NovelToon NovelToon
KIRANA (Dia Juga Dia)

KIRANA (Dia Juga Dia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Teen angst
Popularitas:365.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tataxx

Kirana Dwi Lestari, seorang gadis belia berusia 17 tahun.
Tari, begitu Sapaanya di sekolah. Memiliki tiga orang adik yang sudah dua tahun ini ia hidupi sendiri. Kemana orangtuanya? Mereka meninggal dunia dua tahun lalu.
Tari dan adik-adiknya tinggal di sebuah rumah sederhana hasil kerjanya selama dua tahun ini.

Saat pagi menjelang, Tari akan berangkat kesekolah dan bekerja saat malam tiba. Selama dua tahun ini, kehidupan Tari tenang-tenang saja. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan pria sebaya yang mampu menggetarkan hatinya.

Apakah cinta Tari akan terungkap dan terbalaskan?
Apakah pria itu akan menerima seorang ... Tari?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 31

Pagi menjelang, hari ini Tari ijin tidak masuk sekolah karna sakit. Efek alkohol yang ia minum semalam masih terasa di kepalanya. Apalagi bibir Tari yang sedikit bengkak karna kejadian semalam. Tari mengusap bibirnya, adegan antara dirinya dan Yoga kembali berputar di kepalanya.

"Kamu kenapa senyum sendiri Tari?" tanya bu Mae ketika masuk ke kamarnya. Bu Mae membawakan teh hangat dan bubur untuk Tari.

"Ah, ngga papa Bu." jawabnya sembari tersenyum.

"Ya sudah, ini dimakan buburnya biar cepet enakan badan kamu."

"Ia Bu makasih." Bu Mae berlalu meninggalkan Tari setelah ia menaruh sarapan di atas nakas.

****

Yoga terbangun karna alarm yang ada di ponselnya. Yoga meraih ponselnya di atas nakas dan mematikan alarm. Pukul 6 pagi, saatnya bangun dan berangkat sekolah.

Laki-laki itu segera bangun dari ranjang dan membersihkan diri. Tunggu, ada yang terlupa. Yoga berbalik kembali dan melihat ke ranjang. Tidak ada siapapun, kemudian ia keluar kamar dan mencari keberadaan gadis yang ia cintai. Di ruang tamu, di dapur, di kamar mandipun juga tidak ada. Apa Ana sudah pulang? Tapi kenapa tidak membangunkannya? Dirinya sudah berjanji untuk mengantarnya pulang.

"Arrgh," Yoga memukul udara. Dia kesal pada dirinya sendiri.

Jika sedang bersama Ana, ia selalu lupa dengan apa yang ia inginkan. Yoga sebenarnya ingin mengantarkan Ana pulang karna ingin tahu dimana rumahnya. Yoga juga ingin meminta nomor ponsel Ana agar saat ingin bertemu tinggal menelpon, beres.

Ah, dia ingat hari ini harus sekolah. Laki-laki tampan itu segera masuk ke kamarnya dan mandi.

Sampai di sekolah, Yoga memarkirkan mobilnya di parkiran. Ia keluar dari mobil dengan wajah yang sumringah. Laki-laki itu ingin segera mencari sahabatnya di kelas dan menceritakan tentang dirinya yang bertemu Ana semalam.

"Tar ...." panggilan Yoga pada sahabatnya terhenti karna ia tak melihat Tari di bangkunya. Ia melihat ke sekeliling ruang kelas itu, tak ada Tari disana. Apa Tari belum berangkat?

"Udah hampir jam 7, kenapa Tari belum masuk?" Yoga melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.

Dengan lesu Yoga duduk di bangkunya. Ia menaruh tas nya di bagian belakang bangku dan merogoh ponsel di saku celananya.

"Tari, kamu ngga masuk?" Isi pesan Yoga pada Tari.

Lama Yoga menunggu balasan pesan dari Tari. Pesan itu masuk namun tak kunjung juga dilihat oleh gadis itu. Hingga seorang guru masuk ke kelas dan pelajaranpun dimulai.

****

Braakk ....

"Kenapa kamu tidak segera menelponku?" suara menggelegar memenuhi sebuah ruangan di gedung tinggi tempat tuan Anton bekerja.

Wajahnya memerah karna marah. Ia nampak murka pada seorang wanita paruh baya yang tengah duduk mengkerut di hadapannya. Pria tampan itu merutuki kebodohan wanita itu yang membiarkan gadisnya pergi bersama lelaki lain.

"Apa kamu sudah bosan bekerja di sana? Iya?" bentaknya lagi membuat sang mami di klub malam milik tuan Anton itu semakin takut.

Bu Mira sudah menduga ini akan terjadi. Ia akan dimakan habis-habisan oleh bosnya itu. Apa boleh buat, ia hanya mampu menunduk menerima semua amarah tuan Anton. Membela diripun tak akan ada gunanya jika berurusan dengan tuan Anton.

Tuan Anton duduk kembali di kursi kebesarannya. Ia sedang mencoba menelpon gadisnya saat itu. Sedangkan bu Mira hanya diam sembari berdoa agar dirinya tak dipecat oleh bos nya.

"Halo sayang?" ucap tuan Anton ketika ana sudah mengangkat telponnya. Ia berusaha meredam amarahnya sebisa mungkin.

" ...."

"Lagi apa?"

" ...."

"Kenapa ngga sekolah?"

" ...."

"Apa? Sakit?" tuan Anton mendengus, ia menatap wanita paruh baya di depannya itu. Seakan memberitahu bahwa ia akan membunuh wanita itu.

Bu Mira terkejut, sontak ia melihat bosnya yang sedang menatapnya penuh amarah. Bu Mira semakin ketakutan mendengar Ana sedang sakit dan pastinya karna kejadian semalam.

"Papi akan kesana. Tunggu ya!" tuan Anton menutup telponnya. Kemudian kembali menghampiri bu Mira.

Tuan Anton membungkuk dan menarik kerah baju bu Mira.

"Jika terjadi sesuatu pada gadisku, aku akan minta Beni melenyapkanmu!" ucapnya penuh penekanan. Kemudian tuan Anton menghempaskan bu Mira ke sofa. Tuan Anton pergi begitu saja dari ruangan itu. Tujuannya pasti ke rumah Ana.

Tuan Anton mengendarai sendiri mobilnya ke rumah Ana. Di perjalanan ia hanya diam, beberapa pertanyaan hinggap di kepalanya. Semalam, gadisnya pergi dengan Yoga. Bukan ia tidak tahu tentang itu. Semua terpantau dengan sempurna. Yang ia tidak tahu adalah apa yang dilakukan Ana dan Yoga saat di dalam apartemen. Apa yang mereka lakukan? Kenapa Ana bisa sakit? Sakit? Bagian mana nya yang sakit? Jangan-jangan mereka sudah ....

"Aarrgghh ...." tuan Anton merasa frustasi. Ia memukul dengan keras setir mobil di depannya.

Gadis yang sudah ia jaga selama ini tidur dengan laki-laki lain? Memikirkannya saja membuatnya sakit kepala. Ia sudah menjaga hasratnya selama ini karna tidak ingin menyakiti gadis yang ia cintai. Berani tidur dengan memeluk Ana juga karna gadis itu yang meminta. Bo*doh, kenapa tidak melakukannya sedari dulu? Kalau sudah begini, kamu dapat apa Anton?

"Sh*it, kenapa tiba-tiba rumah Ana sangat jauh sekali?" Pria tampan itu benar-benar tidak sabar ingin melihat keadaan gadisnya.

****

"Tari, kamu ngga masuk?" Tari membuka pesan dari Yoga setelah papinya menelpon.

Tari tersenyum kembali mengingat ciu*mannya dengan Yoga. Ciu*man pertamanya yang tidak salah sasaran. Baru akan membalas pesan Yoga, pintu kamarnya diketuk seseorang dari luar.

Ceklek,

Tari membuka pintu kamarnya. Sosok tinggi tegap menyambutnya dengan wajah tampan yang diselimuti rasa khawatir.

"Sayang," tuan Anton segera memeluk gadisnya.

"Kamu ngga papa kan?" tanya papi sembari melepas pelukannya. Ia mengamati tubuh gadis itu dari ujung kaki ingga ujung rambut.

"Ngga papa Pih, Ana baik-baik aja. Cuma sedikit pusing karna mabuk semalam."

"Kamu mabuk?" tanya sang papi pura-pura tidak tahu.

"He he..." Gadis manis itu hanya cengar-cengir menampakkan deretan gigi nya yang putih bersih.

"Tunggu, kenapa dengan bibirmu?"

1
Rini Maryani
aah lm lm si tari ky jalang semua d layanin kasian pa anton mendingan jujur ja
Gladys Aira
Luar biasa
Ref Nita Pilii
cerita nya lumayan bagus...asik baca nya dan gampang di mgti....suka bgt baca nya.
112 'ONE'
BAGUS...👌👍
LANJUT THOR.....🙏🙏
Qomariyah Kom
lanjut dong thor
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
mana lanjutannya???
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
mana ingat kn waktu itu mabuk 🙈
ayooo lanjut 🚴🚴🚴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
yaaah kirain pak Anton
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
pak Anton?
uuuuuhhhh Miss u om
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
setelah reinkarnasi yg berbulan2 untuk menelurkan 1bab... lanjut thor
Eti
lanjut thor jgn lm2
Siti Fatimah
knp lamaaaa bingit upny thooor
Qomariyah Kom
lanjut lagi dong thor ceritanya
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mungkin Tari uda lupa karena itu kejadian lama banget
lagipula saat itu Tari atau Ana dalam keadaan mabuk seeeh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
Semalat datang kembali -----> Selamat datang kembali
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
km skng sedang berada dibasement apartemen Yoga
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
diiiiiih ini mah km curi-curi kesempatan tuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
woooooy fokus nyetir yoooooo....
disebelah ada nyawa yang harus kamu jaga tuuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
haadeeeh ini juga....napa uda punya bayangan menikahi Tari 🤦🤦🤦🤦
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mending jangan kasih Gaje harapan deeh Bu Mae, karena itu uda pasti gak mungkin terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!