cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.
kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia
Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.
akan kah mereka bisa damai.
Baca Kisahnya...
WARNING...!
JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.
SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Beri dukungan buat bang Pocong ya.. like komentar. vote, dan bunga. serta bintang lima
sehat selalu semuanya
®®®®®®®®®®
Sepeninggal Dokter yang memeriksa Putra telah Pulang. Pak Bodong langsung menelpon temannya untuk meminta bantuan untuk mencarikan seorang Dukun hebat.
"Udah mah. Mama tenang aja, papa sudah minta tolong sama Didung, besok pagi kami akan kerumah dukun itu" Ujar Pak Bodong.
"Kenapa harus besok sih Pah, lihat anak kita udah kesakitan seperti itu."
"Mah... Ini udah malam. Lebih baik mama istirahat, biar papa yang jagain Putra." Pak Bodong mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan.
Bu Bodong duduk di samping Putra dan menolak dengan tegas bujukan dari Pak Bodong.
"Mama nggak Mau, Mama mau di sini aja nemanin Putra.
Pak Bodong pun pasrah, ia membiarkan istrinya untuk menemani Putra.
"Putri ! Kamu kembali aja ke kamar kamu, biar papa dan mama aja, yang jagain Abang kamu!" Ujar Pak Bodong pada Putri yang dari tadi hanya diam dan menangis.
Sedangkan dikediaman Sundel Bolong. Pocong baru saja pulang dengan membawa beberapa kembang 3 rupa untuk makan malam. ia memberikan kembang tersebut pada Sundel Bolong, setelah itu ia menghampiri Uyut Encrot.
"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Pocong yang ikut duduk selonjoran di samping Uyut Encrot.
"Udah lebih baikan Pah!"
Pocong langsung menoleh kearah Uyut Encrot, yang secara kebetulan sedang menatap dirinya juga. Pocong tidak pernah menyangka kalau Uyut Encrot akan memanggilnya dengan kata PAPA.
"Kenapa?" Tanya Uyut Encrot saat melihat raut wajah Pocong yang terkejut.
"Nggak apa apa" Jawab Pocong.
kemudian ia menyodorkan ke mulut Uyut Encrot sari kembang yang sengaja disisihkannya untuk Uyut Encrot.
Uyut Encrot hanya tersenyum mendengar jawaban Pocong tersebut, ia kemudian membuka mulutnya. Pocong pun menyuapi Uyut Encrot.
"Yut. Aku sebenarnya kesini mau ngajak kamu kerumah, Karena penyakit Tuyul kumat lagi, tapi karena kamu juga lagi sakit. Aku jadi nggak berani mengatakannya."
"Eh... Dodol lunak. tuh omongan lu belepotan tau. nggak berani bilang...! Tapi lu udah bilang tau"
Sundel Bolong yang lagi makan malam, langsung menimpali ucapan Pocong. Uyut Encrot menatap tajam kearah Sundel Bolong.
"Eh Bolong. yang sopan dong kalau ngomong ama suamiku" Ucap Uyut Uyut Encrot.
"Nggak apa apa kok Yut, aku udah paham kok sifatnya" Ujar Pocong.
Mendengar perkataan Pocong tersebut, Sundel Bolong merasa senang. Jarang jarang ada pria yang mengerti dengan karakter mulutnya yang suka asal bicara.
"Pantesan dia jadi hantu Pakboy. Orangnya ternyata pengertian."
Tiba Tiba Uyut Encrot bangun, wajahnya seketika terlihat gusar, membuat Pocong mengerutkan kening, bahakan Sundel Bolong yang lagi makan langsung berhenti mengunyah.
"Ada apa Yun?" Tanya Pocong.
"Iya Yun. Ada apa?. Kenapa kau terlihat gusar seperti itu?" Sundel Bolong ikutan bertanya.
"Apa Putra mengalami hal aneh juga, sepeti kesakitan atau yang lainnya? Tanya Uyut Encrot pada Pocong.
"Bagaimana kamu tau?" Tanya Pocong heran.
"Siapa lagi itu Putra ! Apa itu anak si Pocong juga?" Timpal Sundel Bolong.
"Bukan Sun. Dia itu cucu mantan pacar aku dulu, Mas Jackson!"
"Oooooooooooo... ya... ya... Mas Jackson, aku baru ingat, pria yang tertampan di antara hantu pria yang lainnya. Aku ingat... Aku ingat!" Ujar Sundel Bolong seraya manggut manggut.
"Kita harus kesana sekarang. Aku harus mengobati Putra!" Uyut Encrot berdiri.
"Bagaimana dengan Tuyul?" Tanya Pocong yang merasa kalau Uyut Encrot seakan mengabaikan Tuyul.
"Tentu aku akan mengobatinya juga, tapi kita harus menyembuhkan Putra dulu"
Jawaban Uyut Encrot membuat perasaan Pocong kecewa.
"dia lebih mementingkan cucu pacarnya daripada anaknya sendiri"
"Bagaimana kamu tau kalau Putra sakit?" Pocong mengulang pertanyaannya yang tidak terjawab, karena tadi terpotong oleh pertanyaan Sundel Bolong.
"Aku berkelahi dengan mahluk yang melukai Tuyul!" Ujar Uyut Encrot saat mereka mulai melangkah keluar WC.
"Eh... Tunggu tunggu. Aku ikut!" Ucap Sundel Bolong yang langsung menyusul Uyut Encrot dan juga Pocong.
"Apa hubungannya penyakit Putra dengan perkelahian kamu dengan mahluk itu?" Tanya Pocong heran.
"Mahluk itu telah terikat kontrak dengan Putra. Jadi, apapun yang bisa melukai mahluk itu, maka manusia yang terikat kontrak dengannya akan terluka juga. Aku melupakan hal tersebut saat melukai mahluk itu secara di diam!" Uyut Encrot menjelaskan dengan sedikit rinci.
"Lu berhasil melukainya. Tapi kenapa Lu bisa babak belur, ****?" Tanya Sundel Bolong.
"Yut ! Jangan panggil aku ****. Nggak enak nanti kalau ada yang mendengarnya. Bisa bisa mereka berhalusinasi dengan pikiran negatif mereka..!" Uyut Encrot mengingatkan Sundel Bolong tentang tata cara memanggil namanya.
"Maaf... maaf... aku keceplosan. Terus, bagaimana cara Lu ngelukain dia?"
"Sebelum aku pingsan. Aku sempat melepaskan ajian Sukma Rebahan Purnama Penuh secara diam diam. Awalnya aku tidak yakin kalau ajuan itu akan melukainya. Tapi setelah mendengar dari Bang Pocong kalau Putra kesakitan, aku yakin kalau ajian ku itu telah melukai mahluk tersebut."
"Gila! Itu kan ilmu kamu yang terhebat. Aku yakin, tidak sampai satu bulan penuh, mahluk itu akan lenyap dari alam ghaib ini.!" Ujar Sundel Bolong.
Pocong yang tidak mengerti tentang aji ajian tersebut, hanya diam dan menyimak pembicaraan antar Uyut Encrot dan Sundel Bolong.
"Justru itu yang aku takutkan Sun. Jika mahluk itu lenyap dari alam ini karena di lukai. maka manusia yang terikat kontrak dengannya juga akan mati. Jika itu terjadi, maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku, aku juga tidak pantas menyandang status mantan pacar Mas Jakson!" Ucap Uyut Encrot panjang lebar, wajahnya langsung sedih setelah mengucapkan kalimat terakhirnya.
"Begitu besar kah cintanya kepada si Jackson itu" Pocong melirik Uyut Encrot yang berjalan di sampingnya.
"Kamu belum bisa melupakannya?" Tanya Sundel Bolong, matanya melirik kearah Pocong. Ingin tau bagaimana reaksi Pocong.
"Iya. Dia adalah cinta pertamaku saat aku menjadi hantu. Saat itu aku sendirian di alam gaib ini, aku tidak punya tujuan, aku tidak punya tempat. Dan dia muncul bagai pahlawan, dia membantuku, memberiku tempat tinggal dan selalu menjagaku. Namun karena dia mati karena berkorban untuk keluarganya, dia dibawa oleh para malaikat ke atas sana. Waktu yang kami lalui bersama begitu singkat, namun sangat berarti bagiku. Aku bahagia hingga saat ini, karena pernah bersamanya.!"
Tanpa terasa, air mata Uyut Encrot jatuh saat bercerita tentang kenangannya bersama Arwah dari Ayah Pak Bodong, yaitu Jackson.
Pocong hanya diam, tidak ada ekspresi di wajahnya. Hal itu membuat Sundel Bolong mengerutkan kening.
"Kenapa wajahnya datar datar aja. apa dia kagak cemburu setelah mengetahui betapa besar cinta Uyut Encrot pada si Jackson itu"
"Bang! kalau Lu gi mana.? Selama menjadi hantu, siapa gadis yang beruntung mendapat cintamu?" Sundel Bolong yang penasaran dengan raut wajah Pocong, mulai mengorek privasi Pocong.
"Kuntilanak!" Pocong menjawab dengan singkat pertanyaan Sundel Bolong tersebut.
Uyut Encrot langsung melirik Pocong "Selain dari Kuntilanak. Siapa lagi?" Tanya Uyut.
Pocong diam sejenak, kemudian ia menjawab dengan singkat "Nggak tau.!"
Wajah Uyut Encrot terlihat lesu setelah mendengar jawaban dari Pocong.
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
mampir thor
yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗