Dalam tahap revisi
Menikahi seorang cowok yang jelas jelas sudah ia ketahui perilakunya setiap hari selalu berbuat onar dan terkenal karena kenakalannya
Tapi ia tidak bisa menolak untuk membatalkan perjodohan yang sudah di buat orang tua mereka bahkan sejak mereka bayi
Karya : Myhani
Ig : @srihani.92
Fb : @srihani
Tg : @srihani
WA : 0852-2141-5356
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernyataan cinta Arga
Nara membereskan peralatan tulisnya bersama Mia dan Reno. Bel istirahat telah berbunyi. Beberapa murid pun telah keluar mencari kesibukan sendiri.
Arga si cowok yang seminggu ini mengekori Nara juga masih di kelas, tengah memperhatikan gadis yang telah mencuri hatinya itu. Ia bangkit hendak berjalan menuju Nara dan kedua temannya.
"Jen. Buruan gue laper." Daffin merangkul bahu Nara.
"Apa sih Boy, kenapa elo nggak duluan aja?" tanya Nara seraya melirik Daffin.
"Gue gak bisa makan kalo gak ad elo." Mia dan Reno memutar bola matanya malas.
"Bucin gila!!" pekik suara dari pintu.
"Diam lo pada." sahut Daffin. Tama dan Remon terbahak.
Sebelum Arga cowok yang tadi menggoda Nara sampai di tempat Nara. Daffin lebih dulu menyela ia tak mau kalah dari bocah ingusan.
"Ren. Mi. Gue duluan ya, ribet nih." pamit Nara pada kedua temannya.
"Oke Ra."
"Udah sono, cowok elo keburu ngamuk tuh!" sahut Reno dengan mata melirik Daffin.
"Njjir. Elo kira gue banteng, pake ngamuk segala?" Daffin menedang kursi yang tengah di duduki Reno.
Nara mendengus, ia segera menarik tangan Daffin keluar dari kelas itu. Sedangkan Arga yang tadi berniat mengajak Nara ke kantin masih berdiri di tempatnya menyaksikan perdebatan Nara dan Daffin.
Nara berjalan dengan Daffin di sampingnya dan tak lupa tangannya yang melingkar di pundak gadis itu. Di belakangnya biasa dua sahabat Daffin yang selalu mengekori mereka berdua.
Mereka berempat masuk ke kantin, semua orang yang sudah biasa melihat mereka terlihat acuh sudah tak aneh melihat seperti itu tapi berbeda dengan para calon murid baru.
Tatapan mereka berbeda-beda, ada yang kagum ada juga yang iri melihat kemesraan keduanya. Daffin yang memang dasarnya cuek ia tidak perduli pada tatapan aneh itu
Selesai acara makan di kantin yang di penuhi drama Daffin, yang selalu membuat onar dan Nara yang sebagai ibu peri yang selalu mampu meluluhkan Daffin.
~
"Oke adik-adik. Hari ini MPOD berakhir, kita bergabung dengan yang lain di aula sekolah yuk!Karena OSIS mengadakan acara seni di sana."
Semua murid bertepuk tangan, dengan perasaan senang mereka melangkah menuju aula yang tadi Nara sebutkan. Sampai di sana ternyata ruangan telah di penuhi oleh murid-murid.
Nara bergabung dengan OSIS lainnya meyaksikan adik-adik kelas yang menampilkan bakat masing masing. Aula sekolah terdengar riuh oleh tawa dan tepuk tangan penonton.
"Oke guys. Sebagai bonus sekaligus penampilan terakhir. Gue mau minta sahabat gue buat naik ke panggung dan menyumbangkan suara emasnya. Oke kita panggil saja Nara Cahaya!" ucap Mia yang memang bertugas sebagai mc.
Mata Nara membulat seketika. Ia menunjuk dirinya sendiri 'gue' dan Mia mengangguk. Akhirnya mau tidak mau Nara naik ke atas panggung.
"Gila lo. Gue mau nyanyi apa?" bisik Nara pada Mia.
"Itu sih terserah elo. Udah ah gua mau turun, selamat berjuang." Mia mengangkat tangannya memberi semangat.
Nara menutup matanya perlahan ia mulai mengatur napasnya. Nara melihat gitar di sampingnya kemudian ia duduk di kursi yang sebelumnya sudah tersedia di sana.
Petikan gitar mulai terdengar dan alunan merdu suara Nara mulai terdengar di ikuti riuh tepuk tangan penonton.
Lagu seberapa pantas Sheila On 7 yang menjadi pilihannya saat ini. Bukan tanpa alasan ia memilih lagu itu, sengaja lagu itu ia tujukan untuk sang pacar.
Daffin yang kebetulan baru masuk ke aula mendengar suara yang tak asing di telinganya, ia segera mempercepat langkahnya dan senyumnya tersungging seketika melihat sang istri yang tengah bernyanyi.
Ia berdiri diantara para penonton menyaksikan penampilan istrinya itu. Tepat Nara meletakan gitarnya. Arga pemuda itu naik ke atas panggung dan berlutut di depan Nara.
"Kak Nara." ucapnya mengejutkan Nara dan semua orang yang ada di sana "Sejak pertemuan kita di kafe waktu itu, gue udah suka sama elo. Tapi gue gak berani mengatakannya secara langsung dan hari ini di depan semua orang gue mau bilang kalo gue cinta elo kak." Mata Nara membola melihat apa yang dilakukan Arga.
"Mau kan jadi pacar gue?" menatap manik Nara lekat.
Tidak jauh dari mereka Baim yang menggeram kesal, Mia yang tengah melongo kaget dan yang paling terlihat marah adalah Daffin. Wajahnya sudah merah padam dengan kedua tangan siap memberi bogem mentah pada pemuda yang berani menyatakan cinta pada istrinya itu. Tapi ia masih bertahan di sana ingin melihat apa yang akan di lakukan Nara.
Nara tersenyum ia kemudian membantu Arga berdiri.
"Gue juga cinta sama lo." jawab Nara dengan senyum manisnya.
~
Nara banyak banget yang naksir ya..
Iya lah dia cantik banget, kalo author jadi cowok juga pasti ikutan naksir.. 😂😂
padahal kan Nara tokoh sentralnya.