Sinta gadis berusia 18 tahun, dia baru saja masuk ke perguruan tinggi tahun ini, dia harus dihadapkan pada cinta yang rumit karena dia menyukai dua pria sekaligus dalam hidupnya, dia bernama Arlan dan juga Jayden, dan sayang nya dia tidak ingin menjadi istri seorang polisi, tapi dia begitu menyayangi Arlan yang seorang polisi, lalu bagaimana akhirnya Sinta akan memilih? Jay atau Arlan? atau dia akan berusaha untuk bisa bersama Arlan, walaupun dia seorang polisi?? yuk ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
my secret lover 32
...
19.00 WIB Bandara Halim Perdanakusuma
"Hati-hati, ingat, jangan dekat-dekat dengan bule disana, atau aku akan menembaknya" pesan Arlan saat mengantarkan Sinta ke bandara. Kali ini Arlan meminta izin untuk datang terlambat ke kantor kepolisian tempatnya bertugas
"Aku juga akan mematahkan lehernya jika ada lelaki yang mendekatimu disana" tambah Arlan yang sekarang tidak memakai pakaian dinasnya, dia memakai kaos putih polos panjang dengan lengannya yang digulung sampai ke siku.
Sinta hanya bisa terkikik geli pada ancaman Arlan, dia yakin jika pria yang akan mendekati nya tahu jika nyawanya dalam bahaya, mereka akan terbirit-birit menjauh darinya.
"Iya, lagipula aku bukan pacarmu, jangan berlebih-lebihan" jawab Sinta
"Memang aku bukan pacarmu, tapi aku calon suamimu, berhentilah berpikir jika kamu tidak ingin menikah dengan polisi, karena setelah pulang nanti, kami akan memohon padaku untuk bisa menikah denganku" ucap Arlan menyombongkan dirinya.
Lagi-lagi Sinta harus terkikik mendengar ucapan Arlan.
"Jangan berharap banyak padaku, aku tidak pantas untuk mendapatkannya." jawab Sinta
"Ini bukan harapan Sinta, tapi kenyataan yang tertunda" jawab Arlan, dia ingin terus meyakinkan Sinta bahwa hanya dirinya yang pantas untuk Sinta.
"Semoga saja" jawab Sinta dengan tatapan matanya yang hangat pada Arlan.
Walaupun Jayden juga ingin ikut mengantar Sinta, tapi Sinta menolaknya, dia hanya ingin bersama Arlan, entah kenapa, hanya saja, dia merasa lebih nyaman, setelah kejadian di kantor Jayden, Sinta merasa kini sedikit menjauh dari Jayden, masih ada sedikit rasa sakit yang akan menggigitnya jika dia mengingatnya.
"Aku pergi dulu ya lan, kamu jaga diri baik-baik, jangan sering berendam malam-malam" ledek Sinta pad Arlan, dia mengetahuinya saat dalam perjalanan Arlan menceritakan semuanya.
Dan Sinta sampai tertawa terbahak-bahak dan menangis karena tertawa berlebihan.
"Iya, dan kamu juga, jangan minum-minum lagi, bahaya, mengerti?"
Sinta mengangguk dan tersenyum manis pada Arlan. Mereka saling menatap satu sama lain, kemudian Arlan membawa tubuh Sinta kedalam pelukannya.
"Aku akan sangat merindukanmu" bisik Arlan.
"Aku juga"
Mereka mengeratkan pelukannya, merasakan hangatnya tubuh pasangannya satu sama lainnya, Arlan melepaskan pelukannya dan mencium keningnya untuk terakhir kalinya sebelum Sinta berangkat ke milan- Italia.
"Sinta bisakah jika kamu tetap disini? Tanya Arlan pada Sinta yang sangat berat untuk melepaskan keberangkatannya.
"Maaf Arlan, aku tidak bisa." jawab Sinta yang kini wajahnya mulai basah karena air matanya.
"Jangan menangis, aku tidak akan memaksamu okay? Sekarang pergi lah, hati-hati dan jaga diri baik-baik." Arlan mengusap dengan lembut air mata sinta yang jatuh di pipinya.
Arlan kembali mengecup kening Sinta, dia sungguh tidak ingin melepaskannya. Namun Arlan tidak mau Sinta menjadi bimbang karena dirinya
'sabar Arlan, hanya 3 tahun, dia akan kembali lagi ke pelukanmu' ucap Arlan dalam hati menenangkan dirinya sendiri.
"Pergilah..." Ucap Arlan lembut
Sinta mengangguk dan mulai berjalan menjauhi Arlan dengan menyerat koper berukuran sedang miliknya.
Sinta menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya, dia melihat pada Arlan yang masih berdiri disana dan menatapnya, Sinta tersenyum manis padanya, dia melepaskan genggaman koper miliknya dari tangannya dan berlari kembali kepada Arlan yang juga ikut berlari mendekat pada Sinta, mereka kembali berpelukan dengan erat mereka tidak peduli pada tatapan mata orang yang ada disekitarnya.
Sinta melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah Arlan yang berada sangat dekat dengan wajahnya.
"Aku pergi..." Ucapnya
Arlan menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis padanya, Sinta melepaskan pelukannya dan kembali berjalan untuk segera pergi dari sana sebelum hatinya kembali goyah, Sinta melambaikan tangannya pada arlan yang sudah semakin jauh darinya.
Arlan tersenyum pahit saat dirinya sudah tidak lagi melihat Sinta bahkan bayangannya juga sudah tidak ada disana.
"Aku akan sangat merindukanmu, gadis bar-bar ku" ucapnya dengan senyuman yang dia paksakan sebelum akhirnya Arlan juga pergi dari bandara itu.
-------------
yuk tap jempol kalian 😉
gak bertele-tele,,,
bener" memabukkan..
wkwkwk
rebutin wanita tidak berantem