Assalamualaikum
Hallo terimakasih sudah membaca karya pertamaku, mohon maaf bila ada tulisan yang masih kurang
Sarah Mariana Adriansyah
Yang biasa di panggil Ria. Berusia 21thn mahasiswa semester akhir, Ria adalah gadis cantik berasal dari keluarga terpandang hidupnya penuh dengan kemewahan. Ria termasuk anak yang cukup nakal dan bar-bar selalu pulang malam, Tapi Ria selalu menjaga kehormatan bagai seorang wanita.... Pada suatu hari, bertemu dengan lelaki yang membuatnya terpana.... Yang ternyata akan di jodohkan oleh orang tuanya.
Wahyu Hidayat
Yang biasa di panggil Wahyu, badan tinggi mempunyai wajah tampan dan kulit putih. Berusia 28thm lulusan terbaik di universitasnya... Namun keberuntungan belum berpihak pada nya. Wahyu sehari-hari membantu ibunya di toko. Pada suatu hari tidak sengaja bertemu dengan wanita yang membuatnya hampir jantung setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jilbaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ria semakin terpesona
"Jadi bagaimana Tuan itu saja beberapa yang saya sampaikan dari poin-poin intinya."jelas Wahyu panjang lebar
"Wah penjelasan dan penyampaianmu sangat bagus tidak diragukan lagi, dan untuk proyek ini sangat lah bermanfaat dan juga dibutuhkan oleh masyarakat yang dari pelosok butuh namanya pendidikan."Ucap tuan Michael terkagum-kagum
"Terimakasih tuan Mlchael "Ucap Wahyu sedangkan Ria hanya menyimak dalam hati dia bangga tidak salah memilih menafikan ceo pengganti.
"Duh sumpah nih cowok buat gue meleleh, pengen gue kurung hiks."Batin Ria yang melihat Wahyu terpesona
"kalau itu saya sangat setuju untuk pembangunan proyek ini, dan satu lagi sekolah ini gratis untuk orang-orang yang tidak mampu untuk ini saya sepakat untuk ikut sertakan pembangunan proyek tersebut."Jawab tuan Michael menjabat tangan Wahyu lalu Tuan Michael menepuk pundak Wahyu.
setelah berbincang-bincang dengan semua yang ada di ruangan tersebut, Tuan Michael izin pamit pulang terlebih dahulu. sedangkan Ria dan Wahyu masih mengerjakan beberapa laporan di ruang tuan Michael.
2 jam berlalu
akhirnya sudah selesai mengerjakan laporan untuk lusa yang akan di datangi ke tempat pelosok-pelosok tersebut, Wahyu dan Ria keluar ruangan bersamaan untuk pulang ke tempat rumah masing-masing. sesampainya di lobby semua karyawan sudah pulang terlebih dahulu hanya ada sisa beberapa karyawan yang masih di kantor.
Ria fokus jalan ke depan dan melihat ada percikan air yang membuat Ria terpeleset, Wahyu yang melihat Ria yang hampir mau jatuh dengan sikap menangkap Ria dan memegang pinggang Ria untuk menopang supaya tidak jatuh. Ria yang diperlakukan seperti itu syok dan tak lama Ria menatap mata Wahyu membuat Ria dan Wahyu berdebar kencang.
deg deg deg deg.
"Duh jantung plis jangan buat gue senam jantung."Batin Ria.
"Nona tidak apa-apa.?"Tanya Wahyu menetralkan jantungnya.
"Oh nggak apa-apa Tuan, terimakasih dan maaf merepotkan."Jawab Ria berdiri dan merapihkan pakaiannya yang sedikit berantakan.
"Duh lupa tadi kita bareng ya, Ku Tlp Adrian saja suruh jemput ke kantor."Gumam Ria yang masih di dengar oleh Wahyu.
"Nona biar saya anter sampai rumah, kasian Adrian harus bulak balik jemput anda. jadi biar saya anter sampai rumah."Tawar Wahyu.
"Duh maaf emang nya Tidak apa-apa."Tanya Ria.
"Tidak apa-apa ko nona, biar mobil di kantor saja besok saya jemput juga."Ucap Wahyu.
Sedangkan Ria hanya mengangguk lalu mobil yang sudah ditunggu sudah ada di depannya, Wahyu menghampiri mobil tersebut lalu membuka pintu penumpang untuk Ria dan dirinya.
perjalanan agak cukup macet karena waktu jam pulang kerja jadi perjalanan agak sedikit macet, Ria rianya diam menatap mobil lalu lalang dan lampu yang sudah menyala. satu jam kemudian akhirnya mobil yang di tumpangi Ria dan Wahyu sampai di kediaman Ria.
Ria dan Wahyu turun dari mobil, lalu Ria mengucapkan terima kasih karena sudah diantar sampai rumah. Wahyu hanya mengangguk lalu berpamitan setelah Wahyu masuk mobil dan mobil sudah melaju meninggalkan kediaman Ria. setelah itu dia masuk ke dalam rumah yang sudah disambut oleh ART membukakan pintu rumah.
"Mereka sudah pulang bi?"Tanya Ria pada BI Yati Art baru nya.
"Sudah non, mereka sedang di dapur menyiapkan makan malam."Jawab bi Yati menunduk ketakutan Ria yang menyadari BI Yati ketakutan lalu mengatakan
"Sudah bi nggak apa-apa, mereka sudah terbiasa seperti itu, bibi bantuin mereka aja nggak papa Ria naik ke atas dulu ya bi mau bersih-bersih habis itu turun ke bawah untuk makan malam."Ucap Ria meninggalkan BI Yati ke lantai atas.
Ria pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya selang 30 menit kemudian Ria membuka ponselnya dan membuka via WhatsApp yang ternyata masuk notif dari Winda.
Wewen❤️
RI abangmu rese bener, gue mau kerja di gangguin Mulu sama dia sumpah ngeselin.
^^^lah emang brother buat ulah apa ?^^^
Dari tadi ya pas gue Dateng ada aja kelakuan dia buat gue jengkel
^^^emang lu di apain Bambang?^^^
Lah katanya gue idaman dia, pekerja keras terus gue juga di godain dia Mulu. gara-gara dia kerjaan jadi harus di bawa ke rumah.
^^^hehehe dulu aja lu ngejar-ngejar brother gue, sekarang ogah-ogahan setelah Abang gue kejar balik^^^
ih mending gue ogah lah, cinta gue di tolak waktu itu mending gue mundur
^^^wkwkwk sabar sabar aja ya 🤣^^^
ngeselin 😤
^^^Read^^^
Setelah membalas chat dari Winda Ria menatap ponselnya membaca pesan dari winda karena sang kakak mengajar Winda balik. Ria tertawa karena tidak bisa membayangkan bagaikan Tom and Jerry yang sedang bertengkar. Ria dulu ingat bagaimana Winda tergila-gila pada sang kakak ketika Winda menyatakan perasaan nya di tolak mentah-mentah oleh Kakaknya itu. Setelah ditolak mentah-mentah oleh kakaknya Ria Winda bertekad untuk move on dari si doi. setelah beberapa tahun Winda akhirnya move on dan berubah segalanya yang berbanding balik setelah melihat Winda sang kakak malah mengejarnya balik.
jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam pintu kamar Ria diketuk.
tok tok tok
"RI makan malem udah siap."Panggil Riko dari luar Ria membukakan pintu kamarnya dan menghampiri Riko yang masih stand by depan pintu kamar Ria
"Yang udah pada makan Rik?."Tanya Ria sambil berjalan menuruni anak tangga bersama Riko.
"Mereka nunggu lu tuh di bawah, biar makan bareng."Jawab Riko. sedangkan Ria hanya mengangguk sesampainya di ruang meja makan Rangga dan Adrian sudah menunggu Ria. Lalu Ria duduk di kursi meja makannya seperti biasa.
"Tadi ART bilang kalian masak?."Tanya Ria.
"Iya kan emang udah biasa kita masak, pulang kerja masak sebelum kerja masak buat makan."Jawab Rangga
"Kan ada art ngapain kalian masak, kasihan loh bi Yati nganggur jadi nggak enak yang ada "Ucap Ria sambil mengunyah.
"Lagian Udah disiapin art, kalian tinggal habis mandi ataupun mau pulang kerja itu tuh makan sudah ada Udah disiapin sama bi Yati."Ucapnya lagi.
"Bos lu terlalu baik buat kita-kita, jadi sebagai gantinya ya kita balas Budi "Ucap Adrian.
"Ngapain pake balas Budi segala, kalian tuh udah ku anggap keluarga. lagian di rumah nggak ada yang nepatin itung-itung ada kalian ya kalian yang nepatin tau sendiri kan weekend gue balik ke rumah. atau hari biasa gue di rumah."Jawab Ria.
"Lagian nih bos kita udah bersyukur di kasih tempat tinggal yang layak Jadi kita ngomong ngerepotin Bos lagi."Ucap Rangga.
"Kalian kayak sama siapa aja, udah di sini sudah disiapin art Jadi kalian terima beresnya aja ya. gue udah selesai makan mau langsung istirahat besok gue harus ke resto sama cafe."Ucap Ria yang terlebih dahulu seksi makan malamnya lalu pamit ke kamar untuk istirahat.
**BERSAMBUNG.........
JANGAN LUPA
FAVORIT
LIKE
KOMEN
SHARE**
tapi air mata tak akan dpt berhenti mengalir...
semangat
lu gue...aku kamu
mending kalo sedang nongkrong lu gue aja...
pas harus berada ditempat sopan...baru sopan bahasanya
semangat kak cleo
walupun kaga ada kekurangan dalam diri ria tapi kaga sombong 👍👍👍👍👍