NovelToon NovelToon
GADIS POLOS MILIK MAFIA KEJAM

GADIS POLOS MILIK MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elizabeth antika

Seorang gadis polos/biasa (kemungkinan Tika) secara tidak sengaja terlibat dengan seorang bos mafia atau pria berkuasa yang kejam/dingin (kemungkinan Robert).
Keterlibatan ini bisa karena hutang, perjodohan paksa, atau insiden tertentu.
Awalnya, Robert bersikap kasar, kejam, atau dingin, namun seiring berjalannya waktu, sifat polos Tika meluluhkan hati Robert, dan ia mulai memanjakan Tika habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabeth antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32 mafia kota jinga

Langit kota jinga malam itu membiru gelap, seolah menahan napas. Di lantai teratas gedung yang menjulang angkuh, musik jazz lembut beradu dengan denting kristal. Robert (35), mengenakan setelan hitam yang dijahit sempurna, menyesap scotch-nya. Wajahnya yang tegas dan matanya yang sebiru laut menyimpan ketenangan berbahaya. Dia bukan sekadar pengusaha sukses; dia adalah Capo termuda yang mengendalikan jaringan gelap dari pelabuhan hingga pasar saham.

flashback...

Bel pintu apartemennya berbunyi berisik, bukan ketukan sopan dari tetangga. Ketika Tika mengintip dari lubang intip, jantungnya mencelos. Berdiri di ambang pintu adalah seorang pria yang tampak seperti diukir dari granit gelap. Jasnya yang mahal basah kuyup, menempel di tubuhnya yang atletis. Di bahunya, ada noda merah yang mengerikan.

Tika ragu, tangannya gemetar di kenop pintu. "Siapa?"

Suara pria itu rendah, serak, namun memiliki otoritas yang tak terbantahkan. "Tolong. Aku hanya butuh tempat berlindung sebentar."

Melawan semua akal sehatnya, Tika membuka pintu.

Pria itu terhuyung masuk, tubuhnya yang besar langsung memenuhi ruang tamu Tika yang minimalis. Dia adalah Robert. Tika mengenali nama itu — nama yang dibisikkan dalam ketakutan di berita-berita kriminal, nama pemimpin klan mafia yang mengendalikan sebagian besar perdagangan gelap di Asia Tenggara. Dia adalah hantu yang tiba-tiba berwujud di apartemennya.

"Aku Robert," katanya, suaranya kini lebih lemah. "Lukanya harus segera ditangani."

Tika, meskipun ketakutan, adalah wanita yang praktis. Dalam sekejap, instingnya sebagai manusia mengambil alih. Dia mengambil kotak P3K dan, dengan tangan yang stabil, mulai membersihkan luka tembak yang dangkal namun kotor di bahu Robert. Jarak sedekat itu membuatnya melihat mata Robert, mata kelabu yang dingin namun kini memancarkan kepedihan yang tersembunyi.

"Kenapa kau membantuku?" Robert bertanya, suaranya penuh kecurigaan saat Tika membalut lukanya dengan telaten.

Tika mengangkat bahu, fokus pada perban. "Aku tidak membantu 'Robert si Mafia'. Aku membantu seorang pria yang terluka di depan pintu rumahku."

Jawaban itu tampak mengejutkan Robert. Dia terdiam, mengamati Tika. Wanita ini, dengan kacamata bingkai tipis dan kaus longgar, adalah antitesis dari dunia tempat dia hidup. Tidak ada ketakutan, tidak ada ketamakan, hanya kemanusiaan yang polos.

Robert tinggal di sana selama tiga hari. Tiga hari yang aneh. Tika memasakkan sup dan teh. Robert, yang terbiasa dengan kemewahan dan ancaman, menemukan dirinya menikmati keheningan yang Tika tawarkan. Dia berbicara sedikit, sebagian besar tentang buku-buku yang Tika baca. Tika, pada gilirannya, mencoba untuk tidak bertanya tentang tembakan, darah, dan bisnis gelapnya.

Pada hari keempat, lukanya membaik. Robert berdiri, aura bahaya kembali menyelimutinya seperti jubah.

Awal nya Tika ingin kerja sama tapi dia tidak berani dan memutuskan pergi tapi siapa sangka malah bertemu ke 2 kali nya  dengan bos mafia yaitu Robert..

Sekarang dengan terpaksa Tika harus bergabung dengan tim Robert karena tidak ada pilihan lagi untuk nya ini juga  menyangkut Dimas ..

" Maff Dimas ke mungkin an Aku tidak akan bisa bertemu kami kembali " lirih ku tidak terasa air mata ku jatuh ..

Tiba tiba Robert datang mengagetkan ku 

" Hei jangan melamun " ucap nya

"Eeh engga, siapa juga yang melamun, Yaudh aku mau tidur dulu." Ucap ku lalu pergi ke kamar....

Di dalam kamar tidak ingat belom membereskan bekas tadi bikin kue..

" yaudah lah besok lagi baru ku beres kan" ucap ku..

Pagi ini, seperti biasa, Tika melakukan rutinitasnya. Ia memakai kaus oblong longgar dan celana pendek, lalu bergegas menuju dapur.

Dapur Robert adalah tempat yang kontras. Semua peralatan berteknologi tinggi, namun hanya satu sudut yang berantakan: sudut tempat Tika meletakkan mixer kecilnya dan sisa-sisa adonan kue semalam.

Saat Tika menuang kopi ke dalam mug bergambar kucing, Robert muncul.

Ia baru selesai mandi.

Rambut hitamnya yang basah disisir rapi ke belakang, dan ia hanya mengenakan celana training hitam. Dada bidangnya terekspos, dengan otot-otot keras yang membuat Tika harus menahan napasnya tanpa sadar.

 Aura dominan dan berbahaya menguar dari tubuhnya.

Robert mengambil cangkir dari kabinet, menyeduh kopinya sendiri, dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berjalan menuju meja makan yang terbuat dari marmer hitam.

 Ia menyalakan laptopnya, dan langsung tenggelam dalam email-email yang sepertinya sangat penting.

Keheningan di antara mereka tebal, hanya dipecahkan oleh suara denting cangkir dan ketikan cepat jari-jari Robert di keyboard.

Tika berdeham canggung.

 "Pagi, Robert."

Robert tidak menoleh. Matanya tetap terpaku pada layar.

 "Hm." Hanya gumaman dingin yang keluar dari bibirnya.

Tika menghela napas. Sikap acuh tak acuh Robert adalah perlindungan bagi mereka berdua.

Awalnya Tika kesal, kini ia mengerti.

 Mereka harus menjaga jarak ini.

Jarak antara dunia biasa dan dunia bayangan.

Saat Tika sedang mengoles selai stroberi di atas rotinya, sebuah notifikasi suara keras

tiba-tiba terdengar dari laptop Robert:

“Breaking news: Kepala Kepolisian Metro Jaya mengumumkan penggerebekan besar terhadap sindikat...“

Robert langsung menekan tombol mute secepat kilat.

 Raut wajahnya yang tadinya tenang, kini mengeras.

 Tatapan matanya yang kelabu seketika menjadi tajam, seolah siap membakar apa pun yang menghalanginya.

Tika menelan ludah. Ia tahu berita macam apa itu. Penggerebekan selalu berarti bahaya bagi Robert. Dan jika Robert dalam bahaya, ia, Tika, juga dalam bahaya.

Robert berdiri, membanting kursi ke belakang dengan suara keras yang membuat Tika terlonjak.

"Aku harus pergi," katanya, suaranya rendah dan serak, lebih berupa perintah daripada pemberitahuan.

"Tunggu," Tika memberanikan diri. "Ada apa? Apa yang terjadi?"

Robert menatapnya, ekspresinya sulit diuraikan. Ada sedikit gertakan, tetapi ada juga semacam kelelahan yang samar.

"Bukan urusanmu, Tika," katanya, tajam.

 "Ingat, tugasmu hanya untuk tetap di sini, mengerjakan pekerjaanmu, dan jangan pernah bertanya tentang apa pun yang kulihat atau kulakukan. Sudah kubayar mahal untuk itu."

Tika mengepalkan tangan di pangkuannya. Ya, benar. Uang sewa apartemen ini dibayar Robert dengan jumlah fantastis, cukup untuk membuat Tika mengunci mulutnya rapat-rapat.

Robert berjalan cepat menuju kamarnya. Ia kembali beberapa menit kemudian, sudah mengenakan setelan jas abu-abu mahal yang pas di tubuhnya, membuatnya terlihat seperti CEO muda yang sukses—kecuali aura mematikan yang tidak bisa disembunyikan.

Ia meraih kunci mobil dari meja, lalu mengambil sebuah amplop cokelat tebal dari laci. Amplop itu diletakkan di samping mug kopi Tika.

"Itu uang untuk belanja bulanan. Dan... gunakan untuk membeli kunci tambahan yang kuat di pintu kamarmu," ujar Robert tanpa melihat Tika.

Tika bingung. "Kunci tambahan? Kenapa?"

Robert akhirnya menatap Tika, tatapan kelabunya menembus Tika hingga ke tulang.

"Hanya... untuk jaga-jaga," jawabnya singkat.

1
Ning Dhiroh
Hebat banget, thor ini pintar bikin pembaca penasaran!
Rini Antika: Thank You 😊😊akan ada part selanjutnya
total 1 replies
Rubí 33-12
Oke bangett
Rini Antika: terimakasih 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!