Kisah seorang cucu yang relah mengorbankan mahkotanya demi menyelamatkan nyawa sang nenek.
Rindu nama gadis itu, dia harus bertemu dengan seorang pria yang sangat kejam dan juga di takuti di kota itu.
Apa yang akan terjadi berikutnya yuk mari ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. PRESENTASI RINDU.
"Berani-beraninya kamu menghina rancanganku. Kamu tahu, ini adalah rancangan terbaik yang pernah ada dan satu-satunya didunia?," Tania bangkit dan memukul meja menggunakan telapak tanganya.
"Tenangkan dirimu Nyonya Tania, silahkan duduk kembali," ujar seorang pria berbadan gemuk yang di ketahui namanya adalah Haris.
Tania segera duduk tapi raut wajahnya masih memerah menatap lekat pada Rindu.
"Bagus rata, jangan kasih kendor. ha ha..ha," tawa Fathur dalam hati sembari menyunggingkan bibirnya.
Setelah suasana kembali kondusif, pak Haris mempersilahkan Rindu untuk melanjutkan pendapatnya yang sempat terhenti karena ulah Tania.
"Nona silakan lanjutkan,"
"Terima kasih.
Yang kedua, kami juga kurang sependapat jika ada taman di dalam kota. Memang kami akui, jika ada taman pasti pemandangan akan terasa asri, indah dan tentunya sejuk. Tapi disini menurut kami salah penempatanya.
Kita ketahui bersama kalau kota kita ini adalah kota berkembang, lambat laun disadari atau pun tidak, satu, dua tiga tahun kedepanya kota ini akan di penuhi dengan kendaraan, baik yang beroda dua maupun beroda empat. Jadi, dengan adanya taman dalam kota seperti rancangan Nyonya Tania tadi, maka akan membuat penyempitan jalan. Ini artinya akan ada kemacetan yang akan kita temui setiap harinya. Untuk apa menjadi kota berkembang kalau kota kita di cap sebagai kota majet.
Kurasa cukup ulasan Saya tentang rancangan Nyonya Tania, kurang lebihnya kami mohon maaf. Sekali lagi terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan pada kami," Rindu menyudai ucapanya.
Dewan juri saling menatap satu dengan yang lain sembari mengangguk mendengar penuturan Rindu yang memang masuk di akal.
"Aku tidak setuju dengan pendapat perempuan itu, Dia hanya ingin memojokkan rancanganku saja," tunjuk Tania pada Rindu tapi tatap matanya diarahkan ke pihak dewan juri.
"Tenangkan dirimu Nyonya Tania, Dalam kompetisi ini, setiap lawan boleh menilai sekaligus mengutarakan pendapatnya. Selama itu masuk di akal ya, sah-sah saja," ujar pak Haris kembali mencoba menenangkan Tania yang semakin menjadi-menjadi.
"Kena kau!. Hii..hhii, si rata ini memang bisa diandalin. Baru 3 hari belajar sudah memukul mundur tania. good job rata," kembali Fathur tertawa untuk sekali lagi dalam hati.
Suasana didalam ruangan itu kembali hening setelah Tania sudah mengontrol kembali emosinya, Pak Haris kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Tadi kita sudah mendengarkan presentasi dari perusahaan TERATAI grub. Kini giliran perusahaan F&R untuk mempresentasikan desain perusahaanya. Untuk mempersingkat waktu dipersilahkan,"
"Bismillah," ucap Rindu sebelum berdiri.
"Tuan boleh tolong Saya untuk menyambungkan laptop itu dengan proyektor sekalian mengontrolnya saat Saya sedang mempresentasikan desain kita?," ujar Rindu pada Fathur.
Seketika Fathur mengernyitkan dahinya sembari tersenyum terpaksa.
"Berani-beraninya dia memerintahku di depan banyak orang, Awas saja kalau presentasimu mengecewakan," gerutu Fathur dalam hati.
"Baik Nona Rindu,"
Mau tidak mau Fathur terpaksa menganguk lalu membuka tas dan mengeluarkan laptop dari dalam sana.
Setelah laptop tersambung dengan proyektor dan memaparkan gambar sebuah desain kota yang begitu asri rapi dan ramah lingkungan di dinding tembok, Rindu lalu berdiri.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pertama-tama Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para dewan juri yang telah memberikan kesempatan serta mempercayakan perusahaan F&R untuk mendesain kota yang kita
cintai bersama.
Seperti yang bapak-bapak lihat pada layar itu, Pemandangan kota yang terlihat modern, bangunan tersusun rapi, jalan sengaja kami bagi menjadi dua jalur untuk mencegah kemacetan.
Dan tak lupa kami memberi air mancur ditengah-tengah kota untuk memberi kesan segar dan indah dalam pusat kota. Rancangan kami ini mengutamakan kebersihan serta kenyamanan dalam kota.
Toko dan pasar sengaja kami pindahkan sedikit jauh dari pusat kota dengan tujuan untuk menghindari penumpukan sampah serta bau yang menyengat.
Drainase sengaja kami perluas dan juga perbanyak untuk menghindari banjir yang setiap saat mengancam kota saat musim hujan tiba.
Kami juga tidak lupa membuat taman dari barat, selatan, timur dan utara, untuk membersihkan oksigen yang tercemar karena polusi kendaraan.
Sama halnya dengan toko dan pasar. Para pengrajin dan pengusaha kecil juga tidak luput dari rancangan kami. Mereka juga kami pindahkan sedikit agak jauh dari pusat kota untuk menghindari limbah yang mereka hasilkan.
Dan yang menjadi Andalan kami disini yaitu, ada beberapa panti yang sengaja kami bangun untuk menampung mereka yang kurang mampu atau manula yang sudah tidak di pedulikan lagi oleh keluarganya.
Desain kami ini kami beri nama" KOTAKU IDAMANKU, KOTAKU YANG KURINDUKAN" terima kasih.
Rindu sedikit memberi hormat dan kembali duduk seperti semula.
Seketika para dewan juri berdiri dan memberi tepuk tangan yang begitu meriah.
"Membayangkanya saja terasa sudah adem apalagi bila jadi kenyataan," ujar pak Haris terkagum-kagum.
"Betul pak Haris, Aku sempat terhanyut dan langsung masuk kedalam suasana kota itu.. ha ..ha," balas salah satu dari dewan juri.
Sementara itu Fathur seketika melongo mendengar penuturan Rindu. Dia benar-benar tidak percaya kalau yang melakukan presentasi barusan itu adalah Rindu.
Seorang cleaning service yang tidak sengajah dia angkat menjadi sekretarisnya bisa berpresentasi sehebat itu.
"Si rata ini benar-benar hebat, baru beberapa hari dia berlatih sudah sehebat ini, bagaimana kalau setahun. Bisa-bisa dia menggeserku dari perusahanku sendiri," Fathur menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lain halnya dengan Tania, prediksinya benar-benar meleset, Dia berharap Rindu akan melakukan banyak kesalahan dalam presentasi. Tapi, apa hendak dikata, padi di tanam tumbuh ilalang.
Rindu melakukan presentasi begitu mulus sehingga setiap orang yang mendengarnya terhanyut dan masuk kedalam suasana kota yang belum nyata.
Setelah suasana kembali tenang pak Haris pun memberi kesempatan pada Perusahaan TERATAI grup untuk memberi pertanyaan.
"Silahkan Nyonya Tania untuk memberi pertanyaan pada pihak lawan. Siapa Tahu dengan pertanyaan Anda itu, kami bisa mempertimbangkan bila nantinya perusahaan F&R yang menjadi pemenang tender kali ini," Pak Haris mempersilahkan Tania untuk menanggapi presentasi Rindu.
"Terima kasih sebelumnya. Begini, kami merasa tidak setuju dengan pembangunan beberapa panti sosial seperti yang di katakan oleh pihak perusahaan F&R tadi.
Kita lihat saja dari segi pembangunan jalan, tata kota serta pemindahan toko dan pasar seperti yang sudah di terangkan tadi oleh perwakilan perusahaan F&R itu sudah terlalu banyak menguras dana.
Takutnya pembangunan panti sosial itu hanya ilusi mereka saja untuk mendapatkan suport dari kalian semua," Tania sedikit menyunggingkan bibirnya kearah Rindu.
Para dewan juri saling menatap satu dengan yang lain.
"Benar juga kata Nyonya Tania. Dana kali ini terbatas, pembangunan jalan, air mancur serta pemindahan toko dan pasar sudah memakan dana besar. Ditambah lagi pembangunan panti sosial pasti dana yang tersedia tidaklah cukup," ucap salah seorang dewan juri pada keempat temanya.
Bagi teman-teman yang makin penasaran dengan kisah ini harap bersabar. Hari ini akan upload dua bab jadi, Author harap kesabaranya ya. Soalnya nulisnya harus hati-hati untuk meminimkan kesalahan. Mulai dari typo sampai alur ceritanya.
Maka dari itu selagi menunggu bab berikutnya terus dukung cerita ini dengan cara favorite, like, coment dan juga vote agar Author lebih bersemsngat untuk menulis. Terima kasih.
gak cocoklah jadi pemeran utama wanita