NovelToon NovelToon
Dicintai Seorang Gangster

Dicintai Seorang Gangster

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:417.5k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.

Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.

Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?

Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Semenjak pertemuannya dengan Kabir, Laela lebih banyak diam beberapa hari ini. Hatinya sendu, rasanya tidak ada pelangi lagi menyinari dan memberi warna disana. Ketika Ringgo mengajaknya bercanda pun, Laela hanya menanggapinya dengan malas dan tak banyak menyiksa Ringgo seperti biasanya.

Hal itu pun tak luput dari perhatian Almira. Tiba hari setelah peristiwa itu, Laela memang lebih banyak diam, dia memilih tak banyak bicara. Karena takut salah bicara, masalahnya yang ada di otak dan mimpi dalam tidurnya itu Kabir. Dia takut keceplosan menyebut nama Kabir dan akhirnya membuat masalah untuk semua orang.

Setelah selesai mengerjakan tugas kuliahnya, Laela tak langsung merapikan buku-bukunya seperti biasanya. Dia membiarkan bukunya tercecer di meja dan di karpet tempatnya duduk. Sambil memandang ke arah sebuah buku yang sebenarnya tak di baca juga olehnya.

Almira yang memergoki putrinya lebih sering melamun tiga hari ini pun duduk di sebelah Laela sambil merapikan buku-buku Laela yang berantakan.

"Apa yang kamu pikirkan Laela?" tanya ibu pelan.

Dan benar saja, ketika Almira bertanya dengan suara pelan sambil merapikan buku-buku Laela lalu meletakkan semua buku itu di atas meja. Laela tak kunjung menyadari kalau ibunya tengah bicara dan bertanya padanya. Almira yang menyadari hal itu langsung menepuk bahu putrinya itu dengan perlahan.

"Hah!"

Laela baru menyadari keberadaan sang ibu di sampingnya setelah bahunya di tepuk lembut sang ibu. Laela langsung menoleh ke arah Almira dan bertanya.

"Ada apa Bu?" tanya Laela cepat.

Almira pun tersenyum.

"Tidak ada apa-apa. Ini kamu sudah selesai belum belajarnya, kalau sudah bereskan bukumu dan bersiaplah!" jawab Almira.

Laela tampak bingung.

"Bersiap? memangnya kita mau keman Bu?" tanya Laela.

Almira langsung menaikkan sedikit alisnya ke atas.

"Loh, kamu gimana sih? tadi kan pas nak Arman ngantar kamu pulang. Dia minta ijin sama ibu ngajak kamu nonton, ini kan malam minggu Laela. Pergilah dengan nak Arman, tapi pulangnya jangan malam-malam ya!" ujar sang ibu.

Laela mengedipkan matanya perlahan. Dia tidak ingat kalau Arman mengajaknya untuk nonton film. Tapi kejadian sebenarnya adalah, Arman memang mengajaknya nonton tapi saat itu Laela masih melamunkan tentang kisah cintanya yang rumit. Hingga akhirnya saat Laela tersadar dan Arman bertanya bagaimana? Laela hanya mengangguk saja. Arman menganggap itu sebagai persetujuan dari Laela.

Setelah merapikan buku-bukunya, Laela pun bersiap. Hari ini dan dua hari ke depan sang ayah memang tidak ada di rumah untuk menghadiri konferensi para pedagang jadi Arman meminta ijin pada Almira. Setelah selesai bersiap, Arman pun datang. Dan mereka pun pergi ke bioskop.

Setibanya di bioskop, tampak suasana tempat yang memang selalu ramai di malam minggu itu benar-benar di penuhi pasangan dan muda mudi yang mungkin baru pedekate. Setelah membeli tiket, Arman dan Laela menuju ruang studio yang memutarkan film yang akan mereka tonton.

Setelah menemukan tempat duduk, Arman bertanya pada Laela.

"Aku tidak tahu kalau kamu suka film horor?" tanya Arman sambil tersenyum.

Laela pun menaikkan sedikit alisnya.

"Film horor?" tanya Laela bingung.

"Iya, saat aku tanya kamu mau nonton film yang mana tadi, kamu menunjuk yang ini!" kelas Arman.

Laela yang terlanjur canggung pun hanya tersenyum kaku dan menganggukkan kepalanya perlahan.

"Iya bang, aku suka film horor!" ucap Laela.

'Aih, film horor. Baru denger musiknya aja udah merinding. Gimana nih?' tanya Laela dalam hati yang sangat merasa gusar.

Laela menghela nafas berat, ini akibat dia terus memikirkan kejadian beberapa hari lalu. Dan terus mengingat apa yang dikatakan oleh Kabir. Membuat hidupnya jadi sangat kacau. Tubuh, pikiran, dan hatinya tidak sejalan. Jadinya dia sering banyak melamun.

'Huh, ayolah Laela. Pria itu tidak akan pernah muncul!' ujar Laela dalam hatinya. Sekaligus meyakinkan dirinya untuk melupakan Kabir.

Setelah film di putar, Laela terus menutupi matanya dengan kedua tangannya. Arman yang melihat itu hanya tersenyum. Karena dia melihat pasangan di depannya, semakin sang wanita takut, maka dia akan memeluk pacarnya yang ada di sebelahnya. Harapan Arman tentu saja, kalau Laela semakin takut, maka Laela akan memegang tangannya. Itu maksimal yang dia harapkan, dia tidak berani berharap lebih karena dia sangat menghargai Laela.

"Kalau takut kenapa nonton film horor?" tanya orang di sebelah Laela sambil berbisik di dekat telinga Laela.

Laela terkesiap, dia langsung menoleh ke arah samping kanannya karena merasa suara yang bicara itu tidak asing baginya, terdengar begitu familiar di telinga Laela.

Dan benar saja, saat Laela menoleh matanya langsung melotot melihat siapa pri di sampingnya itu.

'Kabir!' pekik Laela dalam hatinya.

Laela terkejut bukan main.

"Laela, kenapa?" tanya Arman yang melihat Laela malah menoleh ke sampingnya bukan ke arah depan.

Menyadari Arman masih berada di sampingnya. Laela langsung berbalik menoleh ke arah Arman.

"Ah, tidak apa-apa!" jawab Laela gugup.

Tentu saja, kakinya sudah di silangkan. Laela memang seperti itu.

"Katamu kamu tidak takut hantu kan?" tanya Arman yang masih ingat saat berjalan bersama Laela berdua di dekat danau yang gelap dulu dia sama sekali tidak takut.

Laela langsung terdiam.

"Apa bang Arman suka film ini?" tanya Laela dan Arman mengangguk dengan cepat.

"Kalau begitu tidak apa-apa, aku tidak takut kok!" sahut Laela yang ingin Kabir mendengar apa yang Laela katakan itu.

Laela ingin Kabir tahu kalau dia begitu perduli pada Arman. Dan harapan Laela agar Kabir tahu itu memang terwujud, Kabir mendengar dan mengepalkan tangan setelah sikap manis Laela pada Arman itu di depan matanya.

Laela mendadak merasa punggungnya begitu dingin, Laela menghirup udara dalam-dalam sebelum dia membenarkan posisi duduknya menghadap ke arah depan. Karena dia sadar, Kabir sedang menegaskan rahangnya dan mengepalkan tangannya.

Laela jadi serba salah, alhasil dia sama sekali tidak fokus pada film yang dia tonton. Saat semua penonton wanita berteriak takut, histeris dan heboh. Laela malah hanya menghela nafasnya saja. Posisinya benar-benar sangat tidak nyaman.

Membuat seramnya film yang dia tonton masih lebih horor lagi situasinya berada saat ini. Di kiri ada Arman, tunangannya yang begitu wise dan baik hati. Di kanan ada pria tampan yang menyukainya dan terus mengikutinya seperti bayangan.

Apalagi ekspresi wajah Kabir benar-benar lebih horor dari film horor yang dia tonton. Beberapa saat terdiam, akhirnya Kabir meninggalkan Laela. Laela menghela nafas lega begitu Kabir pergi, meskipun dia tak juga bisa fokus menonton film itu hingga filmnya selesai.

Begitu film selesai, Arman mengajak Laela untuk pergi makan malam. Tapi saat sampai di tempat parkir. Arman sangat terkejut karena ke empat ban mobilnya menghilang.

Laela yang terkejut bukan main dengan hal itu, hanya ingat satu nama pria yang bisa melakukan semua ini.

'Kabir!' gerutu Laela dalam hatinya.

***

Bersambung...

1
syh 03
seru ih..berasa ntn film si cowok naik ke balkon demi nemuin cewenya 😊
syh 03
cinta segi tiga ini mah 😆
syh 03
aga laen emang laela ini..kita mah trauma klo ketemu hewan buas dia mah bahagia 😅
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
syh 03
bnyk bgt istrinyaa ampun dahhh 😒
mei
ceritanya seru tp sayang endingnya kurang memuaskan, ortu laela diboyong ke LN..lalu kabar ibunya kabir sendiri??

thanks ya atas karyanya
+52
plok2nya ga ada 😗😗😗
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa Laela ninggalin bukti,Kenapa buang semua sampah2 itu terlebih dahulu sebelum pergi...
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo mau kabur ya kabur aja sendiri,Ngapain ngajak Laela..
Noer Row_ling: ho'oh ya kan 🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lagi tegang-tegangnya aku baca malah langsung ngakak,Kenapa harus jepit bulu ketiak? bukan bulu hidung?? 🤣🤣🤣😜😜
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 19 tahun baru lulus SMA?? ku anggap Laela masuk sekolahnya lambat, Seharusnya 19 tahun itu udah kuliah, seumuran anak gadis ku..
Mampir Thor 🙋
Noer Row_ling: ho'oh telat dia masuk SD nya 🤭
total 1 replies
Ran Aulia
ceritanya bagus, seru, tegang, komedi, romantis juga terharu 😍😍😍😍😍
terimakasih author

👍👍👍👍👍👍
Ran Aulia
👍👍👍
Ran Aulia
😂😂😂😂😂 refleks bacanya berirama
Sandisalbiah
sangat memuaskan
Sandisalbiah
happy ending.. tp gak puas krn pengenya lihat Laela hidup bahagia dgn Kabir sampe punya beby gitu.. makasih thor.. karyamu luar biasa...
Sandisalbiah
sumpah.. part ini terlalu banyak bawang 😰😰.. tengah malam awak nagis diem² ..hahh. thor.. tega bannget... sport jantung awa di buat..
Sandisalbiah
ternyata Arman sangat egois.. dia tau dan peka akan oerubahan Laela tp dia mengabaikanya... benarkah yg dirasakanya terhadap Laela itu cibta atau hannya sekedar obsesi dan ambisi utk memiliki Laela.. krn cinta sejati akan mengiklaskan yg tercinta utk bahagia walau bukan dgnnya.. seperti cinta Kabir kpd Laela kan?
Sandisalbiah
kanapa harus mementingkan nama baik Abdul kodir.. kamu seorang ayah, tdkah hatimu tersentuh melihat penderitaan putrimu... dia yg lebih mudah tp bersikap dewasa demi kalian para orang tua dgn mengesampingkan ego dan mengorbankan rasa cintanya... tp kau.. ayahnya terlalu mementingkan ego dan nama baik... dasar konyol.. semoga kau tak menyesal saat hal buruk benar² terjadi pd Laela..
Sandisalbiah
alibi Kabir sangat bagus sehingga dpt mematahkan kecurigaan Maaz adnan.. dan Zulaika.. semoga ada yg bisa membungkam mulut sampahnya..
Sandisalbiah
wow.. jgn bilang Kabir menikahi Kaira saat dia gak sadar..? gak sah dong kan gak ada walinya... krn bukan ayah Kaira yg menikahkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!