Liu Kang, seorang pemuda yang di dalam tubuhnya terdapat roh iblis yang ditanam oleh Ayahnya harus menghadapi dan mempertahankan nyawanya dari aliansi Sekte aliran putih dan netral yang ingin mengambil nyawanya.
Di tengah itu semua, ternyata ada kelompok lain yang membahayakan nyawanya, lebih tepatnya Benua tempat ia tinggali.
Apakah yang harus dilakukan Liu Kang? Apakah dia akan berhasil menghadapinya, atau dia akan terbunuh? Akankah dia berhasil membereskan semua yang membahayakan nyawanya? Silahkan ikuti kisahnya...
****
Novel ini adalah novel asli karya Author.
Bila ada nama, tempat dan kesamaan tokoh dengan Novel lain itu hanyalah kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekte Tujuh Pedang Musnah
Semua anggota sekte Tujuh Pedang bertarung dengan jiwa yang membara. Dengan sebilah pedang yang berada di tangan mereka masing-masing, semuanya bertarung menghadapi musuh-musuh yang terdekat.
Walaupun demikian, sekte Tujuh Pedang tetap harus mengakui kekalahan mereka.
Saat ini, di tengah-tengah pertarungan tersebut, Patriak Xiao An sedang bertekuk lutut di hadapan tetua Shen dengan darah yang mengalir di sekujur tubuhnya. Nafasnya pun sudah memburu dan mulai terputus-putus. Banyak Qi yang terkuras akibat pertarungannya tersebut, tetapi dia tetap harus mengakui kehebatan tetua Shen.
"Dengan kematianmu, maka kami akan dengan mudah menaklukkan anggotamu yang tersisa." Seru tetua Shen dengan memegang sebuah pedang dan menghunuskannya kepada Patriak Xiao An.
******
Sebelumnya setelah kematian Xiao Rong, Patriak Xiao An mengutuk keras tetua Shen dan dia langsung menyerang pria itu.
Semua jurus dan semua sihir elemen yang dia miliki dia keluarkan. Patriak Xiao An bertarung seperti kehilangan akalnya. Dia tidak terlalu perduli dengan nyawanya lagi, dalam pikirannya hanya satu, membunuh tetua Shen.
Tetapi dengan cara bertarung seperti itu, bukannya berdampak baik baginya, malah tetua Shen dengan mudah mengalahkannya dan berhasil membuatnya tidak bisa bergerak dalam posisi berlutut.
Tetua Shen mengangkat pedangnya dan dalaam tarikan nafas selanjutnya kepala Patriak Xiao An terlepas dari tempatnya dan menggelinding ke tanah.
Semua orang melihat kejadian tersebut, suasana menjadi hening seketika. Tidak ada yang bergerak maupun bersuara. Untuk bernafas saja mereka lakukan dengan hati-hati.
Dengan kekuatan yang tersisa, mereka kembali bertarung dengan pasukan aliansi Sekte aliran putih dan netral. Mereka berharap bisa membawa cukup banyak pasukan aliansi tersebut mati bersama mereka.
Pertarungan terjadi hingga malam hari, tetapi pada akhirnya semua anggota sekte Tujuh Pedang tewas. Yang ikut bertarung hari itu tidak ada yang keluar hidup-hidup.
"Sebarkan informasi bahwa aliansi Sekte aliran putih dan netral melenyapkan sekte Tujuh Pedang karena sekte ini bekerja sama dengan Liu Kang dan Liu Zeng. Buronan nomor satu Benua Matahari Barat!" Seru lantang tetua Shen menggunakan Qi nya. Dengan demikian semua orang bisa mendengarnya.
Setelah pertempuran selesai, seluruh pasukan aliansi Sekte aliran putih dan netral pergi meninggalkan tempat itu.
*****
Ye Xiu, murid paling berbakat sekte Tujuh Pedang sekaligus pengkhianatan sekte itu yang membuat mereka musnah ternyata tidak meninggalkan pertarungan tersebut.
Dia sadar jika berniat kabur tentunya dia tidak akan bisa melakukannya.
Ye Xiu langsung memutar otaknya, dia melihat sekelilingnya sedang sibuk dengan musuh mereka masing-masing.
Melihat hal tersebut, dengan cepat Ye Xiu membaringkan tubuhnya dan mengambil darah anggota sekte Tujuh Pedang yang sudah tewas di dekatnya.
Dia menggunakan darah tersebut untuk menutupi tubuhnya. Dengan begitu maka pasukan aliansi Sekte aliran putih dan netral akan menganggapnya sudah mati.
Ye Xiu menutup matanya, dia hanya menggunakan telinganya untuk mengetahui apa yang terjadi.
Saat dia mendengar teriakan Xiao Rong sebenarnya dia ingin membuka matanya, tetapi itu tidak dia lakukan karena keinginan dia hidup lebih kuat daripada perasaannya kepada Xiao Rong. Akhirnya dia hanya bisa pasrah dan mendengarkan semua pertarungan demi pertarungan dan pada akhirnya dia tidak mendengar lagi satupun suara.
Saat dia mengira bahwa pertarungan sudah selesai, dia membuka sebelah matanya dan benar saja, tidak ada lagi pasukan aliansi Sekte aliran putih dan netral yang berada disana.
Melihat hal tersebut, Ye Xiu bangkit secara perlahan-lahan. Dia mengawasi sekitarnya, siapa tahu ada yang masih hidup.
Ternyata tidak ada lagi Saudara-Saudarinya yang hidup. Mereka semuanya tewas!
Ye Xiu menjadi berlutut, dia sungguh menyesali perbuatannya. Tetapi penyesalannya tentu saja sudah terlambat. Memang penyesalan itu selalu datang di akhir.
Dia bersujud tiga kali di hadapan ribuan mayat tersebut dan bergumam, "Maafkan aku, aku akan membalaskan dendam ini!"
Setelah semuanya selesai, Ye Xiu langsung bergegas pergi meninggalkan tempat itu, takutnya masih ada pasukan aliansi yang tersisa. Bahkan dia tidak berniat mencari keberadaan Xiao Rong.
Setelah kepergian Ye Xiu, beberapa saat kemudian terjadi sesuatu yang aneh. Langit yang gelap tiba-tiba menjadi terang. Setelah itu, langit pun menjadi terbelah dua dan terlihat sebuah cahaya yang sangat terang dengan sangat cepat turun ke bumi.
Cahaya tersebut mendarat di tempat ribuan mayat yang tergeletak akibat pertempuran antara aliansi Sekte aliran putih dan netral dengan sekte Tujuh Pedang sebelumnya.
Dalam beberapa tarikan nafas selanjutnya, cahaya tersebut perlahan-lahan mulai memudar dan pada akhirnya menghilang.
Terlihat seorang sosok pemuda tampan nan berwibawa serta wajahnya berkarisma dan memancarkan cahaya dari bekas cahaya sebelumnya.
Dia menggelengkan kepalanya setelah melihat ribuan mayat di hadapannya tersebut.
"Dunia bawah memang sangat buruk. Semua yang terdapat di dalamnya penuh dengan nafsu serakah dan siasat. Jika dibiarkan terus terjadi maka hanya menunggu waktu dunia ini akan hancur." Ucapnya pelan.
Perlahan-lahan dia mulai melayang di udara dan beberapa saat kemudian berada tepat di depan tubuh Xiao Rong.
"Kau akan ku bawa ke sebuah tempat yang bisa mengawetkan tubuhmu. Aku juga akan membuat jantungmu terus berjalan agar kau tidak mati." Pemuda itu mengangkat tangannya dan melepaskan sebuah cahaya ke dalam tubuh Xiao Rong.
"Suatu hari nanti kau bisa hidup kembali saat Liu Kang berhasil menyelamatkan dunia ini dari kehancuran.
Dirimu lah yang akan menjadi semangatnya untuk mencapai tujuan tersebut dan menjadi kuat." Pemuda itu mengibaskan tangannya dan seketika tubuh Xiao Rong menghilang dari tempat itu.
"Sebaiknya aku menunggu kedatangan Liu Kang dan memberi sesuatu untuk menambah sedikit kekuatannya." Pemuda itu kembali melayang di udara dan perlahan-lahan menghilang dari pandangan.
Seminggu kemudian Benua Matahari Barat di gegerkan dengan berita kehancuran sekte Tujuh Pedang yang di akibatkan oleh aliansi Sekte aliran putih dan netral tersebut.
*****
Setelah keberhasilan mereka membantu kota Awan Putih, Liu Kang dan Yin bersaudara memutuskan untuk kembali ke sekte.
Saat di perjalanan, tepatnya di tengah Hutan Kematian, tiba-tiba ada sepuluh orang muncul di hadapan mereka.
Dari pakaian yang mereka kenakan, Liu Kang dan Yin bersaudara mengetahui identitas mereka.
"Anggota Kelompok Gagak Merah!" Seru ketiganya bersamaan. Ketiganya terkejut dengan kemunculan sepuluh orang tersebut. Hal itu terjadi bukan karena jumlah mereka, tetapi karena kekuatan yang dipancarkan mereka.
Baik Liu Kang maupun Yin bersaudara tidak bisa membaca tingkat praktik mereka. Yang ketiganya pikirkan adalah kekuatan orang-orang yang menghadang mereka kali ini jauh tinggi dibandingkan mereka.
"Kalian tentu menyadari bukan tujuan kami menghadang kalian. Kalian juga tentu menyadari bahwa kekuatan kami jauh di atas kalian.
Jadi sebaiknya kalian tidak melawan, dengan itu kami akan menghabisi kalian dengan cepat dan tidak merasakan kesakitan." Seru salah satu dari sepuluh orang tersebut.
"Kami melawan ataupun tidak melawan pun kalian akan membunuh kami? Kalau begitu kalian tidak akan mudah melakukannya!" Yin Shou berseru lantang. Dalam detik selanjutnya, dia menarik pedang dari sarungnya.
"Hadapi mereka dan pikirkan cara untuk membuat celah untuk kabur!" Bisik Yin Shou kepada Yin Dan serta Liu Kang.
Ketiganya jelas mengetahui bahwa mereka bukanlah tandingan dari sepuluh orang itu.
Cukup satu orang saja dari mereka yang maju, sudah bisa dipastikan Liu Kang dan Yin bersaudara akan kehilangan nyawanya.
Menurut Yin Shou, kelompok Gagak Merah ini cukup gila dengan mengirim sepuluh kultivator praktik Penempaan Qi tingkat sepuluh akhir untuk membunuh mereka.
Akhirnya dengan segenap kemampuan mereka, ketiganya melesat maju menyerang ke arah sepuluh orang tersebut.
walet musim kawin