Cover by @iqbald26
Menceritakan tentang dua manusia yang berupaya setia pada pasangannya yang sudah tiada,namun takdir yang mengatur mereka.
***
*Tidak ada orang ketiga
*Episode tidak banyak
*Siapkan tisu,karena mungkin saja cerita ini mengandung air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengatakan
Sepulangnya Farid dari kantor Ana akan membicarakan semuanya,dia tidak ingin menghalangi kebahagiaan anak sambungnya dan ini adalah waktu yang tepat.
Pukul 8 malam Farid kembali dari kantor, mungkin pekerjaannya tidak banyak. Ana menyiapkan pakaian sampai makanannya, setelah selesai keduanya masuk kedalam kamar meskipun dalam keadaan hening,tanpa ada obrolan seperti biasanya.
"Mas,Ana ingin bicara," ucap Ana pada Farid yang sedang memainkan hapenya
Farid pun melihat kearah Ana ,dia takut kalau Ana akan membicarakan hal yang sama .
"Silahkan," sahutnya singkat
Hal itu membuat hati ana nyeri.
"Mas,aku ingin mas melanjutkan rencana mas untuk menyekolahkan Hana keluar negeri,aku tidak akan lagi melarangnya, ditambah Hana pun begitu antusias ingin bersekolah disana," ucap Hana menyampaikan maksudnya
Farid yang kembali fokus pada hapenya melihat kearah Ana dan meminta kebenarannya,karena sebelumnya ana sangat menentang dengan alasan dia kesepian kalau Ana pergi, meskipun Farid meyakinkan akan memiliki anak secepatnya untuk menggantikan Hana meskipun pada kenyataannya belum pasti.
"Apa kamu serius? bukankah kamu menolaknya dengan alasan ingin mengurusnya sampai dia dewasa dan lagi kamu takut kesepian,"
"Aku sadar mas,aku sudah memaksakan semuanya,aku tidak ingin lagi egois biarkan kamu tetap pada niat awalmu untuk menyekolahkan Hana ,ini juga demi masa depannya dan aku tidak punya hak untuk melarang,maafkan aku yg sempat menghalangi niatmu mas,"
Farid terdiam.
"Baiklah,aku akan mengirimkannya keluar negeri,lagi pula kamu tidak perlu khawatir disana ada saudara sepupuku yang sudah lebih dulu menyekolahkan anaknya,aku yakin Hana akan menyukainya,"
"Iya mas,aku tidur duluan," ucap Hana membaringkan tubuhnya dengan perasaan yang campur aduk.
"Ana, bagaimana dengan pengobatan mu,maafkan aku yang akhir-akhir ini tidak menemani mu," ucap Farid yang berbicara berhadapan dengan punggung Ana
Ana tak sanggup ia pun meneteskan air matanya namun langsung melapnya dengan selimut.
"Mas tidak perlu memikirkan hal itu lagi, fokuslah pada pekerjaan mas,itu lebih penting aku tidak apa-apa. Dan mulai saat ini sebaiknya kita berhenti berharap untuk memiliki keturunan, seharusnya aku menyadarinya sejak awal bahwa aku tidak bisa memiliki Anak,"
"Apa maksud kamu?,"
"Aku sudah menghentikan pengobatannya mas,itu hanya buang-buang uang saja,lebih baik uangnya ditabung untuk sekolah Hana," ucap Hana yang tak bisa menahan air matanya
"Kenapa kamu menghentikannya, bukankah kita sudah sepakat untuk memiliki anak?,"
"Aku lelah mas,lagi pula kamu pun belum tentu menginginkannya,"
Deg Farid merasa bersalah pada Ana karena sejujurnya perasaannya pun tidak begitu yakin ingin memiliki anak atau tidak dari Hana.
"Diam mu adalah sebuah jawaban Untuk ku mas,jadi kita sepakati saja untuk berharap memiliki anak,jika pun berhasil aku akan sangat kasihan terhadap anakku,bahwa ayahnya saja tidak menginginkan kehadirannya,cukup aku yang merasakan kehampaan meskipun dalam kehangatan kasih sayangmu,aku tidak akan tega jika anakku mendapatkan perlakuan yang sama," ucap Ana yang tak bisa lagi membendung air matanya
Farid merasa tersentak bagaimana pemikiran ana bisa sejauh itu tanpa Farid sadari.
"Ana maafkan mas,kamu terlalu berlebihan dalam hal itu bagaimana pun jika kita memiliki anak maka anak itu tetaplah menjadi anak mas,dan mas akan menyayanginya seperti Hana,"
"Benarkah,meskipun bukan lahir dari wanita yang kamu cintai?," ucap ana membuat Farid terdiam.
***
like komen dan Vote ya ide lagi banyak ni siapa tahu up terus😁🤣
semoga
maling teriak maling....
lebih baik berpisah, dr pada menyiksa diri....
jangan menyiksa orang lain karena pikiran mu yg salah....
manusia tidak punya hati..... 😡😡