NovelToon NovelToon
ROTI BAKAR

ROTI BAKAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:724.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: BundaDM

sebuah karya tentang perjuangan wanita dengan latar belakang yang berbeda.

ada masa lalu yang sulit terhapus menyisakan tangis, duka serta trauma di generasi selanjutnya.

para wanita-wanita hebat dimasanya, berjuang dengan cara yang berbeda tapi demi satu tujuan yaitu bahagia.

sanggupkah wanita-wanita ini melewati semuanya?

cekidot ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

* Slice 32, Tentang masa lalu

Nuha masih duduk dibelakang rumah sama Dafi, menikmati singkong rebus dan kopi hitam.

"Insyaa Allah Mak nanti Dafi sampaikan salamnya ... Mak maafin perlakuan Bunda dulu ya, Dafi dulu masih belum paham sama apa yang terjadi, walaupun saat itu Dafi sudah mau masuk SMP" kata Dafi.

"Sudahlah Mas Dafi, semua menyumbang kesalahan yang sama. Emak juga harusnya bisa menjaga batasan pertemanan. Ayahmu kan pria beristri dan Emak single. Atas nama rasa iba sama Rian, Emak coba bertahan karena kasian liat Rian yang butuh dukungan. Beneran deh Emak ga ada niat buat menjadi pasangan Ayahmu dan merusak keluarganya. Emak tau rasanya dikhianati dan dirusak rumah tangganya, jadi jangan sampe Emak melakukan hal yang sama" ucap Mak Nuha jujur.

"Ya Mak, kalo menurut Dafi ya wajar aja kalo Bunda cemburu. Ayah juga terlalu dekat sama Mak Nuha hingga mengenyampingkan perasaan Bunda. Mak Nuha pun iba sama nasib Rian yang kalo terapi ga didampingi Bunda" ucap Dafi penuh rasa serba salah.

"Ya.. Emak paham kok" ucap Nuha.

"Mak ga mau balik usaha di Jakarta lagi? Disini kan susah nyari kerja Mak, kios yang dulu punya Mak Leha sebentar lagi orangnya abis kontrak, orang itu cuma kontrak enam bulan aja. Kalo mau nanti Mak bisa tempatin lagi" kata Dafi.

"Kok Mas Dafi tau?" tanya Nuha heran.

"Oh ... kios itu sudah dibeli Ayah, sekarang Dafi yang urus kalo ada yang ngontrak" cerita Dafi.

"Kasian orang tua disini, mereka sudah tua, harus ada yang ngurusin. Kakak-kakak kan udah pada punya cucu, jadi repot. Cuma Emak aja yang bebas, ga ada yang ngerepotin" jawab Nuha.

"Mak ... maaf ya Dafi mau ngomong sesuatu, tapi bukan berarti mau ikut campur urusan keluarga Mak Nuha, tapi ini request dari Mbah Akung, Bapaknya Mak Nuha. Kemarin pas lagi di Waduk kan Dafi ngobrol banyak sama Mbah Akung, beliau ingin sebenarnya Emak sama Qeena bisa hidup layak, ga kaya sekarang. Beliau kasian sama Qeena yang harus ikut cari nafkah diusia sangat muda. Makanya Dafi cerita kalo Ayah bersedia menyekolahkan Qeena di Jakarta. Bukannya ga mau biayain disini, tapi kan Emak tau kalo kualitas pendidikan akan lebih bagus kalo dekat sama pusat pemerintahan. Emak anggap aja ini sebagai tanda terima kasih Ayah buat Mak Nuha yang udah bantu terapi Rian selama hampir sepuluh tahun. Dulu kan Rian parah banget Mak, sekarang jauh lebih baik keadaannya. Semua itu ga lepas dari peran Mak Nuha. Dafi kesini juga sebenarnya membawa misi dari Ayah untuk Qeena bisa dibawa ke Jakarta dan sekolah disana. Kalo Emak khawatir, ya saran Dafi, Emak ikut ke Jakarta. Usaha lagi di kios itu. Masalah modal nanti bisa kita bicarakan" papar Dafi.

"Mak ga mau dicap sebagai perusak rumah tangga orang, nanti Bu Fia marah lagi. Mak tau maksudnya Mas Dzul baik, tapi biarlah Qeena disini, susah senang kita bersama" jawab Nuha diplomatis.

"Ya .. ini kan sebuah penawaran. Dafi ga minta jawaban segera kok Mak. Silahkan dibicarakan sama keluarga besar dan Qeena. Apapun jawaban Mak Nuha, kami terima" lanjut Dafi.

"Makasih atas penawarannya" jawab Nuha.

"Maaf Mak ... Dari nada bicara Mak tadi, Dafi merasakan Emak pernah terluka yang amat dalam, terutama tentang rumah tangga, Dafi liat Mak Nuha sangat-sangat merasa bersalah saat Bunda menuduh Mak Nuha sebagai pelakor. Padahal Ayah tuh ga pernah berbagi hati dengan wanita lain, kesetiaannya Ayah ga perlu disangsikan" kata Dafi hati-hati.

"Ya begitulah ... sampe sekarang pun, masih berasa sakitnya" ucap Nuha mencoba tegar.

"Sabar ya Mak .. maaf kalo Dafi membuka luka lama" ucap Dafi menyesal.

"Mas Dafi ... Mak Nuha bisa minta tolong ga? Tapi kalo kamu sempat aja, jangan sengaja meluangkan waktu buat hal ini" pinta Nuha.

"Apa ya Mak? selama Dafi bisa bantu, Insyaa Allah akan dibantu semampunya" tanya Dafi penasaran.

"Sebentar" jawab Nuha sambil masuk kedalam kamarnya.

Nuha mengambil sesuatu dan menyerahkannya ke Dafi.

"Tadinya Mak Nuha mau minta tolong sama Mas Fajar, tapi kayanya tipe Mas Fajar tuh grusa grusu dan ga bisa sabaran. Mak khawatir malah jadi keributan. Jadi Mak mau minta tolong aja ke Mas Dafi yang lebih sabaran dan bijak menghadapi segala situasi" kata Nuha serius.

"Monggo Mak, semoga Dafi bisa bantu" kata Dafi.

"Ini alamat rumah Keluarga Ayahnya Qeena ... ini foto Ibu kandung Qeena dan Qeena bayi, kalo foto Ayahnya Qeena ga kebawa. Didaerah sana, Engkongnya Qeena terkenal. Tanya aja sama orang dimana rumah Almarhum Babe Naim, pasti pada kenal. Kalo bisa tolong cari info keberadaan Ayahnya Qeena, Mak mau kenalin Qeena ke keluarga Ayah dan ibunya" kata Mak Nuha sambil menyerahkan kertas dan foto ke Dafi.

"Beneran Qeena bukan anak Mak Nuha? Dafi kira Fajar becanda pas bilang Mak Nuha bukan Ibu kandungnya Qeena" tanya Dafi kaget.

"Qeena itu anak istri kedua Ayahnya, panjang deh ceritanya" jawab Nuha sambil mengusap air matanya.

"Maaf Mak ... bikin Mak sedih ya" kata Dafi memeluk Mak Nuha dari samping.

"Mak mau Qeena tau semua, bukan Mak ga sanggup ngurus dia, tapi Qeena harus tau kebenarannya" ucap Mak Nuha.

"Kenapa ga bilang nanti aja kalo dia udah tujuh belasan tahun? Kasian Qeena masih kecil Mak" saran Dafi.

"Tapi nanti Qeena marah ga kalo taunya udah gede? Sekarang aja dia tau kalo nama Ibunya yang di akte itu bukan nama Emak. Pernah tanya tapi Emak bingung jawabnya. Emak yakin kok kalo Qeena akan memilih Emak ketimbang orang tuanya, tapi Emak ga mau ada beban lagi, manusia kan ga tau umurnya sampai kapan, ada ketakutan dalam diri Emak, jangan sampe Emak nutup mata sebelum Qeena tau semua kebenarannya" kata Nuha lagi.

"Qeena anak baik, dia pasti akan bisa menerima keadaan, seburuk apapun, dia akan kuat. Jadi bukannya Dafi ga mau bantu, tapi biarlah kita tunggu empat tahun lagi Mak, jika Allah menakdirkan lain, cukup mulai sekarang Mak rapihin semua berkas Qeena, barang yang berhubungan dengan masa lalu dan tulislah sebuah surat yang menceritakan semuanya. Kemudian Mak pesan ke Qeena untuk membacanya kalo Emak sudah dipanggil Allah" kata Dafi menenangkan, kemudian Dafi menyerahkan kembali alamat dan foto ke Nuha tanpa dia melihatnya.

Dafi mengambilkan minum air putih di dapur buat Nuha. Setelah agak tenang kembali mereka berbincang.

"Dafi udah mau lulus ya?" tanya Nuha.

"Belum Mak, kan ambil D IV itu delapan semester, sekarang baru mau semester enam. Sudah lumayan suka ikut-ikutan projek jadinya ada tambahan uang saku. Kuliah Alhamdulillah juga gratis, tapi kan banyak biaya buat beli buku penunjang, jajan, ongkos dan lainnya" jelas Dafi.

"Sebentar lagi lulus tuh, wah sebentar lagi Mas Dzul akan mantu nih" ledek Nuha.

"Bisa jadi Mak ... tuh liat Fajar udah kelenjean banget sama Qeena. Kalo saya belum menentukan pilihan, sasaran sih udah ada, lagi pedekate, tapi belum berani mengutarakan. Oh ya, Mak ga masalah kalo Fajar nanti berjodoh sama Qeena?" tanya Dafi serius.

"Kalo jodoh ya mau gimana? tapi masa sekarang, Qeena belum paham maksudnya Mas Fajar seperti apa, Qeena masih kecil" ujar Nuha.

"Ya kan ga sekarang Mak, mereka juga masih mencari jati diri" kata Dafi.

"Mak pastinya akan selektif buat Qeena, baik aja ga cukup, Emak harus kenal dulu keluarganya dan anaknya seperti apa, karena Emak ga mau Qeena ngerasain apa yang Emak rasain dulu"harap Nuha.

"Aamiin" jawab Dafi.

"Mak cuma mau Qeena bahagia dan kelak berada sama orang yang tepat. Mak mau kasih Mas Dafi sedikit masukan, buat pegangan kalo kelak Mas Dafi nanti berumah tangga, kan sebentar lagi pastinya ... hehehe" ucap Nuha.

"Masih lama Mak ... belum lulus kuliah" jawab Dafi.

Dafi mendengarkan dengan seksama petuah dari Nuha.

"Menikahlah dengan seseorang yang kamu cintai sepenuh hati. Seseorang yang dapat membuatmu jadi pribadi yang lebih baik. Menikahlah dengan wanita yang bisa menjadi sahabat baikmu, yang bisa berbagi dan ga pernah bosan bersamamu, bahkan hingga akhir hayatmu nanti. Menikahlah disaat yang paling tepat untukmu, karena setiap manusia memiliki waktunya masing-masing. Jangan pernah menikah karena terpaksa. Menikahlah setelah kamu menemukan orang yang tepat. Carilah seorang wanita yang bisa membagi impian yang sama denganmu, tetapi dia juga memiliki impian sendiri yang juga harus kamu dukung. Hormati dia dan dukung apa impiannya. Menikahlah dengan wanita yang memiliki hati tulus dan kebaikan hati. Wanita yang tidak takut mencintai dan dicintai. Seorang wanita yang bisa mandiri, tetapi juga menghormatimu. Dia tidak berjalan didepanmu atau dibelakangmu, tetapi dia berjalan disampingmu, menggandeng tanganmu, saling menopang dalam suka dan duka. Jangan lupa selalu ucapkan terima kasih padanya dan berikan dia cinta setiap hari. Karena seorang istri adalah harta paling berharga untuk berbagi hidup denganmu. Kalo kamu sudah menemukannya, jadikanlah dirimu sebagai suami dan ayah terhebat" nasehat Nuha.

"Makasih Mak nasehatnya. Harusnya Fajar nih yang perlu denger" ucap Dafi.

"Mas Fajar udah Mak kasih nasehat kaya gini juga pas Emak mau pindah kesini. Emak udah anggap anaknya Mas Dzul sama kaya anak Emak juga" kata Nuha haru.

"Kayanya Fajar udah ngetek Qeena nih ke Mak Nuha" canda Dafi.

"Mas Fajar kan orangnya ga serius, jadi Emak ga tau dia ngomong suka sama Qeena itu beneran atau sekadar becanda" kata Nuha.

"Beneran Mak .. dia kayanya suka banget sama Qeena. Cuma karena Qeena masih kecil jadi dia ga berani ngomong ke Qeena. Tapi ya namanya sama-sama masih labil, kita ga tau apa nantinya Fajar akan menetapkan hati buat Qeena atau ke wanita lain. Pokoknya Dafi dukung aja yang terbaik buat semua" kata Dafi sambil senyum.

"Siapapun nanti pendamping Qeena, dia harus terima apa adanya dan sejarah keluarganya. Ga mudah pastinya menerima kondisi Qeena" Mak Nuha menarik napas panjang tanda dia lelah dengan masa lalunya.

Dafi terdiam memandang ke arah sawah, tanpa bicara.

1
palupi
terimakasih 💐💕🙏
palupi
tuh... makanya dengerin, tobat gitu...
saya maksudnya yg disuruh dengerin ... suruh tobat... 🤭🤭
Bunda DM: hehehe
total 1 replies
palupi
sampe disini kok jadi penasaran banget sama yg duduk disebelah yg nyinyir mulu. itu siapa sih thor... mosok lek sri. lhaaa... sopo maneh lek sri, author bingung dong 😂😂😂
Bunda DM: kayanya tokoh film kali ya
total 1 replies
Aisyah Azka
salam kenal min 😍🙏🙏 balaraja nya dimana belah mana nya
Bunda DM: ga disana, cuma pernah aja kesana jenguk saudara
total 1 replies
Aisyah Azka
lah balaraja tangerang mah lumayan sih deket parung panjang tau gak thor?? asli saya disitu cuman saya udh nikah dan menetap di jakarta
Bunda DM: justru blm pernah ke Parung panjang, jadi ga paham
total 1 replies
taqi hilmy
altet juga ya kak Acik dan alung
Cila Oktavi
Luar biasa
Bunda DM: Alhamdulillah.. makasih udh baca
total 1 replies
taqi hilmy
Kecewa
Bunda DM: makasih sdh membaca, kecewa wajar karena selera tiap org berbeda
total 1 replies
taqi hilmy
Buruk
Bunda DM: makasih sudah mampir dan baca, sehingga bisa menilai buruk novel ini
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Semoga keluarga imah gila kayak iyus juga
❤Rainy Wiratama Yuda❤️: Habisnya geregetan bund..
total 2 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ahahaha... gemes kan jadinya 😂😂😂
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Wah... Dafi gak asyik nih..
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Saat baca judul, kirain Iyus yang bakal lewat, eh ternyata anak yang dinanti2 yg harus pergi.. ya sabar ya mas Dafi dan Qeena
Bunda DM: lagi diuji
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Setelah dibuat nangis2 di part sebelumnya, sekarang jadi ketawa. Salam ya mas Anjasmara hehe...
Bunda DM: disini mah lengkap segala rasa pokoknya
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Cerita yang sangat bagus, tidak bisa ditebak jalan ceritanya, seru pokoknya..
Bunda DM: Alhamdulillah.. terima kasih udh mampir, mgkn bs baca karya saya lainnya
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ini zahwa maunya apa sih !! 😡😡😠
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Dua kali dibuat shock saat baca cerita ini, pertama kepergian pak Dzul dan sekarang mas Rian. Husnul Khatimah ya mas Rian..
Bunda DM: aamiin
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ya Allah.. orang baik memang lebih dicintai Allah, sehingga lebih cepat dipanggil karena Allah juga rindu dengan pak Dzul. Husnul Khatimah pak Dzul.
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Keren...
Bunda DM: makasih udh baca
total 1 replies
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Si Iyus kapan kena azab nya ya ?
❤Rainy Wiratama Yuda❤️: Yup... sedang otw ini bund.. gercep ini bacanya, nyesal kenapa baru ketemu sekarang hehe... pdhal sudah dari 2021 ya..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!