"Hentikan pernikahan ini! Karena wanita ini telah bermalam denganku, hanya aku yang berhak menikahinya!"
Bagaikan tersambar petir di siang bolong ketika seluruh para tamu undangan dan juga pihak kedua keluarga mendengar perkataan pria asing yang tiba-tiba hadir pada pernikahan Aisyah dan juga Zayyan.
Berawalan dari fitnah Aisyah harus menyandang status istri dari seorang pria asing, yang tak diketahui asal usulnya.
Siapa pria itu? Yuk, simak kisahnya hanya di Sajadah Cinta Untuk Tuan Lucas!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sajadah Cinta 32
Tak ada yang menyadari kini hari telah berganti malam. Galih, sudah bersiap-siap untuk memberikan kejutan kepada Aisyah. Tetapi, ketika Galih dan Aisyah akan masuk ke dalam lift untuk menuju lantai Ling atas mall. Axel menodongkan senjatanya ke arah Aisyah yang membuat Galih terkejut.
"Apa yang kamu lakukan?! Turunkan senjata itu!"titah Galih, saat melihat Aisyah begitu ketakutan.
Axel tertawa begitu keras, yang membuat Aisyah semakin takut. Ketika Galih memanggil para pengawal yang datang malah bawahan Steward yang membuat Galih ikut cemas.
"Tuan muda, Anda memang bodoh!" Axel berkata, yang membuat Galih mengingat sesuatu, tetapi Galih tak bisa mengingat dengan betul ucapan Axel barusan.
"Sudah pernah terjebak sekali, malah terjebak lagi."Axel berkata lalu menutup pintu lift untuk membawa Galih dan Aisyah menuju Rooftop gedung tersebut. Padahal, tempat itu telah dihias oleh Galih atas permintaannya kepada beberapa orang yang Galih bayar, tempat itu juga dilengkapi cctv mungkin tak ada yang tahu.
"Ayo, jalan!"Axel mendorong Aisyah sehingga membuatnya hampir terjatuh. Tiba-tiba Mona Lawrence dan Steward muncul di tempat itu yang membuat Aisyah dan Galih semakin cemas dan panik.
Mona mendekat ke arah di mana Aisyah berada. Aisyah berdiri dalam keadaan yang begitu takut. Terlebih lagi kini hanya ada Aisyah dan Galih saja. Sedangkan orang lain adalah pengkhianat yang menjebak mereka berdua.
Lucas dan Alex telah tiba di tempat tersebut. Lucas segera menuju lift untuk pergi ke Rooftop. Bagaimanapun saat ini Galih dan Aisyah dalam bahaya.
"Akh!"Aisyah mengeluh ketika rambutnya yang berbalut hijab ditarik oleh Mona.
"Apa istimewa wanita ini sehingga bisa tinggal di mansion, Hosea. Bahkan, sebelumnya tak ada yang diperbolehkan untuk datang ke sana. Mansion itu sangat tertutup,"Mona bertanya tetapi tak melepaskan tangannya di hijab Aisyah.
"Lepaskan Aisyah! Kau tak berhak menyakiti dan menyentuhnya!"Galih berteriak kepada Mona, tetapi wanita ini langsung menendang kursi roda Galih, yang membuat roda kursi tersebut berputar dan menjauh dari tempat semula.
Plak!
Mona menampar Aisyah, tanpa Aisyah sadari, yang membuat Galih ataupun Aisyah terkejut.
"Hei! Wanita sampah, lepaskan Aisyah!"Galih berteriak, tetapi dua orang pengawal langsung menendangnya hingga membuat Galih mengeluh kesakitan bagian perutnya.
"Apa mau kalian? Siapa kamu?"Aisyah bertanya, sembari menahan rasa sakit dari tangan Mona yang menarik hijabnya bahkan rambutnya juga ikut tertarik. Mona menyeringai mendengar pertanyaan dari Aisyah.
"Kau mau tahu siapa aku? Aku calon istri Lucas!"Teriak Mona yang membuat Aisyah terkejut. Tetapi, Galih segera membantah ucapan itu.
"Tidak! Kak Lucas takkan menikah dengan wanita iblis sepertimu!"
"Diam!"
Dugh! Mona menendang kembali Galih yang membuat pria lumpuh itu tak berdaya. Lalu, Aisyah menarik lengan Mona.
Plak!
Aisyah membalas tamparan Mona karena sudah menendang Galih.
"Kau berani?!"Wanita ini menarik kembali hijab Aisyah yang membuat wanita ini kesakitan. Tiba-tiba perut Aisyah mendadak keram yang membuat dia harus menahan rasa sakit.
Mona membawa Aisyah ke sisi tempat tersebut dan mendorongnya hingga kepala Aisyah terbentur cukup kuat yang menyebabkan kepalanya berdarah. Galih, ingin menolong tetapi dia tak berdaya dengan tubuhnya yang lumpuh.
Axel yang melihat itu hanya tertawa kecil, Pria ini cukup senang melihat penderitaan dua orang yang sangat dicintai oleh Bos-nya itu.
"Kau pengkhiantan!"teriak Galih, Axel tak peduli.
"Uang memang membutakan semua orang,"ucap Axel lalu menatap ke arah lantai dasar gedung yang tinggi itu. Beberapa mobil terparkir di bawah sana meskipun tak hanya sebesar semut dilihat dari atas.
"Nona Mona, Tuan Lucas dan Alex sudah tiba di lantai bawah mall ini, segera pergi dan tinggalkan tempat ini,"Axel memberitahu Mona. Karena mengetahui Lucas telah mengetahui keberadaan semua orang.
"Bawa pergi wanita ini, aku akan menyelesaikan sisanya."
"Baiklah," Mona menyuruh pengawal itu membawakan Galih dan Aisyah meninggalkan tempat tersebut.
Beberapa pengawal menyeret Aisyah dan juga Galih ke sebuah gudang. Lalu, Mona menyuruh mereka mengunci dua orang tersebut di dalam gudang yang kedap suara. Bahkan, untuk bernapas saja akan sulit di tempat itu.
Ketika Mona keluar lift dia bertemu dengan Lucas dan Alex dan beberapa pengawal Lucas. Mona ingin menghindar, Alex langsung menarik lengannya.
"Di mana Tuan Galih dan Nyonya Aisyah?"
"Kenapa kalian nanya aku? Memangnya aku pengasuh mereka?"ujar Mona santai tanpa melihat ke arah Lucas.
Plak!
Alex menampar wanita itu dengan kuat yang membuat Mona memegang pipinya segaera. Sudut bibir robek bahkan mengeluarkan darah. Lalu, Alex menghapuskan tubuh Mona ke lantai yang membuat wanita itu tersungkur dengan cukup keras.
"Kau akan tahu akibatnya bermain dengan keluarga Hosea."Alex berkata dan segera masuk ke dalam lift ketika Lucas sudah masuk lebih dulu, raut wajahnya memerah seakan ingin segera meluapkan emosi yang sudah ditahannya sejak dari tadi.
Tiba di lantai atas gedung mereka semua melihat Axel yang tergeletak di atas lantai. Beberapa dekor masih tertata rapi di tempat itu, belum ada yang menyentuhnya. Tetapi, tas Aisyah dan kursi roda Galih berada di tempat itu.
"Tuan, mereka membawa pergi Nyonya dan Tuan Galih,"seru Axel yang menahan rasa di bagian perutnya. Axel berpura-pura jika dia juga menjadi korban dari kejahatan Tuan Moris dan Mona.
"Cari mereka segera!"Lucas berteriak semua orang mencari keberadaan Galih dan Nyonya. Mall telah diblokir pintu depan dan belakang, tak membiarkan siapapun boleh membawa mereka pergi.
[Tuan, Nyonya dan Tuan Galih ada di dalam gudang makanan!] seseorang memberitahu Lucas, pria ini segera pergi mencarinya dan membiarkan Axel tergeletak begitu saja di lantai.
Axel menyeringai penuh kemenangan, lalu menyeka bibirnya yang berdarah, karena dihajar oleh beberapa pengawal Mona untuk mengelabui Alex dan Lucas.
Allah msh melindungi Aisyah & calon penerus Hosea sehingga dia pindah k penerbangan berikutnya d jam yg sm