NovelToon NovelToon
Cinta Terakhir Sang Kolonel

Cinta Terakhir Sang Kolonel

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Dulu, demi ambisi karier militer, Kolonel Victor melepaskan Ayu, cinta sejatinya. Lima tahun berlalu dalam penyesalan, takdir seolah mempermainkan Victor saat keluarganya justru mualaf setelah Ayu telanjur menikah dengan pria lain.

Dipertemukan kembali dalam satuan Markas Militer yang sama. Victor harus menelan pil pahit melihat Ayu yang kini begitu anggun berhijab dan setia pada suaminya.

Namun, takdir tidak pernah benar-benar berhenti berputar. Lalu, sebuah masalah besar telah terjadi. Ketika pertemuan dadakan yang tak pernah Victor bayangkan membuatnya berpikir.

Akankah ini menjadi kesempatan kedua bagi Victor untuk menebus dosa masa lalunya? Sanggupkah ia meruntuhkan benteng hati Ayu yang terlanjur mati rasa akibat kekecewaan masa lalu? Ataukah Victor harus mengikhlaskan bahwa beberapa dermaga memang hanya diciptakan untuk disinggahi, bukan untuk menjadi pelabuhan terakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: REKAHAN DI BALIK LAYAR KACA

Keheningan malam di perumahan dinas Pusdikmil Satria Garda, Kota Bukit Raya, terasa begitu pekat. Di dalam salah satu kamar tidur utama yang masih beraroma cat baru, Kapten Ayuni Ameera Bakri duduk di tepi ranjang. Kamar itu sudah tampak rapi, berkat efisiensi kerja Ayu yang terbiasa bergerak cepat sebagai seorang prajurit. Di sudut ruangan, putranya, Arkan, sudah tertidur pulas dalam balutan selimut hangat, kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Mariposa.

Ayu menatap layar ponsel pintarnya yang menyala, menampilkan ruang obrolan dengan suaminya di ibu kota pusat bagian timur. Melakukan panggilan suara atau video call sebelum memejamkan mata seolah sudah menjadi rutinitas wajib setiap malamnya bagi pasangan yang terpisah jarak ini, sebuah upaya untuk merawat komunikasi di tengah kesibukan dinas masing-masing.

Namun sayangnya, malam ini ada riak yang berbeda. Bukan Ayu namanya jika sisi insting intelijennya tidak bekerja menangkap anomali sekecil apa pun. Beberapa menit yang lalu, suaminya mengakhiri panggilan telepon mereka dengan terburu-buru. Kalimat penutupnya singkat, beralasan bahwa tubuhnya sudah sangat lelah dan mengantuk akibat tumpukan pekerjaan administrasi di rumah sakit pusat timur.

Ayu meletakkan ponselnya di atas pangkuan, namun matanya masih tertuju pada aplikasi hijau yang terbuka. Di sana, status di bawah nama suaminya memang tidak menunjukkan tulisan online, tetapi saat Ayu mengirimkan satu pesan penutup berupa ucapan selamat tidur, ikon di sudut pesan itu langsung berubah menjadi dua ceklis. Dua ceklis yang masih berwarna abu-abu.

Ayu menghela napas pendek. Ia tahu betul bahwa suaminya menonaktifkan fitur centang biru serta status last seen pada aplikasi tersebut. Bagi orang awam, itu mungkin hal sepele. Namun bagi Ayu, seorang perwira intelijen yang terbiasa membaca pola, dia sangat tidak menyukai ketertutupan seperti itu. Mengapa harus menyembunyikan tanda baca jika tidak ada hal yang perlu ditutupi? Dua ceklis abu-abu itu menandakan bahwa pesan telah masuk dan ponsel sang suami sebenarnya masih aktif berada di dalam genggaman, bertolak belakang dengan alasannya yang kataya sudah terlelap karena mengantuk.

Entahlah apa alasannya... batin Ayu, mencoba menenangkan gemuruh di dadanya.

Walaupun penonaktifan fitur centang biru ini sudah berjalan selama satu tahun terakhir dalam hubungan mereka, tentu saja Ayu tidak pernah benar-benar merasa tenang. Rasa gelisah itu selalu ada, mengendap di sudut tergelap hatinya seperti bom waktu. Bagaimana tidak, pernikahan mereka diawali dengan sebuah perjodohan singkat yang diatur oleh keluarga. Tidak ada embel-embel masa perkenalan yang manis, tidak ada waktu untuk saling mendekatkan ego, mereka langsung dibawa melangkah menuju pelaminan dengan cepat karena tuntutan keadaan dan desakan seiman dari orang tua Ayu kala itu.

Ada yang aneh, bisik batin Ayu sekali lagi, memandangi layar ponselnya yang perlahan meredup. Instingnya yang biasa digunakan untuk mengendus bahaya operasi, kini justru berputar-putar di dalam rumah tangganya sendiri.

Namun, seperti yang sudah-sudah selama dua tahun lebih masa LDR ini, Ayu selalu menepis perasaan gelisah itu kuat-kuat. Ia menolak untuk menyerah pada kecurigaan. Setiap kali rasa tidak aman itu datang menyerang, Ayu akan selalu berbohong pada dirinya sendiri, berbisik lirih pada hatinya bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa suaminya hanya sedang lelah, dan bahwa jaraklah yang membuat segalanya terasa abu-abu. Ia membungkus rapat-rapat kerapuhan itu di balik senyum ketegaran yang ia tunjukkan pada Shaneen dan Yunita setiap harinya.

Ayu memutuskan untuk mengunci ponselnya, meletakkannya di atas meja nakas. Ia memijat pelipisnya yang mulai terasa pening. Hingga detik ini, di malam pertamanya di Bukit Raya, Ayu sendiri juga belum mengetahui dengan pasti siapa sosok Komandan Pusat—Danpusdikmil—yang menjadi atasan tertingginya saat ini. Letkol Reyes Adrian Miguel memang sempat menyebutkan bahwa mereka berada di bawah komando seorang Kolonel yang disegani, namun Reyes belum sempat menjabarkan nama lengkap sang pimpinan karena langsung disibukkan dengan urusan logistik ksatrian tadi sore. Ayu pun tidak ambil pusing; baginya, siapa pun komandannya, tugas sebagai prajurit tetap harus dijalankan dengan profesionalisme tertinggi.

Ting!

Sebuah notifikasi pesan masuk memecah kesunyian. Ayu kembali meraih ponselnya. Itu adalah pesan komando di dalam grup internal perwira staf Satuan Pendidikan Bintara yang diteruskan dari Mako Utama. Pesan itu berisi instruksi tegas bahwa seluruh jajaran satuan pendidikan yang baru, tanpa pengecualian, telah dikumpulkan dan wajib hadir dalam rapat koordinasi perdana besok pagi pukul delapan di ruang data utama.

Agenda rapat esok hari sangat padat dan krusial. Pusdikmil Satria Garda dalam waktu dekat akan segera melakukan penerimaan dan pembukaan pendidikan bagi calon anggota prajurit baru. Mereka adalah para siswa yang telah dinyatakan lulus verifikasi tahap pertama di pusat kota pesisir, dan kini datanya telah dikirimkan ke Bukit Raya untuk disaring kembali.

Sebagai Kepala Staf Intelijen di Satdik Ba, Ayu tahu bahwa besok adalah awal dari kerja kerasnya. Ia harus memeriksa, memverifikasi, dan memastikan kebersihan rekam jejak ratusan calon prajurit tersebut sebelum mereka resmi menginjakkan kaki di lapangan latihan untuk diajar menembak oleh Lettu Yusuf Pratama atau dijadwalkan latihannya oleh Lettu Yunita Eka Wardhana.

Ayu mematikan lampu kamar, menyisakan temaram lampu tidur yang kuning redup. Ia menarik selimut hingga ke dada, menatap langit-langit kamar dengan pandangan lurus. Sepertinya, hari esok tidak akan lagi berjalan biasa-biasa saja. Hari esok akan menjadi awal dari lembaran sejarah baru di Bukit Raya. Sebuah sejarah yang mungkin akan terasa jauh lebih menegangkan, atau sebuah fase di mana Ayu harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk tetap tenang, menjaga detak jantungnya agar tetap datar, dan berdiri kokoh di tempatnya masing-masing sebagai seorang perwira sejati yang tak boleh goyah oleh badai apa pun.

1
Deuis Lina
tentunya punya jurus terakhir ya komandan rencana A gagal pasti ada rencana B
Deuis Lina
duh Arkan kamu bahagianya punya ayah besar yg sangat menyayangi mu
Deuis Lina
wah kekuasaannya keluar tuh ayah besar,,
Deuis Lina
lanjuut
Deuis Lina
makasih upnya
Deuis Lina
aku kasih vote mingguannya kak,,semangat teruuus
Deuis Lina: sama2 kak
total 2 replies
Deuis Lina
mengandung bawang banget ceritanya
Deuis Lina
lanjuuut
Deuis Lina
ayu oh ayu,,,
Deuis Lina
lanjuut,,
Deuis Lina
lanjuut,,
Deuis Lina
kayaknya ada yg senyum merekah nih,,,
Deuis Lina
lanjuut
Deuis Lina
berbalik lah karena ada laki laki yg lebih tulus mencintaimu ayu
Deuis Lina
CLBK ya Bu Intel buang suami yg tak mencintaimu
Deuis Lina
terlalu menyesakan dada bacanya kak,🤣🤣🤣🤣
Deuis Lina
Hem,,
Deuis Lina
kejar lagi bang Victor,,
Deuis Lina
kejar lagi bang Victor,
Deuis Lina
nyesek sekali bacanya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!