NovelToon NovelToon
Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tunangan Sejak Bayi / Fantasi Wanita / Teen School/College / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Tak pernah terbayangkan dibenakku bahwa Refald adalah tunanganku. Dia seorang anak sultan yang populer di sekolah. Dia bule bodoh yang datang kemari hanya demi mencariku yang sudah melupakannya. Kami terpisah karena aku melarikan diri dari takdir yang merenggut nyawa Ibuku.

Tidak kusangka kami bertemu kembali dengan takdir yang berbeda dan kisah-kisah yang berbeda pula. Membangun kembali rasa kebencian yang dulu pernah kurasakan padanya. Namun, entah sejak kapan kebencian itu menghilang, dan aku mulai menyadari bahwa aku juga mencintainya.

Namun sosok Refald masih misteri bagiku. Banyak hal yang terjadi selama kami bersama termasuk kejadian di luar nalar manusia. Namun kami yakin kami bisa melewati semuanya meski nyawa kami yang harus jadi taruhannya.

Aku baru tahu kalau Refald adalah seorang putra raja. Dia adalah pangeran yang memiliki pasukan makhluk astral tampan dan juga cantik. Sangat berbeda dengan demit pada umumnya. Bukannya takut, aku semakin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 32 Salah Menduga

Aku memejamkan mataku agar bisa mencerna semua yang terjadi saat ini. Aku tidak harus menunggu satu tahun lagi untuk mengambil keputusan penting dalam hidupku, karena ayahku sudah ada di sini, berdiri dihadapanku.

Perlahan, aku membuka mataku dan menatap Refald yang masih belum mengatakan apapun dari tadi. Ada dua kemungkinan yang terjadi, yang pertama adalah mungkin dia sendiri juga terkejut mengetahui semua ini, sama sepertiku. Karena sampai saat ini, aku tidak tahu apa alasan Refald tiba-tiba meninggalkanku. Atau mungkin bisa jadi sebaliknya, ia malah sudah tahu semuanya. Itulah kenapa ia memutuskan pergi.

Kemungkinan yang kedua itu lebih masuk akal jika memang Refald sudah mengetahui semuanya, alasan ia pergi dan kenapa dia tidak mengatakan apapun padaku. Mungkin karena dia tahu bahwa aku adalah tunangan sahabatnya.

Jika memang benar seperti itu, maka keputusanku adalah aku tidak akan mundur seperti yang ia lakukan padaku sekarang. Karena perasaanku padanya memang tidak bisa berubah.

Sejauh ini aku berusaha keras melupakannya, tapi begitu aku melihatnya, perasaan itu datang lagi dan aku tidak bisa membencinya. Aku sendiri tidak tahu sejak kapan aku seperti ini, yang aku tahu adalah perasan ini terus tumbuh dan tumbuh seiring dengan rasa sakit yang Refald tinggalkan untukku.

Aku memang tidak yakin bagaimana perasaannya terhadapku. Bahkan aku sendiri juga tahu kalau sudah ada orang lain di hati Refald. Yang jelas, permintaannya waktu itu telah terwujud, aku jatuh cinta padanya, dan kini aku tidak peduli apakah ia memiliki perasaan yang sama sepertiku atau tidak, karena sampai detik ini aku masih tetap saja menyukainya.

“Fey! Apa kau baik-baik saja?” tanya ayah.

Aku menghela napas pelan, bersiap menghadapi segala kemungkinan yang ada dengan keputusan bulat yang akan segera aku ambil.

“Aku baik-baik saja, Otousan!” jawabku lirih.

“Kau tidak ingin menyapa tunanganmu? Dari tadi kalian hanya saling bertatapan.” ayah tersenyum berusaha menggodaku.

Ayah benar, dari tadi Eric memang terus menatapku, tapi aku justru terus menatap Refald. Sejujurnya aku tidak tahu bagaimana cara menghadapi situasi yang canggung seperti ini.

“Otousan, ada yang harus kukatakan padamu selagi ayah ada di sini!”

Ayah menatapku penasaran, “Katakan? Ada apa, Sayang?”

“Otousan, aku ... ingin memutuskan pertunangan ini. Aku ingin Ayah membatalkan perjodohan kami.”

Ayah terperanjat karena terkejut. Eric juga sama terkejutnya dengan ayah. Sedangkan Refald seperti biasanya, ia pandai menyembunyikan perasaannya dan masih terlihat tenang tidak bergeming dari tempatnya. Meski begitu, tatapannya semakin tajam melihatku.

“Shiyuri? Apa yang kau katakan? Kau sadar dengan apa yang kau ucapkan barusan?”

“Aku sadar, Ayah!” aku menjawab pertanyaan ayah, tapi mataku tertuju pada Refald. Sebenarnya, aku menunggu reaksinya seperti apa. Tapi ia masih tetap diam saja.

“Katakan pada Ayah? Apa alasannya? Tunanganmu sangat tampan. Dia sempurna. Semua gadis-gadis tergila-gila dengannya. Kau juga harus tahu bahwa selama ini ia hanya setia kepadamu. Ia selalu menantikan hari ini. Bagaimana bisa kau memutuskan ikatan ini setelah apa yang ia korbankan untukmu!”

Aku menatap Eric yang juga menatapku dengan ekspresi tak percaya.

“Ayah benar. Dia sempurna, tapi aku tidak mencintainya, Ayah? Bagaimana bisa aku menghabiskan sisa hidupku dengan orang yang tidak kucintai?”

“Tapi dia mencintaimu, Sayang. Ayah sudah melihat sendiri bukti cintanya padamu. Ia jauh-jauh datang ke sini hanya ingin bertemu denganmu. Cinta bisa ditanam dan seiring berjalannya waktu akan tumbuh. Kau tidak mencintainya karena selama ini kalian tidak pernah bertemu, tapi sekarang sudah berbeda, kalian akan terus bersama dan memulainya lagi dari awal.”

“Tapi, Ayah ... aku ... tetap tidak bisa bersamanya.”

“Kenapa?”

Sebenarnya aku tidak ingin mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya di depan Ayahku, tapi jika aku tidak mengatakan alasannya, Ayah tidak akan mungkin menyetujui keputusanku. Jadi, kuputuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Karena aku ... mencintai orang lain?”

“Apa?” teriak Eric dan ayah bersamaan.

Aku melihat Eric seakan mau pingsan. Sedangkan ayahku tampak shock mendengar pengakuanku yang mengejutkan. Namun, tidak dengan Refald, ia masih tetap saja diam seribu bahasa. Kali ini ia tidak menatapku, ia menundukkan wajahnya dan berpaling membelakangiku.

“Siapa orang itu, Fey?” tanya Eric yang terlihat marah.

“Shiyuri! Pikirkan sekali lagi. Kau tahu kalau kau sudah bertunangan. Bagaimana bisa kau mencintai orang lain sementara kau sediri memiliki tunangan?”

“Tapi selama aku menjadi tunangannya, aku tidak pernah merasakan sebagai tunangannya, Ayah! Bahkan selama 7 tahun ini, aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya. Seperti apa wajahnya saat ini aku juga tidak tahu, sampai hari ini. Ini pertama kalinya aku bertemu dengannya sebagai tunanganku. Tapi aku tidak bisa mencintainya, karena sudah ada orang lain yang mengisi hatiku.”

“Baiklah, meski ini tidak masuk akal, ayah paham situasimu. Ayah juga tidak bisa menyalahkan kalian berdua. Takdir memang memisahkan kalian selama ini, dengan berbagai cobaan yang tak terduga, tapi setidaknya, kau bisa mencobanya, kan? Paling tidak untuk saling mengenal satu sama lain.”

“Ayah, aku menerima pertunangan ini demi ayah. Tapi semua itu sudah berakhir. Ayah tidak tahu betapa sulitnya bagiku untuk kembali bangkit dari keterpurukan seperti saat ini. Orang itulah yang memberiku kekuatan untuk bisa mengatasi semua cobaan ini, Ayah. Entah apa yang terjadi padaku jika ia tidak datang dalam hidupku!”

Ayah tercengang mendengar ucapanku, ia sedikit bingung, tapi ia juga berusaha keras memahamiku saat ini.

“Kalau begitu, sekarang, jelaskan pada Ayah! Apakah dia juga mencintaimu?”

Aku tertegun mendengar pertanyaan ayah. Pertanyaan itu juga sama dengan pertanyaanku selama ini.

Apakah dia mencintaiku sama seperti aku mencintainya? Aku belum mengetahuinya.

“Aku tidak yakin, Ayah ... tapi aku juga ingin memastikannya.”

“Apa?” lagi-lagi Eric terkejut. “Kau mencintai orang lain yang belum tentu mencintaimu dan meninggalkan tunanganmu hanya demi orang yang bahkan kau sendiri tidak tahu apakah dia lebih baik dari tunanganmu atau tidak? Apa kau sudah gila?”

“Aku masih waras, Eric. Selama ini aku tidak begitu mengenal seperti apa dirimu. Kau tidak bisa menghakimi orang yang kucintai lebih baik darimu atau tidak!”cetusku kesal.

Eric mundur tak percaya mendengar ucapanku. Ia terlihat kecewa dan sedih. Tidak ada lagi yang bisa ia katakan saat ini. Ia menoleh ke arah Refald yang masih membelakangiku, seolah meminta pendapatnya tentang situasi ini.

Aku sendiri juga menunggu bagaimana reaksi Refald terhadapku. Tapi dia masih saja tetap diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya.

“Oke!” ayah berusaha mencairkan suasana yang begitu rumit ini. “Kalau begitu, ayah ingin bertemu dengan orang yang kau cintai itu. Agar ayah bisa menilai apakah ia lebih baik dari Refald!”

"Baiklah ... tunggu!" aku terkejut ayah menyebut nama Refald!

“Kenapa Refald, Ayah? Bukannya, Ayah harus membandingkannya dengan Eric?” aku beralih menatap kembali wajah ayahku.

“Eric? Kenapa ayah harus membandingkan orang yang kau cintai itu dengan Eric? Dia sama sekali tidak ada hubungannya denganmu.”

“Apa? Tapi ... dia, kan ....” aku terkejut dan bingung dengan kata-kata ayah.

Eric adalah tunanganku, harusnya ayah membandingkan Eric dengan orang yang kucintai, yaitu Refald. Sangat aneh bila ayah mengatakan bahwa Eric tidak ada hubungannya denganku. Jelas-jelas Eric terlihat sangat marah padaku ketika aku bilang kalau aku lebih mencintai orang lain dari pada dia. Ada apa ini?

“Apa maksud Ayah sebenarnya?” aku mencoba mencari tahu kebenarannya. “Tentu saja Eric ada hubungannya denganku. Bukankah Ayah bilang dia tunanganku?”

“Apa?” teriak Eric, Refald dan ayah bersamaan.

Bahkan nenek yang sedari tadi hanya diam mengamati perdebatan kami sampai memuntahkan air minumnya tepat saat ia akan meminum air itu. Nenek memang memutuskan tidak ingin ikut campur masalah kehidupan pribadiku. Tapi, tampaknya ia ikut terkejut mendengar pernyataanku tadi.

Aku tidak terlalu terkejut dengan teriakan Eric dan ayah, karena aku sudah pernah mendengarnya tadi. Tapi aku sangat terkejut dengan teriakan Refald. ini pertama kalinya selama aku datang kemari ia membuka mulutnya dan mengeluarkan suara beratnya.

Aku jadi penasaran, apa yang salah dengan ucapanku?

“Kenapa kalian terkejut seperti ini?” aku menatap mereka satu persatu. Mereka tampak kebingungan. Sehingga membuatku jadi lebih bingung lagi.

“Jadi, dari tadi kau mengira bahwa Eric adalah tunanganmu?” tanya Ayah masih dengan ekspresi syok.

“Tentu saja, Ayah ... Siapa lagi? Refald sudah mempunyai seseorang yang dia sukai. Jadi, tidak mungkin kalau Refald adalah tunanganku.”

Ayah tercengang mendengar penjelasanku. “Apa? Apa maksudmu? Apa Refald menduakanmu?” Ayah langsung berpaling menatap Refald. “Benarkah itu, Refald?”

Refald menatap ayahku dan berjalan mendekati kami berdua. Jantungku berdebar saat ia perlahan mulai mendekat kearah kami. Refald menatapku sebentar, lalu beralih menatap tajam ayahku.

“Ada kesalahpahaman di sini, Sir!” Refald tersenyum tipis padaku. “Tapi aku senang, karena akhirnya ... aku tahu, kalau putrimu, Shiyuri ... dia mencintaiku!”

“Apa?” semua orang terkejut. Termasuk juga aku.

****

1
Mayu Sekar Pulih
sebentar sakira saoran jd ingat anime cardcaptor sakura hehehe
mamah twins🌾
mampir lagi aku kesini..kangen sama kisah refald dan fey
Aya Vivemyangel
disinilah q memahami pak PO n mbk Kun n mbk sun 🤣🤣🤣🤣
Aya Vivemyangel
gemes bgt ma si Fey nih
Aya Vivemyangel
nangis lagiii ,
overthingking bgt sih si Fey
Aya Vivemyangel
daahhh
Aya Vivemyangel
mampir lagi q , entah THN brp q baca Fey ini 😁
Siska Sutartini
kok dia bisa tau goa tempat tinggal rhea. siapa dibalik irene ini sehingga dia bisa mengetahui kelemahan rey?
Siska Sutartini
ampun dj pak po.. masa adegan ninuninu mu mesti diarahkan pake kentongan sih 🤣🤣
Siska Sutartini
saking lamat jadi pocong ya pak po.. sampe lupa gimana rasanya jadi laki-laki 🤣🤣🤣
mau diajarin main pedang sama refald si pak po 🤦‍♂️
Siska Sutartini
bener2 bengek si roy ini, plsyboy cap kapak ini mah
Siska Sutartini
lah ini peranakan jerman apa Korea sih ? serahhh othor daah
Siska Sutartini
kau kasih masukan boleh ya Thor. mungkin maksudnya tour guide ya Thor. boleh dipertimbangkan jadi bahan koreksi. 😊
Siska Sutartini: aku kasih masukan maksudnya. ini autotext gemesin deh
total 1 replies
Siska Sutartini
maaf nih Thor sedikit koreksi boleh ya. utk bagian ini kata berkutik lebih cocok berkutat dengan pikiran. setauku begitu dalam penulisan kalimat bahasa Indonesia yg baik. smoga bisa diterima ya 😁
Siska Sutartini
air kemasannya pasti nyuruh pak po lah 🤣🤣
Iis Istiqomah
kan nnti jadi mantunya refald sm fey
Iis Istiqomah
aku juga ikut ngakak pak po🤣🤣🤣
Iis Istiqomah
eric sahabat refald
Iis Istiqomah
Kecewa
Iis Istiqomah
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!