NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liam Yang Menyebalkan

Yura terburu-buru keluar, katanya ingin ke toilet sebentar. Tapi Kara tahu, gadis itu pasti terguncang mendengar fakta baru itu.

Yura b berjalan dengan cepat, berharap dengan satu langkah saja sudah bisa membuatnya tiba didepan pintu kelas sebelah.

Yura masuk begitu saja dan berjalan menuju meja Yura a. Namun Tidak ada siapapun, termasuk Liam.

"Eh, mencari Yura ya,, " seseorang menyapa.

"Yura kan tidak masuk hari ini, dia tidak pernah masuk hari sabtu.. "

Yura b termenung, kejadian-kejadian yang telah berlalu kembali berputar dikepalanya. Pantas hari ini teman sekelasnya berani sekali bergosip.

Ia pun melangkah kan kaki nya menuju atap, tempat ter-nyaman nya sesaat sebelum bertemu dengan Yura a.

"Ternyata tempat ini begitu strategis ya, sangat menyenangkan.. "

Yura terkejut saat tahu bahwa suara itu adalah suara Liam. Ia berhenti lalu hendak putar balik namun segera ditahan oleh Liam.

"Baru muncul, kenapa langsung pergi? "

"Aku gak tahu kamu ada disini,, " jawab Yura.

"Memangnya kalau aku ada disini, kamu alergi gitu? "

Perkataan Liam sontak membuat Yura mengangkat pandangan nya.

"Kita selalu bersama,_.. "

"Stop Liam, aku mengerti. "

"Kenapa tidak cerita soal Yura,? "

"Yang mana? " Liam balik bertanya.

"Kondisi nya.."

Saat mengatakan itu, air mata Yura sudah tak terbendung. Ini kali pertama ia menumpahkan tangisnya sejak pertama kali ia mengetahui keadaan Yura a.

"Kamu tidak bertanya,, " Liam berbalik memandang ke langit, sedangkan Yura masih menatap ke arah jalanan.

Lalu tangannya mulai bergerak pelan menyentuh bahu Yura yang masih terguncang. Sambil menghembuskan nafasnya kasar, ia bicara.

"Terkadang kita perlu bersikap cuek untuk menghadapi kenyataan yang ada didepan mata. "

"Memang berpura-pura kuat itu sangat sakit. "

Yura segera menghapus air matanya. Ia tahu kalimat itu ada benarnya juga. Mau menangis sekeras apapun tak akan mengubah kenyataan.

"Lalu untuk apa dia dilahirkan? "

Bel tanda masuk kembali berbunyi, membuat Yura segera turun. Namun berbeda dengan Liam, ia memilih berada di atap hingga kelas selesai.

Ia juga pernah ada diposisi Yura, menangis setelah mengetahui kondisi Yura a. Ia juga menangisi kakak nya yang harus pergi secepat itu.

Jadi Liam tentu sangat berat, tak hanya ditinggal kan oleh orang yang sangat ia sayang, ia juga harus mengemban tugas yang diberikan oleh sang kakak, yaitu menjaga orang yang dicintainya.

Disaat dirinya sedang menemukan gadis yang berhasil menciptakan warna untuknya, ia harus kembali dihadapkan dengan dilema soal pandangan orang-orang padanya.

Gosip-gosip yang beredar diluar sana bukan tak ia dengar. Semua orang menganggap keduanya adalah sepasang kekasih.

Padahal kenyataan nya, Liam tidak pernah menyukai Yura a. Hati nya hanya tertarik pada sosok Yura b. Soal sabar, Liam adalah jago nya.

Ketika jam pelajaran telah usai, para murid sudah menyandang tas Masing-masing menuju gerbang sekolah, tak terkecuali Yura.

Didepan gerbang, Liam bersandar di dinding pos security sambil menunggu Yura muncul.

Yura yang tidak menyadari kehadiran pria itu hanya bisa mengelus dada karena dikejutkan seperti itu.

"Ra, ke tempat Yura a yuk? "

Ia lalu menggandeng tangan Yura tanpa menunggu jawaban yang akan diberikan gadis itu.

"Ia, tapi lepaskan tanganku dulu.. " ucap Yura.

Genggaman tangan Liam itu membuatnya tak nyaman karena dilihat oleh banyak orang. Ia takut berita-berita lain akan muncul dan membuat Yura a salah paham.

"Memangnya kenapa? " Liam dengan polosnya bertanya, atau pura-pura tak tahu.

"Aku tidak suka.. " jawab Yura.

"Aku tahu, bukan berarti tidak boleh kan? " Liam masih bertahan dengan keras kepala nya.

"Terserah deh, pusing juga.. " kesal Yura.

Kedua nya lalu menaiki sebuah taksi yang akan membawa mereka menuju rumah sakit.

Tak sengaja Liam melihat ponsel Yura yang berkedip. Sebuah panggilan masuk dari seseorang yang bernama Steven.

"Ra, ponsel kamu tuh. "

Yura yang melihat nama itu langsung tersenyum kecil. Semua itu tak lepas dari sorotan mata Liam.

"Halo kak... "

Liam tidak tahu apa yang mereka bahas, tapi hal itu berhasil membuat nya panas dingin. Melihat senyum bahagia yang terpancar diwajah Yura saja sudah dapat dipastikan jika pria itu adalah seseorang yang sangat berarti dihidup Yura.

Setelah Yura selesai bicara ditelepon, Liam tak bisa lagi menahan dirinya untuk segera bertanya.

"Siapa,? "

"Kak Steven.. " jawab Yura seadanya.

"Tahu ra, hubungan nya dengan kamu apa? "

"Pacar, " Mau tak mau Yura harus mengatakan nya. Kalau tidak pria yang bernama Liam itu akan terus mengusik nya.

Liam yang semula sangat penasaran kini lemah tak berdaya. Ia perlahan bersandar dengan pasrah seolah tak ada lagi tulang yang mampu menopang tubuhnya.

"Padahal aku ingin mengejar mu ra, "

Yura hanya menatapnya dengan sinis. Namun ia juga tersenyum geli. "Tumben lucu". ucapnya.

"Semudah itu kau mengejar orang? Jangan-jangan setiap gadis ingin ia kejar... " Yura hanya berani menjawab didalam hatinya saja.

Ia sangat tahu tipe-tipe pria sperti Liam ini, playboy cap buaya.

Kedua nya tiba dirumah sakit. Liam berjalan didepan dan Yura mengikuti dari belakang.

Kebetulan saat itu suasana lobi rumah sakit sangat ramai. Banyak orang-orang yang berlalu lalang, ada yang membawa keluarga yang sakit, ada yang hanya menjenguk, dan banyak lagi.

Yura yang sedang tidak fokus tak sengaja disenggol oleh seseorang yang sedang terburu-buru. Membuat dirinya terdorong dan hampir oleng. Beruntung Liam segera menyadari dan dengan sigap menopang belakang tubuhnya.

"Sudah, aku baik-baik saja.. " ucap Yura pelan.

Liam yang tak ingin kejadian itu terulang kembali segera mengenggam tangan Yura.

"Kau sangat kecil, jika hilang dikerumunan ini pasti sulit ditemukan.. "

Liam bicara sambil tertawa kecil. Sepertinya ia benar-benar membayangkan kejadian sperti yang baru saja ia ucapkan.

Yura hanya bisa pasrah dan mengikuti. Ia diam tapi pikirannya terbang mengingat Steven. Jika dulu pria itu yang selalu ada untuknya, kali ini digantikan oleh Liam.

Perasannya jadi tidak enak, ia merasa bersalah pada Steven juga pada Yura yang saat ini sedang menunggu kedatangan mereka.

"Ia segera menarik tangannya dengan kuat membuat Liam sontak menoleh kebelakang.

"I-ini sudah sepi, kan sudah masuk lift.. " Beruntung Yura segera mendapat alasan yang tepat.

Namun itu hanya sementara, lift yang akan membawa mereka tiba-tiba menjadi penuh. Alhasil keduanya harus kembali merapat, membuat Yura mau tak mau semakin menempel pada Liam.

Lantai yang mereka tuju berada dilantai empat belas, Ruangan VIP. Kebetulan yang sangat tidak disangka.

Karena banyak orang, Lift nya berhenti disetiap lantai. orang-orang memang keluar dengan cepat, namun segera diganti oleh orang lain lagi.

Yura hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Ia bahkan sudah dapat merasakan kepala nya menyentuh dada Liam. Namun apa boleh buat, kerumunan orang-orang itu seakan menekannya dan mau tak mau harus bersandar pada pria itu.

Liam yang seolah mendapat kesempatan tentu tidak tinggal diam. Ia malah senyum-senyum kesenangan sambil tangannya mengenggam erat tangan Yura.

"Kak Steven mu itu masih pacar kan? Artinya Aku masih punya kesempatan.. "

Bisikan maut itu membuat bulu kuduk Yura berdiri. Ia tak menyangka jika Liam benar-benar semenyebalkan itu.

.

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!