Sequel Married with duda
Cerita tentang seorang Alexander Constanzo (26) yang cintanya di tolak hingga dipertemukan dengan Selena Alessandra (23) seorang wanita yang angkuh dan memiliki mulut tajam. Namun Alexander jatuh hati padanya hingga melakukan cara apa pun untuk mendapatkannya. Apa yang akan terjadi jika mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 : Lamington Cake
"Maksud ku kenapa kamu sudah pulang, ini belum dua hari. Bukankah kamu bilang tidak akan pulang selama dua hari" ucap ku. Bukannya menjawab Alex malah melangkahkan kakinya mengambil air mineral dan meneguknya hingga tandas.
"Ngomong-ngomong cake buatan mu terlihat sempurna" ucapnya membuatku dongkol. Aku yakin Dia sedang meledek ku.
"Aku tau kamu sedang meledek kan" ucap ku dengan wajah masam.
"Nah itu kamu tahu" ujarnya membuatku kesal. Namanya juga sedang belajar. Mana ada langsung bisa sekali buat.
"Sebaiknya kamu pergi saja, Aku mau membuat cake lagi. Kehadiran mu disini membuatku terganggu" ucap ku mengusirnya.
"Aku akan membantu mu membuat cake nya" ujar Alex lalu mencuci tangannya.
"Aku bisa sendiri" ucap ku menolak.
"Aku tidak suka penolakan" ucapnya.
"Kamu mau buat cake yang mana?".
"Lamington Cake" jawab ku.
"Oke mari kita mulai" ujarnya lalu mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan
"kemari dan pegang mixernya" ucapnya lalu Aku mengambil Alih mixer dari tangannya. Ia lalu mengambil posisi di belakang tubuh ku.
Ini kedua kalinya Ia mengajari ku memasak dan dengan posisi yang sama. Sebenarnya Aku gugup dengan posisi seperti ini. Apalagi Aku bisa merasakan hembusan nafasnya dileher ku membuat ku merasa geli.
"Caranya seperti ini, perhatikan baik-baik. Aku tidak suka mengulanginya" ucapnya menuntun tanganku untuk mengocok telur dan mentega hingga mengembang dan seperti cream. Berbeda sekali dengan yang ku buat sebelumnya. Alex kemudian membimbingku untuk memasukkan bahan-bahan yang lainnya.
"Lain kali belajar membuat satu cake saja dulu, jangan seperti ini langsung tiga macam. Kalau kamu sudah tuntas dalam membuat cake yang satu kamu bisa melanjutkan cake yang lain dan seterusnya. Paham" ucapnya pada ku. Aku lalu mengangguk.
Setelah adonannya siap, Aku menuangnya ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin dan dialasi dengan kertas roti lalu memanggangnya di oven.
Menunggu cake nya matang, Aku membersihkan peralatan yang kami pakai. Sementara Alex pergi ke ruang tengah menonton televisi. Tak lama kemudian cake nya sudah matang, dengan hati-hati Aku mengeluarkannya dari dalam oven. Tahap terakhir adalah memotongnya dalam bentuk persegi hingga menjadi beberapa bagian kemudian mencelupkannya kedalam adonan coklat sebagai pelapis kemudian melumurinya dengan kelapa kering. Setelah selesai Aku menyajikannya di atas piring dan membawanya ke ruang tengah.
"Cake nya sudah siap, apa kamu ingin mencobanya" ucap ku menawarinya dan mengambil posisi duduk di sampingnya.
"Tidak..makan saja" ucapnya melihat ku lalu pandanganya kembali ke tv.
"Ya sudah, Aku makan sendiri kalau kamu tidak mau". Aku mengambil sepotong Lamington nya lalu memakannya. Rasanya pas sekali, teksturnya juga lembut dan sungguh..ini enak sekali. Aku akui jika Alex memang pintar memasak. Besok Aku akan membuatnya lagi untuk menguji kemampuan ku tanpa bantuan Alex. Aku mengambilnya lagi dan lagi sambil menonton film hingga tiba-tiba ditengah cerita film tersebut, kedua tokoh utama melakukan adegan intim membuatku membelalakkan mata.
Astaga..bagaimana ini. Kenapa bisa muncul adegan seperti itu disaat kami sedang bersama dengan Alex. Wajah ku bahkan sudah seperti kepiting rebus saja. Rasanya waktu berjalan cukup lama. Aku mencoba bersikap biasa saja seperti tidak melihat apa-apa. Aku melirik ke arah Alex yang menatap ku dengan tatapan yang sulit ku artikan. Sungguh ini membuatku semakin canggung ditambah dengan suara-suara aneh dari balik televisi membuatku merinding.
"Ka...ka..kamu mau cake nya?" ucap ku terbata memecah keheningan. Jujur Aku tidak tahu Apa yang harus ku lakukan. Ia mengangguk lalu menarik tanganku yang sedang memegang sisa cake milik ku dan mengarahkannya ke mulutnya.
"Sedikit saja, hanya ingin merasai saja" ucapnya mengunyah sisa gigitan ku. Bahkan Ia menjilat sisa-sisa coklat yang ada di ujung jari tangan ku.
"A..apa yang kamu lakukan" ujar ku melepas tangan ku dari genggamannya.
"Memangnya apa yang Aku lakukan?" ucapnya bertanya kembali. Namun tatapannya tidak beralih dari ku. Untung saja suara-suara aneh itu tidak muncul lagi. Rasanya Aku ingin segera pergi dari tempat ini.
"Sudah lah lupakan saja" ucap ku dengan cepat-cepat berdiri lalu pergi. Langkah ku tiba-tiba berhenti saat Alex meraih tangan ku.
"Mau kemana.." ucapnya pada ku.
"A..aku mau meng__" ucapan ku terhenti saat Dia menarik tangan ku hingga Aku terjatuh di pangkuannya. Spontan kedua tangan ku melingkar di lehernya. Ia mendekatkan wajahnya hingga berjarak hanya beberapa senti dari wajah ku. Tatapan kami bertemu dalam beberapa saat tatapan itu beralih pada bibir ku. Aku terkejut saat Alex tiba-tiba menempelkan bibirnya di bibir ku lalu mengecup bibir ku.
Awalnya hanya kecupan, lama kelamaan ciuman kami menjadi lu*atan-lu*atan lembut yang begitu membuai. Ku rasakan Alex semakin menekan bibir ku memperdalam ciumannya. Aku tidak pernah melakukannya dengan pria sebelumnya. Dan Alex adalah pria pertama yang mencium ku, ini kedua kalinya Aku berciuman dengan Alex. Kini lu*atan-lum*tan lembut itu berubah menjadi ciuman panas. Ku Akui Alex memang pria yang handal dalam berciuman. Aku tersentak saat Alex melepaskan ciumannya. Namun kemudian tubuh ku rasanya melemas saat ciuman Alex turun ke leher ku dan menggerakkan tangannya naik turun di punggung ku. Bisa ku pastikan Aku akan jatuh jika saja kami berdiri.
"Enghh..Alex.." ucap ku melenguh memejamkan mata.
"Ya..sayang..." ucapnya serak.
Tanpa ku sadari tiga kancing teratas baju yang ku pakai sudah lepas. Tangannya menelusup masuk kedalam baju ku, dan meraup salah satu benda kenyal milik ku.
"Aku tidak bisa fokus tiap kali melihat ini" ucapnya lalu meraup bibirku. Karena terlalu menikmatinya Aku tidak sadar jika saat ini Alex sudah mendidih ku. Seketika Aku tersadar akan sesuatu. Aku segera mengumpulkan kesadaran ku dan mendorong tubuh Alex. Namun tenaganya cukup kuat hingga Aku kewalahan. Tapi Aku tidak putus asa, Aku tetap berusaha mendorong tubuhnya.
"Ada apa?" tanya nya serak, matanya masih dilingkupi oleh kabut gairah.
"A..Aku belum siap" ucap ku takut padanya. Ku lihat Alex memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam-dalam. Ia lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ku dan menjadikan dada ku bantalannya.
"Maaf..maafkan Aku. Aku tidak tahu jika kamu belum siap" ucapnya menahan sesuatu dalam dirinya.
"Biarkan seperti ini dulu, Aku janji tidak Akan melakukan hal lebih. Begini saja cukup untuk ku" ucapnya dengan nafas yang masih terengah-engah. Aku merasa sedikit risih dengan sesuatu dibawah sana.
"Abaikan saja..nanti akan kembali seperti biasa lagi" ucapnya seakan tahu isi pikiran ku. Lama kelamaan Aku merasakan nafasnya sudah normal dan mendengar dengkuran halus dari mulutnya. Alex sudah tertidur. Tak lama kemudian Aku juga tertidur.
#Jangan lupa like, vote, gift dan rate 5 nya ya. terima kasih
Alex ❤️ Selena...
ceritamu sangat menarik thor..
aku suka 🥰🥰🥰❤️❤️
selamat berkarya ❤️
sukses
semangat
mksh
mantap