NovelToon NovelToon
Pendekar Agung

Pendekar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Spiritual / Reinkarnasi / System / Fantasi Timur
Popularitas:222.5k
Nilai: 4.5
Nama Author: hdibibu

Xu Feng bertransmigrasi ke dunia seni bela diri dan menjadi seorang murid luar sekte Teratai.

Di dunia yang penuh dengan monster dan perselisihan berbagai faksi, dimana kekuatan adalah tolak ukur utama, Xu Feng menumbuhkan keinginan untuk menjadi yang terkuat.

Saksikan bagaimana Xu Feng, seorang pria biasa mengukir legendanya sendiri di dunia ini!!


Kalau suka jangan lupa like, vote dan share ya! Dukungan teman-teman adalah motivasi terbesar bagi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 32 - Menjelang Upacara

“Sesuai keinginan anda.” Xue Lan mengangguk, dia juga memahami maksud dari tindakan Xu Feng dan tidak bertanya lebih jauh lagi.

“Senior Xu, aku harap anda bersedia meluangkan waktu untuk tampil di depan umum.” Xue Lan teringat sesuatu dan menyebut bahwa dia berencana agar Xu Feng menunjukkan wajahnya secara resmi sebagai Pelindung Desa Xue.

“Tidak masalah, kau urus saja semuanya.” Xu Feng melambaikan tangannya dengan santai, dia menatap Xue Lan dengan tatapan yang dalam.

Atas kemauan Xu Feng, Xue Lan tersenyum lebar, matanya memancarkan kilatan sesaat. Dia menyadari bahwa Xu Feng mengetahui maksudnya, yang membuat wajah lelaki itu penuh penghormatan.

Maksud dari tindakannya secara alami untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa mereka saat ini sudah dilindungi oleh seorang pengendali puncak Tahap Ketiga, dia ingin memberi pesan sederhana kepada orang-orang yang berniat buruk terhadap Desa Xue melalui upacara itu.

Dikombinasikan dengan cerita pertarungan yang terjadi kemarin, Xue Lan percaya mereka akan berpikir dua kali di masa depan sebelum bertindak.

Hanya orang bodoh yang mencoba mengusik sosok yang kemungkinan akan menjadi ahli hebat di masa depan.

“Mari kita lihat siapa lagi yang mencoba bermain setelah ini.” Xue Lan tersenyum dingin, dia merasa sudah waktunya desa mereka melakukan manuver pembalikan yang luar biasa.

Xue Lan memberi hormat sederhana sebelum pergi terburu-buru, dia ingin mempersiapkan segalanya secepat mungkin.

………..

Hari yang baru tiba. Xu Feng saat ini tengah berlatih ilmu pedang di halaman Villa, sekujur tubuhnya basah oleh keringat. Meski mempunyai panel, Xu Feng berpikir tidak ada salahnya untuk mengasah tekniknya sendiri, dia setidaknya dapat mengisi waktu luangnya ketika bosan.

Postur dan gerakan Xu Feng terlihat sangat alami, setiap tebasannya seperti sebuah karya seni yang elegan. Tidak ada kekakuan, dia bergerak begitu lembut seperti air yang mengalir.

“Ilmu pedang senior sangat membuka mata..” Huo Tin mendecak kagum, dia baru saja tiba untuk mengunjungi Xu Feng dan tanpa sengaja menyaksikan latihan pemuda itu.

“Aku tidak tau ilmu pedang apa yang dia kuasai?” Xue Gong bergumam dengan rasa ingin tahu, dia telah bertemu dan menyaksikan banyak kultivator dengan ilmu pedang tapi ini adalah pertama kalinya dia melihat ilmu pedang seperti itu.

Dia merasakan ketajaman dan kekuatan yang besar di balik gerakan yang terlihat elegan dan lemah itu.

Sungguh definisi harimau yang bersembunyi di kulit domba!

“Apakah Senior Xu sehebat itu?”

Ding Xiang mau tidak mau melirik mereka dengan heran, dia adalah orang biasa yang belum memasuki jalur kultivasi, pemahamannya tentang sebuah teknik pada dasarnya nol.

“Nona Ding, Senior Xu lebih hebat dari yang anda pikirkan. Dia sudah menguasai dua teknik, dan aku mendengar teknik gerakannya sudah berada di tingkat menengah. Apalagi aku yakin ilmu pedangnya sudah di tingkat master meski dia tidak mau mengakuinya.” Huo Tin bergumam pelan, wajahnya masih takjub setiap kali mengingat prestasi ini.

“Coba pikirkan, penguasaannya terhadap teknik saja sudah lebih tinggi dari Patriark kami, dan umurnya baru 18 tahun!”

Huo Tin menghela napas ringan, dia merasa semakin tua dan tidak lagi memahami arti jenius yang sesungguhnya. Patriark Huo Teng dengan dua tekniknya saja masih berada di tingkat lanjutan, mencapai tingkat master suatu teknik adalah mimpi yang masih terlalu jauh bahkan untuk Patriarknya.

“Belum lagi dia sudah berada di puncak Tahap Ketiga..” Pada titik ini, Huo Tin tidak lagi bisa  menggambarkan seperti apa perasannya, dia bahkan tidak bisa tidur sepanjang malam ketika mengetahui semua kebenaran itu.

“Aku tidak mengerti tapi setidaknya Desa Xue akan aman mulai saat ini bukan?” Ding Xiang bertanya polos yang segera menyebabkan Huo Tin dan Xue Gong saling melirik dan tertawa kecil.

“Bukan aman lagi, Desa Xue kita pasti akan melambung tinggi selama Senior Xu masih hidup! Anda tidak perlu lagi khawatir.”

Xue Gong menatap Ding Xiang geli dan menepuk kepalanya dengah hangat, dia merasa nona ini benar-benar beruntung bisa meyakinkan Xu Feng melindungi desa mereka.

“Hmm??”

Xu Feng mendengar bisikan percakapan di antara mereka dan segera kehilangan fokusnya.

“Aku tidak menyadari kedatangan kalian..” Xu Feng menoleh dan tertawa kering.

“Senior Xu, maaf atas sikap tidak sopan kami.” Huo Tin mengatupkan tangannya dan menundukkan kepala, dia merasa tidak enak karena bukan hal yang baik memata-matai latihan seseorang.

“Nah bukan masalah yang besar.”

Xu Feng melambaikan tangannya acuh tak acuh. Namun ketika tatapannya tertuju pada sosok Ding Xiang yang tertutup jubah, Xu Feng segera buru-buru mengalihkan pandangannya dengan canggung.

Dia tidak pernah bisa melupakan sosok di balik jubah itu. Xu Feng bahkan merasa kewalahan setiap kali Ding Xiang mendekatinya selama perjamuan kemarin malam. Tekadnya akan habis jika terus bersama gadis itu.

Huo Tin secara alami memahami dari sudut berbeda dan berpikir Xu Feng tidak nyaman dengan rumor tentang Ding Xiang.

Dia juga tidak ingin menyalahkan pemuda itu, setidaknya Xu Feng tidak melakukan hal yang berlebihan yang dapat mempermalukan gadis malang tersebut.

“Apa tujuan kalian datang ke sini?”

Xu Feng mengambil kain dan mengelap keringat dari wajahnya sebelum menyarungkan pedangnya.

“Senior Xu, upacara sudah disiapkan. Perwakilan dari berbagai desa yang diundang juga telah tiba pagi tadi.” Ding Xiang melangkah maju menghampiri Xu Feng, suaranya yang serak tidak menganggu mereka bertiga sama sekali.

“Baik, izinkan aku bersiap-siap terlebih dahulu.” Xu Feng mengangguk dan segera mandi sebelum mengganti pakaiannya dengan jubah putih bersih yang telah disiapkan oleh Klan Xue.

Ding Xiang adalah orang yang ngotot mengenai hal itu, dia secara pribadi mengajukan diri untuk mengurus semua kebutuhan Xu Feng yang menyebabkan banyak orang merasa bingung.

Orang-orang awalnya khawatir Ding Xiang akan menganggu namun Xu Feng menyebut bahwa dia tidak masalah dengan itu. Ini hanyalah masalah mempersiapkan pakaian dan makanannya, dia tidak peduli mengenai siapa yang akan bertanggung jawab.

Dan juga, nalurinya terus memberitahunya bahwa akan menjadi hal buruk jika dia menolak. Xu Feng sejujurnya kadang bingung mengapa nalurinya sering aktif sejak berada di Desa Xue.

Xu Feng adalah pria yang belum pernah berhubungan dengan wanita, baik di dunia ini maupun di kehidupan sebelumnya. Dia secara alami tidak memahami hal-hal yang berkaitan dengan gadis.

“Hahaha Senior Xu, anda terlihat tampan dengan pakaian itu.”

Huo Tin tertawa menggoda ketika Xu Feng berjalan keluar dari Villa, rambut peraknya yang masih basah dan sedikit acak-acakan membawa godaan tersendiri yang mampu menarik perhatian para gadis, jubah putih yang dia pakai semakin melengkapi penampilannya yang tenang. Dia terlihat seperti pemuda yang dewasa dan bermartabat.

“Ayo pergi!” Xu Feng menghiraukan apa yang Huo Tin katakan dan segera berjalan menuju lokasi upacara. Dia berjalan paling depan dan didampingi oleh Ding Xiang, di belakang mereka adalah Huo Tin dan Xue Gong, dua Tetua Pertama dari kedua desa.

Sebagai Putri Patriark, Ding Xiang mewarisi posisi ayahnya sebagai penerus, dia tentu perlu berada di sisi Xu Feng selama upacara.

Dalam perjalanan, Xu Feng merasa sedikit canggung, dia menyadari bahwa Ding Xiang sering menoleh ke arahnya dan memperhatikannya dari atas ke bawah, seolah mencoba menilai penampilannya.

1
Joe Maggot Curvanord
kenapa tidak mau jadi alkemis
Dudun Ferduzi
terlalu bertele2 alurnya
saa
mengatakan
adi ambara
nak pergi gubuk saje..pnjang cerita..thor ni melebih lebihkan kenapa
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya iblis penyerap darah🙏
total 1 replies
Alfatar Mujaky
Biasa
Alfatar Mujaky
Buruk
Jimmy Avolution
up...up...up ..
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
kaaaaabbbbuuurrr lagi...😀
Jimmy Avolution
dan pada akhirnya MC kabur juga...


berarti pengorbanan ketua cabang sia-sia...

pihak kuat musuh gk ada yang mati....

🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Jimmy Avolution
lama
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
ayo
Jimmy Avolution
jossss
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
josss
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
josss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!