NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Belenggu Cinta Dan Dendam Mr. Dacosta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:432.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Irma Kirana

Natasha Kimberly Satigo tidak pernah menyangka bahwa hubungan persahabatannya dengan Aiden Addison Dacosta harus hancur menjadi sebuah kebencian dan dendam. Kematian ibu Aiden adalah awal penyebab kebencian itu dan karena rasa bersalah, Natasha rela melakukan apa saja untuk Aiden, termasuk berada disampingnya sebagai sekretaris pribadi. Setiap hari ia selalu merasakan dingin dan kasar sikap pria itu kepadanya, bahkan melihat Aiden berada di ruang kerjanya bersama beberapa wanita yang berbeda. Dia tetap bertahan demi rasa cinta dan bersalah, namun di relung hatinya yang terdalam, ia telah jatuh cinta pada Aiden. Hingga patah hati terdalam pun Natasha rasakan saat Aiden mengatakan akan menikahi Luna, sahabatnya sendiri.

Akankah Aiden yang dingin luluh pada Natasha? Akankah Aiden menyadari bahwa Natasha dan ibunya itu berbeda? Apakah Natasha dan Aiden bisa bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Natasha menggoda iman

Warning ❌ dibaca pas buka puasa ya, mungkin agak anu...🤭

...🍀🍀🍀...

Presdir grup Dacosta itu terlihat sangat emosi dan memiliki jiwa ingin menghabisi pria yang sudah menyentuh Natasha. Namun niatnya urung untuk sementara waktu saat ia teringat dengan keadaan Natasha. Wanita itu tampak tak berdaya di atas ranjang dengan bagian atas yang terpampang tanpa pakaian, hanya penyangga dua buahnya saja yang menutupi bagian tubuh indahnya itu.

Setelah membuat Andreas tidak bisa berdiri dan tidak berdaya. Aiden menghampiri Natasha yang berada diatas ranjang. Segera ia melepas jas miliknya dan memasangkannya pada tubuh Natasha untuk menutupinya. Tak lupa ia mengancingkan jas yang kebesaran ditubuh Natasha itu.

"Natasha, apa kau baik-baik saja? Jawab aku! Kau terluka?" tanya Aiden cemas, seraya mendudukkan tubuh wanita itu, Natasha lemah tubuhnya seakan limbung. Natasha tidak menjawab, dia kesulitan untuk bicara saat ini. Aiden hanya melihat bulir air mata yang mengalir dari kedua mata Natasha.

"Pak presdir! Tuan Wendy Eisha sudah ditempat yang aman." Panggilan DNA laporan dari luar ruangan itu membuat Aiden lantas memeluk Natasha dengan erat.

Branz dan beberapa orang suruhan Aiden masuk kedalam kamar hotel itu. Mereka terkejut melihat seorang pria agak gemuk yang terkapar tidak berdaya dan bertelanjang dada diatas lantai.

"Pak presdir, saya akan segara telepon pihak yang berwajib untuk menangkapnya!" kata Branz yang sudah mengangkat ponselnya dan bersiap menelpon pihak yang berwajib.

"Tidak! Jangan laporkan dia ke pihak yang berwajib lebih dulu. Bawa dia ke gudang tadi! Jangan biarkan dia kabur, aku akan datang dan memotong-motong tubuhnya!" ujar Aiden murka. Dia memerintahkan kepada anak buahnya untuk membawa Andreas terlebih dahulu sebelum diserahkan ke polisi. Akan Aiden pastikan, setiap yang berkaitan dengan nama Everton akan hancur ditangannya. Jangan lupakan, bahwa Aiden orangnya pendendam.

Jika ada seseorang yang berani menyakiti orang-orang terdekatnya, orang yang ia cintai, maka ia tidak akan tinggal diam. Ia akan mengacaukan dan menghancurkan orang itu. Natasha adalah contohnya! Ia adalah bukti dari dendam dan cinta seorang Mr. Dacosta. Meski sekarang rasa dendam dan benci itu sudah terkikis oleh rasa cinta untuk wanita itu.

Para anak buah Aiden termasuk Branz, membawa Andreas yang tidak sadarkan diri ke dalam mobil. Ya, tujuannya untuk dibawa ke gudang yang disebutkan oleh Aiden.

Branz menyetir mobil, sementara Natasha dan Aiden berada di jok belakang. Natasha berada dipangkuan Branz. Mereka berencana untuk pergi ke rumah sakit dan menolong Natasha yang saat ini berada dalam pengaruh obat perangsangg.

"Ah...uhh....panas...panas sekali...Aiden...tolong...ah..." Natasha terus menggelinjang tidak karuan, dia bahkan mencoba membuka jas yang membungkus bagian atas tubuhnya itu. ******* Natasha membuat Branz menelan salivanya dan berusaha menulikan pendengarannya.

Aiden juga mulai terpancing, suara Natasha bagaikan alunan musik dari biola spanyol yang indah ditelinganya. Namun ia berusaha mengendalikan dirinya dari nafsu. Aiden tau cara untuk menghentikan obat itu, yaitu hasrat yang harus tersalurkan. Tapi, Aiden tak mau melakukannya sebelum mereka menikah. Aiden menyarankan membeli es kepala muda terlebih dahulu untuk meredakan obat perangsangnya. Bila memang ada pedagang es kepala di jalan itu.

"Bertahanlah Nath, kau akan--" belum sempat Aiden menyelesaikan ucapannya, Natasha sudah menyerang pertahanan iman pria itu dengan mencium bibirnya, ditambah tangan Natasha mulai nakal meraba-raba tengkuk Aiden. Dia berusaha menaikan gairah pria itu.

Branz terkejut melihatnya, ia seperti melihat live streaming film romantis erotika di depannya. Namun ia berusaha terlihat biasa saja dan fokus menyetir.

Tahan Branz, tahan! Astaga! Mengapa begitu banyak cobaan yang terjadi pada hari ini? Ya Tuhan! Pria berusia 30 tahunan itu menghela nafas berat. Bosnya masih berciuman dengan Natasha, si pria berusaha menahan diri mati-matian. Namun di perempuan begitu binal. Branz tidak menyangka bahwa Natasha yang lemah lembut dan cuek, akan bersikap agresif ketika terpengaruh obat laknat itu.

Aiden menatap ke arah Branz dengan tajam setelah berhasil melepaskan pagutannya dari Natasha. "Sa-saya tidak lihat apa-apa pak! TIDAK!" refleks Branz bicara begitu. Namun Aiden terlihat dingin dan berusaha memegangi Natasha agar tidak berbuat macam-macam padanya yang menjurus ke 21+.

"Tolong aku...rasanya akan meledak, tolong! PANAS! AIDEN! Dibawah sini rasanya...hiks...hiks...rasanya..." wanita itu menangis terisak, memohon pada Aiden untuk melepaskan tangannya. Natasha tidak mau diam, ia terus bergerak di pangkuan pria itu dan membuat Aiden tak bisa kalau tidak tergoda.

"Natasha hentikan! Kumohon!" seru Aiden yang mulai terpancing saat Natasha menjilat lehernya dengan sensual. Pria ini akan sulit menahan diri kalau Natasha terus menggodanya begini. Aiden juga tak tega mendengar Natasha meringis kesakitan menahan rasa sakit yang akan meledak di kepalanya.

"Sakit...Aiden sakit...tolong aku... aarghh...kumohon..." Natasha meringis lagi, ia bahkan menangis. Aiden tidak tega! Kepalanya kesana kemari dan wajahnya sangat berkeringat.

Sebelum menemukan es kelapa muda atau sampai ke rumah sakit, Natasha mungkin akan...tidak! Aku tidak boleh biarkan terjadi sesuatu padanya. Aku tidak mau kehilangannya lagi! Batin Aiden panik.

"Branz, menepilah!" Titah Aiden yang pada akhirnya membuat keputusan.

"Ya?"sahut Branz yang belum fokus dengan perintah Aiden.

"Aku tidak akan mengatakannya dua kali. CEPAT!" teriak Aiden marah.

"Baik pak!" Branz langsung menepikan mobil itu di dekat sebuah hutan dan jalanan disana sepi. Kemudian Aiden meminta Branz untuk keluar dari mobil, si sekretaris itu pun menurut dan keluar dari sana.

"Ingat! Jangan kembali sebelum aku menghubungimu, Branz. Kalau kau berani mendekat atau masuk ke dalam mobil sebelum waktunya, aku bersumpah akan menghabisi mu!" ancam Aiden pada pria itu. Sementara Natasha masih menciumi leher Aiden, sampai tak sadar ada jejak merah disana karena ulahnya.

"Baik pak!"

Branz pergi setelah menutup pintu mobil, ia pun menjauh beberapa kilometer dari sana dan menuju ke salah satu mobil para bodyguard yang ada dibelakang sana. Ketiga bodyguard itu terheran-heran melihat Branz keluar dari sana.

Di dalam mobil, Aiden melepaskan ikatan dasi ditangan Natasha. Ia melihat luka di pergelangan di tangan wanita itu, seketika Aiden merasa bersalah. "Aku mohon...hentikan panas dan sakit ini...kumohon..." Natasha membuka jas yang dipakainya, hingga tubuh bagian atasnya kembali terpampang indah. Menampilkan dua buah sintal di balik sarung berwarna merah terang.

"Natasha, aku akan melakukannya. Tapi kau harus katakan sesuatu!" seru Aiden seraya menangkup kedua pipi Natasha yang panas.

"Kau...akan melakukan apa?" tanya Natasha setengah sadar.

"Aku akan membuatmu merasa lebih baik, menghilangkan rasa sakit dan panas ini...Tapi kau harus memohon padaku," ujar Aiden tegas. Dia tidak mau melakukannya bila Natasha tidak mengizinkan.

Natasha terdiam sejenak, kemudian dia menganggukkan kepalanya. Meski dia tidak terlalu sadar, tapi ia tau siapa pria yang ada didepannya saat ini.

"Lakukan...jika itu kau, aku tidak apa-apa."

"Sebut namaku," Aiden mendekatkan wajahnya lalu mencium pipi Natasha sekilas. Netra mereka pun saling bertemu pandang dengan dalam penuh gairah.

"Aiden, lakukan...Aiden--hmphh--" Aiden menyambar bibir manis Natasha dengan lembut, tangannya aktif bergerilya ke tiap bagian sensitif milik Natasha. Terdengar suara lenguhan dan ******* di dalam mobil itu. Beruntung jalanan sepi, hingga tak ada yang mendengar aksi mereka di dalam mobil.

"Ketahuilah, aku tidak memasukimu. Aku hanya akan memuaskanmu, sampai kau mereda!" bisik Aiden lalu ia melorotkan segitiga pengaman milik Natasha. Sampai bagian inti itu polos tanpa sehelai benangpun.

Aiden mulai menjelajahi bagian tersebut dengan jarinya. Dia tidak akan melakukan penyatuan itu, hanya trik untuk meredakan dan memuaskan walau mungkin tak terlalu puas.

Sementara diluar sana, Branz dan anak buah Aiden melihat mobil yang bergoyang-goyang. Menandakan terjadinya aktifitas didalam sana, aktifitas panas dan penuh gelora.

"Wow... sepertinya terjadi sesuatu yang panas disana!"

"ASTAGA! Aku jadi rindu istriku di rumah," ucap salah satu bodyguard itu.

...****...

1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
ngak cukup tegas Ivana🤭🤭
Riki Amteme
Lumayan
Safa Almira
ya
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah justru karena penyabar itu ati2 lu, perempuan yg sabar kalo udah ngambek bisa nunggu tahun kabisat baru di maafin 🤣
Cis Siu
yey
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Sama kasih kak thor.... cerita nya mantap.....
total 2 replies
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.... cerita nya sangat seru.....
Yunerty Blessa
akhirnya Aiden dan Natasha buka puasa setelah 6 tahun.....
Dixon jahat...Teganya memfitnah isteri demi mendapatkan Natasha...
Yunerty Blessa
Dixon jangan terlalu berharap dengan Natasha.... ingat kalian masing² sudah berkeluarga.....
Yunerty Blessa
Natasha jaga jarak.... jangan buat Aiden cemburu apa lagi Dixon juga masih ada perasaan terhadap mu...
Yunerty Blessa
akhirnya saling memaafkan dan melengkapi bersama anak²
Yunerty Blessa
Dixon terlalu percaya diri..... belum tentu juga Natasha pilih kau 😏
Yunerty Blessa
Aiden cemburu
Yunerty Blessa
akan kah ingatan Natasha pulih seperti sediakala....
Yunerty Blessa
jangan sampai merosak hubungan Aiden dan Natasha...
Yunerty Blessa
terima lah Natasha....
Yunerty Blessa
berharap Luna tidak mengacau lagi Aiden dan Natasha.....
Yunerty Blessa
padan muka kau Andreas....
semoga Natasha tidak membenci Aiden setelah ingatan nya pulih...
Yunerty Blessa
astaga 🤭🤫🤫
Yunerty Blessa
pukul biar mampus tu Andreas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!