NovelToon NovelToon
CUKUP SATU

CUKUP SATU

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Sebaiknya mampir dulu di OB MILIK CEO Sebab latar dan tokoh pada karya ini adalah kelanjutan dari kisah tersebut.

Ada tentang rumah tangga Gilang dan Gita.
Ada drama rumah tangga Kevin dan Muna.
Juga kisah cinta Asep dan Siska.

Ini lapak baru tapi pemain lama.
Nikmati keseruan, gombal, juga bucinnya.

Selamat membaca🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 : KELUARGA KOMPAK

Boro boro kasih hadiah tuh si paksu yang belum 2 bulan jadi suami. Gita yang punya diri saja lupa tanggal ulang tahunnya. Karena fokus mereka bekerja juga menyiapkan pesta itu.

Setelah melaksanakan sholat subuh, keduanya sibuk menikmati view indah dari balik tirai yang sungguh memanjakan mata. Gilang tak henti hentinya mencium cium pucuk kepala Gita, memberikan kesan sayang dan romantis pada istri idamanya itu.

"Neng... ini shamponya wangi, A'a suka." Puji Gilang yang baru sadar aroma yang baru ia rasakan bernrda dari biasanya.

"Oh... a'a suka wangi yang begini. Ntar deh, neng stok yang banyak wangi ini. Ini neng pake yang bubble gum shampo a'."

"Hmmm... a'a suka wanginya segar agak manja. Cocok sama karakter eneng."

"Jadi eneng manja?"

"Ga banget sih, tapi mudah marah, cepat tersinggung dan ambekan."

"Masa...?"

"Ya... kaya tadi malam."

"Hah... itu sih kak Kevinnya aja yang ngasih kejutannya gitu amat."

"Udah ahlak... mana kerasa." Jujur Gilang.

"Heeem. Neng kan bukan a'a. Yang apa apa serba sabar dulu. Neng ga bisa..."

"Tuh kan, udah nyolot lagi. Sayangku... sikap itu bisa di latih kok. Apalagi besok, kalo eneng akan jadi owner di beberapa cafe. Neng harus jadi pemilik yang elegan. Ramah tapi tidak di remehin. Di hargai bukan di takutin."

"Beda di hargai sama di takutin apa?"

"Kalo di hargai, orang orang sangat patuh dengan segenap hatinya, tulus. Kalau di takuti, mereka patuh, tapi bisa saja membicarakanmu di belakang."

"A'a sudah masuk yang mana? di hargai, atau di takuti?"

"Sepertinya baru di ramahin saja. Kan belum jadi pimpinan."

"Hm... iya juga sih."

Keduanya melanjutkan obrolan ringan seputar ahlak dan sikap baik lainnya. Saling menilai satu sama lain, juga saling berusaha nantinya akan memperbaiki diri.

Setelah ngobrol tadi, ternyata keduanya sepakat untuk mandi berendam bersama yang tentu saja membutuhkan waktu tidak sebentar. Ada ritual yang harusnya di laksanakan semalam, hanya saja hal itu harus tertunda, karena suasana hati Gita yang awut awutan, rambut kali.

Jangan tanya tentang sarapan, mereka sedang berada di hotel bintang lima ya, yang hanya dengan menekan jari, makanan apapun bisa di antar ke kamar mereka.

Penunjuk waktu sudah semakin ke tengah, artinya pukul 11 yang Kevin janjikan semalam lewatlah sudah. Mungkin hanya wacananyan saja jika semalam ingin numpang makan di hotel itu.

"Yang... sayang." Suara Gilang agak nyaring memanggilnya, yang tengah asyik mengeringkan rambut basahnya sisa pertempuran pagi ini.

"Apaan sih a'ayank. Heboh bener." Gita melangkah mendekati sumber suara.

"Dari tadi a'a bolak balik bukain pintu, karena pelayan hotel ini ngantar makanan. Ini semua, eneng yang pesan?" Gilang menunjukan bermacam macam menu makanan yang sudah tersaji di meja makan, pada ruang yang memang terpisah dengan ruang tidur mereka.

"Ga, kak Kevin kali a' yang pesen. Kan semalam bilang mau makan di sini." Jawab Gita.

"Pake baju rapi deh a'. Jangan celana pendek. Paling bentar lagi mereka sampai." Perintah Gita pada Gilang yang tadi hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek.

Dan benar saja, setelah keduanya telah selesai mengatur tampilannya, pintu kamar terdengar di ketuk.

Gita berlari membuka pintu, dan langsung melihat sang mama dengan sebuah cake kecil siap dengan lilin yang tertancap. Lagu selamat ulang tahun pun menyeruak ke dalam ruangan, bersama masuknya mama Indira, papi Diendra, Daren dan Zahra, juga pasangan fenomenal. Siapa lagi kalo bukan bang Ke vin dan istri.

"Selamat ulang tahun anak mama yang cantik. Semua doa terbaik untukmu ya sayang." ujar Indira.

"Bahagia selalu anak papi." Peluk Diendra pada putri tunggalnya itu.

"Panjang umur, sehat selalu adikku yang tidak muda lagi." Ucap Darel merangkul tubuh Gita.

"Barakallah fii umrik ukhti." Zahra tak mau tertinggal menyampaikan doanya, juga merangkulnya dalam pelukan.

Giliran Kevin, Gita agak sadis. Ia langsung meloncat ke dalam pelukan Kevin, bergendong seperti koala.

"Kakak bikin gemeeeessh." Teriaknya di telinga Kevin.

"Gita...!!! Iiih. Ngapain gendong gendongan, tuh sana sama suami mu." Kevin melepas paksa, meluruhkan tubuh yang sempat menempel di badan kekarnya.

Mereka semua hanya tertawa melihat komunikasi Kevin dan Gita yang seperti anak kecil.

"Selamat panjang umur, tercapai cita dan harapan yang belum terkabul ya Git." Peluk Muna lembut pada Gita yang sesungguhnya menyimpan kaca di dua biji matanya. Terharu. Lagi lagi mendapat kejutan dari keluarga yang menyayanginya. Mana ia sangka jika kali ini dapat merayakan dengan mewahnya, bersama keluarga lengkap.

Tiup lilin dan pemotongan kue sudah terlaksana, selanjutnya menikmati hidangan yang beraneka macam menu itu juga dalam porsi yang banyak.

"Kok bisa sih pada kompak gitu datangnya. Mama sejak kapan di sini?" tanya Gita di sela makannya.

"Baru... baru banget. Sama papi, Daren juga Zahra. Mereka besok ada meeting. Tau kan papimu dan Daren masih menjalankan perusahaan yang sama, jadi jadwalnya kadang bisa bareng gitu." Terang mama.

"Iya, maunya pas acara tadi malam kami ikut. Tapi masih ada pertemuan penting di Jakarta, ya sekarang baru bisa tiba." Timpal Daren.

"Hmm... makasih ya semuanya." Senang Gita.

"Eh... Git. Makasih saja tidak cukup lho. Untuk membalas semua kebaikan hati kami memberikan kejuatan ini untukmu." Celetuk Kevin.

"Terus Gita harus ngapain nih?"

"Traktir bini kami belanja dong." Jawabnya cepat.

"Kok kayaknya horor ya? di Jakarta saja kami ga pernah ngemall bareng, tiba di sini Gita kaya ketiban apa gitu, harus traktir dua istri CEO dan satu istri dewan komisaris. Hallooo, yang hanya sektretaris di sini aku ya. Mestinya aku kan yang dapat hadiah?" bantah Gita tertawa.

"Iya... kamu memang hanya sekretaris Git. Tapi, sekretaris yang sudah hampir 3 tahun ga ambil gajih. Belum lagi jatah sahammu di perusahaan Mahesa, tak pernah telat lho ya di transfer. Kami hanya mau bantu kamu bobol tabungan, kasian kalo belanja sendiri, takutnya kamu malah beli mall beserta isinya." Kelakar Daren pada Gita.

"Huh... punya sodara dua laki laki tuh amazing ya, yang satu comel yang satu lagi bawel. Ni, dulu hamilnya pada ngidam apa sih?" Umpat Gita yang sesungguhnya senang dengan suasana hangat keluarga mereka yang semakin akrab.

"Git... papi sebenarnya masih mau bantu kamu. Bayarin belanjaan mereka. Tapi statusmu sudah bersuami, artinya bukan kamu bukan tanggung jawab papi lagi. Jadi, papi hanya bisa berdoa, saat kegiatan belanja itu tak dapat di hindarkan lagi. Maka percayalah Allah tetap mencukupkan saldo tabunganmu untuk membayarnya." Hah... Diendra bahkan lebih gokil dari dua anak laki lakinya.

"Hiiyaaaaah... papi parah. Kalian udah kaya trio somplak saja, berkonspirasi ngerjain aku." Celoteh Gita tertawa bahagia.

"Jadi gimana nih? Kami balik ke Indonesia?" tanya Kevin so ga peduli.

"Ya udaah...cus. Bobol tabungan. Buat mama, dan dua kaka iparku yang cantik cantik dan baik hati ini. Paling paling di beliin lingerie udah cukup, buat para suaminya klepek klepek." Bahak Gita yang ikutan ga ada ahklak.

Bersambung...

Happy reading yah.

Puasa boleh, tapi komen dan jempolnya masih bisa kan😚

Makasiiih semuanya

🌹🌹☕☕👍👍🙏🙏

1
bunda n3
hahaha, asep malah lebih parah dari Gilang ini
bunda n3
hahaha, nyak time menang tuuh
bunda n3
semoga diagnosa dokternya salah, dan ada keajaiban
bunda n3
kelakuan kevin emang diluar nurul
bunda n3
bukan motor aj yg di modifikasi hahaha
bunda n3
ternyata prediksi ami benar
bunda n3
jangan sampe ada OB di dalam wc wkwk
bunda n3
hahaha, jangan sampai Gita jadi wasit
bunda n3
hahaha, pantes aja lama
bunda n3
lah, itu siapa yg ngetok, kasian lagi nanggung
bunda n3
Gilang bijaksana banget
bunda n3
cucu sendiri ga diakui, sementara cucu orang lain yg blm jelas diakui, aneh
bunda n3
waduuh a'Gi aya aya wae,
bunda n3
hahaha, mending masuk liang aj deh muna sama kevin wkwk
bunda n3
ternyata Asep dah sering juga
bunda n3
waduh Asep ternyata...
bunda n3
gemes banget sama Asep nih
bunda n3
misi ambu berhasil
bunda n3
duuh si ambu
bunda n3
nah lho, malah bikin curiga wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!