NovelToon NovelToon
SURGA CINTA DALAM BISMILLAH

SURGA CINTA DALAM BISMILLAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:634.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: radetsa

Sejatinya, perempuan juga harus merasakan keikhlasan dalam pernikahannya sendiri. Dan kalimat Bismillah lah yang membuat gadis bernama Zahrana begitu percaya bahwa Keajaiban Tuhan itu ada.
Setelah mengucapkan kalimat pendek itu, ijab qobul yang terus berulang-ulang, seketika menjadi lancar. Pernikahannya dengan pria Saleh bernama Ajis, yang semula hanya karena keterpaksaan, berbuah menjadi cinta.
Permasalahan-permasalahan tumbuh. Berawal dari kebakaran kios milik Ajis, dan hutang-hutang yang diperbuat oleh Kakak Zahrana, sehingga mengakibatkan rumah orang tuanya tergadaikan.
Suatu hari, Zahrana bertemu Arya lewat chat online, artis papan atas yang mampu membuat namanya melambung setelah memperkenalkan novelnya. Dengan itu ia dapat membantu usaha suaminya bangkit kembali.
Permasalahan dalam keluarganya kembali muncul ketika Arya yang dianggapnya sebatas teman baik, tiba-tiba mengungkapkan perasaan cinta kepadanya. Hal itu pun diam-diam diketahui oleh Ajis. Kecemburuan menyalang di hati Ajis.
Akankah rumah tangga mereka hancur setelahnya? Yuk! Ikuti kisah cinta segitiga Zahrana, Ajis dan Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LOKASI SYUTING

"Zahrana...!" seru Arya, artis terkenal itu dengan cepat menghampiri Zahrana ketika dirinya dan Hidayat sampai di lokasi syuting.

Ya, pemuda itu sudah sedari tadi menunggu kedatangan Zahrana, karena sejak keputusan di kantor pH pada waktu lalu, Arya merasa tidak ada alasan untuk menghubungi Zahrana lagi. Dan entah mengapa? Ia malah merasa merindukan perempuan itu terlalu dalam.

"Hai, kamu sudah dari tadi ya? Aku tidak terlambat, bukan?" Tanya Zahrana memang tidak pernah mengerti arti tatapan Arya kepadanya, selain dari tatapan pertemanan semata.

"Oh, tidak kok... Gua memang sengaja datang lebih awal, karena gue mau mempelajari sequence-nya lebih dalam lagi. Scene ini agak susah menurut gue... Kan Lo tau sendiri, gua nggak terlalu paham betul agama, dan di novel Lo ini banyak tentang agamanya..." Ujar Arya beralasan.

"Oh, gitu..." Sahut Zahrana sembari mengangguk.

"Oh ya... Lo datang dengan siapa nih?" Tanya Arya sambil menunjuk ke arah Hidayat yang berada di samping Zahrana.

"Oh, ini..."

"Hidayat, Bang... Saya Hidayat, adik kak Zahrana..." Potong Hidayat dengan cepat sambil menyambar tangan Arya Irawan. Hal itu membuat Arya dan Zahrana terkejut karenanya.

"Hehehe... Sorry, Bang, saya begitu Senang bisa bertemu dengan artis terkenal seperti Abang..." Tambah Hidayat lagi. Wajahnya tak mampu menyembunyikan perasaan kagumnya kepada sosok Arya yang pada saat itu berada tepat di hadapannya.

Hidayat dari awal sudah tahu akan bertemu dengan lelaki itu, karena Zahrana sudah memberitahukan kepadanya pada saat memintanya untuk menemani kakaknya itu ke lokasi syuting. Namun berbeda dengan kenyataan, Hidayat memang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia serasa bermimpi dapat menemui orang terkenal seperti Arya Irawan secara langsung.

Sementara, banyak orang yang ngefans sama lelaki itu, namun tidak seberuntung dirinya. Mereka akan sangat sulit untuk bertemu Arya Irawan secara langsung seperti itu. Hidayat benar-benar merasa ketiban durian runtuh.

"Owh, adiknya Dia..." Tunjuk Arya ke arah Zahrana dengan berlagak sombong.

"Iya, Bang..." Angguk Hidayat cepat.

"Suami Lo kemana? Dia nggak ikut?" Tanya Arya celingak-celinguk ke setiap arah untuk mencari sosok Ajis di sana.

"Suami aku ada kerjaan di ruko, makanya aku ditemani Hidayat ke sini." Ujar Zahrana.

Jadi suaminya nggak ikut? Bagus deh... Batin Arya merasa senang.

"Owh..." Gumam Arya bersikap santai. "Ayo..." Ajaknya seraya melangkah ke dalam.

"Kak Zahra... Hidayat ketemu Arya Irawan, Kak..." Sorak Hidayat tertahan berganti bisikan girang di samping zahrana.

"Sssttt..." Zahrana menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri dengan mata membulat, mengisyaratkan agar Hidayat bersikap tenang dan biasa-biasa saja.

"Iya, iya..." Sungut Hidayat, lalu kembali tersenyum girang. Mereka barulah melangkah mengikuti arah Arya ke dalam.

*****

Orang-orang di lokasi syuting begitu sibuk, mereka tampak profesional dengan pekerjaan masing-masing yang mereka geluti. Di pojok, terlihat Hidayat menunggu dengan santai setelah lelah berkeliling sambil mengajak para kru mengobrol ringan tadinya.

Zahrana tersenyum, latar pantai kali itu bukan membuatnya ingat akan masa lalunya yang sesuai dalam kisah novel yang dibuatnya, melainkan ia berpikir bahwa dirinya bersama suaminya akan bersama-sama di sana suatu hari nanti.

Jika mereka sama-sama tidak lagi sibuk, Zahrana berencana akan merengek agar suaminya mau mengajaknya ke tempat yang menyenangkan itu. Pantai. Ya, pantai adalah tempat yang paling menyenangkan menurutnya.

Memang cintanya telah mantap kepada Ajis seorang, namun hobinya masih sama, menikmati keindahan di tepi pantai. Dan semenjak menikah dengan Ajis, dia sama sekali tidak pernah ke pantai lagi. Bagi Zahrana, di dekat suaminya saja, lalu bermesraan dengan suaminya itu sudah lebih dari cukup.

"Kamera, rol... Action!!" Sutradara berteriak, dan akting para pemain 'bukan salah ibu menyusui' pun di mulai.

"Habibah..." Arya berteriak girang memanggil perempuan di hadapannya itu.

"Yansyah?" Gadis itu bereaksi dengan wajah terkejut melihat Arya.

Syuting berjalan.

Zahrana mematung menyaksikan setiap adegan yang bermain di depan matanya. Mau tidak mau, Zahrana kembali ingat dengan masa lalu yang benar-benar bodoh menurutnya.

Dia terkadang tersenyum geli melihat tingkah Arya memerankan Yansyah, yang sebenarnya adalah Aridiansyah, mantan pacarnya dulu. Dan terkadang pula menatap dengan mata setengah memicing melihat adegan aktris perempuan yang memerankan sosok Habibah.

Habibah, benar-benar mirip seperti dirinya. Begitu labil dan kekanak-kanakan, dan pada saat itu dirinya mampu menilai dirinya di masa lalu.

Aku nggak nyangka, ternyata aku segila itu dulunya...~ Batin Zahrana tak mampu menyembunyikan rasa malunya melihat adegan demi adegan. Wajahnya bahkan sampai memerah mengingat hal itu.

.

.

.

.

.

1
Cymoet Sry Wahyuni
Keren..
Ratna Dewita Sari: terimakasih kak🙏
total 1 replies
Cah Dangsambuh
selalu di tunggu kak radesta,,,semangat moga pundi pundi makin banyak dan berkah selamat ber dagang
Cah Dangsambuh: sudah dong ,tapi sayang dah abis juga kita masih setia nunggu karya baru dari kakak
total 2 replies
Salmia
masya Allah,,,, makin senang bacax,
Asri
sudah habis kak, blm ada judul baru kah? 😁
Asri: oke kak, ditunggu judul barunya 😁
total 2 replies
adning iza
kisah lanjutan kah thoorrr maaf krn hampir lupa alury
adning iza: ok thoorrr trima kasih wlau msih nyeseg klo bca endingy zahrana dn ajis😊😊😊 semangat thoorrrr💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
yuliani Aritonang
aku slalu suka karya mu thour
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
denisa ajja
air mata tak bisa di bendung lagi dan akhirnya luber sampai banjir.
denisa ajja
baper bnget sih. jadi galau kan jadinya hati ini.
makasih kak aku beneran sangat terharu. dri awal baca sampai di bab in mata aku sampai sembab krna kebanyakan nangis.
Ratna Dewita Sari: hehe
terima kasih kembali kk🤗
total 1 replies
yuli
luar biasa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Muawanah
baru mampir nieh kak
lgsg pencet tombol ❤️ deh...
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak🤗🥰
total 1 replies
Cah Dangsambuh
fix ini keren zahrana menceritakan dari kitab nguqudhulijain karangan syeh muhammad bin umar nawawi dari banten👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ratna Dewita Sari: hehe
terimakasih infonya kk
aku cuma ingat ceritanya saja
total 1 replies
bunda DF 💞
ya Allah,, sweet bgt sih merekaaa
Mira Dedipj
inget omongan emak jamqn dulu
jangan asal menyusui anak
takut nya klu gede ya gitu
Jafisa98
Nah bener feelingku pas ajis rasa ngucapin perpisahan dg rumahnya,bilang mo pulang kampung+nyuruh hidayat sering2 kunjungin keluarganya ajis😢
eh kirain tadinya mo dibikin kecelakaan motor si ajis. kak radetza untung tidak sekejam itu & melawan taqdir logic dalam agama kita.
yah memang kepedihan mendalam kehilangan orang yg dicintai kebanyakan terjadi pada pasangan suami-istrikan. dan itu menjadikan batin mereka sakit mendalam itu bagi yg tidak mampu mengatasi kesedihannya. sebab dirundung duka itulah diapun menyusul pasangannya. tapi tidak semua begitu. ada juga yg tetap tegar sampai berpuluh tahun kemudian wafat. kalo yg baru meninggal pasangannya cepet move onnya gk tau sy. gk masuk kategori cinta sesungguhnya kata aku sih hehe.
intinya terimakasih kak radetza karyamu yg ini berkesan juga buat aku❤. walopun gk seagamis yg ku pengen like yg ku maksud kemaren. tapi ini sudah sudah jadi novel yg berkesan juga buatku🌷
pesanku tetap berkarya sesuai passionnya dengan gaya kak radetza karena itu bakal jadi ciri khasnya radetza👍
jangan terlena dengan hal yg sedang ramai. tapi gimana tulisan kita bener2 disukai,dicintai,diresapi oleh pembaca. sehingga bisa saja sebab dari membaca novel ini,personal seseorang bisa benar2 berubah hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. kualitas lebih baik daripada kuantitas👍. tapi lebih baik lagi jika kualitas & kuantitas sejalan berdampingan🌷
Barakallahu fiik author radetza❤
Jafisa98: siap kak😍
semangaat terus berkarya lewat tulisan yang tulus🌷✊
total 3 replies
Jafisa98
finally aku nangis kak😭
thankyou👍
Jafisa98
😭😭😭👏
Jafisa98
Astaghfirullah😭
Jafisa98
sakittt😭
Jafisa98
nyesekk bangeet monolognya ajis disini kak. kalo difilmkan udah sesegukan aku nih pasti deh😢
Jafisa98
*pukul*
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!