Follow Ig : Mommy_Ar29
Karena sebuah kesalahpahaman, membuat Rasya memiliki seorang putri tanpa adanya sebuah ikatan pernikahan.
Cacian dan makian dari nenek putrinya, membuat Rasya memiliki dendam yang begitu dalam.
Segala upaya ia lakukan untuk melindungi putrinya agar tidak bertemu atau mengenal keluarga dari ibu kandungnya. Karena Rasya tidak ingin putrinya mendapatkan perlakuan buruk dari neneknya.
Akankah Rasya berhasil menyembunyikan status Arshyla?
Apa jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan Arshyla tentang dimana ibunya?
Bagaimanakah kisah Rasya dan Arshyla selanjutnya? siapakah wanita yang pantas mendapatkan hati Rasya juga Arshyla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah sakit
Setelah sampai di rumah sakit, Rasya langsung mengangkat tubuh Anna dan segera membawa nya ke UGD. Walaupun beberapa suster hendak memberikan sebuah brankar agar Rasya mudah membawa nya, namun laki laki itu tidak mau, ia lebih memilih menggendong Anna ala Bridal style daripada mendorong nya di brankar.
“Silahkan anda tunggu di luar dulu,” ujar salah seorang suster yang mendorong tubuh Rasya keluar dan segera menutup pintu UGD nya.
Rasya langsung terduduk di kursi, menunggu bagaimana hasil pemeriksaan Anna. Tak berselang lama, Tian, ayah dari Anna terlihat begitu tergesa saat memasuki rumah sakit. Saat ia melihat Rasya, ia segera menghampiri nya dan menanyakan nya pada Rasya.
“Bagaimana keadaan putri ku?” tanya Tian dengan wajah panik penuh kekhawatiran.
Rasya tidak bisa menjawab, karena dirinya juga sedang menunggu kedatangan dokter yang masih di dalam sana. Tian menghela napas nya berat, lalu ia duduk dan menunggu di sebelah Tian.
“Apa yang kau lakukan pada putriku?” tanya Tian dengan raut wajah datar nya, matanya menatap lurus ke depan menatap kosong.
Deg!
Rasya nampak menelan saliva nya dengan sulit, ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Apakah Aldi sudah menceritakan kejadian sebelum Anna kecelakaan, atau memang Tian menanyakan bagaimana kronologi kecelakaan, otak Rasya mendadak blank, ia berusaha mencerna pertanyaan Tian namun tak menemukan jawaban.
“Setelah seperti ini, apa kau masih akan menolak nya?” tanya Tian lagi dan wajah nya masih sama datar.
Deg!
Lagi dan lagi, Rasya di buat tak bisa berkata kata, ia sangat terkejut dan juga bingung bagaimana menjawab pertanyaan dari papa nya Anna.
Huuhh
Tian menghela napas nya kasar saat merasa dua pertanyaan nya tak mendapatkan jawaban.
“Maaf Om,” ujar Rasya begitu lirih, tangan nya saling menaut, wajah nya menunjuk dan beberapa kali menghela nafas nya berat.
Sementara Tian, ia diam. Ia juga mencoba mencerna jawaban yang Rasya berikan. Hanya kata maaf, maaf untuk apa? Tidak ada kejelasan apapun yang keluar dari mulut Rasya, hingga membuat Tian hendak bertanya kembali.
Cklek!
Niat Tian yang ingin kembali melayangkan pertanyaan pada Rasya, akhirnya terhenti saat mendengar pintu terbuka dan seorang dokter keluar untuk memberikan kabar.
“Bagaimana keadaan putri saya dok?” tanya Tian langsung berdiri dan menghampiri dokter.
“Putri anda baik baik saja. Dia hanya ketakutan, dan juga sedikit lecet di bagian kening nya karena benturan, tapi tidak terlalu parah.” Ujar Dokter seketika membuat hati Tian dan Rasya merasa lega.
***
Karena sudah ada Tian, Aldi dan juga Michele. Rasya pun akhirnya memilih untuk pamit pulang. Hingga sore ini, Anna masih belum sadarkan diri, sementara di rumah nya, ia sudah ada malaikat kecil yang menunggu nya pulang. Ia tak ingin membuat malaikat nya menunggu, maka dari itu, ia memilih pamit dan akan kembai esok hari.
“Terimakasih,” ujar Tian tulus sambil menepuk bahu Rasya, membuat laki laki itu sedikit terhenyak namun ia segera menganggukkan kepala nya.
“kalau Anna sudah sadar, tolong kabari aku,” pinta Rasya kepada Aldi, dan di balas anggukan kepala.
Setelah Rasya pergi, Tian langsung menanyakan beberapa hal kepada Aldi. Tentu saja, itu seputaran masalah yang membuat putrinya murung beberapa hari ini, dan juga kecelakaan ini entah mengapa Tian merasa sedikit aneh dan firasat nya mengatakan bahwa ada hubungan dengan Rasya.
“Pa, mereka saling mencintai, tapi kak rasya tidak mau sama Anna,” ucap Michele memotong jawaban yang akan Aldi berikan, ia begitu tak sabar karena suaminya memberikan jawaban yang sedikit berbelit dan rumit.
“Kenapa?” tanya Tian langsung mengerutkan dahi nya menatap Michele.
“Karena papa Tian lah!” cetus Michele cemberut lalu menghela napas nya kasar.
“Eh!” tentu saja Tian yang di salahkan menjadi sangat terkejut, bagaimana bisa dirinya yang di salahkan, sementara dirinya tidak tau karena permasalahan anak muda itu.