Setelah meninggal nya suami dan calon bayinya, Reyna di pertemukan lagi dengan keluarganya dan dipaksa menikah untuk menguatkan kerja sama perusahaan.
Dengan segala ancaman, akhirnya Reyna bersedia menikah lagi namun betapa terkejutnya ia bahwa ternyata dia menjadi istri kedua dari Arsen Megantara.
Hidup bersama dengan suami dan istri pertamanya, membuat Reyna selalu terbayang akan kebersamaan dengan Doni, suaminya yang dulu.
Ini karakternya strong women ya teman-teman... Dan Arsen juga nggak kalah baiknya..
Novel pertamaku. Semoga syukaaaa...
Harap bijak memberikan komentar 🙏
Happy reading ♥️♥️♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Luar Kota Bersama
🍓🍓🍓
Diperjalanan suasana terasa hening. Baik Reyna maupun Arsen sama-sama diam. Ingin memulai pembicaraan tapi bingung mau bicara apa.
Hingga dua jam perjalanan hanya suara musik yang terdengar.
Tiba di sebuah restoran yang mewah Arsen dan Reyna segera menuju ruang VIP yang sudah di reservasi oleh Tuan Malik CEO QL Grup.
Mereka membahas kerja sama dengan santai. Di dalam ruangan juga ada beberapa orang yang akan bekerja sama dengan QL Grup.
Membahas kerja sama sambil makan siang sangat disukai oleh pimpinan perusahaan yang seusia dengan Papa Haris tersebut. Hingga membuat Reyna maupun Arsen bersedia meluangkan waktu untuk pergi ke luar kota demi memenuhi undangan tersebut.
Setelah beberapa jam, mereka telah selesai dengan rapat tersebut dan keputusan sudah keluar. Tuan Malik bersedia bekerja sama dengan Reyna dan Arsen selaku investor.
Reyna keluar dari restoran diikuti oleh Arsen dibelakang nya. Arsen keluar dengan jas yang menggantung di bahunya dan lengan kemeja yang menggulung ke siku.
"Kita mau langsung pulang?" Tanya Arsen.
"Tentu saja. Memangnya mau kemana lagi ?" Jawab Reyna sedikit ketus sambil berkacak pinggang.
Ia sudah merasa jengkel terhadap Arsen yang sejak di dalam ruangan sangat posesif terhadap nya. Sebab salah satu rekan bisnisnya terlihat tertarik pada Reyna.
"Yasudah ayo kita pulang. Semoga tidak turun hujan. Karena mendung nya sangat pekat". Kata Arsen. Memang cuaca begitu dingin saat ini. Ditambah awan hitam yang menggantung di langit seakan menunggu waktu saja untuk menurunkan air ke bumi.
Reyna mendongak, benar juga. Jika mengemudi dalam keadaan hujan biasanya akan terjebak macet di beberapa titik. Hal itu membuat nya tidak suka. Tapi bagaimana lagi. Rasa lelah membuat nya sangat merindukan ranjang empuk nya.
Mereka masuk kedalam mobil. Arsen mengemudi dengan perlahan sebab gerimis sudah mulai turun. Sesekali Reyna menoleh kearahnya.
"Arsen, kalau kamu lelah biar aku saja yang mengemudi. Kamu bisa istirahat". Ujar Reyna, sebab dari tadi ia perhatikan Arsen beberapa kali menguap di susul dengan gelengan kepala. Sudah dipastikan kalau ia mengantuk.
"Huhh.. Iya maaf Rey. Aku ngantuk sekali". Kata Arsen tersenyum pada Reyna.
"Yasudah ayo gantian". Tawar Reyna. Ia tidak mau karena mengantuk bisa saja mereka mencelakai diri sendiri atau bahkan orang lain.
Karena teringat dengan kejadian yang menimpanya dengan Doni. Reyna sejak tadi merasa cemas.
"Tidak apa-apa Rey. Aku sudah baik kok. Maaf ya, sudah buat kamu khawatir". Kata Arsen yang bisa menangkap kekhawatiran di wajah sang istri.
"Hmm.. Kamu kelihatan ngantuk sekali".
"Iya. Tadi malam aku tidak tidur". Jawab Arsen santai.
Seketika membuat Reyna terbelalak dan menoleh.
"Eeh.. Aku tidak tidur karena Anita tidak enak badan. Dia merasa mual dan .." Lanjut Arsen karena tidak mau Reyna salah paham.
"Stop. Bukan urusan ku". Potong Reyna dengan cepat.
Ia tidak suka mendengar tentang Arsen dan Anita.
"Iya maaf". Ucap Arsen kikuk.
Baru setengah jam perjalanan, hujan yang semula gerimis sekarang menjadi sangat deras disertai angin kencang. Benar saja di satu titik mereka sudah melihat kemacetan yang lumayan panjang.
Reyna menghela nafas panjang melihat pemandangan di depan nya.
"Sudah mau magrib Rey. Apa tidak sebaiknya kita berteduh dulu. Kalau hujan biasa mungkin masih bisa kita terobos. Tapi kalau hujan angin sangat bahaya. Apalagi sama kamu". Kata Arsen di tengah - tengah kemacetan.
Reyna terdiam. Memang sangat berbahaya berkendara saat hujan angin begini.
Ia juga tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka berdua.
"Yasudah, kita cari hotel atau penginapan gitu. Aku juga lelah pingin rebahan". Kata Reyna memutuskan.
"Baiklah ". Kata Arsen semangat. Sejujurnya ia juga masih mengantuk. Tapi tidak tega juga membiarkan Reyna yang mengemudi sedangkan ia beristirahat.
Semalam memang ia tidak tidur dengan benar. Sebentar - sebentar terbangun karena mendengar Anita yang keluar masuk kamar mandi. Anita juga mengeluh ulu hatinya sakit, jadi Arsen memutuskan mengelus perut Anita sambil sesekali matanya terpejam.
Sejak Anita dinyatakan hamil, ia lebih sering muntah dan tidak bisa makan apapun selain buah.
Sikap nya juga aneh menurut Arsen. Yang biasanya pemalu menjadi sangat manja.
Bukan hanya pada Arsen. Pada Reyna pun, ia juga lebih sering menghindar. Tapi Reyna tidak merasakan nya sebab Reyna juga berusaha menghindari keduanya.
Tentang gugatan perceraian, Arsen sudah menghubungi pengacara untuk mengurus semua nya. Dan pada akhirnya Arsen memutuskan untuk melepas Reyna dan melanjutkan pernikahan dengan Anita dan anak mereka.
Arsen melihat ada hotel di depan sana dan memutuskan untuk berbelok.
Setelah memarkirkan mobil di basement mereka menuju meja resepsionis. Melihat parkiran yang penuh dengan kendaraan membuat Arsen khawatir kamar hotel sudah penuh.
"Mohon maaf Tuan. Untuk kamar president suite semua nya sudah penuh. Hanya ada standar room. Itupun hanya tersisa 1". Benar saja, itulah kata Resepsionis saat Arsen memesan 2 kamar VVIP sesuai keinginan Reyna.
"Kita cari hotel lain saja". Bisik Reyna.
"Tapi hujannya masih sangat deras. Kamu tidak lelah bolak balik. Kemungkinan hotel lain juga penuh Rey. Kamu tidak mau pakai kamar yang biasa ?"
"Bukan tidak mau kamar biasa. Aku tidak mau sekamar sama kamu". Tekan Reyna.
Arsen mengusap kasar wajah nya. Ia mengira Reyna tidak mau kamar yang biasa - biasa saja, tapi ternyata tidak mau sekamar dengan nya.
"Sudahlah Rey, kita ambil saja. Kita suami istri. Tidak salah sekamar berdua. Lagipula aku juga sudah ngantuk". Bisik Arsen lagi. Sebab sedari tadi dia merasa kedua resepsionis menatap mereka dengan tatapan aneh.
"Yasudah lah. Tapi kamu tidur di sofa ya. Dan jangan macem - macem". Bisik Reyna pula.
"Iya". Hanya itu yang bisa dikatakan Arsen supaya mereka cepat beristirahat.
"Baik, kami ambil kamar itu. Kami suami istri". Tegas Arsen yang tidak mau ada gosip aneh dari Resepsionis tersebut.
"Baik Tuan. Tapi mohon tunggu beberapa menit lagi karena kamar saat ini sedang dibersihkan". Kata Resepsionis sambil melihat data diri milik Arsen.
Arsen dan Reyna menunggu di kursi tunggu yang berada lobby Hotel.
"Janji loh ya jangan macem-macem. Kita mau cerai". Ujar Reyna mempertegas status mereka.
"Iya. Kalau tidak digoda setan". Jawab Arsen lemah.
Setelah beberapa waktu menunggu akhirnya mereka diantar menuju kamar yang dipesan. Tidak lupa Arsen memberikan tip pada petugas hotel tersebut.
"Lumayan". Kata Reyna saat mereka memasuki kamar.
Ranjang dengan sprei yang baru diganti seperti sedang melambai-lambai pada Reyna. Membuat Reyna langsung merebahkan tubuh diatasnya.
Arsen hanya terbengong, melihat kesana - kesini tidak ada sofa.
"Aku tidur dimana Rey ? Tidak ada sofa".
Reyna bangkit. Benar, memang tidak ada sofa. Tentu karena ini kamar yang biasa.
Akhirnya Reyna memperbolehkan Arsen tidur di sebelahnya. Tidak mungkin juga menyuruh Arsen tidur di lantai.
Melihat Arsen hanya menurut dan tidak banyak bicara, Reyna menduga kalau Arsen sangat lelah dan mengantuk.
Benar saja. Saat baru menyentuh bantal, mata Arsen langsung terpejam.
Tanpa melepas sepatu, ia berbaring dengan damai. Membuat Reyna hanya menggelengkan kepalanya.
Reyna bangkit dari ranjang dan membantu Arsen melepaskan sepatu agar lebih nyaman. Setelah itu ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tidak lama ia kembali dan menyusul Arsen ke alam mimpi.
🍓🍓🍓
Assalamualaikum semua nya. Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya othor yang pemula ini. Maaf kalau banyak sekali kata yang tidak nyambung karena akhir2 ini sedang tidak fokus🙏