Aury Sasikirana 20 tahun, dijual sang ayah lalu dibeli seorang pria dewasa yang sedang mencari calon istrinya.
Luke pencariannya membawa dia ke Jakarta dan bertemu dengan Kiran, seorang gadis yang juga mengalami sebuah kepedihan hidup yang sama dengan Dayana kekasihnya yang yaitu human trafficking (Perdagangan manusia/ Perbudakan modern) Kiran akan di jual oleh ayahnya sendiri.
Luke menawarkan bantuan pada Kiran dengan persyaratan Kiran mau membantu dia mencari Dayana di kota itu.
"Tolong belilah aku kepada ayahku, jika tidak malam ini ibu dan adikku akan dibuang!" Pinta seorang gadis muda pada Luke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sampai bertemu lagi.
Lulu dan Dayana mengikuti intruksi Kiran untuk untuk turun kebawah, Dayana mengganti pakaian dan memakai sebuah kerudung seperti yang rekan Kiran seorang professional makeup itu kenakan, dan hanya turun bertiga bersama Lulu dan Kiran agar tidak memancing kecurigaan oleh keluarga baru Dayana itu.
Kini Luke dan Dayana sudah berada dalam sebuah mobil van, sementara Lulu berjaga diluar mobil menutup wajahnya juga.
Disisi lain Kiran berada disebuah kolam ikan taman perumahan ia menjauh dari sana enggan melihat keadaan romantis dan manis yang mungkin sedang terjadi.
Kiran masih terus melempar-lempar ikan yang tidak bersalah itu melampiaskan kekesalannya pada Luke, ia terus menggrutu tanpa henti, sungguh ia sadar dirinya cemburu dia sedih dia terluka namun herannya dia juga merasakan bahagia.
“Ikan kalian pernah patah hati tidak?” Seketika pertanyaan konyol itu lolos begitu saja dari bibir gadis yang sedang merasakan kegalauan itu, “Terus jika ikan jantan mencari pasangan betina lain, apakah induk ikan akan merasakan sakit hati dan tidak nafsu makan?”
Hiksss hikssss….
“Ibu Kiran capek! Mau pulang tapi belum jadi orang…” Kiran terus menangis sesekali ia menyeka sendiri air matanya, lalu melirik kedalam mobil Van, ia menebak pasti mereka berdua sedang melepas kerinduan akhirnya segala perjuangan Luke membuahkan hasil.
...***...
“¿Viniste por mí, Luke? ¿Viniste aquí por mí?” ("Kau datang untukku, Luke? Kau sampai disini demi aku?)”
Dayana memegang lengan Luke, ia yang menangis kembali memeluk Luke, Dayana tidak menyangka sejauh ini perjalan Luke. Lelaki ini sungguh-sungguh menebus kesalahannya sudah terlambat dan membuat dia dibawa pergi.
Luke membiarkan tubuhnya terus dipeluk ia juga merasa haru, dalam hidupnya baru kali ini Luke merasakan perjalanan panjang, yang padahal selama ini dia hanya terus menempuh begitu banyak pendidikan, bekerja dan bekerja hingga ia menjadi seseorang yang begitu dipercayai sebuah keluarga konglomerat di negaranya.
“Llegué por primera vez a Hong Kong y Singapur antes de llegar aquí hasta ahora.” (Aku lebih dulu sampai di Hongkong dan Singapura sebelum sampai disini sampai saat ini.) Kata Luke.
“Oh si, hablas en serio? Lo siento, pasaron muchas cosas, todo empezó cuando te vi esa noche que estabas con una mujer.” (Oh ya, kau serius? Maafkan aku, banyak hal terjadi semua dimulai saat malam itu aku menemuimu kau sedang bersama dengan seorang wanita.”
Dayana terus memeluki Luke, menangkup wajah lelaki itu menyentuh lembut rahangnya entah bagaimana ia menjelaskan betapa ia merindukan lelaki ini,
“Ella es Molina, entonces me malinterpretaste, hasta busqué a tu padre y no está en tu casa.” (Dia adalah Molina, kau salah paham saat itu, aku bahkan sudah mencari ayahmu dan dia tidak ada dirumah kalian.)
Tanpa melepaskan pelukan Daya, Luke seketika Luke melihat keluar didepan sana Kiran berdiri tepat didepan sebuah kolam, ia melempar-lempar air disana, Kiran menyeka air matanya lalu menunjuk-nunjuk ke air, tidak ada siapapun disana, sedang apa dia? Apa yang ia lakukan disana.
Apa yang terjadi pada gadis itu, mereka belum ada berteguran sejak pagi tadi dia menghantarka ngadis itu dan mereka bertengkar di mobil. Dayana menyadari Luke melihat ke arah Kiran kemudian melepaskan pelukan mereka.
“¿quién es él? es muy amable y hace que esto sea muy fácil.” (siapa dia? dia sangat baik dan membuat ini begitu mudah.)
"Kiran... "
Luke pun menceritakan siapa Kiran, dari mulai pertemuan, tentang kejadian kecil Kiran dikejar ayahnya hingga dijual, menyamakan kisah Dayana dan Kiran yang kurang lebih hampir sama, Luke juga mengatakan dia sudah menganggap gadis kecil itu seperti keponakannya sebab kehidupannya yang emnyedihkan begitupun kehidupan keluarganya.
Kiran masih dalam sorotan Dayan dan Luke, mereka terus bercerita, Luke menanyakan kabar Dayana apakah dia bahagia dan apakah dia baik-baik saja? Dayana menjawab dia terpaksa harus bahagia karena inilah kehidupannya sekarang.
“¿Me iré a casa? Si todavía quieres que estemos juntos, te llevaré y nos casaremos, pero si no y estás cómodo con tu vida, me iré a casa solo, mi deuda y mi culpa han sido pagadas.” (“Aku akan pulang, jika kau masih mengingankan kita bersama maka aku akan membawamu dan kita akan menikah, namun jika tidak dan sudah nyaman dengan kehidupanmu, aku akan pulang sendiri, hutang dan rasa bersalahku sudah terbayarkan…”)
“Sí, nos vamos a casa. Iré contigo y me largaré de aquí, dame una semana más y me iré sin dejar rastro.” (“Ya kita akan pulang. Aku akan ikut denganmu dan pergi dari sini, beri aku waktu satu minggu lagi dan pergi tanpa jejak.”)
Luke terdiam sesuatu memberatkan hatinya seletika, ia tidak merespon ucapan Dayana itu padahal ini yang dia mahu, dijauh sana Arga entah kapan datang tiba-tiba ia memeluk Kiran, dan ya gadis itu terseduh-seduh dipelukan Arga
Luke terkesiap, ia seperti sedang melihat sebuah hal yang terlarang dan harusnya tidak boleh terjadi.
Arga menenangkan Kiran, ia mengusap rambut Kiran dengan begitu lembut, padahal ini titik inti yang ia harapkan menemukan Dayana dan mendapatkan respon baik penerimaan namun kenapa tidak sesepecial yang ia bayangkan.
Arga ini terlihat sudah menggandeng Kiran segera ia menghubungi Luke, masih dalam keadaan menyorot pada Kiran dan Arga dijauh sana Luke segera mengangkat panggilan Arga.
“Aku dan Kiran kembali duluan, aku rasa kau bisa menyelesaikan sisanya. Kiran merasakan tidak enak badan aku akan bawa Kiran kerumah orang tuaku.”
“Apa? Dia sakit?” Luke menjadi panik.
“Sudah selesaikan segera masalahmu, biar Kiran menjadi urusanku.”
“Berikan ponselnya pada Kiran, “ Pinta Luke.
Arga pun segera mengulurkan ponselnya pada Kiran, namun Kiran menolakknya tanpa berucap apapun.
“Dia sedang tidak ingin banyak bicara, baiklah selamat bersenang-senang.”
Luke mencelus terlihat disana wajah sendu nan lirih Kiran tampak tidak seceria biasa, dia begitu acuh dan cuek apakah masih tentang masalah pagi tadi kenapa dia tidak mau merepon panggilanku, dia benar akan pergi menjauh?
“Espera un momento, voy a encontrarme con mi amigo.” (Tunggu disini sebentar, aku akan menemui temanku.)
Luke segera turun dari mobil mengejar Arga dan Kiran yang sudah berjalan menuju ke mobil milik Arga, langkah Luke terburu-buru membuat Arga berhenti saat mendapati Luke menghampiri mereka.
“Apa yang terjadi little cat? Kau baik-baik saja?”
Kiran menahan dirinya untuk tidak lemah, “Kenapa? Kau lihat, aku baik-baik saja Luke?”
“Luke?
Luke hendak mengambil tangan Kiran namun Kiran menepisnya segera Kiran masuk kedalam mobil Arga.
Arga menepuk pundak Luke, “Tidak masalah dia baik-baik saja, mungkin dia rindu keluarganya.”
Luke masih terpaku ditempat rasanya tidak ingin ditinggalkan seperti ini, dalam hitungan detik mobil Arga memutar disana Kiran membuka jendela pada sisi dia duduk lalu memanggil Luke untuk mendekat, Luke terperangah segera ia mendekat pada pintu mobil dan segera Kiran meminta tangan Luke. Luke segera memberikan tangannya.
Tanpa disangka Luke, Kiran melepaskan anting yang ia pakai lalu mengembalikannya ditelapak tangan Luke, “Dia tertarik dengan ini dan aku rasa dia lebih pantas menerimannya, selamat kau sudah berhasil, kau patut mendapatkan dia kembali, aku bahagia untukmu…mungkin terimakasihku tidak cukup membalas semunya namun hanya ini yang aku punya, sampai bertemu lagi, ” Kiran berucap pelan sekali, bahkan Arga pun tidak mendengar jelas ucapan Kiran itu.
Mobil Arga pun segera melaju kencang pergi meninggalkan Luke, mengakhiri dengan suara klakson lalu menghilang disana, meninggalkan dia yang masih mengadahkan tangannya memegang anting yang Kiran berikan.
"Sampai bertemu lagi?"