NovelToon NovelToon
Noda Dibalik Cadar

Noda Dibalik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Patahhati / Cintamanis
Popularitas:52.8k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Arsyila Almahira, seorang mahasiswi tingkat pertama yang berprestasi tetapi mengalami kejadian pahit. Tersebarnya video scandal itu membuat dirinya harus pergi jauh dari ibukota. Ayahnya bahkan mengusirnya dari rumah dan tak lagi menganggapnya anak.

Arsyila memutuskan untuk merubah penampilannya menjadi wanita bercadar. Ia berpindah kuliah di universitas Islam dengan jurusan berbeda dari sebelumnya. Ia juga tinggal di pesantren untuk memperdalam ilmu agamanya. Jujur, kejadian yang menimpanya membuatnya sedikit trauma dan berniat untuk memperbaiki diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.30

Di sebuah ballroom hotel sudah terlihat ramai. Banyak tamu yang sudah datang. Kebanyakan dari mereka rekan bisnis Pak Wira dan Pak Haris. Teman-teman Adam dan Arsyila dan beberapa santri yang memang dekat dengan mereka pun ikut hadir.

Rangkaian acara demi acara kini di mulai. Ada iringan orkes gambus yang memang sebagai hiburan disela-sela resepsi nanti. Walaupun tamu undangan yang hadir mayoritas tidak berhijab, tetapi mereka menghormati pemilik acara.

Arsyila sedang duduk gelisah di tamani oleh kedua sahabatnya yaitu Fatimah dan Salma.

“Kamu kenapa sih Cil dari tadi nggak bisa diam?” tanya Fatimah sambil memperhatikan sahabatnya itu.

“Hehe aku gerogi,” jawabnya.

“Rileks saja, ini tuh baru mau ijab qabul bukan mau malam pertama,” celetuk Fatimah dan tentu membuat Arsyila melotot.

“Kamu apa-apaan sih.” Arsyila terlihat malu-malu.

“Eh iya malam kedua bukan malam pertama hehe ....” Fatimah tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.

Obrolan mereka terhenti saat mendengar ketukan pintu. Terlihat Bu Fitri memasuki kamar dan menghampiri Arsyila.

“Cil, penghulu sudah datang. Sudah saatnya kamu keluar,” ucap Bu Fitri.

“Baik, Mah,” jawabnya lalu ia beranjak dari duduknya.

Fatimah dan Salma berjalan disisi kanan dan kiri Arsyila sambil membantunya berjalan. Sedangkan Bu Fitri di belakang memegangi gaun panjang Arsyila agar tak terinjak.

Pintu ballroom terbuka lebar. Semua tamu undangan mengalihkan arah pandangnya. Mereka terpukau melihat calon mempelai wanita yang ternyata bercadar.

Adam tersenyum menyambut kedatangan calon istrinya. Hingga Arsyila duduk di sampingnya pun ia masih memperhatikannya.

“Ekhem ... Adam, bisakah kamu jabat tangan Pak Wira,” ucap Pak Haris kepada anaknya.

“Eh iya, Pah.”

Kini Adam dan Pak Wira saling berjabat tangan.

“Saya nikahkan dan kawinkan engkau Adam Al-Kahfi bin Haris Suharja dengan putri saya Arsyila Almahira binti Wira Atmaja, dengan mas kawin uang tunai sebesar satu juta dolar di bayar tunai.”

“Saya terima nikah dan kawinnya Arsyila Almahira binti Wira Atmaja, untuk saya, dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai,” ucap Adam dengan lantang.

Sah

Sah

Kata sah menggema di ruangan itu. Semua yang hadir disana ikut senang melihat pasangan suami istri yang sudah sah itu. Mereka ikut mendoakan kedua mempelai.

Arsyila menjabat tangan suaminya lalu mencium punggung tangannya. Lalu Adam mencium kening Arsyila. Namun, ia menciumnya begitu lama sehingga para tamu undangan ikut bersorak ria.

“Adam, jangan lama-lama! Lanjut nanti malam saja,” tegur Pak Haris.

Seketika Arsyila tersipu malu sambil menundukkan pandangannya saat mendengar perkataan mertuanya.

Setelah bertukar cincin mereka menandatangani berkas pernikahan. Lalu keduanya di arahkan untuk berfoto sambil memperlihatkan cincin di jari manis dan juga memperlihatkan buku nikah mereka.

“Adam, Cila, ayo kalian pindah ke pelaminan,” ucap Bu Ratih lalu membantu memegangi gaun bagian belakang Arsyila yang menjuntai sangat panjang.

Selagi menyaksikan kedua mempelai yang sedang berfoto di pelaminan, para tamu tampak menikmati hidangan yang di sediakan. Di antara para tamu ada seseorang yang patah hati. Dia adalah Iqbal yang sudah memendam perasaannya kepada Arsyila.

‘Semoga kamu bahagia, Cila,’ batin Iqbal.

Iqbal yang tak melihat kanan kirinya tak sengaja menabrak seorang gadis.

“Aduh,” pekik seorang gadis yang tak lain adalah Fatimah. Apalagi Fatimah membawa segelas minuman dan tumpah sehingga membasahi gamisnya.

“Maaf saya tidak sengaja,” ucap Iqbal.

“Kalau jalan lihat-lihat dong!” tegur Fatimah dengan sinis.

“Sekali lagi saya minta maaf,” ucap Iqbal.

“Teman saya sudah memaafkan kok. Kalau begitu kami permisi dulu.” Salma menarik tangan Fatimah dan mengajaknya menjauh dari sana. Sedangkan Fatimah terus meronta meminta di lepaskan. Ia akan membuat perhitungan dengan Iqbal.

“Sal, ngapain sih kamu main tarik saja. Aku tuh pengen beri pelajaran tuh cowok so kegantengan,” ucap Fatimah menahan emosinya.

“Istigfar, Fa. Kamu nggak boleh bersikap seperti itu. Lagian cowok itu memang ganteng, bukan so kegantengan lagi,” ucap Salma.

“Ih kamu kok malah belain dia?”

“Aku nggak belain siapa-siapa. Aku Cuma nggak mau lihat kamu bikin keributan disini. Malu loh banyak tamu,” ucap Salma mengingatkan.

Hari sudah semakin sore. Hanya beberapa tamu saja yang masih ada disana. Adam dan Arsyila memutuskan beristirahat di kamar mereka sejak dua puluh menit yang lalu.

Arsyila tampak menundukkan pandangannya saat melihat suaminya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuh polosnya.

“Sayang, kenapa kamu menunduk?” tanya Adam kepada istrinya.

“Aku hanya malu menatap Mas Adam. Apalagi belum memakai baju,” jawabnya.

Adam tersenyum, ia menyeringai memikirkan ide jahilnya. Perlahan ia melangkah mendekati istrinya. Hingga kini keduanya sudah berada dengan jarak yang begitu dekat.

“A-apa yang Mas Adam lakukan?” Arsyila sedikit tak nyaman saat merasakan tangan Adam yang kini sudah merengkuh pinggangnya.

“Kenapa kamu terlihat gugup, sayang?” Adam semakin bersemangat menggoda istrinya.

“Lepaskan! Aku mau mandi.” Arsyila mencoba melepaskan tangan suaminya dari pinggangnya dan untungnya berhasil.

“Aduh kamu menggemaskan sekali sih, jadi pengen gigit,” ucap Adam.

“Apaan sih?” Arsyila terlihat malu-malu.

Adam memperhatikan istrinya yang sedang melepaskan penutup kepalanya. Hingga istrinya memasuki kamar mandi, ia masih tetap memperhatikannya.

Tak lama Arsyila selesai mandi. Namun, ia merutuki dirinya saat mengingat pakaian ganti miliknya tertinggal di kamar. Arsyila menutup tubuh polosnya dengan handuk lalu ia membuka sedikit pintu kamar mandi.

“Mas Adam, bisa minta tolong tidak?” tanya Arsyila dengan sedikit mengeraskan suaranya agar suaminya mendengar.

“Minta tolong apa, sayang? Kamu mau minta di pakaikan baju? Atau minta yang lain mungkin.” Adam mencoba menggoda istrinya.

“Issh bukan itu. Tolong ambilkan pakaian gantiku yang ada di atas sofa!” Pinta Arsyila.

“Ambil sendiri saja, Sayang. Apa kamu tidak lihat kalau suamimu ini sedang sibuk,” kata Adam.

‘Pasti ini akal-akalan nya saja biar bisa lihat tubuhku yang hanya pakai handuk. Lagian sibuk apaan, cuma main ponsel saja dibilang sibuk,’ batin Arsyila sambil mengerucutkan bibirnya.

Adam masih fokus menatap layar ponselnya sambil tersenyum. Ia tersenyum bukan karena kesibukannya menatap ponsel, tetapi karena berhasil mengerjai istrinya. Lagian Adam penasaran dengan lekuk tubuh istrinya.

Akhirnya Arsyila keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja. Ia berjalan cepat mendekati sofa untuk mengambil pakaian gantinya. Saat hendak kembali ke kamar mandi langkahnya terhenti saat merasakan tangan melingkar di pinggangnya.

“Mas, lepaskan dulu!” pinta Arsyila.

“Tidak akan!” Adam mendaratkan ciumannya di leher istrinya.

Arsyila merasakan sensasi berbeda dengan apa yang di lakukan oleh suaminya. Apalagi satu tangan suaminya sudah mendarat di salah satu dadanya.

“Mas akuhh ...,” ucap Arsyila terhenti karena suaminya malah menggendongnya dan merebahkannya ke atas tempat tidur.

Suasana di kamar itu semakin panas karena aktivitas keduanya. Ternyata sejak tadi ada yang mengetuk pintu, tetapi mereka mengabaikannya. Mereka asyik memadu kasih untuk yang kedua kalinya setelah kejadian beberapa tahun yang lalu.

1
Umun Munawaroh
sangat bagus
Airin See
cerita nya bagus
zevayya abrielle
pengen gue buang ke amazon mak tirinya sih cilla
Dek Raraaa
laku banget adam yaaa ..
hahaha 🤣🤣🤣
Tien Tiennesdha Titin
nah ada kecebong lagi yg mau dekatin si Adam 😄,hati hati Adam jangan sampe terjebak Ama si cebong nesa 😄
Dek Raraaa
ahh cilla .
kamana wae eta .. 🤣🤣🤣
Ama
aku lum update ya, hp ku yg buat nulis di rumah, aku nya lagi pergi belum pulang
Dek Raraaa
😭😭😭😭cilaaaaaa
Dek Raraaa
jangan smpe ada poligami ya thorrr..
🤣🤣🤣
Dek Raraaa
eng inggg enggggg ..
saudaranya mungkinn . atau adiknyaa . 🤣🤣🤣🤣🤣
Dek Raraaa
cie ilehhh .😆😆😆
org tua ga tau apa manten baru
pake nannya lagi ga buka pntu lama ngapain . 😝😝😝😝
Miftahul Jannah Maulida
hajar terus adam jangan kasih kendor🤣😊
Dek Raraaa
uhuyyyy . buka puasaaa ayang adamm yaa 🤣🤣🤣
Miftahul Jannah Maulida
terima kasih up nya kak othor
Miftahul Jannah Maulida
syukur lah semoga tidak ada masalah lagi yah kak di pernikahan mereka
Dek Raraaa
gus ilham denger apa ga ngilu yaa 🤣🤣🤣 ning aisyah jga kek nya ga baik baik bgt sma ky hilya licik kynyaa ..
Miftahul Jannah Maulida
legaaaah akhirnya kebusukan hilya terbongkar, gak pantes gelar ustadzah tetap melekat
Dek Raraaa
hahhhh lega ...
habs ini apalgi konflik nyaa . 🤣🤣 seruu yaaa.
Miftahul Jannah Maulida
semoga memang batal dan terbongkar semua kelicikan ustadzah hilya
Tien Tiennesdha Titin
nah si Fatimah mungkin udah ada bukti ,klo ustat hilya licik 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!