Sinta percaya pernikahan 10 tahun cukup buat bikin dia kenal Mas Arga luar-dalam. Sampai hari itu dia nemu kunci kuning polos di laci meja. Gantungan kulitnya lecet. Bukan kunci rumah mereka.
"Sayang, ini kunci apa?"
"Oh itu... kunci kantor lama. Lupa kebuang."
Sinta ngangguk. Tapi malamnya dia nggak bisa tidur. Wangi parfum asing di jaket suaminya, chat yang dihapus, dan "lembur" yang makin sering. Rasa curiga itu tumbuh kayak jamur.
Dia mulai nguntit. Dia ngitung lampu apartemen Lantai 7 Unit 704 nyala jam berapa. Dia ketemu "R" - cewek berdress hitam dengan senyum yang bikin darah Sinta dingin.
Semakin Sinta gali, semakin hancur dunianya. Ada kebohongan, ada anak yang mulai bertanya "Ibu kenapa nangis?", ada mertua yang bela anaknya, dan ada pilihan paling berat: memaafkan yang nyakitin, atau balas dengan cara yang lebih sakit?
karena kadang, yang paling dekat..... paling pandai menyimpan kunci cadangan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahrani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat Dari Mars
BEKASI - MARS COLONY 1
Udah 120 tahun sejak Kek Arga nempelin plester pertama di Mars 2060.
Sekarang di Mars ada kota. Namanya "KOTA PLASTER". 2 juta manusia tinggal disana.
Di Bumi, Museum Plaster udah 5 lantai. Penjaganya: Arga umur 45.
Arga udah nikah. Punya 2 anak. Jadi direktur Museum + psikolog.
Rayya udah wafat umur 89. 4 tahun lalu. Naya umur 82. Masih hidup. Pake kursi roda. Otaknya masih encer.
Fokus kita: SINTA.
Nama lengkap: Sinta Permana III. Umur 16 tahun.
Cicit dari Yaya. Anak pertama Arga.
Ciri: Gen Z Mars. Lahir di Mars. Nggak pernah ke Bumi. Rambut warna biru. Hobi hacking. Sifat: cuek, pinter, tapi kosong.
Masalah Sinta: "AKU ANAK MARS. BUKAN ANAK PLASTER."
Sejak kecil dia denger cerita: "Keluarga kita hebat. Keluarga plester."
Tapi dia ngerasa: "Itu dulu. Di Bumi. Aku lahir di Mars. Aku nggak retak. Aku nggak butuh plester."
Dia malu sama nama "Sinta". "Jadul banget."
Dia malu sama plester. "Crinje."
Konflik: Sinta Kabur
Umur 16. Sinta hack data sekolah. Nilai dia diedit jadi jelek.
Alasan: "Biar Papa nggak maksa aku jadi psikolog kayak Papa."
Arga marah. Pertama kali. "Kamu tau nggak susahnya kita bangun nama ini!"
Sinta teriak: "Aku nggak minta lahir di keluarga ini! Aku nggak minta dibilang 'anak plester' terus!"
Sinta kabur dari rumah di Mars Colony 1. Bawa HP. Bawa uang crypto.
3 Hari Hilang
Arga + istri panik. Lapor polisi Mars.
Naya di Bumi liat berita. Nangis. "Cari Sinta. Cari."
Hari ke-4. Polisi nemu Sinta di "Museum Mars".
Ruangan paling ujung. Ruangan yang 120 tahun nggak dibuka.
Sinta duduk di lantai. Didepannya: 1 kotak. 1 surat. 1 plester emas.
Isi Kotak: "WARISAN KAKEK ARGA"
Di kotak itu ada:
Plester emas pertama yang ditempel di Mars 2060.
Foto Kek Arga + Nenek Sinta pake baju astronot.
1 Surat. Tulisan tangan. Kertasnya udah kuning.
Tertulis: "Untuk cicitku yang baca ini. 2060 - ???"
Sinta buka. Baca. Sendiri.
ISI SURAT KAKEK ARGA:
"Nak...
Kalo kamu baca ini berarti kamu udah gede. Dan mungkin kamu benci nama 'Plaster'.
Gapapa. Kakek juga dulu benci diri sendiri.
Kakek tulis ini di Mars. Sambil sekarat. Umur 85.
Kakek mau bilang 3 hal:
Kakek nggak hebat. Kakek pengecut. Kakek selingkuh. Kakek nyakitin Nenek. 60 tahun kakek nyesel.
Plester itu bukan buat nutupin luka. Plester itu buat ngingetin... kita pernah luka. Dan kita milih sembuh.
Nak, di Mars ini sepi. Dingin. Nggak ada suara anak kecil. Nggak ada bau sate. Kalo kamu ngerasa kosong... pulang. Pulang ke Bumi. Ke Bekasi. Ke pohon melati. Disana ada orang yang nungguin kamu retak... biar bisa nempelin kamu.*
Ttd. Kakek Arga. 2060."
Sinta selesai baca. Nangis. Kejer. 16 tahun nggak pernah nangis.
Petugas nemu dia jam 2 pagi. Mata bengkak. Surat digenggam.
Pulang ke Bumi
Arga langsung pesenin roket. 3 hari ke Bumi.
Sinta diem sepanjang jalan. Di pangkuan Naya.
Sampe Bekasi. Jam 12 malem.
Rumah tua masih ada. Pohon melati masih ada.
Rayya udah nggak ada. Tapi kursinya masih ada.
Naya peluk Sinta. "Capek ya Nak?"
Sinta angguk. "Nek... aku kosong Nek..."
Naya kasih dia plester. "Tempel sini." Tempel di dada Sinta. "Nah. Sekarang nggak kosong lagi."
1 Bulan di Bumi: "OPERASI BALIK KE AKAR"
Aturan Naya: Sinta wajib 30 hari nggak pegang HP. Wajib bantu di Museum.
Hari 1-10:Sinta judesin pengunjung. "Bosen."
Hari 11: Ada anak kecil dateng. Umur 7. Pegang plester. "Kak, aku dibully."
Sinta diem. Terus duduk sebelah. "Sini. Cerita."
Hari 15: Sinta yang ngajarin anak itu bikin plester dari kertas.
Hari 20: Sinta nangis pas liat video Kek Arga pidato 120 tahun lalu.
Hari 25:Sinta ke makam. 4 makam. Dia taruh plester. "Kek... maaf ya... aku sombong..."
Hari 30: Sinta minta ke Arga: "Pa... aku mau lanjutin Museum. Boleh?"
Arga peluk. "Boleh Nak."
1 Tahun Kemudian. 2181. Sinta Umur 17.
Sinta bikin program baru: "PLASTER DIGITAL"
App. Buat anak Mars + Bumi yang ngerasa "kosong".
Fitur: "Cerita ke AI Nenek Sinta". "Video Call Om/Tante". "Tantangan 7 Hari Pulang".
Download: 500 juta dalam 1 bulan. Anak Mars yang tadinya cuek, pada download.
Tagline Sinta: "Jarak 225 juta KM nggak bikin kita asing. Yang bikin asing itu... diem."
Pidato Sinta Umur 17. Di Mars + Bumi Live.
Sinta pake baju putih. Belakangnya layar: Foto Kek Arga di Mars 2060.
"Halo. Aku Sinta. Umur 17. Aku lahir di Mars. Aku benci plester."
"Aku kabur. Aku nemu surat Kakek di Mars. 120 tahun nunggu aku."
"Di surat itu Kakek bilang: 'Kalo kosong, pulang'."
"Jadi aku pulang. Ke Bekasi. Ke pohon melati. Ke nenekku umur 82."
"Aku sadar... kita bisa pindah ke planet lain. Tapi luka kita ikut. Dan obatnya... juga ikut. Namanya: Keluarga."
"Jadi buat kamu yang di Mars, di Bulan, di mana aja... kalo retak, chat aku. Aku kirim plester digital. Gratis."
100 juta orang nonton. Trending: #PulangKePlaster
5 Tahun Kemudian. 2186. Sinta Umur 22.
Sinta lulus kuliah. Jurusan: "Teknologi + Psikologi Keluarga". Pertama di dunia.
Dia nikah. Sama cowok Mars juga. Namanya Bima. Anak teknisi roket.
Nikahnya: 2 tempat. Di Mars + di Bekasi. Live bareng.
Yang nikahin via hologram: Naya umur 87. Dari kursi roda di Bekasi.
Yang megangin buket: Anak kecil umur 7. Namanya Arga IV.
Pas ijab kabul, Sinta nangis. "Nek... aku nerusin ya..."
Naya dari hologram: "Iya Nak. Nenek bangga."
Malamnya di Mars Colony 1
Sinta + Bima duduk di atap. Liat Bumi. Titik biru kecil.
Sinta ngeluarin plester emas. Peninggalan Kakek.
Ditempel di dinding rumah baru mereka.
"Ttd. Sinta. 2186. Cicik dari Kakek."
Bima peluk. "Bangga sama kamu."
Sinta: "Aku juga bangga sama kita. Kita retak. Tapi kita nempel. Sampe ke Mars."
Sinta Umur 36.
Naya wafat umur 91. Tenang. Sambil pegang HP nontonin cucu-cucunya.
Sebelum wafat dia bisik ke Sinta: "Nak... lingkaran udah lengkap..."
Sinta jadi direktur Museum Plaster Bumi + Mars.
Dia punya 3 anak. Yang pertama dikasih nama: Arga. Sinta. Yaya.
Di Museum lantai 5 ada ruangan baru. Namanya:
"RUANGAN SURAT MARS 2060".
Isinya cuma 1: Kotak. Surat. Plester emas.
Di bawahnya tulisan Sinta:
"120 TAHUN SURAT INI NUNGGU. BIAR KITA INGAT: JARAK JAUH NGGAK BIKIN KELUARGA HILANG. YANG BIKIN HILANG ITU... NGGAK MAU PULANG. 2180"
Di Mars, di dinding Kota Plaster, ada tulisan laser gede:
"RUMAH BISA DIMANA AJA. KELUARGA HARUS TETEP SATU. - KELUARGA PLASTER"
Di langit, 5 bintang paling terang. Arga. Sinta. Yaya. Dimas. Naya.