NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Kukuruyuk.

Suara ayam jantan berkokok bersahut-sahutan seperti paduan suara yang tidak pernah lelah setiap paginya.

Sinar matahari pagi menyusup dari celah jendela kamar menerpa wajah Arga yang masih tertidur pulas.

Arga menggeliat pelan dan membuka matanya yang terasa jauh lebih segar dari biasanya.

Ting.

Suara mekanis yang selalu dinantikannya itu langsung berbunyi tepat saat kesadarannya terkumpul penuh.

[Waktu Check-in Harian di pagi hari telah tiba.]

[Apakah Anda ingin melakukan Check-in Hari Kelima? Ya / Tidak]

"Ya tentu saja sistem, berikan aku sesuatu yang bagus untuk menyambut tamu penting hari ini." Arga bergumam pelan sambil menekan tombol di udara kosong.

[Check-in Hari Kelima Berhasil!]

[Selamat! Anda mendapatkan Hadiah Harian: Saldo Tunai Rp 5.000.000 dan 1 Botol Semprotan Hama Gaib.]

Trrrt trrrt.

Ponsel bututnya bergetar di atas meja kayu menandakan uang tunai itu sudah masuk dengan selamat ke rekeningnya.

Arga tersenyum puas lalu membuka inventaris sistem untuk mengecek fungsi dari barang barunya tersebut.

[Semprotan Hama Gaib: Mencegah semua jenis serangga dan hama perusak mendekati area kebun selama tiga puluh hari.]

"Wah ini benda yang sangat berguna, aku tidak perlu repot-repot membeli pestisida kimia berbau menyengat lagi."

Arga segera bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Hari ini dia memakai kemeja biru muda yang baru dibelinya kemarin sore sepulang dari kota.

Kemeja itu dia padukan dengan celana bahan berwarna hitam membuat penampilannya terlihat seperti seorang pengusaha muda yang sukses.

Setelah merapikan rambutnya Arga berjalan menuju dapur untuk menyeduh segelas kopi hitam.

Dia duduk di teras depan rumahnya sambil menikmati udara pagi dan menunggu kedatangan Siska.

Sekitar pukul sembilan tepat suara mesin mobil yang halus terdengar mendekati pekarangan rumahnya.

Mobil MPV hitam mewah yang sama seperti di pasar kemarin perlahan masuk dan parkir tepat di sebelah motor KLX Arga.

Pintu penumpang terbuka dan Siska turun dengan gaya elegannya yang selalu memukau mata.

Hari ini Siska mengenakan setelan blazer berwarna krem dan celana panjang senada yang membuatnya terlihat sangat profesional.

"Selamat pagi Mas Arga, maaf kalau saya datang terlalu pagi dan mengganggu waktu santai Anda." Siska menyapa dengan senyum ramah yang menawan.

"Selamat pagi juga Nona Siska, tidak mengganggu sama sekali karena saya memang sudah menunggu kedatangan Anda." Arga berdiri dan membalas senyuman itu dengan percaya diri.

Sopir Siska yang berseragam rapi ikut turun dan berdiri dengan sikap siaga di samping pintu mobil.

"Saya lihat Mas Arga punya motor baru yang sangat bagus, sepertinya bisnis pertanian Anda sedang berkembang pesat ya." Siska melirik ke arah motor sport jangkung yang terparkir mengkilap itu.

"Ah ini cuma kendaraan operasional biasa untuk ke ladang Nona, tidak sebanding dengan mobil mewah Anda." Arga menjawab merendah meski hatinya bersorak bangga.

"Jadi bagaimana Mas, apakah saya sudah diizinkan untuk melihat langsung lokasi kebun rahasia Anda itu." Siska langsung menyampaikan tujuan utamanya tanpa bertele-tele.

"Tentu saja Nona, silakan ikuti saya ke halaman belakang rumah ini." Arga mempersilakan Siska berjalan mendahuluinya melewati lorong samping rumah.

Siska berjalan dengan langkah anggun namun matanya terus mengamati kondisi rumah tua Arga yang terlihat sangat kontras dengan penampilannya.

Langkah Siska terhenti saat mereka berdua sampai di depan sebuah benteng pagar seng yang tertutup sangat rapat.

"Anda memagari seluruh kebun Anda dengan seng setinggi ini Mas Arga." Siska menatap pagar itu dengan raut wajah keheranan.

"Ini demi keamanan dan privasi Nona, bibit yang saya tanam adalah varietas unggul yang sangat diincar oleh banyak orang." Arga berbohong dengan sangat lancar dan meyakinkan.

Arga mengeluarkan kunci dari sakunya dan membuka gembok besar yang mengunci pintu seng tersebut.

Kriet.

Pintu seng itu terbuka perlahan menampilkan pemandangan luar biasa yang selama ini disembunyikan Arga dari dunia luar.

Siska melangkah masuk melewati pintu dan seketika hembusan angin sejuk langsung menyapa wajah cantiknya.

"Ya ampun udara di dalam sini terasa sangat berbeda dengan di luar, segar sekali seperti di pegunungan." Siska memejamkan matanya sejenak menikmati sensasi sejuk tersebut.

Matanya kemudian terbuka dan langsung tertuju pada sepuluh pohon tomat yang berjejer rapi di sudut kebun.

Pohon-pohon itu berdiri kokoh setinggi dada orang dewasa dengan daun-daun hijau yang memancarkan pendar kebiruan.

Meski buahnya sudah dipanen habis kemarin namun sisa-sisa kuncup bunga baru sudah mulai bermunculan dengan sangat lebat.

"Itu pohon tomat kristalnya ya Mas, daunnya sangat unik dan batangnya terlihat begitu kuat menancap di tanah." Siska berjalan mendekat dan mengamati pohon itu dengan penuh kekaguman.

"Benar Nona, sistem penanamannya menggunakan pupuk organik khusus yang membuat tanaman ini bisa berbuah berkali-kali dalam waktu singkat." Arga menjelaskan sambil berdiri di samping Siska.

"Lalu tanaman apa yang ada di sebelah sana itu Mas, daunnya berwarna kemerahan dan sepertinya memancarkan hawa panas." Siska menunjuk ke arah dua puluh petak tanah yang berisi tanaman Cabai Api Naga.

Arga tersenyum penuh misteri melihat ketertarikan Siska pada tanaman barunya yang belum siap panen itu.

"Itu adalah proyek terbaru saya Nona Siska, namanya Cabai Api Naga."

"Cabai? Tapi ukurannya sangat besar untuk ukuran cabai lokal dan warnanya terlihat sangat tidak wajar." Siska berjalan mendekati petak cabai itu dengan rasa penasaran yang memuncak.

Dia sedikit membungkuk untuk melihat kuncup buah cabai yang mulai memerah dan membesar di sela-sela daunnya.

1
irena
hancurkan wiratama sampai ke akarnya thor.. Arga dilawan
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
irena
seru banget thor.. kapok si baskoro... klo perlu kasih jadi gembel si baskoro kusuma
Cherlly: iya kaka nanti tunggu bab selanjut nya ya kaka😍
total 1 replies
Cherlly
sangat menarik dan kejutan tk terduga oleh sistem
Gege
emas dunia 1 gram sudah 2.7juta paling murah Thor...🤣
Gege
duit Baru ratusan juta kok bangun villa mewah..🤣
Cherlly: ya kaka, kan itu uang dr awal dia dapet sistem di kumpulin sampe bisa bangun villa mewah,dan masih ada lanjutaan bab yg mengejutkan si pembaca😊
total 1 replies
Gege
perasaan masih ratusan juta belom milyaran kok disebut milyarder Thor..🤣
Sayekti 0519
waah ... udah bisa bantu bikin rumah sakit khusus kanker gratis,mesjid panti.kan udah punya pohon uang
Sayekti 0519
lah rumah nya g d bagusin,klw d dobrak orang jahat gmana??
Cherlly: dia kan punya sistem yg bisa menghasil kan uang dan bisa buat beli rumah baru kaka
nanti di tunggu bab selanjut nya kaka semakin seru nanti nya,saya lagi mikir untuk bab selanjut nya biar lebih menarik😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!