Setelah dua tahun tak pernah bersua, akhirnya Anneta bertemu kembali dengan kakak angkatnya, Brian Leonard Marsello di acara pameran tunggal pertamanya.
Sejak pertemuan itu, hubungan antara keduanya semakin dekat sampai timbul benih-benih cinta pada diri Anne. Namun, perbedaan keyakinan, budaya serta penyakit yang pernah diderita Brian, membuat hubungan mereka di tentang oleh keluarga Anne.
" Meski aku tak bisa melawan restu sang semesta, setidaknya kamu adalah langitku dan satu-satunya wanita yang aku cintai sampai akhir nafas ini."
" Aku tak pernah tahu bagaimana semesta dalam menuliskan kisah cintaku. Alih-alih bisa melupakan masa lalu, aku justru terus terjerat di dalam belenggu cinta masa lalu. "
Akankah Anne dan Brian bisa mendapatkan restu serta bersatu dalam satu keyakinan dan dunia yang sama?
Follow ig author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MR Bab 32 : Pacar atau Suami?
" Anne ...," sapa orang itu tatkala menyadari jika orang yang ia tabrak adalah seseorang yang cukup ia kenal.
Anne mencoba mengingat - ingat siapa wanita yang ada di depannya saat ini.
" Kak Lea...," seru Anne ketika sudah mengingat siapa wanita itu.
Anne dan Leandra pun saling berpelukan sama lain. Meski tak begitu akrab, mereka tetap saling mengenal cukup baik. Pasalnya, dulu Lean sering mengajak Lea datang main ke rumah.
Hubungan keluarga mereka juga terjalin cukup baik, karena ayah Leandra adalah pemilik rumah sakit tempat dimana Lean bekerja.
" Kamu kok ada di sini? Lagi liburan, ya?" tebak Lea seusai mengurai pelukan mereka.
Anne menggeleng. " Enggak, aku tuh kuliah di sini, bukan liburan," jawab Anne dengan wajah bahagia karena bisa kuliah keluar negeri.
" Seriusan? Bukannya dulu om Ken___"
" Udah di bolehin dong, 'kan sekarang ada pawangnya."
" Pawang?" ulang Diandra yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Anne.
" Oh, ya ... Aku paham ... Paham ... Maaf ya, udah tua, pikirannya banyak. Jadi, sedikit lola kalau diajak bicara pakai bahasa gaul," terang Lea.
Sedangkan Anne hanya bisa geleng-geleng kepala tatkala mendengar Lea menyebut bahwa dirinya tua. Pasalnya, Ia belum berusia diatas tiga puluh tahun, masak sudah di bilang tua. Kalau lagi banyak pikiran, itu sih mungkin bisa aja.
" Oh, ya. Kakak sendiri ngapain di sini?" tanya Anne yang mencoba basa basi.
" Oh, aku habis ada urusan."
Tiba-tiba, ponsel Anne berdering sehingga membuat obrolan mereka terputus.
" Ya, halo, Kak?" tanya Anne pada seseorang di balik telepon.
" Kamu dimana? Kok belum nyampe-nyampe, katanya tadi udah mau turun," tanya Brian yang terdengar cemas gara-gara Anne yang tak kunjung sampai di restoran. Padahal, lima belas menit yang lalu Anne mengatakan kalau ia sudah keluar dari kamar hotel.
" Oh, aku masih di lobi. Bentar lagi, aku kesana, oke. " setelahnya, Anne segera mematikan panggilannya dengan Brian.
" Kamu ada janji sama orang, Anne?" tanya Leandra.
" Bukan janji sih, lebih tepatnya mau makan siang."
" Oh, mau makan siang? Kebetulan aku juga mau makan siang, gimana kalau kita barengan. Biar aku ada temannya," saran Leandra.
Anne terlihat sedang berpikir sejenak, dan akhirnya memutuskan untuk setuju. Toh, bukankah hanya makan siang bersama, dan lebih banyak orang juga akan lebih rame.
Setelah, kedua wanita itu berjalan beriringan menuju restoran hotel. Selama perjalanan, mereka cukup banyak mengobrol.
" Anne," panggil seseorang dengan melambaikan tangannya ke arah Anne.
Anne pun tersenyum ketika sudah menemukan dimana keberadaan Brian. Melihat Anne yang datang tidak sendiri, tentu membuat Brian bingung.
" Siapa, Anne?" tanya Brian to the poin.
"Oh, kenalin. Ini Kak Leandra, dia adalah temannya Kak Kean dan Kak Lean waktu masih kuliah dulu."
" Hai, Leandra." Lea mengulurkan tangan kanannya, dan di sambut oleh Brian.
" Brian,"jawab Brian singkat dan terkesan dingin. Begitulah sikap asli Brian jika dengan wanita selain . Karena ia hanya bersikap hangat, lembut, dan perhatian hanya pada Anne seorang.
Setelahnya, mereka bertiga duduk di kursi masing-masing. Melihat Anne yang datang mengajak seorang teman tanpa bertanya atau berkonsultasi terlebih dulu, tentu saja membuat Brian sedikit kesal. Pasalnya, Ia berniat untuk mengungkapkan perasaannya pada Anne. Tapi, kalau seperti ini mana bisa.
Leandra segera memanggil seorang pelayan karena ia akan memesan makanan.
" Kamu pesan apa, Anne?" tawar Leandra dengan menggunakan bahasa Indonesia.
" Anne sudah saya pesankan," jawab Brian menggunakan bahasa Indonesia yang sudah mulai lancar.
" Kamu bisa bahasa Indonesia?" tanya Leandra yang cukup terkejut ketika mendengar bahwa Brian bisa berbahasa Indonesia.
" Sedikit!" jawab Brian singkat.
Dikarenakan Brian dan Juga Anne sudah memesan, jadi Leandra memesan makananya sendiri.
Di sebuah bilik, terlihat segerombolan karyawan restoran yang sudah bersiap-siap untuk keluar. Hanya tinggal menunggu sebuah aba-aba saja, mereka akan keluar untuk memberikan sebuah kejutan kecil yang telah Brian siapkan.
" Anne, aku tinggal pergi sebentar, ya ..." pamit Brian dan diangguki oleh Anne.
Brian segera menghampiri para karyawan itu untuk memberitahukan bahwa acara kejutan gagal. Meski gagal, Brian tetap memberikan tips kepada mereka sesuai kesepakatan di awal. Setelahnya, Ia pun segera kembali ke meja makan.
Sedangkan Anne dan Diandra terlihat begitu asik mengobrol. Bertemu dengan sesama orang Indonesia di luar negeri, itu sudah bagikan bertemu saudara sendiri karena mereka memiliki budaya, dan bahasa yang sama sehingga akan banyak pembahasan.
" Oh, ya Anne. Brian itu pacar atau suamimu?" tanya Leandra yang penasaran akan status Brian. Soalnya, Brian maupun Anne tak menyebutkan siapa Brian.
" Huh" Anne terlihat terkejut tatkala mendengar pertanyaan Leandra yang tak ada jawabannya.
" Kak Lea kenapa bisa berpikiran seperti itu? Kak Brian itu hanya Kakakku, bukan pacar apalagi suami. I'm single, okey," papar Anne santai.
" Serius kamu, Anne?" tanya Leandra yang seakan tak percaya dengan jawaban Anne. Soalnya, yang Leandra tahu Anne tak mempunya Kakak selain Kean dan Lean.
" Yes, sepuluh rius kalau bisa. "
Setelahnya, Anne menceritakan siapa Brian sebenarnya.
Tak lama kemudian, Brian pun sudah kembali bersamaan dengan seorang pelayan yang datang membawakan makanan pesanan mereka.
Sebelum makan, mereka bertiga berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Melihat cara berdoa Anne dan Brian yang berbeda, membuat Leandra mulai paham.
" Oh, ya, Bri. Kamu masih kuliah atau sudah kerja?" tanya Leandra yang mencoba membuka pembicaraan.
" Kerja." lagi-lagi Brian hanya menjawab dengan singkat dan dingin, membuat Leandra jadi canggung.
" Oh, ya Kak. Aarav gimana kabarnya?" Kini Anne yang mencoba membuka pembicaraan agar suasananya tidak sepi dan terkesan canggung.
" Dia ... Sudah besar, dan sangat aktif sekali. Kadang, aku sampai capek melihat tingkahnya yang tak ada habisnya. Tapi, terkadang dia terlihat cukup menggemaskan juga," cerita Leandra yang terlihat kembali ceria ketika menceritakan tentang Aarav putra nya. Meski awalnya Leandra tak menginginkan kehadiran bayi itu, tapi sekarang dia justru bersyukur karena waktu itu ia mendengarkan apa kata Lean.
Andai waktu itu Lean tak menolongnya, mungkin tak akan ada Leandra yang sekarang. Leandra yang kuat, dan penuh kebahagiaan setelah kehadiran Aarav. Bagi Leandra, Aarav sudah bagaikan anugerah dan hadiah terindah dari sang pencipta alam semesta.
"Wah, pasti sangat menggemaskan sekali. Jadi, pengen ketemu," ujar Anne yang memang suka dengan anak kecil.
" Tentu saja, dia itu sangat menggemaskan sekali. Gimana kalau kapan-kapan kita ketemu lagi?"
" Em ... Boleh-boleh."
Setelahnya, kedua wanita itu saling bertukar nomor telepon agar mudah untuk saling berhubungan. Melihat Anne yang begitu asik dengan wanita yang bernama Leandra, membuat Brian semakin kesal. Kehadirannya seakan tak dianggap ada oleh Anne, benar-benar hari yang bahagia bercampur sial.
Bahagia karena bisa menikmati momen bersama dengan Anne, sial karena rencananya untuk mengungkapkan perasaan gagal, sekaligus di acuhkan setelah bertemu teman lama.
...****************...
smoga Di Novel Anne Yg Slanjutnya Tdak Mnguras Air mata ku lagi.
Capek tau kak nangis trus.
Tpi ya. gomana ya. gk Nangis Jgk Gk Bisa. airmata klao Udah Kluar Gk Bisa di Tahan.🥺
Qm memang prlu mnenangkan Hati Dan Pikiran mu Lbih dulu.
.
Kalo Pangeran Stia Dan Tulus mncintaimu.
dia Pasti akn Mnunggu mu smpai Qm kmbali. Ntah Itu Kpan. aq jgk tdk tau
sana pergi cari kamar lain🙄
smoga Allah mnempatkn Mu Di Syurganya.
Bahagia lah Qm Di Sana.
Skrang qm sdah tdak sakit lagi.
.
.
Bner bner mnghabiskan Tisu🥺
tpi knpa Mampu Mmbuat Air mata ini Trus Mngalir.
Dan Dada Ini Jgk Bgitu merasa sngt sesak sekali.😭😭😭😭😭😭😭