NovelToon NovelToon
Anisa Sang Pendosa

Anisa Sang Pendosa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Spiritual / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mel Rezki

Apa yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan laknat itu? Hingga Anisa hamil di luar nikah, padahal mereka dikenal pribadi yang soleh dan solekha.

Naas menimpa Faisal Mubarak tunangan sekaligus lelaki yang telah menghamilinya meninggal dunia karena tersengat listrik. Hingga kondisi yang begitu mendesak bunda Rosmawati ibu dari Faisal memutuskan untuk menikahkan Panji Alam Darmawan dengan Anisa.

Sebagai bentuk bakti kepada ibunda, Panji menerima keputusan ibunda untuk menikah dengan calon adik iparnya. Walaupun dengan berat hati dan terpaksa pernikahan itu berlangsung.

Akankah ada benih cinta di antara mereka? Karena Panji juga memiliki kekasih hati yang juga luar biasa baiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel Rezki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Izin Datang ke Pesta Ulang tahun

Sebelum nonton final AFF Indonesia vs Thailand, Anisa mau lewat nih...🥰😍. Semoga Indonesia menang ya🤲.

"Minggu besok, datanglah untuk menghadiri undangan makan malam di keluarga Bramono," rayu oma Sartika.

"Sekaligus perayaan ulang tahun salah satu anak Bramono," sambung oma Sartika.

"Kalau aku tidak datang?"

"Terpaksa bapaknya Tiwi harus tahu kalau kamu sudah menikah," ancam oma.

Panji diam tanpa menjawab ancaman dari oma, dia melangkah pergi menaiki anak tangga.

Oma tersenyum kecut menanggapi sikap Panji.

"Apa istimewanya dari wanita sialan itu! Aku kira kalian benar-benar berakhir ternyata aku salah duga!" geram oma Sartika.

Panji melangkah masuk ke kamar. Matanya kini menatap lekat wanita yang tertidur di sofa. Panji melihat jam pergelangan tangan, waktu sudah menunjukkan setengah 11 malam.

Tangan Panji hendak menepuk bahu Anisa namun dia urungkan. Dia melepas jas dan bajunya kemudian masuk toilet kamar, setelah bebersih dia mengganti bajunya dengan baju tidur. Matanya kembali menatap wanita yang tanpa gerak terlelap di sofa.

"Kalau di ranjang kamu tidak bisa diam, gerak sana-sini. Giliran di sofa tanpa gerak sedikitpun," gumam Panji.

Panji mulai memindai Anisa tanpa sedikitpun jejak rekam yang terlewat, dari ujung kepala yang berbalut hijab hingga dagunya yang terlihat panjang namun simetris dengan wajahnya. Ada senyum di wajah panji dari hasil scanner-nya itu.

Niat awal akan membangunkan Anisa dia urungkan. Tubuh Anisa, Panji bopong ke ranjang tidur. Secara pelan Panji menurunkan tubuh wanita yang dia bopong. Namun, gerak pelan itu rupanya tetap membangunkan Anisa dan secara refleks Anisa membalikkan tubuh Panji hingga posisinya kini di bawah kungkungan Anisa.

Panji menatap tajam ke arah Anisa hingga mata mereka saling bersitatap.

Anisa langsung nyeringis karena baru menyadari perbuatannya. "Maaf Kak," ucapnya kemudian.

Panji masih melototkan matanya dan menaikkan kedua alisnya karena Anisa belum juga bangkit dari atas tubuhnya.

Lagi, Anisa nyeringis terburu-buru beranjak dari atas tubuh Panji.

"Maaf Kak!" seru Anisa dan segera membaringkan tubuhnya membelakangi Panji.

Panji meringis menahan sakit, "Enak saja bilang maaf setelah kamu injak peluru rudalku," gerutu Panji, tangannya memegang senjata pusaka yang tertimpa lutut Anisa ketika bangun dari tubuhnya.

Anisa terdiam pura-pura tidak mendengar gerutu lelaki yang dia belakangi walaupun sebenarnya dia sendiri mengerutuki kecerobohannya.

...****************...

"Kak, Ayo dong... izinkan aku pergi," mohon Anisa dengan menangkupkan kedua tangannya.

"Tidak!" tegas Panji.

Anisa memanyunkan bibirnya. Sudah kesekian kali dia memohon untuk diizinkan pergi ke pesta sahabatnya.

"Kak, akukan perginya dengan Tika," ucap Anisa masih berharap lelaki yang secara hukum negara maupun agama adalah suaminya agar memberikan Anisa izin.

"Tetap saja tidak! Kamu perginya dengan Tika tapi datang ke acara pesta yang diadakan siapa tuh...lelaki yang kamu pacari waktu SMA." terang panji.

"Ya Allah Kak...dia bukan pacar aku dia hanya sahabat ku, lagian apa hubungannya dengan Kak Panji? Mau dia pacar kek, sahabat kek, yang naksir aku kek itu kan bukan urusan Kakak!"

"Sekarang menjadi urusanku!" tukas Panji.

"Gimana urusan Kakak? Kata Kak Panji jangan ikut campur urusan pribadi masing-masing? Aku tidak ikut campur urusan Kakak sebaliknya, Kak Panji juga tidak boleh ikut campur urusan pribadiku!" Protes Anisa.

"Ini bukan urusan pribadi. Ini menjadi masalah bagiku kalau kamu berbuat yang tidak-tidak atau mungkin terjadi apa-apa dengan kamu nantinya!" kekeh Panji

"Huh! Nggak jelas deh aturan macam apa itu!"

"Sangat jelas!"

"Terserah Kakak!" gerutu Anisa dengan menarik selimut hingga ke seluruh tubuhnya.

Menit-menit terakhir Anisa masih berharap Panji memberikan izin. Namun tak juga dia dapat. Akhirnya dia hanya pasrah dan mengubur keinginannya untuk pergi dengan Tika.

Tetap tak diberi izin. Sudah kamu pergi saja. Ucapkan maaf ku pada Vano.

Satu pesan Anisa kirim ke Tiwi.

Ya...nggak asik banget sih suami kamu! Okelah aku berangkat sendiri. Nanti aku sampaikan salam mu pada Vano.

Satu pesan Anisa baca dari Tika kemudian Anisa menaruh ponselnya di atas nakas dan kembali ke posisi masuk ke selimut.

Sementara Panji yang sudah sampai di pesta perayaan ulang tahun anak dari kolega sang oma mulai melangkah masuk ke rumah mewah milik keluarga Bramono.

Oma berjalan di samping Panji dengan tangan yang melingkar di tangan sang cucu.

Oma mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan mencari tuan si punya acara.

"Nak Sella... kamu cantik sekali," sapa oma Sartika dengan memeluknya dan saling cium kedua pipi.

"Terima kasih Oma," jawab Sella, seorang wanita yang terlihat cantik dan memancarkan pesona kecantikan yang luar biasa dan menjadi pusat perhatian karena tampil paling beda.

"Loh...Mas Panji! Kamu juga datang ya? Aku kira tidak datang!" Seru Sella setelah menatap orang yang ada di sebelah oma Sartika.

"Nak Sella sudah kenal dengan cucu oma?" tanya Oma Sartika.

"Kenal lah Oma, Mas Panji itu kan kekasih teman aku." ujar Sella.

"Aku kaget loh, soalnya kekasih kamu bilang tidak bisa datang ke acara ini denganmu," terang Sella.

Oma begitu shock mendengar penuturan Sella. Bahkan sekarang sedang mematung dengan penuh tanya, apa orang yang dimaksud Sella adalah Tiwi.

"Maksud kamu, kekasih Panji itu Ti...," ucap oma terbata hingga kalimatnya terpotong dan di sambung Sella.

"Tiwi oma...," ujar Sella.

Oma semakin shock.

"Sialan! Ternyata wanita yang akan aku kenalkan dengan Panji itu temannya Tiwi!" Batin oma Sartika.

"Itu Tiwi," tunjuk Sella dan tangannya melambai ke arah Tiwi isyarat agar Tiwi mendekat padanya.

Tiwi sempat ragu untuk menghampiri Sella jelas karena ada dua orang yang ada di dekat Sella. Hal itu juga membuat Tiwi terkeju pasalnya mereka juga hadir di acara yang sama.

"Nih! Kamu bilang datang sendiri! Ternyata prank ya? Malah Mas Panji datang dengan omanya,"

Tiwi membalas ucapan Sella dengan senyum kecil.

"Oma," sapa Tiwi dengan menganggukkan kepalanya.

Oma menatap sinis ke arah Tiwi dan enggan menjawab sapanya. Oma malah lebih memilih meninggalkan mereka dan melangkah menyapa kolega lain.

Sella nampak tidak nyaman dengan keadaan itu. Dia yang tidak tahu apa-apa menjadi sedikit tahu dari sikap oma yang diperlihatkan di depan matanya. Ya, sikap oma yang terlihat tidak suka dengan Tiwi.

"Ayo ambil makan atau minum, aku menyapa teman yang lain dulu ya," ucap Sella kemudian pergi dari Tiwi dan Panji.

Tiwi senyum mempersilahkan Sella untuk pergi sedangkan Panji hanya diam dengan pandangan mata yang tak lepas dari Tiwi.

Tiwi terlihat gugup dengan tatapan tajam Panji. "Aku juga harus pergi," ucap Tiwi mengurangi kegugupan dan merasa tidak ada yang perlu dibicarakan dengan lelaki di depannya.

"Tunggu!" seru Panji menarik pergelangan tangan Tiwi.

Tiwi mematung membiarkan tangan itu tetap memegang pergelangan tangannya karena dia tidak mungkin berdebat di depan umum.

"Mari ambil makan atau minum," ajak Panji.

"Aku tidak lapar ataupun haus," jawab Tiwi. Namun, pergelangan tangan itu tetap Panji genggam menuju stand makan dan minum yang dijamukan di pesta itu.

"Bukankah itu suami Anisa? Dan wanita itu? Wanita yang sama saat di resto seafood?" tebak Tika dengan menatap lekat ke arah Panji dan Tiwi.

Tika melangkah ke arah mereka. Namun, langkah itu terhenti ketika ada suara yang sangat tak asing memanggil namanya.

Malam menyapa🤗

Bentuk dukungan kalian ya dengan memberi like, komen, hadiah, vote. Yuk...sumbangin🙏😍🥰🌹❤️

Kira-kira siapa yang memanggil Tika?

1
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Mel Rezki: terima kasih Kak 🙏
lanjut novel Kak Mel lainnya 😍😘
total 1 replies
arzetti azra
Kecewa
arzetti azra
Buruk
Marhainun Tanjung
bagus banget cerita nya.
Mel Rezki: terima kasih Kak, lanjut novel lainnya kak Mel , karena ustadz aku cacat
total 1 replies
Lismawati Salam
Luar biasa
nesya
knp Nisa hrs ninggalin anak nya sih. hrs nya kan dia tetap bersama anak nya, berjuang demi anak nya, Krn itu adalah harta yg paling berharga yg di tinggalkan oleh Faisal sbg tanda cinta mrk, meskipun kehadirannya mgkin akibat dr ketidak sengajaan.
nesya
akhirnya kebaikan, ketulusan dan keceriaan Nisa mampu merobohkan dinding keegoisan nenek panji.
nesya
di hati panji itu sdh tumbuh benih-benih cinta utk Nisa, tp dia masih blm menyadari itu, makanya dia sll berusaha menyangkal kl perasaan gelisah di hatinya itu cm di karenakan rasa kepedulian aja.
nesya
sdh mulai tumbuh benih-benih kebucinan dlm hati panji buat Anisa. sm spt kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino, cinta itu bs tumbuh lantaran terbiasa bersama.
nesya
jd serba salah buat panji. tp Panji bnr" laki-laki yg baik dan tulus, meskipun dia nikah terpaksa, tetap sj sikapnya terhadap Anisa sgt bertanggung jawab sbg seorang suami. dia begitu perhatian dan melindungi Anisa. mgkin kesalahan panji dlm hal ini cm satu, wkt dia sampai di rmh nya, knp dia tdk langsung menemui Tiwi utk menjelaskan masalah yg sebenarnya, hingga tak sampai timbul kesalah fahaman diantara mereka berdua. tp siapa yg tahu dgn rencana author, mgkin sj pd akhirnya panji mmg lah jodoh anisa., dan bkn Tiwi.
Medy Jmb
Mau nikahin Tiwi yg penyakitan, nyerein Nisa? cuma di dunia novel
Medy Jmb
menghempaskan Thor bukan mengempaskan
yoona
udah jadian aja bah/Facepalm/
Sumi Ati
masih menyimak.
Elvira Juned
Gk adil bagi Panji menikah dgn Anisa utk menutup aib sama aja mereka sekeluarga menipu semua org, dan memakaikan BIN atau BINTI utk anaknya Faisal dan Anisa kelak
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍🥰🥰🙏
Mel Rezki: lanjut baca novel kak Mel yang lainnya 🙏
total 1 replies
Mmh Astri
👍💪
Mmh Astri
💪💪💪💪👍🙏🥰
Indah Safitri
Luar biasa
MIZI ZESHIKUMEZI
owo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!