"Apa ini? ternyata selama ini kamu selingkuh di belakangku? setelah apa yang aku berikan padamu?"
Fee melempar foto-foto mesra Ronald bersama dengan Dinda, sekretaris pribadinya.
"Aku minta maaf, aku khilaf. Tapi aku tidak bisa melepasnya begitu saja, karena dia sedang hamil anakku?"
Fee tersenyum sinis," apa kamu yakin jika ia hamil anakmu?"
PLAk!
Satu tamparan mendarat di pipi Fee.
"Baiklah, kalau begitu!"
Apakah yang akan di lakukan oleh, Fee pada Ronald dan Dinda?"
Mari kita simak kisah Fee, yang tegar menghadapi permasalahan hidupnya karena di hianati suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha Yang Gagal
Fee dan Boby saling berpandangan satu sama lain. Mereka tidak menyangka jika Bu Nina mendengar semua pembicaraan mereka berdua.
Fee juga nggak menyangka jika Bu Nina sejalan dengan pemikirannya yang curiga pada Elsa.
"Fee-Boby, ibu lebih memihak pada kalian berdua. Dan sepertinya kecurigaan ibu pada Elsa ada benarnya juga. Ada yang tidak beres dengannya. Boby, masa iya kamu tidak bisa merasakannya? seperti yang dirasakan oleh Fee dan ibu terhadap Elsa? Padahal kamu tumbuh besar bersama dengan Elsa. Seharusnya kamu lebih peka tentang hal ini Boby."
Boby diam saja, ia seperti sedang merenung memikirkan segala yang dikatakan oleh Bu Nina. Ia memang tidak sepeka Fee dan juga Bu Nina.
"Aku minta maaf, bu-Fee. Aku baru menyadari bahwa aku memang tidak peka. Aku janji kali ini tidak akan ceroboh kembali. Aku akan waspada dan berhati-hati terhadap ancaman dari Elsa."
"Ibu, apa nggak sebaiknya tabungan ibu tidak usah di gunakan untuk kebutuhan kami berdua?"
"Jika ibu ingin membantu usaha jual beli online yang akan di laksanakan oleh Fee, aku setuju saja."
Walaupun Boby sudah mengatakan hal itu tetapi Bu Nina akan tetap pada pendiriannya untuk menggunakan uang tabungannya guna membantu Fee. Hingga Fee dan Boby sudah tidak bisa berkata lagi. Hanya saja di dalam hati Fee ia berjanji," aku akan mengganti tabungan Bu Nina. Ya Allah, semoga niat baikku mendapatkan dukungan dariMu. Dan semoga usaha on lineku membuahkan hasil."
Esok harinya, usaha dan rencana yang sudah di persiapkan segera di jalankan. Bu Nina memberikan uang tabungan yang ternyata tidak sedikit jumlahnya kepada Fee dan Boby. Uang itu digunakan untuk menyewa banyak orang untuk memperketat penjagaan di rumah Boby. Bahkan orang-orang tersebut adalah orang yang sangat terpilih.
Fee juga mulai untuk usaha on linenya, dibantu oleh Bu Nina. Semua berjalan dengan lancar tidak ada halangan. Dan Boby juga selalu mawas diri terhadap dirinya sendiri karena ia tidak ingin hal buruk juga terjadi pada dirinya karena ulah Elsa.
Disaat Boby akan berangkat ke bengkel, tiba-tiba dia di serang oleh segerombolan orang. Tetapi dia sudah bisa menebak segala kemungkinan untuk dirinya. Hingga ia bisa melawan orang-orang jahat suruhan dari orang bayaran Elsa.
Bahkan Boby tidak sendirian, ia dibantu ke beberapa anak buahnya yang selalu waspada mengikuti dirinya karena untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan. Hingga usaha penjahat itu tidak berhasil sama sekali. Semua lari tunggang langgang pada saat Boby dan beberapa anak buahnya ingin menangkap salah satu diantara mereka.
"Sialan, ternyata pemuda itu tidak sebodoh yang aku kira! disamping dia pintar bela diri, dia juga punya banyak anak buah! jika seperti ini aku tidak akan berhasil untuk bisa menyingkirkan dirinya!" oceh pria bayaran Elsa yang saat ini babdk belur.
Bahkan ia memutuskan untuk mundur saja dan tidak melanjutkan niatnya untuk membantu Elsa. Ia segera menghadap Elsa saat itu juga.
"Non, aku minta maaf. Sepertinya aku tidak akan melanjutkan membantu anda karena aku rasa tidak akan sanggup melawan target yang ternyata punya banyak anak buah," ucapnya seraya meringis kesakitan menahan rasa lara karena luka memar yang ada di wajahnya.
Elsa sontak saja kesal," bodoh, badan saja yang gede tapi nyali nol! masa iya kalah telak hanya dalam waktu sekejap saja!? memangnya kamu melawannya seorang diri? kamu juga membawa para anak buahmu bukan? ini menandakan jika kamu dan anak buahmu yang tidak punya nyali!!"
Pria tersebut merasa terhina dan mengepalkan tinjunya dan pada saat ia akan mengamuk, justru ia di hajar habis-habisan oleh para body guard Elsa hingga bertambah babak belur beserta para anak buahnya.
Pria itu bahkan tidak di bayar sepeserpun, ia malah di usir dengan tidak hormat oleh Elsa.
"Kurang ajar! awas ya kamu, aku akan membalas penghinaan darimu! dasar wanita kejam dan jahat!" ocehnya sebelum pergi.
Dengan langkah tertatih pria ini dan beberapa anak buahnya kembali ke rumah. Pada saat pria ini pulang ke rumah dengan kondisi babak belur, sang istri marah besar.
"Astaghfirullah aladzim, Mas Prio! kamu belum berubah juga ya? apa kamu nggak melihat jika aku sedang hamil besar seperti ini? sudah berapa kali aku katakan supaya kamu mencari pekerjaan yang halal. Jika seperti ini terus menerus, sebaiknya aku pergi saja dari kehidupanmu dan aku juga akan membawa pergi anak ini!"
Prio bersimpuh di kaki sang istri," maafkan aku sayang. Tolong jangan pergi dari kehidupanku, aku janji tidak akan bekerja seperti ini lagi. Aku janji akan berubah demi kamu dan calon anak kita."
Sang istri begitu kesal," berapa kali kamu berjanji seperti ini tetapi selalu saja kamu ingkari! ini kesempatan terakhir untukmu mas?jika ternyata kamu berbohong lagi dan ingkar janji padaku, aku tidak segan-segan pergi jauh dari hidupmu!"
Prio berperawakan tinggi tegap seperti Boby, tetapi ia takut sekali pada istrinya. Ia memang selalu ingkar janji. Ia bekerja hanya mengandalkan postur tubuhnya yang kekar dan penuh tato. Pada dasarnya nyalinya nol.
Sementara Elsa terus saja marah-marah, karena salah pilih orang untuk menyingkirkan Boby.
"Sialan, ternyata Prio itu tidak sehebat yang aku dengar dari orang-orang! ternyata ia hanya seorang pria pecundang saja!"
"Aku juga heran, bagaimana mungkin Boby punya banyak anak buah. Karena yang aku tahu saat ini semua anak buahnya di tugaskan untuk menjaga rumahnya. Wahhhh... mungkin saja saat ini rumahnya tidak ada yang menjaga, karena semua bersama dengan Boby."
Elsa pun beranggapan salah, hingga ia nekad memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menyerang rumah Boby.
Dan pada saat Elsa mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menyerang rumah Boby. Hal ini bertepatan dengan pulangnya Boby bersama dengan beberapa anak buahnya.
"Heh, siapa kalian?"
Salah satu anak buah yang ada di rumah Boby melihat beberapa orang yang mendekat. Terjadilah bfju hantam kembali. Boby dan anak buah yang baru saja datang, diam saja melihat pertarungan sengit tersebut.
Karena semua orang bayaran yang berada di rumah Boby memang kuat dan tangguh. Hanya dalam waktu sekejap saja para anak buah Elsa kalah telak dan lari tunggang langgang.
Boby melangkah menuju ke dalam rumah, Fee dan Bu Nina yang melihat Boby babak belur merasa heran. Karena mereka tidak mendengar pertikaian yang terjadi di pelataran rumah.
'Mas, apa yang terjadi padamu?"
Boby menceritakan bahwa ia di serang pada segerombolan orang pada saat akan ke bengkel. Hingga ia mengurungkan niatnya untuk ke bengkel karena gelisah memikirkan Fee.
Dan apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi. Dimana pada saat ia pulang, ada beberapa orang menyerang juga.
Fee terperangah," saran Bu Nina ada benarnya juga. Ternyata orang-orang itu tidak hanya menyerang Mas Boby tetapi juga menyerang ke rumah. Pasti mereka itu suruhsn dari seseorang yang ingin melihat Mas Boby dan aku celaka."
"Benar sekali, sayang. Orang itu tidak hanya mengharapkan diriku celaka tapi juga dirimu. Terima kasih, Bu Nina atas sarannya untuk kita selalu waspada dan berhati-hati," ucap Boby.
Sementara kembali lagi Elsa kesal, mengetahui jika di rumah Boby juga banyak penjagaan. Dia tidak menyangka sama sekali jika musuhnya juga punya banyak anak buah.
"Bagaimana ini? jika seperti ini aku tidak akan berhasil menyingkirkan Boby dan Fee! padahal aku ingin sekali melihat kematian mereka! harus dengan cara apa aku menyingkirkan mereka ya?"
Emosi, kemarahan bercampur jadi satu di dalam hati Elsa. Ia mengamuk mengacak-ngacak seisi ruangannya. Ia sudah tidak bisa menahan kekesalan dirinya.