Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nolongin temennya lestari
"tolongggg tolongggg" teriak indah
Puspa yang ketakutan pun hanya bisa menangis sambil memeluk lengan indah
Tiba- tiba dari kejauhan ada yang melempar jambu batu kearah ketua geng itu. begitu di lihat, ternyata itu adalah galang, aga dan top
"cupuu banget lu rey beraninya sama anak perempuan" cibir galang
Ternyata nama ketua geng tersebut adalah rey
"GALANGGGG!!! Berani- beraninya lu sama gue" teriak rey
"kenapa sih manggil- manggil? Naksir kah? atau ngefans? aduh sini- sini bilang aja sama abang galang yang tampan ini, mau di tanda tangan dimana sih" ledek galang
"DIEM LU!! TEMEN- TEMEN SERBUUU!!"
"eyy et et et tunggu dulu lah sobat, buru- buru banget mau kemana sih? Gak mau lihat dulu tuh dibelakangan kalian siapa"
"emangnya apa pentingnya ngeliat kesan.."
"REY!! KAMU MAU NGAPAIN GALANG LAGI" teriak seorang ibu- ibu dengan amarah yang menggebu- gebu
ternyata perempuan itu adalah ibunya rey. Walau rey dikenal suka semena- mena tapi ia paling takut pada ibunya. Bagaimana galang bisa tau hal ini? Karena ibu rey dan ibu galang adalah sahabat baik, sekaligus tetangga dekat.
Rumah rey dan galang saling berhadapan di komplek perumahan kilau permata. Tapi entah kenapa rey tidak suka setiap kali melihat galang, ia pun tidak tau alasan jelasannya apa
"halo tante selamat siang menjelang sore" sapa galang pada ibunya rey
"aduh anak bagusnya tante, anak baik, kamu tidak apa- apa kan? Si rey ini belum jahatin kamu kan nak" ucap ibu rey khawatir
"iya tante pita, galang tidak apa- apa kok hehe"
"ini galang mau kemana? Ini ada cewek- cewek juga. Pacar kamu kah?"
"eh eh tante jangan sembarangan panggil gitu ahh, bukan, ini temen- temennya orang yang galang taksir hehe kebetulan pas mau pulang sekalian nganter aga sama top, ketemu mereka"
"kalian tidak kaget kan? Kalian dijahatin sama anak tante ya? Apanya yang kena, biar nanti tante balaskan 10x lipat ke rey" ucap tante pita, ramah
"ah tidak apa- apa kok tante, terimakasih ya sudah datang untuk menolong kami" ucap indah
"iya tante terimakasih ya" ucap puspa
"tidak apa- apa lagian tante datang karna ada sinyal peringatan dari galang. Kalian belum tau kan? Rey ini dulu pernah mukulin galang sampe babak belur, entah apa yang difikirkan oleh anak nakal itu, jadi tante sama mamanya galang sepakat buat pasang alat deteksi. Cuman yang tau hanya kita berdua aja. Mereka berdua ini tidak tau hehe" jelas tante pita
"lohh mama kok ga bilang- bilang sih??" keluh rey
"kenapa mama harus bilang? Biar kamu bisa mukulin galang lagi, iya??"
"ish bukan gitu maksud rey..."
"udah kamu diem aja disitu, sama temenmu yang lain. habis ini baru mama urus kalian"
"tante jangan terlalu keras sama rey, galang yakin rey ga bermaksud nyakitin mereka kok"
"apa peduli mu hah?? Ga usak sok belain deh"
"bukannya mama bilang diem aja ya rey" geram tante pita. Walau terlihat tersenyum tapi tangannya udah terangkat, bersiap untuk menjewer kuping rey
"indah sama puspa mau galang anter? Rumah kalian jauh gak? Masih ada bangku kosong kok di mobil, muat 5 orang"
"apa gak ngerepotin kamu, galang?"
"enggak kok puspa, tapi nanti boleh lah puji- puji galang di depan lestari hehe"
"hahaha aman- aman, yaudah mohon bantuannya ya anter kami kerumah galang"
"siap! Yuk masuk mobil.. Tante pita, galang duluan dulu ya"
Yang lalu dibalas lambaian tangan oleh tante pita. Setelah mobil galang melaju meninggalkan pita dan anaknya rey. Ia pun lalu menggeret rey pulang. Tanpa memerdulikan penilaian anak buahnya rey