NovelToon NovelToon
Snow In Paris

Snow In Paris

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:79.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Snow Tierra Arashi, seorang host terkenal yang menikah dengan seorang arsitek muda bernama Panutan Aaric Semesta.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, jika kehidupan pernikahannya ternyata jauh dari kata bahagia, lantara ibu mertua dan adik iparnya selalu ikut campur dalam persoalan rumah tangganya.

Akankah Snow akan bertahan dengan rumah tangganya atau ia justru akan kembali pada Calla Nirwana, mantan kekasihnya yang masih begitu mencintai Snow?

Selengkapnya hanya di novel Snow in Paris.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 32

Jika tadi saat berkumpul bersama para asisten rumah tangganya Snow bisa tersenyum lebar, seolah tak ada beban masalah yang di pikulnya, lain halnya ketika dirinya kembali masuk ke kamar.

Snow kembali melamun di depan balkon sembari memikirkan mengapa Aaric tak mengizinkan ibunya masuk dan menemuinya? Padahal ibundanya sudah datang jauh-jauh dari Bandung. Mengapa Aaric bisa setega itu membuang makanan yang ibunya berikan kedalam tempat sampah? Snow tahu pasyi jika ibundanya telah susah payah membuatkan masakan sebanyak itu untuk dirinya.

Pertanyaan-pertanyaan di benaknya itu membuat Snow marah dan benci kepada suaminya. "Padahal selama ini aku selalu berusaha menghormati mommynya, walaupun mommy tidak pernah berlaku baik terhadapku," gumam Snow. "Kamu tega mas Aaric..." buliran-buliran bening mulai jatuh di pipinya.

Ia membayangkan bagaimana kecewanya ibundanya telah jauh-jauh datang ke Jakarta namun tak bisa menemuinya. "Apa yang di katakan mas Aaric kepada ibu?" ia khawatir Aaric melukai perasaan ibundanya.

Di tengah lamunannya, tiba-tiba saja Aaric datang menghampirinya. "Malam sayang," sapanya dengan senyuman manisnya sembari memberi kode kepada bik Nanik untuk keluar dari kamar istrinya. "Bagaimana harimu? Menyenangkan?" tanya Aaric, ia hendak mencium pipi Snow, namun Snow menghindarinya.

"Kenapa kau mengusir ibuku?" tanya Snow tanpa berbasa-basi, kali ini ia sudah tidak bisa bersabar lagi, sebab Aaric telah berani mengusir ibundanya.

Aaric memasang wajah polosnya, seolah ia tak mengerti apa yang Snow katakan. "Kamu ini kenapa lagi sih sayang?" ia mencoba mengelus kepala Snow, namu dengan cepat Snow menepisnya. "Aku itu baru pulang kerja loh, bukannya di sambut dengan senyuman dan pelukan malah di bentak-bentak gitu," protes Aaric dengan nanda manjanya.

"Mas Aaric enggak usah pura-pura enggak tahu deh. Tadi pagi mas Aaric sengaja kan minta aku untuk tidak mengantar mas Aaric ke teras karena mas Aaric tahu ibuku ada di depan dan mas Aaric mau mengusirnya? Apa salah ibuku, sampai tega-teganya mas Aaric mengusir ibu seperti itu?"

"Kamu ini ngomong apa sih Snow, tadi pagi aku menyuruhmu berjemur di belakang agar tubuh dan wajahmu lebih segar. Lagi pula siapa yang mengusir ibu? Memangnya ibu kesini?" Aaric masih mencoba menyangkal dan berpura-pura tidak tahu. "Sudahlah, kamu ini kebanyakan berhalusinasi yang tidak-tidak. Aku janji padamu, weekend ini akan menemani u jalan-jalan kemana pun kamu mau, agar pikiran kamu bisa lebih fresh dan tidak berhalusinasi yang tidak-tidak lagi."

"Halusinasi katamu??" Snow beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia mengambil tas rajut miliknya dan mengacungkan di hadapan Aaric. "Ini apa mas? Kau membuang tas ibu yang berisi makanan ke dalam tempat sampah depan."

Aaric sedikit terkejut, namun ia masih berusaha mencoba untuk terlihat santai menanggapi istrinya yang sudah berapi-apai "Come on Snow, tas itu bisa di miliki oleh siapapun di dunia ini. Mungkin saja tadi ada orang lewat yang membuangnya di depan rumah kita. Sudahlah, aku baru pulang kerja, dan aku benar-benar lelah jadi tolong jangan membuat masalah," ia membalik tubuhnya hendak melangkah keluar kamar, namun Snow mencegahnya. "Tunggu dulu mas!!"

Snow masih belum puas menginterogasi suaminya, ia mengiginkan Aaric mengaku dan memberikan penjelasan yang masuk akal mengapa ia sampai tega berbuat seperti itu kepada ibu kandungnya. "Aku belum selesai!!" Snow menarik lengan Aaric, menahannya pergi. "Tas rajut ini aku yang membuatnya sendiri, dengan tanganku sendiri!! Sehingga mustahil rasanya jika ada yang menyamai warna motif dan bahkan hingga detailnya. Aku juga hafal bagaimana rasa masakan ibuku."Teriaknya.

"Lebih baik mas Aaric mengaku saja kalau mas Aaric mengusir ibuku dan membuang makanan ibuku ke tempat sampah," Snow terus mendesak Aaric agar mau mengakuinya.

"Itu semua tidak benar, aku tidak pernah melakukan hal yang kau tuduhkan padaku!" Aaric masih tetap kekeh pada pendiriannya, ia enggan mengakui perbuatannya.

Snow menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya bukti sudah di depan mata Aaric masih terus mengelaknya. "Kau bukan hanya pria jahat, tapi juga PEMBOHONG!!"

Buuug... Buuug...

Snow memukuli dada Aaric bertubi-tubi, hilang sudah semua kesabarannya atas apa yang di perbuat Aaric. "Dasar pembohong!" teriak Snow. "apa kau masih belum puas menyakitiku, sehingga kau menyakiti ibuku juga."

Tak tahan istrinya mengamuk dan terus memukulinya, Aaric menghempaskan tubuh istrinya ke lantai, hingga Snow terjungkal ke belakang.

Bruug..

Punggung Snow menghantam lemari dengan kencang, hingga ia meringis kesakitan. "Awww..."

"Memangnya kenapa kalau aku mengusir ibumu? Memangnya kenapa kalau aku membuang makanan dari ibumu?" tanya Aaric dengan nada yang tak kalah lebih tinggi dan wajah sinisnya.

"Ini rumahku, aku bisa melakukan apa pun yang kumau di rumahku sendiri. Lagi pula uangku cukup banyak, kau bisamembeli makanan apa pun yang kau inginkan, sehingga tak perlu lagi memakan makanan sampah itu!!"

Mendengar Aaric menghina masakan ibundanya, Snow bangkit dan kembali menyerang Aaric, ia tak peduli dengan rasa sakit di punggungnya. "Kau manusia yang tak punya hati, sama seperti ibumu. Aku sungguh membenci kalian!!"

Seketika wajah Aaric merah padam, mendengar Snow menyebut nama ibundanya tak memiliki hati. "Jangan pernah menghina mommyku dengan mulut kotormu itu," ia melayangkan satu taparan ke wajah istrinya.

Plaaak...

Snow terdiam untuk beberapa saat sembari memegang pipinya yang mulai terasa panas sebab tamparan keras yang di terimanya.

"Aku tidak akan pernah mengampunimu jika kau berani menghina mommy, camkan itu!!" Aaric pergi meninggalkan kamar istrinya. "Dasar wanita sialan yang tak tahu di untung, merepotkan saja," gerutunya.

Rupanya keributan itu di dengar oleh Astrid, ia tersenyum sangat senang mendengar putranya membela dirinya. Astrid pun menghampiri Snow dengan membawa satu keranjang berisi pakaian kotor.

"Aku tidak sudi satu mesin cuci dengan gembel, jadi mulai besok kau cuci sendiri pakaiannya, jangan pernah pakai fasilitas yang ada di rumah ini termasuk asisten rumah tanggaku!!" Astrid mengangkat keranjang itu tinggi-tinggi ke udian menumpahkannya kehadapan Snow.

"Jangan pernah mimpi menjadi ratu di rumah ini, sekali gembel tetap gembel murhan," Astrid berbalik meninggalkan kamar Snow.

Snow jatuh tersungkur, menangisi nasibnya. "Ya Allah, mengapa rumah tanggaku seperti ini? Mengapa semuanya seolah berbalik menjadi salahku? Huhu... Ibu aku merindukan ibu... Aku mau pulang hiks..."

Lama Snow menangisi nasibnya, ia membereskan pakaian-pakaian kotornya, memasukannya ke kantong plastik berukuran besar, setelah itu ia kembali meminum obat penenangnya, kegalauan yang terjadi hari ini membuatnya menaikan dosis yang di minumnya, dari yang hanya satu tablet menjadi dua.

Ia berharap obat tersebut bisa sedikit mengusir kegalauan hatinya yang sudah hancur, rasa terbang seolah melayang di udara Snow rasakan setelah ia mengkonsumsi obat penenangnya, ia pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan tidur dengan perasaan yang jauh lebih nyaman dan damai.

1
Mafaza Nurnadia
bagus
Ersa
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
kasih extra part nya ya thor Irma
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
happy ending ya ahkir nya Snow dapat kebahagiaan yg sesungguh nya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wow anda gercep sekali pak👏👏👏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
owwwhhhhh co cweet 🥰🥰🥰
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
mudah"an acara nya berjalan lancar dan sukses sampai hari h nya ya Snow Calla
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
perjuangan mu sangat luar biasa Calla
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
apa Calla dan Snow akan bersatu ya??
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
Ternyata hanya sinetron kirain terjadi lagi kepada istri Aaric yang kedua.... Alhamdulillah akhirnya snow hamil dan bahagia.....
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
Akhirnya CLBK lah yang memenangkan hati Snow....setelah penantian panjang Calla....Snow berhasil ada dalam dekapannya ..Indahnya Snow In Paris
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
astaga mulur lentera tetep ya lemes amit😏tampan aja buat apa kalo hanya menyakiti 🤧
cinta akan tetap berpulang pada yang berhak walaupun sudah menikah kalau bukan jodohnya pastinya tetap bercerai juga
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
happy wedding buat snow dan Calla semoga bahagia selalu 😘😘😘😘akhir yang manis sukses selalu untuk karya kak Irma❤️❤️
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
tak pikir tadi beneran istri aaric..ternyata cuma film...hadeeehh
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
akhir yang membahagiakan buat snow dan calla..
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
hhmmm..aku seneng liat snow bisa bahagia bersama calla..mungkin ini sudah jalanya..mengalami penderitaan demi kebahagiaan yang sesungguhnya
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
perjuangan calla saat itu juga luar biasa snow..kamu jangan salah paham lagi ya
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wah hebat mommy Astrid ternyata pandai berakting juga😊
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Sudah berpikiran negatif sama mommy Astrid, ternyata ini hanya sebuah adegan dalam film yang diperankan oleh mommy Astrid🤭
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Semoga kebahagiaan selalu menemani hari² Snow dan Calla. Kekuatan cinta akhirnya mempersatukan dalam ikatan pernikahan. Jodoh memang rahasia 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!