Halo Readers!
Apa Kabar Semua?
Karya Ke - 5
Sequel "Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam"
Jonatan (Jojo) dengan Kania
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Twins Masuk Sekolah
5 Tahun Kemudian...
"Kanara, Kanaya, Sarapan dulu Sayang." Kania memanggil kedua putrinya untuk sarapan.
Jo menghampiri Kania meminta Kania memasangkan Dasinya.
"Sayang kenapa teriak ya." Jo menyodorkan dasi yang akan dipasangkan Kania.
Kanara san Kanaya kini sudah duduk dimeja makan bersama Mama dan Papanya.
"Sayang Papa dan Mama antar kalian ke sekolah ya hari ini?" Jo mengusap kepala kedua putrinya.
"Oke Pa,Ma. Tapi Papa dan Mama tidak usah menunggu kami disekolah Nara dan Naya sekarang sudah besar Pa, kami sudah SD, bukan ada TK lagi." Kanara memang selalu bersikap ia sudah dewasa berbesa dengan Kanaya yang masih manja.
"Tapi Ka Nara, nanti kalo ada yang jailin sama kita gimana ka?" Kanaya memang berbeda dengan Kanara yang mandiri dan pemberani.
"Tenang aja Dek, ada Kakak. Lagi pula kamu ga usah fakut kalau Davin jahilin kita. Kakak bakal bales." Kanara dengan lagak sok tua.
Kania dan Jo hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan Kanara oada Kanaya.
Kanara dan Kanya kini sudah masuk SD.
Hari ini pertama mereka masuk sekolah di SD Al Azhar Pusat.
"Papa, Mama Kanara sekolah dulu ya. Ayok Dek." Kanara pamit mencium tangan Kania dan Jo.
"Pa, Ma adek sekilah dulu. Doakan adek supaya ga asa yang jail sama Adek." Kanaya kini pamit mencium tangan Kania dan Jo.
"Iya sayang, belajar yang rajin ya, dengarkan pelajaran dari bapak dan ibu guru. Oke?" Kania mengusap dan mencium kedua putrinya serta mengepalkan tangan sebagai tanda semangat.
"Sayang, jangan takut. Belajar yang rajin, bertemanlah sebanyak-banyaknya. Nanti pulang sekolah Papa dan Mama jemput lagi ya?" Jo mencium dan memeluk kedua putri kesayangannya.
"Iya Pa, Ma, terima kasih. Assalamualaikum." Pamit Kanara dan Kanaya.
"Waalaikumsalam." Kania dan Jo menjawab salam kedua putrinya.
Setelah mengantar kedua putri tercintanya Jo akan mengantar Kania ke Kantor baru setelah itu Jo ke kantornya.
Jo dan Kania sepakat setiap hari mereka akan mengantar kedua putrinya sekolah.
Keduanya tidak mau kehilangan momen berharga seperti itu.
Karena momen ini tidak akan pernah terulang terutama saat kedua putrinya sudah besar.
"By, ga terasa deh Kanara dan Kanaya sudah sebesar ini. Rasanya baru kemarin aku melahirkan keduanya. Kini Kanara malah menganggap dirinya susah besar pandai menasehati adiknya Kanaya."
"Sayang, mungkin seperti ini menjadi orang tua. Kini kita baru ditinggal mereka sekolah, kelak keduanya akan tinggal bersama suaminya. Dan Kita akan kembali berdua Sayang." Jo memeluk Kania, Kania menyandarkan kepalanya dibahu Jo.
"Membayangkannya saja mereka menikah dan dibaaa suaminya, aku sudah sedih ya By." Kania membayangkan hal yang akan ia dan Jo alami saat kedua putrinya menikah.
"Sayang tenru siklus manusia memang seperti itu. Begitupun kedua putri kita. Kelak Kanara dan Kanaya akan berumah tangga, tinggal bersama suami dan anak-anak mereka. Selayaknya kita dahulu saat aku dan kamu menikah. Kitapun membangun rumah tangga kita sendiri.
Jo semakin bertambah usia semakin bijak dan berpikiran jauh ke depan.
"Mereka berada di rahim yang sama, lahir bersama hanya beda 3 menit, tapi mengapa sifatnya jauh berbeda ya?" Kania mengingat sifat kedua putri kembarnya sangat berolak belakang.
"Kanara itu Mandiri dan Jia pelindungnya ngambil kamu banget Sayang. Selain itu menjanya Kanaya juga ada dari sifat kamu." Jo menjelaskan dari sikap anak-anaknya.
"Terus yang mereka ambil dari kamu apa?" Kania mencoba cari jawaban.
"Tenru saja yang baik-naik." jawab Jo narsis.
Kania menyubit pinggang Jo.
"Wah kamu mwmbangunkan macan tidur Sayang, aku akan baaa kamu ke kantorku."
"By, antar ke kantorku!" Kania keal tahu kalau Jo akan membuatkan senam aerobik sampe siang.
"