Sanah mengatakan hal tersebut namun dia berpikir bisa-bisa dia ditendang dari rumah ini...😂😂
Arka dan Bi Sanah pun sampai dikamar Arka dan Vina.
" Ini tari dimana den.." Ucap Bi Sanah sopan.
"Taro sopa aja, dan hati-hati naronya itu barang-barang mahal,kamu gak akan sanggup buat ganti kalau sampe rusak..Paham.."Ucap Vina dengan nada ketus menyaut pertanyaan bi Sanah.
"Iya nyonya.." Jawab Bu Sanah lalu meletakan belanjaannya tersebut disopa.
" Dasar lampir.." Lirih bi Sanah dalam hati.Lalu bi Sanah pun keluar dari kamar majikannya tersebut.
Arka menghampiri Vina.." Sayang harusnya kamu jangan ngomong gitu ke bibi, kamu sopan sedikit dong dia kan lebih tua dari kita." Ucap Arka dengan lembut mencoba menasehati Vina.
Namun Vina malah tertawa keras.." Ha..ha..ha, sopan yang benar saja sayang.Dia itu hanya pembantu ngapain aku harus sopan kita itu beda level sama dia sayang, mau muda mau tua tetep aja dia itu pembantu." Ucap Vina dengan angkuh.
" Tapi bi Sanah itu sudah aku anggap keluarga aku sendiri Vin,jadi aku harap kamu bisa mengormati dia setidaknya sopan sedikit saat berbicara."Ucap Arka dengan wajah kesal.
" Sudahlah aku malas berdebat,aku capek mau istirahat." Ucap Vina yang berlalu menuju kamar mandi.
Arka hanya menggelengkan kepalanya,lalu dia keluar dari kamarnya menuju Bi Sanah Arka meresa tidak enak akan sikap Vina terhadap Bi Sanah yang sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri.
Vina yang sudah selesai membersihkan diri, dia melihat dikamar tidak ada Arka.
" Kemana Arka ,ah mungkin dia dibawah ." Lirih Vina.
Lalu dia beranjak menuju kasur untuk tidur dan beristrihat .Karna Vina meresa hari ini sangat lelah.
Vina menguap " Hhhhuuuuuahh" Lalu menarik selimut. Dan akhirnya Vina pun terlelap dan masuk ke alam mimpinya.
Arka menghampiri Bi Sanah yang sedang mencuci piring di dapur.
"Bi...Arka minta maaf ya atas sikap Vina.."Ucap Arka.
Bi Sanah tersenyum.." Tidak apa-apa kok den.."
"Oh iya Bi, Afifah kemana..?" Ucap Arka.
" Non Afifah belum pulang den.."
" Oh iya ..kalau gitu Arka kekamar dulu ya Bi.."Ucap Arka ,lalu dia melangkah menuju kamarnya .
Bi Sanah hanya mengangukan kepalanya.
" Tumben sekali den Arka menanyakan non Afifah." Lirih bi Sanah dalam hati.
Arka sudah sampai didalam kamarnya dia melihat ke arah kasur terlihat Vina sudah terlelap.
Arka duduk ditepi ranjang, entah mengapa hatinya begitu gelisah.
" Kemana dia mengapa dia belum pulang, sudah malam begini. Apa dia masih bersama selingkuhannya. Dasar wanita munafik.."Lirih Arka dalam hatinya.
Kini wajah Arka terlihat sangat kesal dan geram...
@@@@
Jangan Lupa like,comen dan Votenya.
aku sempetin Up nih,walau pun rempong ngurusin baby..😂😂😂😂🤗🤗🤗😘😘😘
wlo udh jd saudra tiri.tpi masih bisa nikah kok.
kan gk ada hub darah.
ya semoga afifah klo gk sama angga ya sama indra.
msih bnyak typo yg harus di benahi semangat berkarya thor