Suaminya berkhianat dan selalu mengabaikan nya, Calista malah tak sengaja bermalam dengan seorang Office Boy hotel tempat dia dijebak.
"Kamu masih perjaka?" tanya Calista pada lelaki tampan yang tidur dengan nya.
"Ya, Nona."
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab! Kita akan jadi kekasih!" tutur Calista dengan serius, dia adalah orang yang selalu bertanggung jawab pada hal yang telah ia lakukan.
"Tapi saya hanya seorang Office Boy miskin."
"Aku nggak perduli latar belakang mu, aku hanya harus bertanggung jawab telah mengambil keperjakaan mu! Aku orang yang berpikiran sangat kuno, dimana keperawanaan atau keperjakaan sangat penting!"
Siapa sangka, ternyata lelaki itu bukan lah seorang OB biasa... akan tetapi seorang Bos besar misterius yang menyembunyikan identitas aslinya dari Calista dan pria itu mencintai Calista dengan ugal-ugalan!
Bagaimana rasanya dikhianati dan diabaikan suami lalu diceraikan, namun malah dicintai secara ugal-ugalan oleh kekasih misterius?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter - 32.
Di sudut ruangan, Bara dan Calista hanya berdua saja. Calista menolehkan kepalanya kesana kemari untuk memperhatikan sekitar dan setelah merasa aman dia langsung bertanya pada Bara.
"Apa Ravindra adalah Indra?" tanya Calista to the points.
Awalnya Bara tak mengenali nama Indra, namun saat ia tersadar dia tak langsung menjawab. "Indra ini pacar kamu yang waktu itu naik mobilku?"
"Iya! Jangan coba-coba bohong sama aku, Bara!"
"Kenapa kau menekan ku, Cal. Kenapa nggak tanyakan sama orangnya langsung sih!? Dia ada di pesta ini bersama mu, jadi tanyakan padanya saja sana!" Bara tentu saja takut bicara, dia tidak berani. Selama ini dia hanya memberikan beberapa clue pada Calista, terbongkar atau tidaknya identitas Ravindra itu tergantung pada Ravindra sendiri.
"Haish! Kita ini teman, lagian... aku tanya hanya untuk mengetes mu! Sebenarnya aku sudah tau kalau Ravindra itu adalah pacarku, Indra. Dia menyamar jadi Indra, entah apa maksudnya!"
Bara sangat tertarik mendengar Calista sudah tahu indentitas asli Ravindra. "Darimana kamu tau? Apa dari clue-clue yang sering aku berikan?"
"Memang sebagian dari ucapan-ucapan mu, sebagian lagi dari gelagat dan beberapa ciri khas Indra ada pada Ravindra saat dia sering mendatangi ku ketika aku kerja jadi BA nya di perusahaan. Lalu aku mulai mengumpulkan bukti... aku datang ke hotel tempatnya bekerja dan menanyakan apa ada seseorang bernama Indra Pratama yang bekerja sebagai office boy. Jawabannya, tak ada!" Calista mendengus.
Tak jauh dari keduanya, Ravindra bersembunyi dan nafasnya tercekat saat mendengar Calista sudah mengetahui identitas aslinya. Pantas saja, di dalam mobil tadi kekasihnya itu terus berbicara aneh.
"Apa aku harus jujur sekarang padanya, daripada dia akan lebih marah padaku. Tadi saja, dia mengataiku cowok mokondo yang hanya bisa menghabiskan uangnya. Aku tau, dia tak berniat bicara seperti itu tentang ku. Dia hanya marah padaku karena aku bohong padanya..." Ravindra bicara sendiri.
Ravindra kemudian membuka topeng peraknya dan keluar dari tempat persembunyian, dia berjalan mendekat ke arah Calista dan Bara yang masih bicara. Namun, tiba-tiba saja seorang wanita memeluknya dari arah belakang.
"RAVI...! Akhirnya aku menemukan mu!" jerit wanita dengan penampilan menawan dan berkelas itu.
Suara wanita itu sangat keras sehingga Calista dan Bara bisa mendengarnya, saat Calista berbalik ke arah Ravindra matanya sontak membesar melihat pria itu telah membuka topeng perak dan memperlihatkan wajah aslinya. Tapi, yang lebih mengejutkannya lagi ada seorang wanita yang memeluk kekasihnya itu dari arah belakang dan terdengar begitu sangat akrab.
Wajah Calista berubah muram, dia sangat kesal melihat kekasihnya dipeluk wanita lain. Tanpa mengatakan apapun pada Ravindra dan tak ingin memberikan kesempatan pada pria itu untuk menjelaskan, Calista melangkah pergi menuju keramaian pesta.
"Aduh!" Bara menepuk keningnya, dia tahu Calista tengah marah, lalu mendekati Ravindra. "Tuan, sepertinya Anda berada dalam masalah. Cepatlah kejar..."
Ravindra langsung tersadar, dia sempat mematung karena tiba-tiba dipeluk seseorang dan hanya bisa melongo saat Calista pergi.
Pria itu melepaskan pelukan wanita di belakangnya dengan sentakan kasaar, dia tak mengatakan apapun pada si wanita dan pergi mengejar Calista tanpa topeng di wajahnya.
Saat wanita yang memeluk Ravindra ingin mengajar pria itu, Bara menghalangi wanita yang sepertinya berusia masih muda darinya.
"Minggir! Aku harus mengikuti Ravi!"
Namun Bara malah terus menghalangi, wanita muda itu berjalan ke arah kanan tapi Bara mengikutinya. Begitupun saat wanita itu melangkah ke arah kiri untuk melewati tubuh Bara, pria itu tetap menghalangi.
"Mau mu apa sih?!" kesal wanita muda itu.
"Mauku kita berkenalan, siapa nama mu cewek cantik?"
"Aku nggak suka seorang aktor! Jadi aku nggak berniat kenalan dengan mu!" wanita muda itu menunjukan ekspresi kesal dan tak sabaran. "Cepat minggir! Aku harus bicara sama Ravi!"
"Tuan Ravindra sedang mengikuti kekasihnya, kau tidak tau kalau artis Calista adalah kekasihnya?"
"Omong kosong! Ravi nggak pernah tertarik pada wanita manapun! Enggak mungkin dia punya kekasih!" bentak wanita muda itu.
"Terserah kalau tak percaya! Sebentar lagi pasti beritanya akan hits!"
"Enggak mungkin! Bahkan aku sudah menempelinya sejak dulu tapi dia selalu mengabaikan ku! Mana mungkin ada wanita yang lebih baik dariku...! Aku dan Ravi adalah orang yang setara dari keluarga yang sama-sama berkelas! Om Rahardian nggak akan ijinkan Ravi berhubungan dengan wanita sembarangan apalagi seorang publik figur murahaan!"
"Indira! Lagi ngapain kamu disini?" seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunya datang menghampiri.
"Mah! Aku tadi liat Ravi di pesta ini, tapi dia pergi mengejar wanita! Bukannya Tante Sonya udah janji mau jodohin aku sama Ravi! Gimana sih...!" Indira menghentakkan kakinya kesal.
"Ravindra bersama wanita? Bukannya dia nggak pernah tertarik pada wanita manapun!"
"Aku juga bilang gitu sama nih cowok! Tapi cowok ini bilang, Calista si artis baru itu kekasihnya Ravi! Mama... aku nggak mau tau, cari cara buat paksa Ravi mau nikah sama aku!" Indira merengek.
"Nona Indira, nggak baik loh wanita cantik menangis. Nanti kecantikannya luntur, aku bisa sakit hati melihat wanita cantik sepertimu menangis." Bara menarik sapu tangan dari saku jasnya lalu mengulurkan pada Indira.
Tiba-tiba saja rengekan wanita itu berhenti, dia menatap penuh minat pada Bara seolah pemahaman nya tentang laki-laki seketika berubah.
Lihatlah cowok ini, dia begitu mengerti perasaan perempuan! Kenapa Ravi nggak pernah bersikap baik padaku sekali aja?!
Indira mengambil saputangan dari tangan Bara, saat ingin berterimakasih pemuda itu sudah berjalan pergi menjauh.
•
Dengan langkah lebar dan tergesa-gesa, Ravindra menyusul Calista. Dia tak mempedulikan apapun lagi, dia hanya ingin segera memberi penjelasan pada wanitanya.
Namun, sosok Calista tak ditemukan membuatnya frustasi. Entah kemana wanita itu menghilang dalam sekejap, kekhawatiran dalam hatinya semakin menjadi saat beberapa wanita berjalan cepat menuju suatu arah dan menyebut nama Calista.
"Ternyata Calista mantan istri Andrean! Dia datang sengaja untuk menghancurkan pesta pernikahan mantan suaminya! Dia tak bisa move on dari Andrean dan mendoroong jatuh Adele sampai berdarah!" teriak seseorang.
Degh!
Jantung Ravindra terasa diremasss dengan kuat, ia tahu jika Calista sedang terlibat dalam masalah.