NovelToon NovelToon
Selalu Aku Yang Tersakiti

Selalu Aku Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Romantis / Penyesalan Suami / Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: olifah

Pernikahan yang tak dilandasi oleh cinta. Dan rasa ingin mempertahankan sebuah pernikahan membuat Zahra harus berusaha sangat keras untuk meluluhkan hati suaminya. Meski ribuan luka yang menusuk hati, Zahra tetap harus mempertahankannya karna dia adalah imam baginya.
SELALU AKU YANG TERSAKITI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Jarum jam terus berputar dan waktu pun mulai berlalu. Hingga malam mulai datang, Azka tak kunjung sadar. Zahra masih disampingnya untuk terus menjaga dan merawatnya. Tanpa lelah Zahra selalu mengganti kompresnya, berharap demamnya dapat turun dan kembali normal. Namun Zahra juga merasakan rasa kantuk yang luar biasa, matanya mulai berat dan mencoba menyandarkan kepalanya ditepi ranjang didekat Azka. Perlahan-lahan matanya mulai terpejam, kesadarananya pun iku meghilang.

Beberapa jam kemudian Azka terbangun, dan mendapati Zahra yang sudah berada disampingnya.

Dengan perlahan-lahan dia bangkit dari ranjang, berusaha untuk tidak membangunkan Zahra yang sedang tertidur. Dia memindahkan Zahra ke atas ranjang, kemudian berlalu pergi ke kamar mandi. Azka menenggelamkan tubuhnya kedalam bathup, mencoba melupakan kejadian dimasa lalunya yang kembali datang. Sudah lama sekali mimpi buruk itu tak singgah menghampiri Azka, namun kenapa akhir-akhir ini mimpi itu datang kembali. Mimpi itu adalah bagian dari masa lalu Azka yang sangat ingin dia lupakan. Dimana Azka terjebak disebuah situasi yang sangat membuatnya ketakutan. Dan itu masih sangat membekas padanya. Di saat Azka msaih remaja, yang duduk di bangku kelas 3 SMP, dia pernah mengalami sebuah kecelakaan. Dimana kecelakan itu telah merenggut nyawa teman sekelasnya. Azka melihat dengan jelas detik-detik kematian temannya tersebut. Temanya tergletak tak berdaya ditengah jalan dengan tubuh berlumuran darah. Semua itu terjadi hanya karena sebuah taruhan yang konyol, mereka berdua melakukan balapan motor, dengan taruhan siapa yang kalah dia akan berhenti untuk mendekati ketua kelas atau bisa dikatakan wanita yang sama-sama mereka berdua sukai. Mereka balapan secara diam-diam tanpa diketahui oleh siapa pun. Tepat pada malam hari balapan itu pun dimulai. Awalnya semua berjalan dengan baik-baik saja, sampai di sebuah tikungan, tiba-tiba saja motor temannya menghantam motor milik Azka. Dan terjadilah kecelakaan tersebut. Azka terpental sampai ke sisi jalan, sedangkan temannya terkapar ditengah jalan dengan motor yang menimpa tubuhnya. Darah segar mulai keluar dari tubuhnya. Azka yang masih sedikit sadar tanpa bisa bergerak, melihat keadaan temannya yang sangat tragis. Dia ingin sekali menolong temanya itu, tapi apa daya tubuhnya tidak bisa diajak kerja sama. Sesaat setelahnya Azka pun pingsan. Dan disaat dia tersadar, Azka sudah berada di rumah sakit. Mulai sejak saat itu, Azka mulai bermimpi buruk hingga hampir membuatnya depresi. Namun selama berjalannya waktu, mimpi itu pun menghilang dan Azka kembali ke kehidupannya yang normal.

Azka keluar dari dalam bathup dan mengenakan handuk yang melingkar kuat dipinggangnya, dan melangkah keluar kamar mandi. Dia melemparkan pandangan kesisi ranjang, dilihanya Zahra yang masih tertidur. Langakahnya pun menghampiri tempat dimana Zahra tertidur. Dia menatap lekat-lekat wajah wanita yang berada didepanya saat ini. Dibelainya secara lembut dan perlahan kepalanya, lalu mendaratkan sebuah ciuman tepat dikening Zahra. Disaat bersamaan Zahra membuka matanya, dan secara reflek dia bangkit hingga membuat kepalanya berbenturan dengan kepala Azka.

"Aaauu" Erang Zahra.

"Kenapa tiba-tiba kamu bangun?" Tanya Azka dengan mengelus kepalanya yang terbentur.

"Mas Azka sendiri, kenapa juga ada didepan saya." Ikut mengelus kepalanya yang juga terbentur.

"Aaa..ku.... Nya..muk, iya nyamuk, tadi ada nyamuk diwajahmu." Ucap Azka yang terbata-bata.

"Dan kenapa Mas Azka seperti ini?" Menatap Azka dari atas kepala sampai kaki, yang hanya mengenakan handuk dipinggangnya.

"Seperti ini..." Azka melihat ke arah dirinya sendiri. Dia pun mulai menyadarinya.

"Tentu saja aku baru selesai mandi, kenapa harus kamu menanyakannya." Balas Azka yang kembali menatap Zahra.

"Mas Azka barusan demam tinggi, seharusnya Mas Azka tidak mandi saat ini. Nanti kalau sakitnya Mas tambah parah gimana?" Ujar Zahra yang merasa khawatir.

"Tubuhku terasa lengket sekali, jadi mana bisa kalau aku gak mandi. Udah deh.., aku udah gak apa-apa sekarang, kamu gak perlu cemas. Sebaiknya kamu kembali tidur." Balas Azka.

"Saya akan buatkan bubur untuk Mas. Sudah sejak kita pulang tadi, Mas Azka belum makan sama sekali." Terang Zahra.

"Tidak perlu, kamu kembali tidur saja, pasti kamu sudah lelah karena merawatku dari tadi." Balas Azka.

"Saya akan kembali tidur setelah membuatkan bubur untuk Mas. Kalau begitu Mas tunggu sebentar disini." Zahra berlalu pergi.

Azka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, bila itu sudah menjadi kemauan Zahra. Dia pun mengambil setelan baju, lalu memakainya.

***

Setelah cukup waktu, akhirnya bubur pun sudah jadi. Zahra segera membawakannya kekamar Azka. Sampai dikamar, Azka tengah duduk disisi ranjang, dengan setelan baju tidur berwarna biru matang.

"Mas makan dulu." Ucap Zahra yang berjalan menghampiri Azka dengan membawa nampan yang berisi semangkuk bubur.

"Dari bau sepertinya enak. Apakah kamu tadi sudah makan?" Tanya Azka.

"Saya tadi sudah makan Mas." Balas Zahra.

"Benarkah...?" Kembali bertanya.

"Iya Mas, benar saya sudah makan tadi." Selesai bicara tiba-tiba saja perut Zahra mengeluarkan bunyi, yang tak terhindari.

"Kruu..k... Kruk.." Suara perut Zahra.

"Nampaknya kamu memang tidak pandai untuk berbohong. Kemarilah!" Titah Azka sambil menunjuk tempat disisinya.

Zahra pun mengambil duduk didekat Azka.

"Buka mulutmu!" Titah Azka kembali.

"Tapi Mas, bubur ini saya buatkan untuk Mas Azka." Protes Zahra.

"Buka saja, gak perlu banyak protes." Ucap Azka yang memegang sendok yang sudah terisi bubur.

Zahra pun menyerah dan membuka mulutnya lebar-lebar. Dan semangkuk bubur itu pun, mereka nikmati berdua secara bersama-sama.

1
Nurul 123
flashback nya kebanyakan🥱🥱🥱
ratna fury soraya
ceritanya keren
fitriani
nah ternyata rio salah paham...
fitriani
aneh bgt sih si rio ini katanya jatuh cinta k clara... pgn dptin hati clara lagi tapi kelakuan dy gitu k papanya clara lah mana mw clara sm dy kl caranya kyk gitu
fitriani
gila y rio... aku leb8h dukung clara sm adam
fitriani
owh jadi sebenarnya target rio azka... makanya dy nikahin clara... wah jahat bgt rio... dy pikir gampang apa jatohin azka blm taw dy tmn2 azka gmn
fitriani
ih rio kenapa itu dy kyk gitu k clara
fitriani
apakah rio punya mksd tertentu nikahin clara??? 🤔🤔🤔🤔
fitriani
lah kok aku deg2an y sama sikap rio... pasti ada yg gak bnr ini sm rio
fitriani
y elah rio sampai segitunya marah k clara
fitriani
aneh kenapa zahra harus meninggal
fitriani
kok aneh sih tokoh utamanya meninggal????
fitriani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
jgn2 sisi mw ikut keluarga ayahnya krn mereka mw biayain operasi ibunya sisi
fitriani
ketika hati sudah kecewa disitulah perjuangan laki2 di pertaruhkan
fitriani
jgn2 milea kakak perempuan yg d maksud leo....
fitriani
lala mencurigakan🤔🤔🤔🤔🤔🙄🙄🙄🙄
fitriani
heran sm rere gak ada harga dirinya bgt tetap aja nyosor k azka padahal dy taw azka udh punya istri.... ini lagi si azka ogebnya gak ilang2
fitriani
wah jgn2 shandy itu tmnnya azka yg kecelakaan itu🤔🤔🤔
fitriani
eh azka zahra aneh itu gara2 kelakuan lu... dy lihat lu lagi ciuman sm rere... hati istri mana yg gak sakit... u aja dasar gak ada **** bwt mikir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!