Sakit hati karena merasa dibohongi oleh semua orang, membuat gadis cantik bernama Ghayana Lestari Herlambang atau biasa dipanggil Ana memutuskan hidup seorang diri dinegara yang begitu asing.
Ana memutuskan untuk hidup seorang diri dinegara sakura, Jepang. Namun tanpa diduga duga, disana Ana bertemu dengan seorang pemuda bernama Reynaldi.
Seorang pria yang jauh lebih muda dari Ana, yang selalu saja bersikap konyol saat bersama dengannya namun hal itu membuat hati Ana kembali menghangat setelah sekian lama membeku karena sakit hati oleh pria bernama Revan.
Namun disaat Ana ingin mulai membuka hatinya kembali, Ana malah dipertemukan kembali dengan Revan yang saat ini sudah menyandang status duda tanpa anak.
Lalu, apakah Ana akan memilih untuk bersama kembali dengan Revan setelah pria itu kembali sendiri dan menyatakan perasaan cintanya??
Atau memilih bersama dengan Reynaldi yang sudah jelas jelas menyembuhkan luka hatinya??
Yukk ikuti kisah mereka disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.29
***
"Fin, Lo masih marah?"
"Lo pikir, siapa yang nggak kesel adiknya dijadikan objek fantasi liar, hhmm? Kalau itu terjadi pada Reyna, gue juga yakin kalau Lo akan semarah gue,"
"Iya, gue minta maaf. Sungguh, gue nggak ada niat buat lakuin itu. Semua itu terjadi murni dibawah alam kesadaran gue. Lo tahu sendirikan kalau gue udah berniat mengikhlaskan dan tidak akan ganggu kehidupan Ana lagi. Lah mana tahu bakalan mimpiin dia kaya___,"
"Stop, jangan bahas itu lagi, ok,"
"Ok, tapi maafin gue dong. Masa kita marahan terus, ini sudah satu minggu berlalu. Kok lo masih marah aja sih, lagian itu juga kan nggak disengaja Fin. Lo pikir enak apa mimpiin dia kaya gitu? Nggak Fin, yang ada malah nyesek tahu nggak. Udah seneng seneng, eh malah cuma mimpi doang,"
"Maksud lo apa ngomong kaya gitu? Jangan macam macam ya, kalau sampai lo macam macam sama adek gue, habis lo ditangan gue,"
"Nggaklah, gue bener bener sayang sama dia Fin. Gue pengen dia bahagia, tapi sialnya, gue pengen dia bahagia bareng gue,"
"Heh, bangsat. Jangan coba coba lo sakiti Ana lagi ya, cukup 6 tahun lalu dia tersakiti oleh tindakan kita yang bodoh. Kali ini, gue nggak akan izinkan lo deketin Ana lagi kalau lo cuma ngasih harapan palsu sama dia,"
"Kalau gue serius gimana?"
"Maksud lo?"
"Gue sayang sama dia Fin, gue nggak suka kalau dia deket sama cowok lain. Bahkan saat di Jepang kemari, gue bener bener nggak suka lihat dia dekat sama Rey. Gue bener bener selalu pengen marah jika Ana dekat dengan Rey atau pria lainnya. Tapi gue nggak bisa lakuin itu, nggak bisa marah atau mencegah itu karena kami tidak memiliki status spesial yang buat gue punya hak untuk marah saat dia deket sama cowok lain,"
Ghafin terdiam sejenak, entah apa yang harus dia lakukan sekarang. Yang pasti, saat ini Ghafin hanya ingin lebih mengedepankan kebahagiaan Ana.
"Semua gue kembalikan pada Ana Van. Meski gue sahabat lo, tapi apa yang terjadi pada hidup Ana, biarkan dia yang putuskan. Gue harap, Ana masih mempertimbangkan kehadiran lo dan mau memberi lo kesempatan ke dua. Tapi ingat, jika sekali lagi lo bikin dia nangis dan sakit. Gue akan jadi orang pertama yang menentang kehadiran lo dalam hidup Ana lagi, paham?"
"Iya, gue tahu. Tapi, please, kasih gue kesempatan buat deket lagi sama dia Fin, gue mohon,"
"Yang harus kasih lo kesempatan itu Ana, Revan. Bukan gue, gue hanya bisa mendukung apapun itu yang menjadi keputusan Ana. Jika Ana kelak kembali memilihmu, maka, tolong bahagiakan dia. Jangan biarkan dia pergi untuk kedua kalinya karena rasa kecewa dan sakit yang kita berikan padanya. Jika lo bener bener sayang sama Ana, buktikan itu dengan bahagiakan,"
"Itu, akan gue lakukan Fin. Percayalah, kali ini, gue bener bener menginginkan dia bukan sekedar menjadi seorang adik. Gue ingin dia jadi pasangan hidup gue, kini dan selamanya. Tapi,,,,"
Revan tiba tiba saja menjeda ucapan nya hingga membuat Ghafin mengerut kan dahinya.
"Tapi apa?"
"Apa dia mau menerima pria yang sudah pernah menikah dan pernah mencintai wanita lain?"
"Selama itu hanya jadi masa lalu buat lo dan lo tidak mempermainkan perasaan nya lagi, gue rasa. Itu bukan masalah besar untuk Ana. Semoga, perasaan nya pada lo masih sama seperti 6 tahun lalu,"
"Lo benar Fin, sekarang yang terpenting adalah perasaan dia. Semoga masih ada elah untuk aku kembali masuk kedalam hatinya, meski pun itu hanya sedikit, aku tidak akan menyia nyiakan nya lagi.".
*
***