Berawal dari sikap sang istri yang selalu egois dan tidak lagi memberikan perhatian dan kasih sayang padanya. Membuat Reno, sosok suami yang awalnya baik dan penuh kasih sayang, pada akhirnya memilih mencari kesenangan diluar. Semua itu dia lakukan lantaran kesal, sebab sang istri yang diharapkan bisa memberikan perhatian dan kasih sayang, justru selalu mengecewakannya dan mengabaikannya, yang membuatnya merasa tidak dihargai lagi sebagai seorang suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Kitty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 32
Satu bulan berlalu, Wulan yang tengah hamil muda, jelas mendapat perhatian yang lebih dari Reno. Semakin hari semakin bertambah kasih sayang Reno pada Wulan, membuat Wulan benar-benar merasa bahagia dan terhindar dari stres.
"Sayang, aku berangkat dulu ya. Jaga anak kita baik-baik, jangan melakukan pekerjaan yang berat-berat ya, banyak-banyak istirahat. Satu lagi, jangan sembarangan makan ya, makan yang sehat-sehat aja dan yang bergizi. Ya sayang," ucap Reno yang lalu mencium kedua pipi Wulan, bibir Wulan dan yang terakhir kening, Wulan. Ciuman yang selalu Reno berikan setiap akan berangkat ke kantor.
"Iya sayang.. mas Reno juga hati-hati ya, semangat ya cari nafkah buat anak istri. Satu lagi, jangan nakal-nakal ya di kantor," ucap Wulan sambil memencet hidung Reno.
"Iya sayang, gak mungkin aku nakal-nakal di luar rumah, karena aku udah punya istri yang cantik, baik dan sempurna sepertimu. Ya udah, aku berangkat ya. Bye sayang.."
"Bye mas Reno.." jawab Wulan sambil melambaikan tangan.
Wulan pun kembali masuk ke dalam dan bersiap-siap mengantarkan Azam ke sekolah.
Di perjalanan, tiba-tiba handphone Reno berbunyi. Dilihatnya panggilan dari Melly, Reno sengaja membiarkannya dan tidak mengangkatnya, namun Melly tidak menyerah, dia terus saja menelpon Reno, sampai akhirnya Reno pun terpaksa mengangkatnya dengan perasaan kesal.
"Ada apa lagi sih Mel, aku sudah bilang, jangan ganggu lagi hidupku, ngerti gak sih kamu?" gerutu Reno.
"Sabar dong mas.. masih pagi nih, jangan marah-marah dong. Aku bukan mau gangguin kok, aku cuma mau ucapin selamat, q dengar Wulan hamil, apa itu benar mas?" tanya Melly.
"Iya benar dan aku sangat bahagia, akhirnya aku akan menjadi seorang ayah. Wulan memang istri yang sempurna, yang bisa memahami keinginan dan kebahagiaan seorang suami, tidak hanya mementingkan dirinya sendiri," ucap Reno yang sengaja menyindir Melly.
"Mas Reno nyindir Melly ya, maafin Melly ya mas. Tapi kalau mas Reno mau memberikan kesempatan sekali lagi buat Melly, Melly janji akan berubah mas. Melly akan menjadi istri yang baik dan nurut sama suami, Melly janji," rayu Melly.
"Kamu benar-benar sudah gila ya Mel, kita sudah sama-sama menikah, masih saja kamu berfikir mau kembali sama aku. Sekarang bukan hanya tentang aku dan kamu, ada Wulan, ada Alex. Lagian aku juga sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi sama kamu, rasa itu sudah lama hilang sejak kamu memilih meninggalkanku demi laki-laki lain," tegas Reno.
"Tapi aku mau mas jadi yang ke dua, jadi mas Reno tidak perlu menceraikan Wulan. Aku akan minta cerai dari Alex, kalau mas Reno mau kembali sama Melly," Melly terus berusaha membujuk Reno, namun bukannya menyetujuinya, Reno jelas semakin marah dengan ucapan Melly, yang dinilai telah mempermainkan sebuah pernikahan.
"Kamu benar-benar sudah tidak waras Mel, kamu kira pernikahan itu apa?permainan? yang bisa kamu mainkan sesukamu. Seandainya aku belum menikah, aku tetap tidak akan mau kembali padamu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau Mel, camkan itu!" bentak Reno yang langsung menutup telponnya dan kembali fokus menyetir.
Sementara itu di rumah Melly.
"Halo mas? mas, halo.. halo? kok dimatiin sih, orang belum selesai bicara juga. keterlaluan kamu mas. Sialan, Wulan beneran hamil, pasti makin tambah sayang tuh mas Reno sama Wulan. Heh!" Melly benar-benar tidak bisa menahan rasa kesalnya. Dia pun melempar benda yang ada di dekatnya untuk meluapkan emosinya.
semoga pengalaman Rudi bermanfaat untuk mu Alex
semangat Alex pikirkan dengan matang nasehat Alex