NovelToon NovelToon
He Is Abrisam (S1-S2)

He Is Abrisam (S1-S2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: tinkeerz

(season 2)

Adira dan Abrisam terpaksa menjalankan hubungan jarak jauh karena impian dan cita-cita masing-masing. Namun, tidak semua orang bisa menjalankan itu termasuk mereka. Awalnya semua berjalan dengan lancar hingga suatu ketika ada saja masalah yang menguji cinta keduanya.

Kepercayaan mereka pun diuji, saling menyalahkan dan jarang kumunikasi. Apa mereka masih bisa mempertahankan hubungan yang sudah dirakit bertahun-tahun ini?


(season 1)

Adira Verbena, gadis kelas 12 SMA yang hanya ingin ketenangan dalam hidupnya. Ia ingin melewati masa sekolah dengan tidak terlibat masalah satu pun.

Jadi siswi teladan sepanjang sekolah adalah impian besarnya. Namun, tidak semulus itu. Nampaknya sejak mengenal Abrisam Pradipta impiannya itu harus hancur.

Banyak masalah yang datang melibatkan mereka berdua. Dira berusaha menghindarinya, tapi takdir seperti ingin menyatukan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tinkeerz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 32

Adira berjalan menyusuri koridor dengan membawa kotak bekalnya yang telah kosong. Ia berpisah dengan Sam saat turun dari rooftop. Katanya cowok itu mau ketemu kedua sahabatnya dulu sebelum bel masuk berbunyi.

Gadis ini terlihat gembira tidak seperti sebelumnya yang malas-malasan mengajak Sam makan bersama. Ia lupa akan kesalnya yang harus bersikap manis pada cowok itu. Ini semua karena Abrisam akan mengajarkannya bahasa inggris.

“Semoga gue beneran bisa kuliah di luar negeri. Gue harus cari-cari beasiswa nih.”

“Adira!” suara yang berasal dari sebelah Dira membuatnya terkejut, lalu menoleh ke samping.

“Afraz.” Dira menghentikan langkahnya, “ada apa?”

Afraz juga ikut berhenti melangkah. Ia memperhatikan wajah Dira yang berseri-seri.

“Lo lagi seneng?” tanya Afraz.

Adira refleks memegang pipinya, “memangnya kelihatan banget ya?” tanya gadis itu.

Afraz mengangguk, “jadi kalian itu beneran jadian?”

Dira sempat bingung harus mengangguk atau mengelengkan kepala. Namun, demi kelancaran misinya ia harus mengakui kalau dirinya pacar dari Abrisam.

“Iya, Sam ‘kan sudah bilang waktu itu. Lo juga dengar ‘kan?”

“Dengar, tapi gue masih ragu. Kenapa lo malah gantungin perasaan gue? Kenapa nggak nolak gue aja waktu itu kalau lo suka Sam?”

Adira menelan air liurnya susah payah. Dia harus memberi pengertian ke Afraz.

“Maaf, gue sadar gue salah. Harusnya gue emang nolak lo, tapi gue belum sempet bilang itu.”

Gadis ini terkejut dan matanya membesar saat Afraz menarik bahunya untuk menatap cowok itu.

“Jujur sama gue, Ra. Gue udah kenal lo lama. Lo nggak akan berubah secepat itu kalau nggak suka pada orang lain. Coba tatap mata gue!”

Adira masih menundukkan kepala. Ia tidak sanggup kalau harus memaksa menatap cowok yang sebenarnya ia nanti-nantikan mengatakan perasaan padanya. Dira ingin menjadi kekasih Afraz. Namun, takdir seperti tidak merestui mereka. Adira harus bersama Sam untuk menyelesaikan tugasnya.

“Dir, liat gue!” Afraz mengguncang bahu gadis itu, “sudah gue duga. Lo terpaksa ‘kan jadi pacar Sam? Kenapa? Dia ngancem lo?”

Banyak pertanyaan yang Afraz berikan. Namun, tidak satu pun Adira jawab. Ia lebih memilih menundukkan kepalanya. Diam membisu.

“Apa-apaan ini megang-megang pacar orang?” Abrisam yang baru datang bersama kedua temannya lekas menepis tangan Afraz dari bahu Dira.

“Heh lo!” Afraz menunjuk Sam dengan kesal, “lo paksa Dira buat jadi pacar lo ‘kan?”

Sam tertawa pelan mendengar pertanyaan dari Afraz.

“Di sini nggak ada yang memaksa atau dipaksa. Kita memang saling suka. Kenapa? Jomblo sirik aja.”

“Nggak mungkin! Adira nggak mungkin berubah secepat itu jadi suka sama lo.”

“Udah terima aja di tolak sama Dira. Ngotot betul mau nyalahin, Sam.” Emran menimpali.

“Diem lo! Bukan urusan lo,” ujar Afraz sedikit membentak.

“Au tatut,” celetuk Manha yang sengaja melihat-lihat ke arah lain. Emran hanya tertawa saja.

“Terus lo maunya apa?” tanya Sam.

Afraz menatap Sam dengan mata tajamnya.

“Gue mau Dira ngomong yang sebenarnya!”

Abrisam mengalungkan satu tangannya ke bahu Dira, “ngomong gih sayang. Lo nggak gue paksa ‘kan?”

Adira mendongak menatap Sam yang sedang melihat ke arahnya. Ia bergidik geli mendengar ucapan sok mesra terlontar dari mulut cowok ngeselin itu.

Kemudian Dira menatap Afraz. Mau bagaimana pun dia memang harus berkata tegas agar rencananya ini juga nggak ketahuan.

“Iya Afraz, Sam nggak ada maksa gue. Kita memang jadian. Walau Sam nembak dengan seadanya.”

Sam tersenyum, “sudah puas?”

Melihat Adira berbicara sambil menatap matanya, sekarang Afraz hanya bisa menerima nasib. Kalau cintanya memang bertepuk sebelah tangan.

“Kalau emang begitu. Ya sudah, gue relain Dira buat lo,” lirih Afraz yang banyak menghela napas.

“Emang harusnya begitu.” Sam menepuk-nepuk pundak mantan ketua osis ini, “gue doain lo dapet penggantinya.”

Afraz mengangguk dan tersenyum tipis. Cowok itu perlahan melangkah pergi.

“Lepas!” Adira menyingkirkan tangan Sam yang merangkulnya, “gue mau masuk kelas.”

Beberapa langkah Dira berjalan, bel sekolah berbunyi. Tanda semua murid harus kembali ke kelasnya.

“Dir, tungguin gue dong!” Sam melihat ke belakangnya, “gue duluan.”

Emran dan Manha yang mendapat pamitan dari sahabatnya ini hanya mengangguk dan ikut membubarkan diri dari tempat itu.

“Tinggal apa yang belum lengkap untuk acara besok?” tanya Tomi pada Sekretarisnya.

“Undangan untuk tamu sudah disebar, makanan sudah ada, tempat juga sudah didekor. Hm... apa lagi ya?” sekretaris cantik itu sedang memeriksa buku catatannya, “oh kita masih kekurangan kue untuk dessert, Pak.”

“Jadi, kuenya belum ada?” ulang Tomi.

Sekretaris bername tag Poppy itu menggeleng, “kita butuh 10 kotak kue, Pak.”

“Bagaimana sih. Sudah mepet seperti ini baru ketahuan,” ucap Tomi yang terlihat kesal dengan kelalaian karyawannya.

“Maaf, Pak.” Poppy menundukkan kepala karena merasa bersalah.

“Oh ya, saya ingat.” Tomi memeriksa tas kerjanya. Ia menemukan kartu nama milik Winda. Wanita seminggu yang lalu ia temui, “Nih, hubungi dia saja. Dia kenalan saya. Kue dia sepertinya enak. Karena waktu itu saya melihat dia mengantarkan pesanan cukup banyak.”

Poppy mengambil perlahan kartu nama yang Tomi letakkan di atas meja.

“Kamu langsung hubungi dia! Agar dia lebih cepat mengerjakan pesanan saya. Sebut saja nama saya pasti dia ingat.”

Sekretaris dengan blazer hitam itu mengangguk, “baik, Pak. Saya langsung menghubungi ibu ini.”

“Bagus, jangan membuat kesalahan lagi. Saya tidak mau pesta kantor kita berantakan.”

Poppy berdiri, “saya permisi dulu.” Sedikit membungkuk, lalu berjalan keluar dari ruangan Tomi.

“Semoga yang mengantarkan besok dia.” Terukir senyuman tipis di bibir bapak dua anak ini.

1
'Nchie
duh Sam manis banget sih kalo sama Adira...itu bokapmu kesurupan kali ya ngotot mau kawin lagi🤣🤣
'Nchie
kalo mama Winda masih terima pak Tomi ..aku kecewa deh sama mama...pak Tomi itu doyan kawin ..ntar kalo udah bosen pasti gitu lagi
'Nchie
jadi pengen nabok pak Tomi...itu istri udah 2 juga hadeuh
'Nchie
mama kan baru kenal sama pak Tomi jadi blm tau karakter pak Tomi seperti apa.. tanya istri nya juga dong atau tanya sama Sam...karena anak2 yg akan terluka
'Nchie
ah ini mah dasar pak Tomi doyan kawin 😤😤
'Nchie
nanti kamu nyesel loh sam
'Nchie
nanti kamu sendiri Dira ..hatimu udah suka sama Sam ..tapi kamu g nyadar
Trusthi Widhi
mood booster banget baca ini💝
Trusthi Widhi
tulisannya asyik untuk d baca❤️
👻Yusuf🦖
menarik
Adila Senja Zakeisha
Gak jelas banget nih orang tua.
yg salah dia kenapa anaknya yg kena dampak nya. siapa suru Uda tua masih jatuh cinta
pas di tipu marah".
Bundha Acha
udah thorrr,....si dira kan dapat pesangon tuh,....dah lah buat buka usaha rumah makan kecik kecilan
Naylatul Maufiroh
siiiiip
Amiek Susena
dira mah gak mau jujur, sebel aku
Amiek Susena
terimakasih otw season 2
Amiek Susena
suka banget thor jika ada seasen 2
Amiek Susena
winda mah gitu dia juga salah .. ngapainmain teriama saja ajakan tomi nikah , bukannya diselidiki dulu siapa tomi ... eehmalah sekarang anaknya yg dikorbanin karena dia kecewa gak jadi nikah sama tomi
Amiek Susena
thor di epusode ini aku berlinangan airmata duuuh nyesek banget
Amiek Susena
dasar tomi sibuaya darat sebel banget ....
Amiek Susena
jangan pisahin sam sama dira yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!