"Aku datang untuk menjemputmu dan anak kita" kata Jason yang tiba - tiba saja muncul dihadapan Lily setelah 7 tahun yang lalu pria ini menghina dan merendahkannya.
"Jangan bicara omong kosong, Nicholas adalah anakku. Kalau kau masih ingin berbicara omong kosong segera pergi dari hadapanku" ucap Lily.
Jason menatap tajam, "Hasil test DNA membuktikan dia anakku, kau tidak bisa mengelak"
Lily tak bisa mengelak lagi, jalan satu - satunya adalah kembali melarikan diri dari Jason atau mengakui semuanya.
....
Mau tahu kelanjutannya? Yuk dibaca.
Mohon dukungannya ya untuk novel ini, klik rate, like dan vote. Dukungan kalian berarti sekali untuk author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seraphine E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Beberapa hari sebelumnya....
Lily mengajak Nicholas dan Aileen untuk berbicara mengenai rencana pernikahannya dengan Jason. Sedikit berat bagi Lily untuk mengungkapkan jati diri Jason kepada kedua anaknya ini. Tapi demi mereka Lily terpaksa harus menceritakan semuanya.
"Jadi uncle Jason akan jadi daddy kami?" tanya Nicholas murung
"Aku tahu itu, daddy Jason akan jadi daddy kita brother. Aku punya seorang daddy" seru Aileen yang terlihat bersemangat, sangat bertolak belakang dengan reaksi Nicholas.
Lily memperhatikan ekspresi Nicholas, "Apa kau tidak senang Nicholas?" tanya Lily.
"Momm, apa benar kalau uncle Jason adalah daddy kandung kami?" tanya Nicholas yang masih terlihat murung.
Lily mengangguk, "Benar dia adalah daddy kalian. Maaf jika selama ini mommy menyembunyikannya, karena mommy merasa ini bukan saat yang tepat bagi kalian untuk tahu" kata Lily.
"Tenang saja mom, tidak masalah meskipun kau menyembunyikannya. Yang penting sekarang aku punya daddy. Bukankah begitu brother?" tanya Aileen.
"Mom, aku lelah. Aku ingin tidur" Nicholas tidak menjawab pertanyaan Aileen dan memilih pergi.
...****************...
Nicholas sedang duduk berdiam diri didalam kamarnya saat Lily masuk sementara Jason memutuskan untuk menunggu di luar kamar atas permintaan Lily.
"Nicholas, jawab pertanyaan mommy. Apa kau tidak menginginkan pernikahan mommy dan daddy?" tanya Lily.
"Kalau aku bilang tidak apa mommy akan menyetujuinya?" tanya Nicholas kemudian.
Lily tersenyum, "Mommy lakukan ini agar kau bisa mendapatkan yang terbaik yang tidak bisa mommy berikan padamu dan juga Aileen. Kalau mommy menikah dengan daddy, kehidupan kalian akan terjamin dan kalian akan mendapatkan yang terbaik apapun yang kalian inginkan" bujuk Lily.
"Aku tidak mau itu mom, daddy sudah tidak pernah peduli dengan kita selama ini dan dia juga menyuruh mommy pergi saat mommy sedang hamil. Aku tidak ingin mommy menderita" isak Nicholas.
Lily tertegun, "Bagaimana anak sekecil ini bisa memiliki pemikiran seperti itu?" batinnya.
Nicholas lalu bercerita bahwa dia tahu semuanya ketika dirinya tidak sengaja membaca buku harian Lily yang lama. Saat pertama kali dia bertemu dengan Jason, dia tidak tahu jika Jason adalah ayahnya dan menganggap bahwa dia betul - betul teman dari ayahnya seperti yang dia katakan.
Tapi setelah dia tinggal di kediaman Jason, secara tidak sengaja dia mendengar percakapan Lily dan Jason di ruang baca dari situ dia menyadari kalau dia adalah anak Jason, termasuk alasan Lily bersedia menikah dengan Jason.
"Mom, bagaimana kalau kita pergi dari sini. Kita bisa hidup bertiga seperti dulu, aku tidak masalah hidup miskin selama aku tidak melihat mommy menderita. Karena tubuhku yang lemah, mommy selalu kesusahan aku tidak mau mommy lebih susah lagi" isak Nicholas yang semakin menangis kencang.
Jason yang mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu pun tidak menyangka jika Nicholas memiliki pemikiran yang sangat dewasa jika dibandingkan dengan usianya. Hampir saja dia memutuskan masuk saat dia mendengar Lily mengucapkan sesuatu.
"Nicholas, mommy menikah dengan daddy karena keinginan mommy sendiri. Mommy memang ingin yang terbaik untuk kalian, tapi percayalah mommy tidak akan menderita atau kesusahan seperti yang kau khawatirkan. Karena mommy percaya kalau kalian bahagia maka mommy juga akan lebih bahagia, jadi kau tidak perlu khawatir dan hidup dengan baik. Lagipula kalau daddymu macam - macam, mommy akan memukul kepalanya" kekeh Lily.
Jason tersenyum sambil meraba kepalanya, "Mommy mu benar son. Aku berjanji tidak akan membuatmu dan mommymu menderita. Aku akan memberikan yang terbaik untuk kalian" ucap Jason yang akhirnya masuk kedalam kamar.
"Benarkah? Apa kau bisa berjanji padaku, uncle. Janji seumur hidup?" tanya Nicholas.
"Aku berjanji. Apakah kita harus membuat surat perjanjian supaya kau percaya?" senyumnya.
Nicholas menggeleng, "Tidak usah, karena kalau kau menyakiti mommy. Maka aku dan mommy akan pergi dari sini" kata Nicholas.
Jason mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan yang sama dengan yang diucapkan oleh Lily.
Tiba - tiba Gilbert berlari masuk kedalam kamar mengganggu pembicaraan mereka, "Maaf kalau aku mengganggu suasana melankolis kalian. Tapi sepertinya kau harus segera keluar. Sesuatu yang gawat sedang terjadi" kata Gilbert.
"Sesuatu yang gawat? Gawat bagaimana?" tanya Jason.
"Well, Aileen...."
"Kenapa dengan Aileen?" tanya Lily panik takut jika anak perempuannya itu jatuh pingsan lagi karena traumanya.
"Aileen memukul wajah anak laki - laki keluarga Bennet" kata Gilbert sambil mengulas senyum getir.
...****************...
Ruang pesta tampak kacau, musik berhenti. Beberapa orang tampak berkerumun disatu tempat saat Jason dan Lily datang.
Matilda tampak menatap tajam kearah Nyonya Bennet seraya melindungi Aileen dan juga Zack. Begitu juga dengan Marian yang melerai pertikaian kedua bocah itu.
"Apa yang sedang terjadi disini?" tanya Jason.
Pandangan semua orang menoleh ke arah sosok Jason yang tampak tidak senang dengan keributan itu, matanya melirik ke arah bocah Bennet, hidungnya tampak berdarah sementara bagian pipinya sedikit memar. Sementara Aileen dan Zack tak jauh beda kondisinya, Aileen dengan gaunnya yang sedikit sobek, rambut acak - acakan dan pipinya sedikit memerah, sementara Zack memiliki memar serupa di wajahnya.
"Tuan Jason, anda harus bertanggung jawab atas hal ini. Aku tahu ini adalah saat bahagia, tapi putri anda sudah memukul putra saya. Saya tidak mengerti bagaimana anak brutal seperti ini bisa menjadi putri anda, tidak heran sifatnya begitu setelah dibesarkan di lingkungan jalanan" cemooh Nyonya Bennett.
Mendengar itu Lily segera maju dan menampar wajah Nyonya Bennett. "Jangan pernah anda menghina putri saya karena saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Anda tidak tahu apa - apa soal kehidupan yang dia jalani, sekali lagi anda menghina putri saya, saya pastikan untuk merobek mulut anda dengan tangan saya sendiri" geram Lily.
Lily kemudian menanyakan pada Aileen apa yang terjadi sampai dia melakukan hal tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Aileen, rupanya bocah Bennett dan ibunya lebih dulu merendahkan Aileen bahkan menghina Lily sebagai seorang pela*cur yang memanfaatkan si kembar untuk bisa masuk di keluarga Rockwood.
Aileen yang tidak tahan mendengar hinaan tersebut memukul dan menghajar bocah Bennett. Ketika Marian dan Matilda melerai pertikaian itu, Nyonya Bennett justru menampar Aileen.
Jason langsung membeliakkan mata saat mendengar nyonya Bennett menampar Aileen,
"Matilda, Fred. Bawa si kembar dan anak - anak yang lain pergi ke ruangan sebelah. Aku tidak mau mereka menyaksikan orang dewasa berseteru. Ah kecuali bocah Bennett, biarkan dia disini". Matilda dan Fred pun langsung bergerak sesuai perintah Jason.
Setelah anak - anak itu pergi, Jason maju ke hadapan Nyonya Bennett dan langsung menampar wajahnya sebanyak 3 x.
"Tamparan ini karena anda sudah menampar putriku"
"Tamparan yang kedua karena sudah menghina dan merendahkan calon istriku"
"Tamparan yang ketiga karena kau tidak menghentikan anakmu untuk menghina dan merendahkan putriku dan juga calon istriku"
Nyonya Bennett terjatuh ketika mendapat tamparan yang terakhir, wajahnya memerah dan dirinya juga harus menahan penghinaan didepan para tamu undangan yang lain.
Sementara bocah Bennett tampak ketakutan melihat Jason menampar ibunya. "Tadinya aku ingin membiarkan hal ini karena ini hanyalah pertengkaran anak - anak. Tapi karena kau berani meletakkan tanganmu untuk menyakiti putriku aku tidak bisa lagi tinggal diam"
"Nyonya Bennett, mulai detik ini suamimu aku pecat sebagai direktur keuangan perusahaan keluarga Rockwood dan akan aku pastikan bahwa suamimu tidak akan bisa bekerja dimanapun" kata Jason lagi.
"Dan lupakan soal rekomendasi untuk anakmu untuk masuk ke sekolah Veritas karena aku tidak akan memberikannya" ucap Jason lagi.
Jason kemudian menatap seluruh tamu undangan, "Lily adalah calon istriku. Ibu dari kedua anakku, jika siapapun menghina mereka sama saja dengan kalian menghinaku. Akan aku pastikan siapapun yang melakukan itu akan mendapatkan balasan yang setimpal, karena keluarga Rockwood selalu membalas apa yang mereka terima"
"Pesta sudah selesai, silahkan semuanya pergi dari sini" Jason menutup ucapannya dan menggandeng Lily pergi meninggalkan ruangan pesta tersebut.
Lily menatap laki - laki di sampingnya dan mengucapkan terima kasih karena sudah membelanya. Dirinya juga meminta agar dia mempertimbangkan keputusannya untuk memecat suami Nyonya Bennett, karena bagaimanapun ini adalah kesalahan istri dan juga anaknya.
"Kalau kau memecat suaminya, mereka akan kesulitan bertahan hidup. Aku tahu sekali bagaimana rasanya hidup kekurangan. Pertimbangkanlah sebelum kau benar - benar memecatnya, aku merasa ini terlalu keras bagi mereka" ucap Lily.
Jason terdiam, "Kau masih saja memikirkan bagaimana perasaan orang lain. Padahal kau sudah dihina seperti itu" batin Jason.
"Aku akan mempertimbangkannya kalau kau mau membantuku meyakinkan Nicholas agar dia menerimaku sebagai daddynya" ucap Jason.
"Kalau itu, kau harus berusaha sendiri. Dia anakmu, seharusnya kau tahu bagaimana menghadapi dia" balas Lily sambil berlalu menyusul Aileen dan Nicholas.
"Tuan Jason, diluar ada yang ingin berbicara dengan anda. Mereka bilang dia adalah orang tua Zack" kata Fred yang menunggu mereka.
Jason dan Lily saling berpandangan, mereka bertanya - tanya siapa orang yang sudah mengaku sebagai orang tua Zack.
"Dimana Zack sekarang?" tanya Lily.
"Dia ada dikamarnya dan menolak untuk keluar" kata Fred.
Lily lalu menyarankan pada Jason untuk menemui orang itu, sementara dia akan menemui Zack.
"Kenapa hari ini banyak hal yang terjadi?" gumam Jason.
...****************...
...****************...