NovelToon NovelToon
My Beloved Hubby

My Beloved Hubby

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pernikahan Kilat / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Park alra

Arumi dharma, terpaksa harus menikah dengan Dewangga Arjuna dirgantara, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya, ketika Yudha dirgantara, calon suaminya sendiri kabur tanpa kejelasan.

Bagaimana kehidupan rumah tangga tanpa cinta ini? lika- liku apa saja yang harus mereka hadapi? akankah berhasil berlayar atau berhenti di tengah jalan? ikuti kisah cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park alra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab • 32 •

Entah ada angin apa yang membuat Dewa berubah dalam sekejap, laki-laki pemilik badan kekar tersebut memindahkan buku di pangkuannya ke atas nakas, dengan masih memakai kacamata yang membuat kharisma nya naik berkali lipat, ia beranjak lalu menghampiri Arumi yang masih mematung di tempat.

"Kenapa? kau melakukan hal sekeras ini hanya untuk menggoda ku?" cetus pria itu seperti sudah bisa menebak siasat Arumi saat ini.

"Bahkan memakai sepatu tinggi yang sebenarnya membuat mu tak nyaman?" tandasnya membuat Arumi semakin menunduk malu, pipi gadis itu tersapu merah bahkan mungkin akan terlihat sampai ke telinga nya jika saja tidak tertutupi oleh rambutnya yang panjang.

Dewa mengerling, tindak tanduk Arumi seakan bisa sangat di tebak olehnya, gadis itu tidak pandai untuk berakting centil, Dewa mendengkus geli sesaat.

"Apa kamu sudah tidak marah lagi padaku?" tanya Arumi dengan nada pelan, sambil sesekali kelopak mata nya mendongak meski masih tak berani beradu tatap dengan pria itu.

"Marah?" Dewa mengulang pertanyaan Arumi dengan alis bertaut.

"Ya, setelah kejadian bersama Aks--"

Belum sempat Arumi menyelesaikan ucapan, Dewa lebih dulu memotong dengan menaruh telunjuknya di bibir. "Ssst! aku tak ingin kau menyebut nama laki-laki itu di hadapan ku."

Arumi merunduk, perih menjalari hatinya, ini semua pasti karena dirinya membuat pertemanan kedua pria itu menjadi retak.

"Maafkan aku ... jangan salahkan dia, aku mohon." lirih Arumi dengan menatap nanar.

Dewa melongos, ia muak mendengar pernyataan maaf yang terus berulang dari mulut Arumi terlebih jika itu karena orang lain.

"Aku tak suka kau meminta maaf untuk hal yang bukan kesalahan mu," ucap Dewa.

"Tapi ini juga kesalahan ku."

"Diam!"

Arumi menurut ketika Dewa menajamkan suaranya, gadis itu seperti anak kucing yang kehilangan arah, terlihat menggemaskan di mata Dewa namun juga menjengkelkan. Kenapa dia bisa selemah ini jika berhadapan dengan Arumi?

"Aku sudah tahu semuanya."

Kini Arumi menengadah berani untuk menatap mata gelap bak obsidian itu. "Apa?"

"Tentang mu dan juga pria itu." yang Dewa sebut pria itu adalah Aksa. Ya, semenjak sesudah kejadian itu Aksa terus menghampiri nya dan menjelaskan semua padanya jika pria itu dan Arumi tidak berselingkuh seperti apa yang menjadi praduga nya, meskipun awalnya ia masih keras kepala dan tidak mau menerimanya, namun perkataan Aksa kala itu cukup menyentak nya.

"Arumi, bukanlah Diana yang pergi sesuka hati bersama pria lain, dia tidak seperti itu Dewa, pikir kan lah atau kau akan kehilangan wanita tulus di samping mu."

Nasihat itu di berikan Aksa terakhir kali ketika bertemu tak sengaja di hotel tempat mereka rapat yang ternyata sama, Aksa berkali-kali menjelaskan namun Dewa tak mau menerima sampai akhirnya ia memberikan kata-kata itu yang cukup membuat Dewa tersadar seketika.

"Aku benci penghianatan, kau tahu itu?" Dewa menatap tajam.

Arumi mengerjap, "Apa karena Diana?" tanyanya hati-hati. Dewa tak mengangguk namun juga tak menggeleng, ia hanya menghela nafas pelan, ia sudah tahu jika Aksa sudah menceritakan semua kebenaran tentang Diana pada Arumi.

"Maaf jika aku menyinggung mu," kata Arumi kemudian dengan nada menyesal.

Dewa tak menjawab lagi, di lihatnya gadis itu yang meringis, Ia lalu berjongkok membuat Arumi terkesiap.

"Eh, apa yang kamu lakukan?" Arumi sedikit tertegun ketika Dewa mengangkat sebelah kakinya, lalu melepaskan high heels untuk memeriksa kakinya yang ternyata penuh luka.

"Jika tidak pandai memakai sepatu berhak tinggi, kenapa kau memakainya?" cibir Dewa kesal, seakan tak suka melihatnya terluka, hal itu menimbulkan pertanyaan di benak Arumi. Apa benar Dewa sudah berubah?

"Tidak apa-apa aku akan mengobati nya nanti."

"Dan membiarkan nya semakin terluka?" tukas Dewa membuat Arumi diam tak berkutik. Lalu tanpa aba-aba lagi Dewa menarik pinggang nya dan membawa tubuhnya ke dalam gendongan, membuat Arumi menjerit histeris.

"A- apa yang kamu ingin lakukan?" tanpa sadar ia dengan cepat membelitkan kedua tangannya merasup di leher pria itu. Menjaga keseimbangan.

"Mau mengobati lukamu, apalagi?" dengan dengkusan geli, Dewa membiarkan Arumi yang memberontak minta di lepaskan.

"Tidak apa-apa, aku bisa sendiri Dewa." kekeuh Arumi dengan keras kepalanya. Sifat baik Dewa yang datang secara tiba-tiba ini membuat Arumi sedikit kaget.

Dewa lantas menurunkan bokong Arumi ke atas sofa, mendudukkan nya dengan nyaman, bahkan pria itu mengambil bantal untuk menjadi sanggahan punggung sang istri.

Laki-laki berkumis tipis itu lantas berjongkok, dan membuka high heels di kaki kiri Arumi yang belum sempat ia lepaskan tadi.

Arumi merasa segan saat Dewa menyentuh kakinya, "Dewa, aku bisa sendiri. Jangan menyentuh kaki ku?"

"Kenapa memangnya?" Dewa balik bertanya dengan paras tampan nya yang mengeras.

"Karena ... " Arumi tergagap. " bukankah hal yang rendahan saat suami menyentuh kaki istrinya, maksud ku apa kau tidak merasa risih."

"Kata siapa aku merasa risih? aku melakukannya dengan suka rela." tandas Dewa berhasil membuat Arumi terdiam. Antara terharu dan tidak percaya jika Dewa yang selalu bersikap kasar padanya bisa selembut ini.

"Kau diam saja, aku akan mengobati lukanya," kata Dewa kemudian, lalu pria itu memanggil pelayan yang kebetulan lewat untuk mengambilkan nya kotak p3k, tak berselang lama kotak tersebut sudah berada di sampingnya, Dewa lalu duduk di samping Arumi, dan dengan berhati-hati memindahkan kaki mulus Arumi ke pangkuan nya.

Ada beberapa luka membiru juga lebam baret di kaki bak porselen tersebut, kemungkinan karena Arumi tak biasa memakai high heels dan ukurannya yang berbeda hingga membuat telapak kakinya lecet.

Dengan penuh perasaan dan perlahan Dewa mengoleskan salep di luka Arumi menggunakan cotton bud, sesekali Arumi akan meringis karena perih, mata Dewa lalu bergulir menatap Arumi yang kini tengah mengerut dahi karena merasakan sakit, semilir angin datang menyibakkan gorden-gorden di mansion itu lalu datang mengibaskan setiap helai rambut Arumi yang indah, dan sekali lagi Dewa terpesona. Entah sudah yang keberapa kali Dewa terpana ketika melihat Arumi, kenapa setelah sekian lama ia baru menyadari jika istri nya sangatlah cantik?

Ah, saat ini Dewa seperti melayang di ribuan kapas, ada perasaan ringan juga gelenyar aneh saat ia matanya berfokus pada Arumi, benarkah ia sudah cinta pada gadis pemilik mata indah ini?

"Mas." kibasan tangan Arumi membuat Dewa seketika tersadar.

"Kenapa melamun?"

Dewa sontak menggeleng. "Tidak." lalu tersenyum geli merasa malu sendiri karena ketahuan sedang melamun.

Setelah selesai memberikan salep, Dewa lalu membungkus luka Arumi dengan kapas yang di rekatkan dengan plester luka.

Cup! Dewa memberikan kecupan di atas luka kaki Arumi, membuat wanita itu tersentak lalu menahan nafas.

"Semoga lekas sembuh," ucap Dewa kemudian.

Sementara Arumi membeku dengan jantung seperti akan melompat dari tempat nya.

1
SUMARMI SUMARMI
Lumayan
Adele Amoreiza Limbong
apa ceritanya sudah slsai ia kak??
Mat Grobak
👍👍✌
Erni Syah
arumi dah telpn lum sama dewa ..klau blum bisa2 salah paham lagi..thor jgn buat mrka berantem lagi ya...pusing saya bacanya..bikin panas sesak
Puji Lestari
ah baru ge damai udah akan mulai lgi konflik
dandelion: Hehe konfliknya Bru di mulai 😅
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
up nya yg banyak thour 💪😍😍
dandelion: Siaaap di tunggu yaaa
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
akhirnya ,,,smngat thour 💪😍😍😍
dandelion: Siaaap terima kasih te
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
lnjt dong thor bnxk2 dong upx
dandelion: Siaap di tunggu yaa
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
lanjut thour makin suka aku
dandelion: Terimakasih telah berkomentar terus dukung yaa
total 1 replies
Dedew Dewie
sedikit banget up nya ..
dandelion: Di tunggu ya😅
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
yg banyak dong up nya thor
Nadin Nisa Rismaya: salu aku tunggu
total 2 replies
Dedew Dewie
yang banyak up nya Thor
dandelion: Siaap tolong terus dukung y
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
lm dtngg kok cm uppx 1 aja thor
dandelion: Di tunggu yaaa~
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
next
dandelion: Siap kak
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
up lg dong thor
dandelion: Okeeee di tunggu y
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
mbox crwt banget sich
dandelion: Hahaha bikin dongkol y mbok ny😅
total 1 replies
Puji Lestari
lnjut thor
dandelion: Siaap terimakasih dukungan nya
total 1 replies
Eta Adhiaksa
kasian arumi
dandelion: 😓😓😓 Iya kak
total 1 replies
Yunisa
semangat Arumi
dandelion: Semangat ❤️🔥
total 1 replies
Yunisa
dan nantinya kau akan mencintai aruma juga
dandelion: Iya hhehe😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!