NovelToon NovelToon
Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: green veil

Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 KISAH YANG MELEKAT

            Pagi harinya Ayah Mina bangun

kesiangan karena tidak bisa tidur memikirkan Mina. Setelah bangun tidur, hal

pertam yang dia lakukan adalah menelepon Pak Bejo.

            “Halo” suara di seberang sana

terdengar agak jengkel menerima telepon.

            “Halo” jawab Ayah Mina.

            “Ada apa Pak telpon pagi-pagi?!” tanya

Pak Bejo agak jengkel.

            “Maaf Pak, bisakah kita bertemu?”

jawab Ayah Mina.

            “Maaf Pak, untuk apa lagi kita

bertemu?! Bukankah urusan keluarga kita sudah selesai?!” kata Pak Bejo tidak

ramah.

            Ayah Mina ragu untuk melanjutkan,

akan tetapi demi Mina dia harus membuang harga dirinya jauh-jauh.

            “Maaf Pak... Tapi ada yang harus

kita bicarakan” kata Ayah Mina berusaha sabar dan menahan emosinya.

            Pak Bejo biasanya sopan dan segan

kepada Ayah Mina, akan tetapi setelah pertunangan Mina dengan Jaya batal

gara-gara Mina selingkuh, Pak Bejo merasa marah dan kesal dengan keluarga Mina

karena anaknya, Jaya sudah dikhianati oleh Mina.

            “Tidak usah ketemu! Silahkan saja

berbicara lewat telpon!” kata Pak Bejo enggan.

            “Begini Pak, sebenarnya... anak yang

dikandung dan dilahirkan Mina adalah anak Jaya” kata Ayah Mina.

            “Ya nggak mungkinlah! Kalau Mina

memang mengandung anaknya Jaya kenapa dia malah menikah dengan oranglain!”

jawab Pak Bejo tak percaya.

            “Iya Pak, dulu ada kesalahpahaman

antara Jaya dan Mina. Kalau Bapak tak percaya, silahkan bicara dengan Jaya”

            “Maksud Bapak sebenarnya apa?! Mina

sudah menikah dengan orang lain, entah itu anak Jaya atau bukan, bukannya itu

sudah urusannya anak Bapak dengan suaminya!” jawab Pak Bejo dengan nada tinggi

karena merasa dipermainkan oleh Mina dan keluarganya.

            “Bapak silahkan tanya Jaya Pak...

Walau bagaimanapun anak Mina a

dalah

cucu Bapak”

            Bagaimana bisa disebut cucu! Ketemu saja

tidak pernah! Lagipula Mina menghianati Jaya kemudian menikah dengan oranglain

dan mempermalukan keluarga kami!”

            Kemudia karena sangat marah, Pak

Bejo menutup telepon Ayahnya Mina tanpa berpamitan.

            Ayah Mina yang kaget karena Pak Tejo

tiba-tiba menutup telponnya menjadi geram kepada Pak Bejo.

            ‘Dasar! Dulu aja menatap mataku aja

nggak berani! Sekarang udah nglunjak!’ rutuk Ayah Mina dalam hati.

            Ibu Mina yang baru masuk kamar dan

melihat ekspresi suaminya yang marah kemudian mendekati suaminya,

            “Ada apa Pi? Kok kelihatan marah

gitu?” tanya Ibu Mina.

            Kemudian Ayah Mina menjelaskan

pembicaraannya tadi dengan Pak Bejo. Ibu Mina yang mendengar hal itu menghela

nafas.

            “Kenapa keluarga kita jadi begini ya

Pi” kata Ibu Mina sambil menangis di samping suaminya.

            Ayah Mina yang melihat istrinya

menangis bertambah sedih. Ayah Mina hanya duduk terkulai sambil melihat istrinya

menangis di sampingnya tanpa tahu harus berbuat apa-apa.

            Mina yang ada di kamarnya tidak tahu

keadaan orangtuanya, dia masih meratapi kesedihannya.

            .........................................

            Keadaan Ardi belum membaik karena

dia merasa hidupnya kacau. Ardi bingung mau mempersalahkan siapa. Dia merasa

kacau dan sering tantrum.

            Mbok Inem yang mulai takut karena

melihat Ardi yang sering tantrum, mulai mengundurkan diri dan pulang ke

kampungnya. Mbok Inem berpamitan kepada Lela, kakaknya Ardi.

            “Bu... maaf saya ingin pulang

kampung” kata Mbok Inem.

            “Lha ada apa Mbok?” tanya Lela.

            “Anak saya nyuruh pulang Bu” jawan

Mbok Inem bohong untuk menjaga perasaan Lela.

            “Apa nggak kasihan sama Ardi Mbok?”

            Mbok Inem menunduk karena matanya

sudah berkaca-kaca. Sebenarnya dia tidak tega meninggalkan Ardi sendirian dan

tidak ada yang mengurusi. Tapi Mbok Inem juga tidak betah karena takut sewaktu

Ardi sedang tantrum.

            “Saya pulang hari ini Bu” kata Mbok

Inem tanpa menjawab pertanyaan Lela.

            “Nggak dipikir lagi Mbok?” tanya

Lela lagi.

            “Anak saya sudah di perjalanan

menjemput saya Bu” jawab Mbok Inem.

            Lela menyerahdan mengikhlaskan Mbok

Inem untuk pulang ke rumahnya.

            “Kamu sudah bicara dengan Ardi Mbok?”

tanya Lela.

            “Sudah Bu, tadi pagi” jawab Mbok

Inem.

            “Trus Mas Ardi gimana?”

            “Ya nggak apa-apa Bu... Mas Ardi

maklum karena anak saya menyuruh saya pulang karena saya sudah tua” jawab Mbok

Inem.

            “Ya sudah Mbok. Maaf ya Mbok, kalau

kami ada salah. Dan terimakasih selama ini sudah membantu Ardi dan keluarga”

kata Lela.

            “Iya Bu. Saya pamit ya Bu.... Anak

saya segera sampai” kata Mbok Inem kemudian pulang ke rumah Ardi untuk

mengambil barang dan menunggu anaknya datang.

            Ardi merasa sedih melihat Mbok Inem

pulang. Tapi mau bagaimana lagi. Dia merasa semua orang sudah tidak peduli

padanya dan mulai meninggalkan dia. Ardi termenung sendirian di rumah. Marah kemudian

tantrum dan menangis mengenang perbuatan Mina, mengenang perbuatannya pada

Winda, kangen pada Bimo dan memikirkan Arjuna. Ardi seperti orang bingung

sehingga membuat Lela tambah khawatir dengan Ardi.

            Lela membujuk Winda agar mau membawa

Arjuna bertemu dengan Ardi di rumahnya karena Ardi belum mempunyai keberanian

datang ke rumah Winda. Ardi belum berani datang ke rumah Winda karena merasa

sungkan dan merasa bersalah kepada kedua orangtua Winda.

            “Win... tolong ya” kata Lela di

telepon saat dia meminta bantuan kepada Winda.

            Winda bingung mau menjawab apa.

            “Saya diskusi dengan orangtua saya

dulu ya Mbak. Soalnya saya menjaga perasaan orangtua saya juga. Mohon

pengertiannya ya Mbak. Nanti kalau orangtua saya mengijinkan, saya akan

mengabari Mbak Lela” jawab Winda.

            “Tolong ya Win”

            “Maaf Mbak, apa nggak sebaiknya Mas Ardi

dibawa ke Psikolog saja? Karena sepertinya sudah parah”

            “Aku nggak kepikiran sampai segitu

Win. Kamu tahu kan aku juga sibuk kerja. Semua di rumah sibuk kerja, jadi aku

belum bisa ngurusin Ardi” jawab Lela karena dia memang tidak bisa mengurusi

Ardi karena sibuk bekerja dan harus mengurusi suami dan anak-anaknya juga.

            Winda merasa kasihan kepada Ardi

karena bagaimanapun Ardi adalah Ayah dari anaknya. Dia tidak ingin penyakit

mental Ardi gara-gara masalah ini menyebabkan Ardi mengalami gangguan kejiwaab

yang lebih parah.

            ..............................................

            Winda menjelaskan tentang keadaan

Ardi kepada kedua orangtuanya. Mereka masih merasa marah kepada Ardi sekaligus

merasa kasihan karena keadaan Ardi yang labil.

            “Gima Ayah, Ibu?” tanya Winda kepada

kedua orangtuanya ketika dia meminta ijin untuk mengajak Arjuna menemui Ardi.

            “Ayah dan Ibu sebenarnya masih marah

sama Ardi, tapi Ayah juga merasa kasihan dengan Ardi karena keadaannya menjadi

seperti itu” kata Ayah Winda.

            “Ibu juga.... Sebenarnya Ibu marah

dengan Ardi, tapi merasa kasihan juga. Ibu bingung Win” kata Ibu Winda.

            Ibu Winda merasa takut jikalau

anaknya kembali lagi dengan Ardi. Dia masih merasa marah kepada Ardi karena

perlakuan Ardi kepada Winda membuat Winda sedih dan juga mempermalukan

keluarga.

            “Kalau Ayah dan Ibu tidak mengijinkan,

Winda juga tidak akan pergi menemui Ardi dan mengajak Arjuna”

            “Apakah Ardi separah itu?” tanya Ibu

Winda.

            Winda hanya mengangguk.

1
Maria lace W
cih wis cerai mantan dah kawin msh aja didatengin rmh nya....peduli amat, siapa yg mau nengok ya monggo dateng ke rmh cewek..bkn cewek.mantan istri datengin rmh mantan nya
Sri Wahyuni
dasar Winda bodoh, sudah disakiti masih berharap mau kembali
Shinta Dewiana
bodoh bodoh bodoh.
Shinta Dewiana
jgn bodoh winda...biar mereka yg ke rmhmu...
Shinta Dewiana
akhirnya....wk.wk..wk...
Shinta Dewiana
ardi sm keluarganya mau menang sendiri...winda bodoh
Shinta Dewiana
dasar lemah rasain tu gmn sakitnya di selingkuhin.
Shinta Dewiana
pokoknya jg sampekdeh winda balikan sm ardi...
Shinta Dewiana
hedeh..dg winda enggak da pernah ke rmh mertua...dasar ardi
Shinta Dewiana
hedeh enggak banget deh...winda pula yg ke situ....
Shinta Dewiana
yaaaa..masak jodonya tua banget sih thor
Shinta Dewiana
ha...ha..ha....
Shinta Dewiana
nah kan mulai deh
Shinta Dewiana
tunggu lah nyesel begitu tau bimo bkn anaknya..nangis darah deh...
Shinta Dewiana
ah.malas banget klu ujung2nya winda balikan sm ardi
Shinta Dewiana
mantap winda...senangat trus...
Shinta Dewiana
nah gitu dong winda br seru...suami kayak gitu tdk perlu di pertahankan...pezina.
Hotma Gajah
kurang greget...
mending bobo...
Hotma Gajah
kayak cerita ikan klepek2 bukan ikan terbang lagi😃😃😃
Hotma Gajah
thor...
bikin kesel/eneg dehhh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!