NovelToon NovelToon
Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:150.2k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat kemarahan petir surgawi saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.

Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya yang seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.

Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.


"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

"Syukurlah kalau Nona suka. Sebenarnya jarum-jarum ini butuh ketelitian ekstra karena ukurannya yang sangat kecil dan tipis. Tapi karena saya tahu Nona pasti pakai untuk hal yang baik, saya kerjakan dengan senang hati," jawab Pak Harun dengan senang.

Ghaizka mengangguk. Uang kemaren sudah cukupkan?" tanya Ghaizka.

"Jumlahnya lebih dari cukup kok! Silakan mampir lagi kalau butuh apa-apa ya!" kata Pak Harun dengan ramah.

"Baik," pamit Ghaizka singkat.

"Mari, Nona," kata Pak Harun.

Mereka pun berbalik arah, berjalan pulang.

Ghaizka membawa kotak kayu itu dan memasukkan ke dalam tasnya. Jarum baru ini akan sangat membantunya dalam pengobatan, dan juga bisa menjadi senjata mematikan jika ada orang jahat yang berani mengganggu mereka.

Tapi tiba-tiba saja ada masalah tak terduga.

Belum jauh mereka berjalan, tiba-tiba dari arah depan muncul tiga orang pria bertubuh kekar dengan wajah garang dan tatapan kurang baik.

Mereka berdiri menghadang jalan gang yang menuju jalan raya, mereka menyilang tangan di dada.

Ghaizka langsung mengerutkan keningnya.

"Heh... wanita dari mana kamu?" tanya salah satu dari mereka.

Ghaizka segera menarik tangan Gelsya dan menarik anak itu ke belakang tubuhnya, melindunginya.

Wajahnya berubah menjadi dingin dan waspada.

"Minggir. Jangan menghalangi jalan kami!" ucap Ghaizka datar.

Salah satu pria yang paling besar dan bertato di lengannya tertawa sinis, lalu melangkah maju mendekati Ghaizka.

"Waduh... galak sekali ya mulutnya, Cantik. Kami tidak mau menghalangi, kok. Kami cuma mau minta 'uang jaga jalan' saja. Karena kalian lewat wilayah kami, wajib bayar!" jawabnya sambil menatap Ghaizka dari ujung kaki sampai ke kepala tersenyum miring.

"Wilayah kalian? Jalan ini milik umum. Dan kami tidak membawa uang untuk diberikan pada pemalak seperti kalian. Minggir, atau jangan salahkan saya kalau kalian yang rugi," ancam Ghaizka dengan suara dingin.

"Wih, berani ya menantang kami?" pria itu tertawa keras.

"Lihat nih, dia bawa tas apa itu? Emas ya? Kasih sini sini! Atau kalau tidak ada uang, wanita cantik ikut kami saja jadi jaminan!" kata mereka terkekeh.

Mereka tertawa terbahak-bahak, merasa menang karena jumlah mereka lebih banyak dan bertubuh kuat.

Gelsya di belakang ibunya mulai gemetar ketakutan, tangannya mencengkeram kuat baju Ghaizka.

"Ma... Mama..." panggilnya takut.

Ghaizka menepuk pelan tangan putrinya untuk memberi ketenangan.

"Kalian benar-benar memilih waktu yang salah untuk mencari masalah... Saya sedang ingin pulang dengan tenang, tapi kalian yang meminta sakit," kata Ghaizka pelan.

"Dasar wanita kurang ajar! a berani sekali kau mengancam kami! Tangkap mereka!" bentak pria bertato itu, amarahnya meledak mendengar ucapan Ghaizka yang tidak mau menurut.

Tanpa aba-aba lagi, dua orang anak buahnya langsung menerjang maju. Mereka berniat menangkap Ghaizka dan merebut tas yang dibawanya.

"Gelsya, tutup mata sebentar ya," bisik Ghaizka, tanpa sedikit pun melirik ke belakang.

"I... Iya Ma..." jawab Gelsya kecil, segera memejamkan matanya erat-erat sambil memeluk tubuhnya sendiri.

SWISH!

Gerakan Ghaizka begitu cepat hingga meninggalkan bayangan.

Sebelum kedua pria itu sempat menyentuh ujung bajunya, tangan Ghaizka sudah bergerak cepat.

JLEB! JLEB!

Dua suara halus terdengar nyaris tak terdengar.

"ARGHHH?!"

Dua pria yang tadi berlari kencang itu tiba-tiba berhenti mendadak di tengah jalan.

Tubuh mereka kaku seperti patung, mulut mereka terbuka lebar namun tidak bisa mengeluarkan suara apa pun selain rintihan tertahan.

Mata mereka melotot kaget. Mereka merasa tubuh mereka tiba-tiba tidak bisa digerakkan sama sekali! Seperti ada sesuatu yang melumpuhkan seluruh otot mereka.

"Apa yang kalian tunggu?! Serang! Kenapa diam saja?!" teriak ketua mereka bingung melihat anak buahnya berdiri kaku seperti orang bodoh.

"Bodoh... lihat baik-baik," desis Ghaizka dingin.

Ia mengangkat tangannya sedikit, dan seketika kedua pria itu ambruk ke tanah secara bersamaan.

Mereka tidak pingsan, tapi mereka benar-benar tidak bisa bergerak atau berdiri lagi.

Jarum akupunktur baru Ghaizka menancap sempurna di titik saraf utama mereka, melumpuhkan fungsi tubuh sementara waktu.

Ghaizka tersenyum tipis, iq tak menduga jika kedua pria itu menjadi manusia percobaan untuk mencoba jarum Akupunturnya yang baru.

Sekarang hanya tersisa si ketua preman bertato itu sendirian. Wajahnya mulai berubah pucat melihat kekuatan mengerikan wanita di depannya itu.

"Kau... kau siapa sebenarnya?!" tanyanya mulai mundur selangkah, tangannya gemetar.

"Pertanyaan yang salah," jawab Ghaizka pelan.

Ia melangkah maju perlahan, mendekati pria besar itu yang kini mulai ketakutan setengah mati.

"Yang harus kalian tanya adalah... hukuman apa yang pantas untuk orang yang berani melakuka kejahatan?"

"Tidak! Jangan mendekat! Aku..."

BRUK!

Belum sempat pria itu selesai bicara atau mencoba lari, Ghaizka sudah berada tepat di hadapannya.

Dengan satu gerakan tangan yang cepat dan kuat, ia mencengkeram kerah baju pria itu, lalu membanting tubuh besarnya ke tanah dengan sangat mudah!

DUG!

Pria itu terhempas bahkan tidak sempat melihat bagaimana caranya bergerak.

Ghaizka lalu menginjak dada pria itu dengan kakinya yang kecil namun menekan dengan kekuatan yang luar biasa, membuatnya tidak bisa bernapas dan tidak bisa bergerak.

"Sekarang dengarkan baik-baik," ucap Ghaizka dingin

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

1
Maria Lina
makasih ya thor ud up bnyk 😍😍😍😍🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dewiendahsetiowati
bukan Alex Thor tapi Alzeo
Maria Lina
kok 1 thor lgi donk ya ya ya
Memyr 67
𝗍𝖺𝖻𝗂𝖻 𝖻𝖾𝗋𝗉𝖾𝗇𝗀𝖺𝗅𝖺𝗆𝖺𝗇 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁𝖺𝗇 𝗍𝖺𝗁𝗎𝗇 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖽𝗈𝗅𝗍𝖾𝗋 𝗒𝗀 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗉𝗋𝖺𝗄𝗍𝖾𝗄 𝖻𝖾𝖻𝖾𝗋𝖺𝗉𝖺 𝗍𝖺𝗁𝗎𝗇?
Cristina Billi
lanjut thor 🙏🙏/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Maria Lina
makasih ya thor ud up mau nya tambah lgi tbor n ngelunjak dikit ya thor hehe sbb dir kemarin"dikit"muluk up nya thor ya ya
less22: hiksss😭 ngelunjak 😒😒
total 1 replies
Maria Lina
bisa tambah thor hehe
irena
lanjut thor
Fahreziy
nexk
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
dih murah banget bayarannya GK sesuai dengan tenaga kerja 😆
sasa adzka
nahhhh ini yg aku suka MC nya langsung bertindak kejam😄😄😄
keren kak othor..
pertahankan sikap pemberani nya MC cewek nya klo bisa anak gadisnya ajarin beladiri juga😍😍😍
sasa adzka
baru mampir aku Thor..
semoga sampai tamat ya thor😍😍
aku lanjut baca lagi😍
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
nemu cerita ini, aku sub😍
Wak Ngat
bacanya seriuss thor eh cuma 1 up ,banyakin Napa thor
less22: nanti lagi ya kak, siang🤣🤣
total 1 replies
Maria Lina
ok tpi lusa nya double"ya thor hehe😍😍
less22: iya😭😭😭😭
total 1 replies
reaaannaaa
baiknya ghaizka lebih tegas,usir ajar jika gk suka simple tho dari pada sikap plin plan bikin bingung perasaan orang
Maria Lina
wlwk rasain kalian berdua
less22: kwkwkwkw
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗎𝖻𝗎𝗄 𝗄𝗎𝗇𝗒𝗂𝗍. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗁𝖺𝗅𝗎𝗌. 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗍𝗎 𝖻𝗎𝖻𝗎𝗄 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖽𝗂𝗁𝖺𝗅𝗎𝗌𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖺𝗀𝗂?
Maria Lina
lgi ya thore
less22: rahasia ilahi🤣🤣
total 5 replies
Memyr 67
𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖼𝖾𝗈, 𝗃𝖺𝖽𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖺𝗅𝗓𝖾𝗈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!