Apakah kalian tahu sumber kebahagian sesungguhnya?,,,Kebahagiaan bukanlah bersumber dari uang, jabatan, atau wanita.
Sumber kebahagian adalah berasal dari hati yang murni. Setiap kita menolong sesama maka kebahagian akan menghampiri kita dengan sendirinya.
Mulai dari sekarang mari kita lakukan kebaikan paling tidak sehari satu kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon G aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dukun Pengganda Nasi Kuning
Terimakasih sudah mampir. Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia. Selamat membaca.....
"Karena berasnya sudah ada, mari kita buat nasi kuning untuk percobaan menjual ke toko sistem" Dede bergumam sendiri sambil mengangkat karung beras itu dengan mudah.
Dia bawa beras itu ke dapur. Saat Dede melewati Isti yang sedang asyik menonton acara televisi Dede berkata "Kak kamu mau belajar membuat nasi kuning tidak?, kalau mau sini aku ajarin caranya".
Isti hanya melirik sebentar adiknya, kemudian dia kembali memperhatikan acara televisi lagi dan berkata "gak mau ah males".
Mendengar kakaknya tidak berminat belajar Dede hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian terus melangkah ke dapur. Dia menyimpan berasnya dipojok ruangan.
Lalu mulailah dia membuat nasi kuning sebanyak 10 porsi. Proses pembuatan itu berlangsung sekitar 40 menit. Setelah itu dia memasukkannya kedalam kotak nasi.
"Sistem jual 10 kotak nasi kuning spesial kedalam toko" perintah Dede.
[ Ding ]
[ Selamat 10 nasi kotak spesial berhasil dijual pada toko sistem. Anda mendapatkan 20 poin sistem langsung disimpan pada inventori ]
[ Poin sistem adalah mata uang yang digunakan dalam transaksi jual beli pada toko sistem ]
[ Anda dapat membeli kembali nasi kotak spesial dengan harga 1 poin sistem per 1 kotak ]
"Sistem beli 20 lagi kotak nasi kuning spesial" kata Dede.
[ Ding ]
[ Selamat anda mendapatkan 20 kotak nasi kuning spesial langsung disimpan dalam inventori ]
[ Poin sistem anda terpotong semuanya ]
"Keluarkan 20 kotak nasi kuning spesial" perintah Dede. Seketika 20 cahaya putih sebesar kelereng berjajar rapih didepan Dede.
Satu detik kemudian cahaya itu berubah menjadi 20 kotak nasi kuning yang Dede beli pada toko sistem.
"Apa?" Dede tidak percaya dengan semua kejadian yang sekarang dia lihat didepannya.
Hanya dengan modal 10 kotak nasi kuning spesial dia mendapatkan kembali 20 nasi kotak yang sama persis dengan yang telah dijual sebelumnya pada toko sistem.
Kemudian Dede memeriksa satu persatu kedua puluh nasi kotak itu. Dia masih tidak percaya barang kali isinya ada yang kosong. Tapi setelah dilihat semuanya benar-benar sama dengan nasi kuning spesial buatannya. Bahkan keadaan semua nasi itu masih hangat.
"Bukankah jika seperti ini aku akan cepat kaya raya. Hanya dengan modal sekali aku bisa melakukan jual beli pada toko sistem secara terus menerus" Dede tertawa lebar dari telinga ke telinga saking senangnya.
"Sistem jual kembali 20 kotak nasi kuning spesial kepada toko sistem" kata Dede kembali.
[ Ding ]
[ Selamat anda berhasil menjual 20 nasi kuning spesial anda mendapatkan 40 poin sistem. Langsung tersimpan dalam inventori ]
"Hahahaha" Dede tertawa riang sambil melompat lompat seperti anak kecil saking senangnya. "Jika begini bukankah aku seperti orang yang viral di TV itu? dukun si pengganda nasi kuning". pikirnya dalam hati sambil tersenyum.
"Sistem apakah aku bisa menjual uang juga?" tanya Dede penasaran. Jika bisa tentu saja dia benar-benar bisa menggandakan uang sebanyak-banyaknya.
[ Maaf tuan anda tidak bisa menjual uang pada toko sistem. Karena didalam uang itu terdapat nomber seri yang berbeda-beda pada tiap lembarnya ]
[ Anda bisa menjual apapun pada toko sistem selain uang ]
"Baiklah aku mengerti, jika seperti ini ibu tidak perlu repot-repot lagi membuat nasi kuning esok hari'' gumam Dede pelan.
"Cek tabel inventori"
[ Saat ini didalam inventori sistem anda terdapat ;
- poin kesehatan 5
- poin kekuatan 2
- poin kecepatan 2
- kotak misterius 1
- poin sistem 40 ]
"Cek toko sistem"
[ TOKO SISTEM : Nasi kuning spesial ]
....
Dirumah pak haji Darman.
"Permisi" kata Masitoh mengetuk pintu rumah mewah itu pelan. Tidak ada jawaban apapun dari dalam. Kemudian dia mengetuk pintu itu sekali lagi. Tetap tidak ada jawaban dari dalam rumah.
"Bu Masitoh pijit saja bel nya. Mereka tidak akan mendengar ketukan dari luar" kata seorang pria yang kebetulan lewat didepan rumah pak haji Darman.
Masitoh mengalihkan pandangan matanya kepada orang itu, "eh pak Bromo terimakasih sudah diingatkan" kata Masitoh sambil tersenyum lalu mengangguk pelan ke kearahnya.
"Sama-sama bu", balas pak Bromo sambil berlalu diikuti dua anak buahnya yang sedang menggotong anjing pingsan pada tangan mereka.
Kemudian Masitoh berbalik lagi ke pintu rumah itu, disampingnya terdapat saklar putih bertuliskan "Pijit disini".
"Kenapa aku tidak menyadari adanya bel disini" gumamnya sambil menekan bel itu.
"HIHIHI HAHAHA HAHAHA" suara bel itu berbunyi seperti anak kecil sedang tertawa gembira. Jika ada orang yang mendengar suara bel itu di malam hari pasti bulu kuduknya akan merinding.
"Sebentar" teriak seorang wanita dari balik pintu, suara langkah kakinya terdengar semakin mendekati pintu itu.
"Eh bu Masitoh. Mau ketemu juragan?" tanya bi Endah yang sudah mengenali Masitoh.
"Benar bi apakah juragan ada dirumah?" tanya Masitoh.
"Ada bu silahkan masuk, juragan sedang memberi makan ikan koi di kolam belakang. Silahkan duduk saya akan panggilkan beliau sekarang juga" kata bi Endah sambil membalikan badan.
"Siapa bi?" tanya seorang wanita dari ruang tamu terdengar oleh Masitoh.
"Itu bu ada bu Masitoh mau ketemu juragan" kata bi Endah menjelaskan pada wanita itu.
"Oh si miskin" kata wanita itu terdengar menyakitkan oleh hati Masitoh. Lalu terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearah ruang tamu.
Masitoh langsung berdiri dan melihat siapa yang ada dihadapannya "selamat siang bu Hajah Ani" katanya sambil membungkuk sopan.
"Selamat siang, mau apa datang kesini?" dia bertanya dengan nada ketus. Bu hajah Ani adalah istri dari pak haji Darman. Dia terkenal pelit dan sombong. Dia selalu merendahkan orang yang terlihat miskin dimatanya.
Termasuk Masitoh, karena dia bekerja di sawah milik suaminya. Selama ini hajah Ani lah yang mengatur semua keuangan para pegawai suaminya.
Masitoh bekerja di sawah dari pagi sampai sore hanya digaji sehari 50 ribu rupiah. Tanpa makan dan minum. Kalau Masitoh tidak masuk kerja maka dia akan dipotong gaji.
"Anu bu, saya kemari mau bicara pada juragan haji Darman" Masitoh menjelaskan dengan so pan takut hajah Ani tersinggung Dengan kata-katanya.
"Mau ngomong apa pada suami saya ? bilang saja sekarang pada saya, tidak perlu menunggu dia datang" Hajah Ani melipat kedua tangannya didepan dada.
Saat Masitoh akan menjelaskan maksudnya, datanglah pak Haji Darman bersama bi Endah. "Ada apa sih bu kok ribut-ribut begini?" tanya pak Darman lembut pada istrinya.
"Ini pak ada si miskin katanya mau ngomong sama bapak, ibu mau cuci muka dulu bisa rusak mata ibu setelah melihat orang itu". kata Hajah Ani sambil masuk kedalam rumah.
"Bi Endah jangan lupa lap bekas duduknya dengan kain basah yang bersih, aku tidak mau aroma tubuhnya menempel di sofa mahal ku" lanjutnya mengingatkan pembantunya.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote. Serta pencet tombol favoritnya biar tidak ketinggalan up date selanjutnya. Sampai jumpa lagi bos ku :)
lebih Mudah untuk dipahami... dan tidak bikin pusing kepala...💆💆💆
dan aku Salut sama Author yang tetap konsisten dengan Ceritanya yang dari Awal udah banyak yang tidak sesuai harapan jadi Teruuuu...sss....Gaaaaa....ssspooolll🙏💪💪💪 bikin cerita Hallunya sungguh diluar Nurul
17-19th Terus Isti yang Jadi Adiknya misal usia Isti 13-15th Mungkin itu lebih pas dengan Alur Ceritanya... Dan tentang Cerita Ayahnya Dede sebelumnya Tolong di revisi karena tidak Masuk akal apalagi penyebab kematian Ayahnya Dede dan Isti...🤦💆💆💆
lanjutkan thor