Ini sakuel dari cerita "Pengasuh Tangguh Violetta"
Berawal dari sebuah janji di masa kecil membuat Violetta menutup rapat hatinya untuk Pria lain, ia senantiasa menunggu kedatangan pria di masa kecil yang pergi entah kemana.
Violetta menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk bekerja dan berkarya, sesekali ia datang ke tempat dimana ia bertemu dengan Aksara dengan harapan ia akan bertemu dengannya dalam versi dewasa. Waktu terus berjalan, sampai dimana ia hampir putus asa akan penantiannya seseorang datang kedalam kehidupannya tetapi dengan cara misterius.
Akankah Violetta bertemu dengan Aksara?
Yuk, ikuti terus kelanjutannya sambil kasih dukungan untuk author agar tetap semangat dalam berkarya 🤩
Kalau yang suka boleh lanjut, kalau tidak suka boleh skip ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni mardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Calvin
Sesuai perintah Azrio, Zergan langsung meluncur ke sebuah panti yang sudah berdiri puluhan tabun lamanya. Ia mendatangi kepala panti yang sudah tua renta untuk mencari informasi mengenai keberadaan Calvin.
Zergan membawa banyak makanan dan juga mainan sebagai sedekah untuk ibunya yang sudah tiada, para pengurus panti menyambut kedatangan Zergan dengan baik. Banyak anak-anak yang saling berebut mainan dan juga makanan, wajar saja makanan dan mainan yang dibawa Zergan adalah barang yang mahal dan juga enak sehingga mata para anak panti berbinar melihatnya. Salah satu pengurus panti dan Zergan masuk kedalam sebuah kamar dimana ada seorang wanita yang sudah tua tengah berbaring diatas ranjang, mereka mengobrol seraya mengumpulkan informasi yang masih diingat oleh kepala panti yang dulu mengurus Calvin.
*
*
Azrio memerintahkan Jay untuk membawa kedua orangtuanya ke ruangannya, dengan cepat Jay pergi ke ruang rahasia dimana tempat parkiran mobil yang disediakan khusus untuk orang-orang tertentu. Kaneth dan Liona keluar dari dalam mobil, mereka diantar oleh bodyguard berjalan menuju ruang Azrio. Baru saja setengah jalan Jay langsung menghentikan langkah mereka, ia membungkukkan badannya kepada Liona dan Kaneth memlersilahkannya ikut dengannya.
'Dia seperti...' Batin Kaneth.
Netra Kaneth terus menatap Jay tanpa berkedip, ingatan masa lalunya berputar bagaikan kaset kusut didalam benaknya. Begitu sampai di ruangan Azrio Jay membukakan pintu ruangan milik atasannya itu, saat pintu terbuka Kaneth maupun Liona menatap seluruh ruangan dengan takjub, mereka tak menyangka kalau sang putra benar-benar sukses meskipun keduanya tak mendampingi masa suka maupun dukanya.
"Ayah, ibu. Masuklah." Sapa Azrio
Violetta bangkit dari duduknya menyambut kedua orangtua Azrio, ia menggandeng tangan Liona mengajaknya duduk. Kedekatan Liona dan juga Violetta membuat hati Azrio menghangat, mata Kaneth mulai mengkristal bahkan hanya dalam satu kedipan saja akan langsung luruh begitu saja.
"Kau hebat nak." Puji Liona.
"Kau berani melangkah walaupun kami tidak menemanimu, maafkan ayah ya nak. Kami tidak bisa menemani jatuh bangunmu, kau bisa menjadi sangat hebat seperti ini membuat ayah dan ibu bangga padamu." Ucap Kaneth.
"Aku melakukan semuanya untuk kalian, kalian adalah penyemangatku. Ini juga berkat bantuan kakek, Zergan dan juga yang lainnya, sisanya aku hanya menjalaninya saja sesuai dengan kemampuanku." Ucap Azrio.
Kaneth memeluk tubuh Azrio menepuk punggungnya dengan pelan, orangtua mana yang tidak bangga melihat kesuksesan anaknya. Liona dan juga Violetta tersenyum melihat kehangatan ayah dan anak tersebut.
"Nak, apakah pria yang mengantar kita tadi asistenmu?" Tanya Kaneth.
"Iya ayah, namanya Jay." Jawab Azrio.
"Ayah serasa tidak asing melihat wajahnya nak, wajahnya mengingatkan ayah pada Min Yoora dan juga Brandon." Ucap Kaneth.
"Benarkah ayah?" Tanya Azrio tampak penasaran.
"Iya, dari matanta aku melihat Brandon, tapi daei bentuk wajah dan juga hidungnya sangat mirip dengan MinYoora." Jawab Kaneth.
Saat hendak kembali berbicara, ponsel Violetta berdering menandakan adanya panggilan masuk. Diambilnya hp miliknya dari dalam tasnya, dia membuka layar hp nya terpampang nama Zergan didalamnya.
[Hallo, Zergan.]
[Berikan ponselnya pada Rio, aku menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif]
Violetta menyerahkan ponsel miliknya kepada Azrio, kening Azrio mengkerut mendengar penjelasan dari Zergan yang kini tengah berada di panti asuhan.
"Kemungkinan apa yang ayah katakan itu benar, aku akan mencari tahu lebih jauh lagi." Ucap Azrio.
"Semoga saja dugaan ayah benar, dia berhak tahu yang sebenarnya terjadi." Ucap Kaneth penuh harap.
"Zergan sedang di perjalanan, kita akan membahasnya saat ini juga karena sudah tidak ada waktu lagi ayah, aku ingin segera menyelesaikan masalah ini sebelum pernikahanku dilangsungkan." Ucap Azrio.
Kaneth pun menganggukkan kelalanya paham, ia juga setuju dengan pemikiran Azrio yang ingin segera membalas perbuatan Vincent. Azrio memanggil Jay masuk kedalam ruangannya, ruangan mereka terlisah namun tidak berjauhan. Jay masuk kedalam ruangan Azrio, tak laman kemudian Zergan datang dengan nafas yang terengah-engah.
"Bagaimana? Apa kau membawa laporannya?" Tanya Azrio.
"Pemilik panti mengatakan Calvin tinggal disana sampai dia berusia 18 tahun, dia keluar dari panti setelah mendapatkan pekerjaan dinsebuah cafe, dia juga bekerja sambil kuliah dari beasiswa yang ia dapatkan." Jelas Zergan.
"Calvin? Kok ceritanya kayak cerita kehidupan saya tuan?" Heran Jay.
"Ck, ya emang ini cerita kehidupan loe Jayden." Ucap Zergan berdecak kesal.
"Hah? Saya? Kenapa kalian membahas kehidupan masa lalu saya? Ada hubungan apa memangnya?" Cecar Jay..
tu kan istri brandon mantannya vincent..his yg selingkuh malah dia yg gila dasar iblis ni